cover
Contact Name
Dwi Warti Purnomo Wulan
Contact Email
jurnal@magelangkota.go.id
Phone
+6285729679576
Journal Mail Official
jurnal@magelangkota.go.id
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang Jl. Jend. Sarwo Edhie Wibowo No. 2 Kota Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Jendela Inovasi Daerah
ISSN : -     EISSN : 26218739     DOI : -
Jendela Inovasi Daerah is a means of publication of innovation with the scope: 1. innovation of local governance; 2. innovation of public services; 3. other regional innovations in accordance with government affairs which are the regional authorities; 4. excellent products; 5. technological innovation; 6. industrial innovation; 7. system of innovation.
Articles 102 Documents
PENGIMPLEMENTASIAN FUNGSI DALAM ILMU KOMPUTER UNTUK PENYUSUNAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI Mahendra Wishnu P
Jendela Inovasi Daerah Vol 1 No 2 (2018): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v1i2.21

Abstract

Paper ini bertujuan untuk bagaimana peranan Perguruan Tingi dalam mencetak lulusan yang siap terjun didunia kerja Teknologi, dengan menggunakan metode Fungsi Surjektif atau onto function sehingga hasil yang diperolah adalah dengan memilih Jurusan setiap mahasiswa akan lebih fokus untuk memiliki interpersonal skill yang baik, dan peran Kurikulum juga secara langsung memengaruhi kelangsungan Jurusan, karena setiap Jurusan memiliki aturan pembelajaran yang dikendalikan penuh oleh Kurikulum.
URGENSI SISTEM INFORMASI TATA RUANG (SIMTARU) SEBAGAI INSTRUMEN PENDUKUNG PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DI KOTA MAGELANG Ameyria G. P., Dona; Laelabilkis, Laelabilkis
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i1.23

Abstract

Keberhasilan pengendalian pemanfaatan ruang menjadi bagian penting dalam upaya mencapai salah satu tujuan penataan ruang, yaitu mencegah dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Hasil audit Direktorat Jendral Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang pada tahun 2018 menunjukkan adanya pelanggaran pemanfaatan ruang di Kota Magelang berupa pemanfaatan sempadan sungai sebagai kawasan terbangun. Guna meminimalkan terjadinya pelanggaran tata ruang maka perlu penguatan pengendalian pemanfaatan ruang melalui pengembangan Sistem Informasi Tata Ruang Kota Magelang.Upaya untuk mengadopsi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sudah diinisiasi pada tahun 2016 melalui pembangunan Sistem Informasi Tata Ruang, yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Geografis Kota Magelang pada laman http://sig.magelangkota.go.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif untuk menggali urgensitas sistem informasi tata ruang sebagai instrumen pengendalian ruang melalui variabelvariabel terpilih secara mendalam dan komprehensif. Variabel yang terpilih berdasaskan asas penyelenggaran penataan ruang sesuai UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Sebagai indikator penilaian dalam kajian ini adalah pada keterbukaan, kebersamaan dan kemitraan (partisipasi), serta akuntabilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Tata Ruang Kota Magelang menjadi sarana fasilitasi hak akses informasi dan partisipasi kepada masyarakat sehingga dapat meminimalkan terjadinya konflik dan pelanggaran tata ruang. Fungsi penyebarluasan informasi dan pelayanan perizinan tata ruang yang ada dalam sistem merupakan wujud transparansi informasi dan proses pengendalian pemanfaatan ruang, yang dapat meminimalkan potensi penyimpangan prosedur maupun hasil pengendalian pemanfaatan ruang sehingga meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan penataan ruang.
PROSPEK PENGEMBANGAN KAWASAN MUSEUM DIPONEGORO MAGELANG BERBASIS PARIWISATA HERITAGE BERKELANJUTAN Mussadun, Mussadun; Suwandono, Djoko; Ristianti, Novia Sari; Biruni, El Sifa Mega; Devi, Fionita Yuliani
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i1.24

Abstract

Museum Diponegoro merupakan salah satu museum yang menyimpan bukti sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda. Tulisan ini bertujuan mengkaji prospek pengembangan Museum Diponegoro berbasis pariwisata heritage berkelanjutan dengan memperhatikan aspek (1) atraksi, (2) fasilitas akomodasi pelayanan, (3) kemudahan aksesibiltas dan transportasi, (4) kelengkapan informasi dan promosi, serta (5) tata kelola yang baik. Disarankan perlunya kemitraan antara pengelola, swasta, masyarakat, akademisi, pemerintah dan komunitas seniman dalam pengelolaan Museum Diponegoro. Pengembangan fungsi museum sebagai pelestari lingkungan, sejarah dan budaya, edukasi bagi generasi muda, dan memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan untuk pendapatan masyarakat dan daerah secara berkelanjutan dapat terwujud.
KONSELING DALAM UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN WANITA PERIMENOPAUSE Rofi’ah, Siti; Pusparani, Lili; Idhayanti, Ribkha Itha
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i1.25

