cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
Revitalisasi Gedung Birao SCS Kota Tegal Melalui Pendekatan Adaptive Re-Use Annisa Aziziyyah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi arsitektur kolonial Hindia Belanda menjadi salah satu isu yang memiliki urgensi besar dalam pengembangan kota-kota di Indonesia sebelum mengalami degradasi fisik, penurunan fungsi, serta kehilangan relevansi terhadap kehidupan masa kini. Pendekatan adaptive re-use dipandang sebagai langkah strategis yang mampu menggabungkan nilai sejarah dengan aktivitas kontemporer. Akan tetapi, implementasi adaptive re-use di kota menengah seperti Tegal masih sangat terbatas dan jarang menjadi objek penelitian akademik. Penelitian ini bermaksud untuk mengaplikasikan penerapan adaptive re-use terhadap salah satu arsitektur kolonial di Kota Tegal, Jawa Tengah, Indonesia yaitu Gedung Birao SCS sebagai langkah awal revitalisasi bangunan peninggalan kolonial. Metode penelitian yang digunakan antara lain ialah metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur, observasi lapangan, analisis kawasan, serta studi komparasi terhadap pendekatan adaptive re-use terkait. Studi preseden yang diambil yaitu Spiegel Bar & Resto Semarang, Museum Lawang Sewu Semarang, dan Museum Kereta Api Ambarawa Semarang menunjukkan bahwa pendekatan adaptive re-use mampu mengembangkan kualitas ruang kawasan bersejarah dilihat dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi arsitetur kolonial melalui pendekatan adaptive re-use khususnya pada Gedung Birao SCS, merupakan salah satu strategi efektif agar warisan arsitektur kolonial terjaga serta dapat meningkatkan vitalitas kawasan bersejarah masa kini di Kota Tegal. Kata kunci: adaptive re-use, arsitektur kolonial, Gedung Birao SCS, Kota Tegal, revitalisasi
Mixed Use Building di Kawasab CBD BSB City Brian Ardiansyah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena urban sprawl di Kota Semarang, khususnya di kawasan BSB City, Mijen, memunculkan kebutuhan akan fasilitas mixed-use terpadu (CBD) guna menekan emisi karbon akibat mobilitas komuter yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan merancang Mixed Use Building yang mencakup Plaza Komersial, Small Office Home Office (SoHo), Hotel, dan Apartemen sebagai simpul aktivitas baru yang berkelanjutan dan responsif terhadap lingkungan. Melalui metode studi literatur, komparasi preseden, dan observasi lapangan, desain ini mengintegrasikan tiga pendekatan utama: Arsitektur Parametrik untuk gubahan massa dan fasad komputasional, Arsitektur Tropis yang merespon iklim mikro dataran tinggi, serta Desain Universal untuk inklusivitas ruang. Hasil perancangan ini menghasilkan rumusan program ruang dengan total luas bangunan ±109.318 m² di atas tapak strategis seluas ±36.649 m² yang terhubung langsung dengan jalur arteri primer Semarang-Boja. Desain terpadu ini diharapkan menjadi landasan arsitektural yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus mempertahankan kualitas ekologis lingkungan.
