cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
Perancangan Laboratorium Terpadu FSM & FPP UNDIP Najwa Sabrina
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan laboratorium terpadu antara Fakultas Sains dan Matematika (FSM) dan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro dibuat sebagai respon terhadap keterbatasan fasilitas praktikum dan kebutuhan integrasi riset multidisipliner. Pendekatan arsitektur hijau diterapkan untuk meningkatkan efisiensi energi, kualitas lingkungan dalam ruang, serta pengelolaan limbah laboratorium secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, dan analisis komparatif. Hasil perancangan diharapkan mampu menciptakan fasilitas laboratorium yang efektif, efisien, dan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan. Kata kunci: laboratorium terpadu, arsitektur hijau, efisiensi energi.
STADION AKADEMI SEPAKBOLA DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN HIJAU Jonathan Nainggolan
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sepakbola modern menuntut fasilitas pembinaan atlet yang terintegrasi dengan sains olahraga, teknologi, dan prinsip keberlanjutan. Kota Semarang memiliki potensi besar dalam pengembangan akademi sepakbola, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur serta permasalahan lingkungan seperti penurunan muka tanah dan banjir rob. Perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep Stadion Akademi Sepakbola di Semarang dengan pendekatan Bangunan Hijau yang memenuhi standar FIFA serta responsif terhadap kondisi lingkungan setempat. Pendekatan desain menerapkan prinsip bioklimatik melalui orientasi bangunan, pemanfaatan pencahayaan alami, dan ventilasi silang, serta integrasi sistem berkelanjutan seperti pemanenan air hujan dan energi terbarukan. Fasilitas dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi stadion dan akademi dengan pembagian zona publik, semi-publik, dan privat yang jelas untuk mendukung efisiensi sirkulasi. Selain itu, dilengkapi fasilitas sport science seperti ruang analisis performa, fisioterapi, dan area pemulihan guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Hasil perancangan diharapkan menjadi model fasilitas olahraga yang berkelanjutan, resilien, dan kontekstual di Kota Semarang. Kata kunci: stadion akademi sepakbola, bangunan hijau, sport science, Semarang
Hysteria Art Site Creative Retreat In Artists-Based Ecosystem Of Kolektif Hysteria  Kenji Adam Musuko Harryuichi
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang yang disebut sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia masih kekurangan ruang yang bisa menampung kegiatan kreatif tersebut. Dengan isu tersebut, muncul Kolektif Hysteria yang menjadi komunitas untuk wadah seniman yang bertujuan untuk mengatasi isu-isu kota melalui seni. Semakin lama, Kolektif Hysteria semakin berkembang tiap tahunnya dan diperlukan ruang untuk mencakup perkembangan aktivitas dan program mereka. Pada tahun 2025, Kolektif Hysteria berencana merelokasikan kantor/ basecamp mereka yang awalnya berada Gajahmungkur, Semarang ke Gunungpati, Semarang. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan arsitektur yang mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi Kolektif Hysteria yang berdampak pada industri kreatif di Semarang.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT TIPE D DENGAN UNGGULAN LAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI SEMARANG AMANY JYLAN IRFANI
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pada ibu dan anak,  menuntut adanya fasilitas kesehatan yang tidak hanya berfungsi secara medis tetapi juga  mampu mendukung kondisi psikologis pengguna. Rumah sakit pada umumnya masih  berorientasi pada aspek klinis sehingga kurang memperhatikan kenyamanan dan  pengelolaan ruang, hal ini akan berimbas terutama bagi anak-anak atau ibu yang rentan  terhadap stres saat menjalani pemeriksaan maupun terapi. Perancangan Rumah Sakit Umum  Tipe D dengan layanan unggulan kesehatan ibu dan anak ini bertujuan untuk menghadirkan  fasilitas kesehatan yang lebih humanis melalui penerapan pendekatan evidence-based  design. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pengolahan pencahayaan alami, kualitas  udara, hubungan dengan elemen alam, serta penggunaan warna dan bentuk yang ramah anak  untuk menciptakan suasana yang menenangkan dan mendukung proses penyembuhan.  Selain itu, pengaturan zoning dan sirkulasi area dirancang secara efisien untuk menunjang  alur pelayanan medis sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien, tenaga medis, dan  pengunjung. Lokasi perancangan berada di Kota Semarang dengan mempertimbangkan  aksesibilitas dan kebutuhan layanan kesehatan setempat. Diharapkan perancangan ini dapat  menjadi solusi dalam menghadirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya memenuhi standar  medis, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak  melalui pendekatan arsitektur yang berorientasi pada penggunanya.  Kata Kunci : Rumah Sakit Tipe D, kesehatan ibu dan anak, psikologis, evidence-based  design, Semarang
PERANCANGAN LIFESTYLE APARTMENT BERBASIS MIXED-USE DEVELOPMENT DI SEMARANG BARAT DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR BIOFILIK Yayi Tiyasa