Abstract

Kesehatan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah dari menarche hingga menopause. Perubahan kadar hormon estrogen dimulai pada awal masa klimakterium menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikologis. Perubahan ini sering dianggap sebagai stresor yang dapat menimbulkan kecemasan yang bersifat ringan hingga dapat menimbulkan kepanikan. Apabila hal ini tidak segera ditangani maka akan menyebabkan morbiditas wanita dan sebagai pencetus terjadi depresi ataupun stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kecemasan wanita perimenopause di Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre test post test. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 406 wanita usia 45-49 tahun. Sampel penelitian ini sejumlah 58 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 2 x selama 40-50 menit (< 60 menit). Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian konseling terhadap kecemasan wanita perimenopause, dengan p value adalah 0,000 dan nilai Z = -6,647b. Pemberian konseling dapat membantu dalam memberikan informasi dan membantu dalam pengambilan keputusan terhadap permasalahan yang ada. Konseling berpengaruh terhadap penurunan kecemasan wanita perimenopause
MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG CUTI DI LINGKUNGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Astuti, Sukoariyah Sri Puji
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i1.26

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi di lingkungan birokrasi adalah seringnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggalkan tugas baik pada jam kantor maupun diluar jam kantor. Jumlah tidak masuk kerja karena ijin atau alasan lain apabila dikalkulasi selama 1 (satu) tahun bisa melebihi jatah cuti yang diberikan, yaitu selama 12 (dua belas) hari kerja. Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada PNS tentang ketentuan cuti sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif untuk menggambarkan obyek yang diteliti berdasarkan fakta yang ada. Sumber data dari penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak Pegawai Negeri Sipil yang belum memahami tentang cuti. Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu. PNS atau Calon PNS yang akan menjalankan cuti harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. Selanjutnya PPK atau pejabat yang mendapat delegasi wewenang untuk memberikan cuti akan menetapkan cuti PNS atau CPNS secara tertulis. Guru atau dosen yang sudah mendapatkan liburan menurut peraturan perundang-undangan tidak berhak atas cuti tahunan. Bagi CPNS yang belum memiliki masa kerja 1 (satu) tahun tidak berhak mendapatkan cuti tahunan namun dapat menggunakan cuti lain seperti cuti sakit, cuti alasan penting, cuti melahirkan maupun cuti besar untuk menjalankan ibadah haji. Perlu dilakukan sosialisasi aturan tentang cuti agar setiap PNS memahami ketentuan yang berlaku di dalamnya. Pengelola Kepegawaian agar mencatat cuti yang diambil oleh PNS di lingkungannya sehingga dapat diketahui berapa jumlah cuti yang masih menjadi haknya.
PEMANFAATAN REAL TIME CONFERENCE DALAM BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI PADA ERA DISRUPTIVE TECHNOLOGY Setiadiputra, R Yudhy Pradityo
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i2.28

Abstract

Human resources (HR) is an important part in an organization. Both private organizations and public sector organizations in an effort to improve service to their stakeholders can do several things, one of the most optimal organizational efforts is the development of human resource competencies. Competence development can be done in various ways, both classical like face to face meetings or modern like e-learning. Given the rapid development of desruptive technology era, the development of human resources competency, especially ASN in this case, must also take advantage of the growing information technology. E-learning that has been done by many agencies of ASN competence development development at this time, still need many adjustments. This is because the implementation of e-learning is still there are things that need to be adjusted include the assessment of results that are not objective in learning with e-learning method. To minimize it, can use new learning method that is real time conference method. This method is a method like classical face-to-face method, but this method uses good technological media so that it can be done at once in some classes / space competence development.
PROSPEK INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI STRATEGI MITIGASI PEMANASAN GLOBAL DI KOTA MAGELANG Arifin, Mohamad Zaenal
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i2.29