PERANCANGAN SEKOLAH ALAM TINGKAT KB-TK-SD DI KOTA SEMARANG BERBASIS PENDEKATAN EKOLOGIS Ra Azzahra Ghaitsa Zhahira
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota di Jawa Tengah yang telah mengalami berbagai masalah lingkungan, seperti menurunnya kualitas lingkungan, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan peningkatan suhu udara. Kondisi ini menyebabkan perlunya dukungan untuk pendidikan yang dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan. Perancangan Sekolah Alam di Kota Semarang bertujuan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang berbasis lingkungan sekitar dan interaktif. Penggunaan pendekatan berbasis ekologis memiliki keterkaitan antara manusia, bangunan, dan alam yang saling membutuhkan dan mempengaruhi. Konsep perancangan berfokus pada hubungan aspek alam pada proses belajar mengajar, pemaksimalan potensi tapak, dan penerapan prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan ekosistem pada bangunan. Pengolahan massa bangunan yang menyebar agar dapat memaksimalkan ruang terbuka hijau, pemanfaatan cahaya dan penghawaan alami, pemanfaatan air hujan, pengolahan sampah, dan penggunaan material ramah lingkungan merupakan langkah pengaplikasian pendekatan ekologis. Sekolah alam ini dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka yang memberikan siswa kesempatan untuk dapat berinteraksi dengan alam. Perancangan Sekolah Alam di Kota Semarang dengan pendekatan ekologis diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan, adaptif terhadap kondisi iklim, serta menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa sejak dini. Kata Kunci: Sekolah Alam, Kota Semarang, Pendekatan Berbasis Ekologis.Kota Semarang merupakan ibukota di Jawa Tengah yang telah mengalami berbagai masalah lingkungan, seperti menurunnya kualitas lingkungan, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan peningkatan suhu udara. Kondisi ini menyebabkan perlunya dukungan untuk pendidikan yang dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan. Perancangan Sekolah Alam di Kota Semarang bertujuan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang berbasis lingkungan sekitar dan interaktif. Penggunaan pendekatan berbasis ekologis memiliki keterkaitan antara manusia, bangunan, dan alam yang saling membutuhkan dan mempengaruhi. Konsep perancangan berfokus pada hubungan aspek alam pada proses belajar mengajar, pemaksimalan potensi tapak, dan penerapan prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan ekosistem pada bangunan. Pengolahan massa bangunan yang menyebar agar dapat memaksimalkan ruang terbuka hijau, pemanfaatan cahaya dan penghawaan alami, pemanfaatan air hujan, pengolahan sampah, dan penggunaan material ramah lingkungan merupakan langkah pengaplikasian pendekatan ekologis. Sekolah alam ini dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka yang memberikan siswa kesempatan untuk dapat berinteraksi dengan alam. Perancangan Sekolah Alam di Kota Semarang dengan pendekatan ekologis diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan, adaptif terhadap kondisi iklim, serta menumbuhkan kepedulian lingkungan pada siswa sejak dini. Kata Kunci: Sekolah Alam, Kota Semarang, Pendekatan Berbasis Ekologis.
Pusat Produksi dan Edukasi Kopi di Kawasan Banaran dengan Pendekatan Arsitektur Interaktif Samudra Aushafal Ghazzali
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan budaya konsumsi kopi di Indonesia telah mendorong kopi berkembang dari sekadar komoditas menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, tingginya konsumsi kopi tidak diiringi dengan pemahaman masyarakat terhadap proses produksi dan pengolahan kopi yang melatarbelakanginya. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara aktivitas konsumsi dan pengetahuan mengenai industri kopi. Oleh karena itu, dirancang Pusat Produksi dan Edukasi Kopi di Kawasan Banaran, Kabupaten Semarang, sebagai fasilitas yang mengintegrasikan fungsi produksi, edukasi, dan konsumsi kopi dalam satu kawasan terpadu. Perancangan menggunakan pendekatan arsitektur interaktif yang menekankan hubungan timbal balik antara ruang, pengguna, dan lingkungan melalui keterhubungan visual, pengalaman sirkulasi, serta keterbukaan proses produksi.
Redesain Pasar Kranggot Kota Cilegon Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Tsabitah Iffat
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar rakyat merupakan infrastruktur ekonomi sekaligus ruang sosial yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan interaksi masyarakat. Pasar Kranggot di Kota Cilegon sebagai pasar rakyat tipe A terbesar menujukkan berbagai permasalahan, seperti konsentrasi aktivitas pada area tertentu yang menimbulkan kepadatan, ketidakteraturan zonasi komoditas, konflik antara sirkulasi pengunjung dan aktivitas berdagang, ketimpangan pemanfaatan ruang antara bagian luar dan dalam pasar, serta permasalahan sanitasi. Selain itu, rendahnya minat pengunjung untuk memasuki area dalam pasar menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara konfigurasi ruang dengan pola perilaku pengguna. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk meredesain Pasar Kranggot Kota Cilegon dengan pendekatan Arsitektur Perilaku melalui teknik place-centered mapping guna mengoptimalkan sistem zonasi dan sirkulasi. Pendekatan penelitian ini menerapkan metode deskriptif-kualitatif melalui pengumpulan data yang meliputi studi literatur, dokumentasi sistematik, serta analisis perilaku spasial. Teknik place-centered mapping digunakan untuk mengidentifikasi distribusi aktivitas, intensitas kepadatan, konflik sirkulasi, serta zona aktif dan pasif dalam ruang pasar. Hasil perancangan diarahkan pada penyusunan sistem ruang yang responsif terhadap perilaku pengguna mellaui penataan ulang zonasi komoditas dan pembentukan pola sirkualsi yang jelas dan efisien. Konsep ini diharapkan mampu menghasilkan rancangan pasar yang tidak hanya memnuhi standar kelayakan fisik, tetapi juga mampu mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas pengguna, serta mempertahankan karakter pasar rakyat sebagai ruang ekonomi dan sosial masyarakat.