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan urbanisasi di Kota Semarang yang ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi telah memicu tingginya kebutuhan hunian, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. Kondisi ini diperparah oleh tingginya angka backlog hunian serta belum meratanya distribusi pembangunan apartemen yang masih terkonsentrasi di pusat kota. Di sisi lain, kawasan Semarang Barat berkembang sebagai koridor industri, logistik, dan perdagangan yang memiliki potensi besar sebagai lokasi hunian bagi pekerja dan profesional. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan penyediaan hunian vertikal yang efisien, strategis, dan mampu mendukung aktivitas perkotaan. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, perancangan lifestyle apartment berbasis mixed-use development menjadi solusi yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mengintegrasikan fungsi komersial, sosial, dan rekreasi dalam satu kawasan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan serta mendukung pola hidup masyarakat urban yang dinamis. Selain itu, penerapan prinsip arsitektur biofilik menjadi penting untuk menghadirkan kualitas ruang yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan melalui integrasi elemen alam ke dalam desain bangunan. Tujuan perancangan ini adalah untuk merumuskan konsep lifestyle apartment di Semarang Barat yang mampu mengakomodasi kebutuhan hunian sekaligus aktivitas gaya hidup penghuni melalui pendekatan mixed-use development dan penekanan desain arsitektur biofilik. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif, komparatif, dan dokumentatif untuk menganalisis kondisi eksisting, studi preseden, serta data pendukung perancangan. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya rancangan hunian vertikal yang kontekstual, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan pengguna serta keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Wellness Resort di Sempadan Sungai Kreo, Mijen. Hayuning Najwa Bhagavadgita
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan kehidupan urban di Kota Semarang menimbulkan fenomena Nature Deficit Disorder, sehingga kebutuhan akan ruang restoratif meningkat. Pendekatan Biofilik merupakan rancangan Wellness Resort di Sempadan Sungai Kreo, Mijen, yang bertujuan memulihkan kesehatan pengguna melalui integrasi arsitektur dan alam.  Pendekatan Biophilic Design diterapkan dengan mengadaptasi 14 Pola Desain Biofilik, meliputi koneksi visual ke sungai, material lokal, serta konsep Prospect and Refuge. Tantangan kontur curam dan regulasi GSS ditangani dengan struktur adaptif yang meminimalkan intervensi lahan.  Hasilnya adalah fasilitas penyembuhan yang menghubungkan kembali manusia dengan ekosistem alamiahnya.  Kata Kunci: Wellness Resort, Meditasi, Desain Biofilik, Sungai Kreo, Arsitektur Riparian.Tekanan kehidupan urban di Kota Semarang menimbulkan fenomena Nature Deficit Disorder, sehingga kebutuhan akan ruang restoratif meningkat. Pendekatan Biofilik merupakan rancangan Wellness Resort di Sempadan Sungai Kreo, Mijen, yang bertujuan memulihkan kesehatan pengguna melalui integrasi arsitektur dan alam.  Pendekatan Biophilic Design diterapkan dengan mengadaptasi 14 Pola Desain Biofilik, meliputi koneksi visual ke sungai, material lokal, serta konsep Prospect and Refuge. Tantangan kontur curam dan regulasi GSS ditangani dengan struktur adaptif yang meminimalkan intervensi lahan.  Hasilnya adalah fasilitas penyembuhan yang menghubungkan kembali manusia dengan ekosistem alamiahnya.  Kata Kunci: Wellness Resort, Meditasi, Desain Biofilik, Sungai Kreo, Arsitektur Riparian.
Semarang Convention Center M. Dafif Fhaishal Heryanto
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang termasuk dalam salah satu kota yang ditetapkan sebagai  kota MICE dari 16 kota yang telah ditetapkan yakni: Jakarta, Bali, Bandung,  Yogya, Surabaya, Solo, Semarang, Medan, Padang, Makassar, Lombok,  Balikpapan, Manado, Bintan, Batam, dan Palembang. Catatan dari Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, bahwa ruang konvensi terbesar di Kota  Semarang bisa menampung 4.000-5.000 orang. Namun saat ini, di Kota Semarang  hanya ada tiga tempat yang memenuhi kategori tersebut, yakni Hotel Patra Jasa,  Marina Convention Center, dan PRPP. Hal ini menandakan adanya kekurangan  Kota Semarang untuk memajukan MICE.   Kota Semarang juga menunjukkan perkembangan pesat budaya populer Jepang, ditandai dengan seringnya diselenggarakannya festival, pameran gim, dan  kompetisi bertema Jepang di berbagai ruang publik. Komunitas penggemarnya pun  terus berkembang, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga  wadah kreativitas, jejaring sosial, dan pengembangan keterampilan.   Untuk mengakomodasi semua itu, kota Semarang perlu pengembangan dan  penyediaan fasilitas dan sarana yang bisa melancarkan kegiatan MICE dan dapat  mewadahi komunitas pecinta budaya Jepang. Salah satunya caranya adalah dengan  menyediakan fasilitas pusat konvensi yang terfokus pada event bertemakan budaya  Jepang populer. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan perancangan  bangunan convention center di kota Semarang. Kata Kunci: Kota Semarang, convention center, budaya populer Jepang.
