cover
Contact Name
Muhammad Alfan Sidik
Contact Email
rusydiah@stainkepri.ac.id
Phone
+6282221297011
Journal Mail Official
rusydiah@stainkepri.ac.id
Editorial Address
P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau- Indonesia Jl. Lintas Barat KM 19 Ceruk Ijuk, Toapaya Kab. Bintan, Kepulauan Riau Phone +62 85274649662 Email: mahfuzah@stainkepri.ac.id
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 27234894     EISSN : 27234886     DOI : https://doi.org/10.35961/rsd.v1i1.128
Jurnal Rusydiah fokus mempublikasikan artikel berdasarkan penelitian yang berkaitan dengan pemikiran Islam
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
SISTEM DAN PILAR-PILAR NEGARA DALAM PEMIKIRAN IBN ABI RABI’ (218-272 H): SEBUAH KAJIAN LITERATUR Mohamad Latief; Adib Fattah Suntoro
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.569

Abstract

Artikel ini adalah studi literatur terhadap karya fenomenal Ibn Abi Rabi’ tentang politik berjudul Suluk al-Malik fî Tadbir al-Mamalik. Pemikiran Ibnu Abi Rabi’ di bidang politik menarik untuk dikaji sebab argumentasinya tidak hanya bersandar pada dalil-dalil normatif al-Qur’an atau hadis semata namun juga pada argumentasi logis-filosofis, sehingga konstruksi pemikirannya merupakan harmonisasi antara akal dan wahyu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research) yang prosesnya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik content analysis, yaitu menganalisis data sesuai dengan kandungan isinya. Hasil penelitian menunjukkan sistem negara yang dipilih Ibn Abi Rabi’ adalah kerajaan. Selain itu dalam pandangannya, terdapat empat pilar yang harus ada dan dioptimalkan fungsinya untuk menunjang eksistensi suatu negara. Masing-masing dari empat pilar tersebut adalah raja, rakyat, keadilan dan pengelolaan negara. Konsep kenegaraan Ibn Abi Rabi’ ini digunakan sebagai buku petunjuk dalam mengelola pemerintahan di era Dinasti Abbasiyyah oleh Khalifah al-Mu’tashim.
PEMBENTUKAN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (RIS) DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN Muhammad Zulfikar Nur Falah; Barda Royyan Hanafi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.575

Abstract

Penelitian ini menganalisa paradigma sistem kenegaraan di Indonesia dalam bentuk Rebuplik Indonesia Serikat (RIS) dari perspektif Ibnu Khaldun. Negara Indonesia beserta rakyatnya secara hakiki tidak menginginkan prolematika di wilayah setempat semakin kejam. Pembentukan RIS sendiri terurai sebagai kerja rekayasa Belanda. Pembahasan mengenai pembentukan negara Indonesia tidak terlepas dari adanya sistem kenegaraan berlatarbelakang proses yang berkesinambungan. Teori pembentukan negara Ibnu Khaldun berangkat dari hasil rekonstruksi situasi historis yang mendukung terbentuknya sebuah negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembentukan RIS dalam perspektif Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan sumber yang relevan dan realibel, seperti buku, jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya. Menjawab rumusan masalah, penelitian ini memberikan hasil bahwa dalam perspektif Ibnu Khaldun, secara keseluruhan, pembentukan negara Indonesia bukan dikemukakan dengan cara pemberontakan, melainkan atas dasar internalisasi pengembangan wilayah. Hal ini kemudian berimplikasi pada kepuasan terhadap kepemilikan sendiri. Dalam pembentukan RIS yang berangkat dari gejolak peperangan ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, sebenarnya Indonesia beserta rakyatnya sudah mengimplementasikan internalisasi gerakan pengembangan wilayah.
NAMA DAN SIFAT (ASMA’ WA SIFAT) SERTA PERSONIFIKASI TUHAN DALAM KITAB SUCI: ANALISIS STUDI KOMPARASI Safira Malia Hayati; Nur Afra Afifah Amani Amatullah; Fanani Fikri; Rinaldo Rinaldo
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.483