VERTICAL HOUSING SEBAGAI RUANG HIDUP MELALUI PENDEKATAN PRODUCTIVE ARCHITECTURE DENGAN STRATEGI URBAN FARMING DI KOTA TANGERANG SELATAN Aura As’ari
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi secara global dan meningkatnya urbanisasi menjadi tantangan besar dalam sistem ketahanan pangan, khusunya di wilayah perkotaan. Hal tersebut memicu keretanan terhadap distribusi pangan, kenaikan harga pangan, dan krisis pangan. Indonesia sendiri sudah mengalami peningkatan jumlah penduduk terus-menerus, serta ketergantungan impor pangan. Salah satunya Kota Tangerang Selatan yang merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk secara signifikan dengan tantangan yang sama dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara alih fungsi lahan yang digunakan sebagai hunian, sehingga berkurangnya lahan yang dapat berpotensi sebagai sumber produksi pangan. Perkembangan hunian vertikal umumnya masih berorientasi pada efesiensi lahan tanpa kegiatan produktif di dalamnya yang berhubungan dengan perputaran ekonomi sampai aspek keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah urban productive living yag terintegrasi dengan urban farming. Dalam penerapannya elemen bangunan seperti balkon, atap, dan fasad dapat menjadi media produksi pangan secara mandiri (self sufficiency) pada bangunan hunian tersebut. Penerapan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan saja, tetapi sebagai cara meningkatkan kualitas hidup, sumber ekonomi, dan interaksi sosial.
Perancangan Creative Hub Sebagai Ruang Komunal Rekreatif Berbasis Nilai Sosio Kultural Pesisir Semarang Utara Shera Yudha
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Semarang Utara merupakan kawasan pesisir dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan jumlah penduduk yang relatif stabil dalam lima tahun terakhir. Dengan luas wilayah ±1.135,275 ha dan kepadatan berkisar 9.800–10.400 jiwa/km², kawasan ini termasuk dalam kategori wilayah perkotaan padat yang berpotensi mengalami tekanan ruang, khususnya terhadap ketersediaan ruang publik dan fasilitas komunal. Struktur demografi menunjukkan dominasi penduduk usia produktif (15–64 tahun) dengan jumlah ±83.000–85.000 jiwa, yang mencerminkan tingginya potensi aktivitas sosial, ekonomi, serta kebutuhan ruang interaksi dan kolaborasi. Namun demikian, kondisi eksisting kawasan belum mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut secara optimal. Aktivitas sosial masyarakat masih berlangsung pada ruang-ruang informal yang belum dirancang secara terstruktur dan memadai untuk menunjang aktivitas dalam skala yang lebih besar dan berkelanjutan. Di sisi lain, kawasan ini memiliki karakter sosio-kultural yang kuat dengan nilai komunal yang masih terjaga, namun belum terwadahi dalam bentuk ruang publik formal. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan Creative Hub sebagai ruang komunal rekreatif menjadi relevan untuk dikembangkan sebagai wadah aktivitas kreatif, interaksi sosial, serta penguatan kapasitas masyarakat. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur kontekstual yang mengacu pada karakter sosio-kultural masyarakat Semarang Utara, serta pendekatan kuantitatif berdasarkan jumlah pengguna potensial. Dengan demikian, diharapkan perancangan Creative Hub mampu menjawab kebutuhan ruang secara fungsional, kontekstual, dan berkelanjutan. Kata kunci: Creative Hub, ruang komunal, arsitektur kontekstual, Semarang Utara, sosio-kultural