Abstract

The waste sector contributes GHG to the atmosphere, especially from landfills, the existing waste contributes 3-4% of global GHG emissions. This study aims to calculate the potential of methane gas emissions generated from waste and identify innovative strategies to mitigate the impact on global warming caused by methane gas emissions. This research method was built using the literature study approach. Data collection in this study was carried out using secondary data from the publication of technical agencies such as population data, volume of waste and technical data on waste management in the city of Magelang. Meanwhile, the processing techniques and data analysis in this study with descriptive analysis to describe the projections of methane gas emissions theoreticallyThe results show that with the population of Magelang City in 2017 as many as 130,857 people produced waste generation of 61,613.8 tons / year. Based on the amount of waste generation, using the mass balance calculation from the decomposition of municipal waste aerobically and anaerobically according to Solvato's formula produces the potential for methane gas emissions of 3.943, 28 tons / year CH4. The amount isprojected to continue to rise for the next 10 (ten) years in proportion to the population. Waste management innovation as a strategy to mitigate the effects of global warming in the Magelang city can be pursued through organic villages, waste banks, TPS 3R and TPST, bioconversion of organic waste with maggot from black soldier fly, utilization of waste in landfill as Biogas, conversion of potential of waste landfill biomass into electrical energy.
TERAPI DALAM MENGATASI DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Idhayanti, Ribkha Itha; Munayarokh, Munayarokh; Mundarti, Mundarti
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i2.31

Abstract

Menstrual pain is a problem that is quite disturbing activity and causes a bad mood so that women do not like menstrual pain. Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is not associated with pathological abnormalities. Menstrual pain experienced by many young women is estimated at 40% to 50%. Many things are done to reduce pain such as the use of drugs or other ways such as the use of herbs, drinking juice, distraction, relaxation, massage or pressing the stomach, the use of aromatherapy, compresses, exercise and rest and sleep. Based on research conducted at Secang 3 Public Middle School, Magelang Regency shows that most teenagers who experience menstrual pain experienced mild pain 59 respondents (60.2%), moderate pain 30 respondents (30.6%) and severe pain 9 respondents (9.2%). Most of the students liked non-pharmacological therapy 96 respondents (94.1%) and 2 respondents (1.96%) chose pharmacological therapy which is antipain medication. The type of non-pharmacological therapy that has been chosen to reduce menstrual pain is depressing the stomach with the fetal position of 67 respondents (68.4%), resting or sleeping 62 respondents (63.3%). Most of the teenage girls during menstruation choose to press the stomach and sleep rest because it is easy to do, inexpensive and there are no side effects to the body. It is advisable to do activities to flex the uterine muscles as they approach menstrual days to reduce menstrual pain and medical examinations for those who experience severe pain.
PEMBEKALAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG AKAN PURNA TUGAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MAGELANG Astuti, Sukoariyah Sri Puji
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i2.32

Abstract

Towards retirement, civil servants should have prepared themselves to be able to live theirretirement later well. But in reality not all retired civil servants can live it well. Seeing the phenomena that occur in the field requires preparation for prospective pensioners. The Magelang City Education and Training Personnel Agency has prepared debriefing for Magelang City Civil Servants who will be on duty. This paper aims to provide information about "How the debriefingactivities for civil servants who will enter full-time at the Magelang City Education and TrainingPersonnel Agency during 2018". This research is included in the type of qualitative research witha descriptive method in which descriptive research describes the object under study based onexisting facts. Sources of data from this study are secondary data. The results showed that the debriefing activities of civil servants who will be full-time provide positive benefits for those whowill face retirement, where upon retirement the civil servants can decide where to retire later,whether to develop business (business) or be closer to activities spiritual. Debriefing of civilservants who are going to full duty should also be given to Echelon II Structural Officials becausethose who feel the greatest reduction in income are Echelon II Structural Officials, whilepreparing themselves to return to society.
CARE MOBILE “KECAMATAN HADIR UNTUK RAKYAT” PADA KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Restanto, Yudo; Estiningsih, Mudji
Jendela Inovasi Daerah Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v2i2.33

Abstract

The topography of Takisung Subdistrict is land, coast, mountains, hills, valleys, and streams, and has a densely populated population of 31,020 people with 9,979 family heads. The picture is a challenge for the SOPD of Takisung Subdistrict to provide the best service. As the order of the Tanah Laut Regent issued in Regent Regulation No. 60 of 2016, that subdistrict was formed in order to improve coordination of governance, public services and community empowerment. The vast subdistrict and village area and the spread of the population have caused people to be constrained in getting excellent service from the subdistrict office and village office. The elderly and disabled people have not been fully served by population services, so some do not have Identity Cards, whereas KTP is a basic requirement for obtaining social protection services. The limited number of officers possessed by the subdistrict both in terms of quantity and quality. There are 22 civil servants in the Taksiung subdistrict, while the community of Takisung subdistrict is 31,020 people. Lots of information and complaints from the community that cannot be absorbed maximally because so far the subdistrict government has only been waiting for reports from the community and the village in the office. Services carried out by the subdistrict to the community are currently only waiting at the subdistrict office, as well as guidance to the village government is only waiting at the subdistrict office.

Page 2 of 11 | Total Record : 102