Abstract

Artikel ini mengkaji wacana-wacana tentang asma wa sifat serta personifikasi Tuhan dalam tiga kitab suci yaitu; Al-Qur’an, Taurat, dan Injil. Penulis mengangkat kajian dengan tiga agama ini karena dilihat dari sisi sejarahnya agama ini sama-sama agama Abrahamik/ agama samawi. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan dengan menggunakan metode tematik dan pendekatan analisis komparatif dalam beberapa tema yang diambil. Artikel ini berusaha untuk melihat dua masalah pokok; 1) Bagaimana matrikulasi dan partikulasi asma’ wa sifat serta personifikasi Tuhan dalam tiga kitab suci? 2). Bagaimana komparasinya antar kita suci serta implikasinya terhadap wacana dalam beberapa perspektif. Alhasil, dalam artikel ini ditemukan bahwa martilukasi asma wa sifat Tuhan dalam tiga suci ini ditemukan beberapa persamaan, seperti; Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha Besar, Maha Suci, Yang Awal dan Akhir. Sedangkan, dalam partikulasinya terdapat beberapa perbedaan dengan sifat khusus Tuhan yang ada dalam beberapa Kitab Suci namun tidak disebutkan dalam Kitab Suci lainnya. Selain itu, implikasi dari wacana komparatif ini masuk dalam berbagai perspektif seperti perspektif teologis, historis, intertekstulitas, psikologis, dan sebagainya
MERETAS KETEGANGAN RELASI AGAMA DAN NEGARA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF NURCHOLISH MADJID Hajam Hajam; Theguh Saumantri
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.534

Abstract

Persoalan hubungan agama (Islam) dan negara di masa modern ini merupakan salah satu subjek penting, meski telah diperdebatkan oleh banyak pemikir Islam sejak hampir seabad lalu. Dalam konteks politik di Indonesia, seperti halnya negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Turki, Palestina, dan Libiya, mengalami kesulitan serius, terutama berkaitan dengan membangun hubungan politik antar agama (Islam) dengan negara. Oleh karenanya, Nurcholish Madjid seorang intelektual muslim Indonesia yang sering disapa Cak Nur merumuskan pemikiran-pemikirannya dalam menjawab persoalan politik Islam yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan analisis gagasan maupun konsep tentang relasi agama dan negara di Indonesia berdasarkan pemikiran Nurcholish Madjid. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) yang sepenuhnya bersumber pada buku maupun tulisan yang berkaitan dengan pemikiran keislaman dan keindonesiaan Nurcholish Madjid. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Nurcholish Madjid mencoba menetralisasi ketegangan hubungan Islam dan negara dengan menyerukan deislamisasi dan program sekularisasi serta desakralisasi. Menurut Nurcholish Madjid sekularisasi pada hakikatnya adalah rasionalisasi dan desakralisasi. Sebab substansi sekularisasi adalah memecahkan dan memahami masalah-masalah duniawi dengan menyerahkan kecerdasan antara rasio.
PEMBAHARUAN ISLAM DI MINANGKABAU PADA AWAL ABAD XX Faras Puji Azizah; Syahrul Rahmat; Lidia Maijar; A’zhami Alim Usman; Zainal Zainal
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.756

Abstract

Artikel ini membahas tentang pembaharuan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Pembaharuan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan murid-murid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, yakni Syeikh Muhammad Jamil Jambek, Haji Abdullah Ahmad, dan Haji Abdul Karim Amrullah. Ketiga sosok ini dapat dikatakan sebagai pelopor pembaharuan Islam di Minangkabau abad ke-20. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode penelitian sejarah, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research) terhadap sumber berupa artikel, buku-buku, maupun laporan yang berkaitan dengan penelitian ini. Pembaharuan Islam pada awal abad ke-20 di Minangkabau membawa dampak terhadap sejumlah bidang, seperti bidang pers atau jurnalistik, pendidikan dan keorganisasian. Dalam bidang pers, pada masa ini lahir Majalah Al-Munir, sementara dalam bidang pendidikan, berdiri sejumlah lembaga pendidikan Islam yang sudah menerapkan metode pendidikan modern, serta lahirnya organisasi sebagai wadah bagi lulusan sekolah pada masa tersebut.
MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN Zamzami Zamzami; Muhammad Nurman; Maisarotil Husna
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.762

Abstract

Tulisan ini adalah Kajian bersifat kepustakaan, tema yang diangkat adalah Kajian manusia, sains dan teknologi dalam Al-Quran. Dalam tema ini dengan menggunakan pendekatan studi Pustaka, dan metode kualitatif dengan alat bantu analisis dengan metode konten analisis. Ada dua pertanyaan penting, pertama; Bagaimana manusia, sains dan teknologi menurut perpektif al-Quran? Kedua; Apa relevansinya dengan perkembangan manusia, sains dan teknologi di zaman modern ini? Dengan menggunakan konten analisis untuk menjelaskan Kajian manusia, sains dan teknologi dalam perpektif al-Quran dan menjelaskan relevansinya dengan kemajuan abad ini. Hasil penelitian ini adalah mengetahui pandangan al-Quran terkait dengan manusia, sains dan teknologi menurut perspektif al-Quran dan adanya relevansi dengan perkembangan di abad modern ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 6