REDESAIN SEMARANG ZOO DENGAN PENDEKATAN LANDSCAPE IMMERSION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SATWA Dwi Rakha Farhan
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang menjadi target untuk berwisata bagi wisatawan, salah satunya adalah  Semarang Zoo. Namun, kondisi kawasan Semarang Zoo yang belum memenuhi standar  bangunan Taman Satwa, membuat penurunan angka pengunjung dan kesejahteraan satwa.  Mulai dari habitat satwa hingga fasilitas pendukung bagi pengunjung. Redesain ini dibuat  dengan pendekatan Landscape Immersion untuk menghadirkan habitat satwa yang alami.  Habitat yang alami dapat menjadi daya tarik baru bagi pengunjung, dimana pengunjung  ditempatkan sebagai tamu yang bertamu ke habitat satwa itu sendiri. Dalam perancangan ini  menggunakan beberapa metode yaitu, studi literatur, dokumentatif dengan pengamatan  langsung, serta studi preseden dari Taman Satwa sejenis. Perancangan ini menghasilkan  Taman Satwa yang dapat mendorong perilaku alami satwa dalam habitat alaminya dan visual  yang tidak kaku bagi pengunjung dalam habitat satwa tersebut.
PERANCANGAN PANTI SOSIAL LANSIA DAN ANAK BERBASIS INTERGENERATIONAL SPACE DI PALEMBANG Friska Aulia Rachim
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Kota Palembang serta keberadaan anak terlantar menunjukkan kebutuhan akan fasilitas sosial yang lebih adaptif. Panti sosial konvensional dinilai belum mampu memenuhi aspek psikologis dan sosial penghuni, ditandai dengan rendahnya tingkat kebahagiaan lansia dan kurangnya interaksi sosial. Di sisi lain, anak-anak asuh juga mengalami kekosongan figur keluarga. Perancangan ini mengusung konsep intergenerational space untuk mempertemukan lansia dan anak dalam satu lingkungan yang saling mendukung. Pendekatan wayfinding diterapkan guna memudahkan orientasi ruang bagi lansia. Hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan hunian yang inklusif, nyaman, serta meningkatkan kualitas hidup dan interaksi sosial antar generasi.
Perancangan ‘Jogja Kawruh Hub’ Sebagai Ruang Publik Edukatif Hibrida Kota Yogyakarta dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Aditya Riezkia Rachmayani
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Yogyakarta memiliki identitas kuat sebagai kota pendidikan dengan jumlah  mahasiswa mencapai ratusan ribu jiwa. Namun, kepadatan penduduk yang tinggi (>12.000  jiwa/km²) tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang publik yang ideal, di mana capaian  RTH publik baru menyentuh 8,063% dari target minimal 20%. Kondisi ini menyebabkan  munculnya pemanfaatan ruang informal yang tidak aman dan minim fasilitas edukatif harian  yang inklusif. Perancangan "Jogja Kawruh Hub" hadir sebagai solusi ruang publik edukatif  hibrida yang mengintegrasikan sistem indoor dan outdoor secara fleksibel. Dengan  menerapkan pendekatan Arsitektur Perilaku, perancangan ini fokus pada penciptaan  behavior setting yang mendorong aktivitas literasi, diskusi, dan kolaborasi masyarakat.  Fasilitas yang disediakan meliputi perpustakaan, co-learning space, amfiteater, hingga area  bermain edukatif anak. Lokasi perancangan dipilih di kawasan strategis Jalan Jend.  Sudirman karena kedekatannya dengan pusat kota dan zona pendidikan. Melalui konsep  arsitektur kontemporer yang adaptif, Jogja Kawruh Hub diharapkan mampu meningkatkan  kualitas interaksi sosial sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota pembelajar  yang humanis dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Ruang Publik Edukatif, Hibrida, Arsitektur Perilaku, Kota Yogyakarta,  Literasi.