Perancangan Taman Wisata Pantai Kota Padang Berbasis “Urban Oasis dan Ruang Publik Interaktif dengan Identitas Lokal dan Prinsip Berkelanjutan” Nurmala Raspa
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Padang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata pesisir, didukung oleh kondisi geografis pesisirnya serta tingginya jumlah kunjungan wisatawan. Peningkatan aktivitas pariwisata ini disertai dengan kebutuhan akan ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan rekreasi, sosial, dan ekonomi secara terpadu. Kawasan Pantai Padang, sebagai salah satu destinasi utama kota ini, memainkan peran strategis; namun, kawasan ini masih memerlukan perencanaan yang lebih terarah agar dapat berfungsi secara optimal sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan. Perencanaan Taman Pariwisata Pantai Kota Padang bertujuan untuk menciptakan kawasan rekreasi terpadu yang menggabungkan kegiatan kuliner dan dapat mengakomodasi kebutuhan baik warga maupun wisatawan dalam satu ruang yang terpadu. Pendekatan yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui tinjauan pustaka dan pengumpulan data, metode komparatif dengan menganalisis lokasi serupa, serta metode dokumentasi untuk mendukung data visual sebagai dasar desain. Ruang lingkup desain mencakup pengaturan zonasi, penyediaan ruang terbuka publik, tata letak area kuliner, dan sistem sirkulasi yang mendukung kenyamanan pengguna. Selain itu, konsep desain mengadopsi pendekatan Urban Oasis dan arsitektur kontekstual, dengan menekankan harmoni antara desain kawasan dan karakter lingkungan pesisir.
Perancangan Bangunan Agroindustri dengan Pendekatan Eco-cultural Design dalam Program Pengolahan Teh di Kebun Teh Medini, Kabupaten Kendal Gadingsari Cahaya Bestari
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Bangunan Agroindustri dengan Pendekatan Eco-Cultural Design dalam Program Pengolahan Teh di Kebun Teh Medini, Kabupaten Kendal merupakan proyek Tugas Akhir arsitektur yang dilatarbelakangi oleh isu fragmentasi antara industri hulu dan hilir di kawasan perkebunan teh. Kebun Teh Medini yang memiliki luas 386 hektare dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut  selama ini hanya memperlihatkan aktivitas pemetikan daun teh (hulu), sementara proses pengolahan (hilir) terjadi di fasilitas terpisah dan tidak terintegrasi secara visual dengan lanskap kebun. Akibatnya, nilai tambah ekonomi mengalir keluar kawasan, tenaga kerja lokal hanya terlibat di tahap bernilai rendah, dan identitas kawasan sebagai pusat produksi teh tidak terartikulasikan melalui arsitektur. Pendekatan eco-cultural design yang memandang arsitektur sebagai mediator antara sistem ekologis dan praktik budaya manusia menjadi landasan dalam merancang bangunan agroindustri yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga mampu mengintegrasikan lanskap kebun, proses produksi, dan kehidupan sosial masyarakat. Fasilitas ini akan memproduksi empat jenis teh (hitam, hijau, oolong, dan putih) dengan kapasitas 1.500 ton/tahun, dilengkapi dengan zona produksi, zona interface sebagai ruang transisi antara kebun dan pabrik, zona hunian pekerja (emplasemen), zona eduwisata, dan zona agrowisata. Perancangan ini diharapkan mampu menjawab isu fragmentasi industri, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, serta memperkuat identitas Kebun Teh Medini sebagai destinasi agroindustri terpadu yang berkelanjutan. Kata Kunci : Agroindustri, Eco-Cultural Design, Fragmentasi, Kebun Teh Medini, Pengolahan Teh
Perancangan Community Center di Kota Semarang dengan Pendekatan Bangunan Hijau Alamanda Pudyawati
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kota yang pesat akibat urbanisasi dan ekspansi aktivitas ekonomi seringkali menyebabkan berkurangnya ketersediaan ruang bersama yang dapat diakses masyarakat. Dalam konteks ini, community center (pusat komunitas) memiliki peran penting sebagai wadah interaksi sosial, kegiatan edukatif, rekreasi, serta penguatan identitas dan kohesi sosial masyarakat. Di Kota Semarang, ketersediaan fasilitas komunal masih sangat terbatas, yaitu sekitar 0,7% dari luas wilayah kota, jauh di bawah rekomendasi global sebesar 10–15%. Kondisi ini menunjukkan perlunya perencanaan fasilitas komunitas yang tidak hanya memperhatikan kuantitas, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan lingkungan.Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep dan desain community center di Kota Semarang dengan pendekatan bangunan hijau guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, kenyamanan pengguna, serta mendukung interaksi sosial secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur, studi kebijakan, observasi lapangan, dan wawancara; metode dokumentatif melalui pengumpulan data visual kondisi eksisting; serta metode komparatif melalui studi banding terhadap proyek sejenis baik di dalam maupun luar negeri. Hasil perancangan berupa konsep community center yang mengintegrasikan fungsi sosial, edukatif, budaya, dan rekreasi dalam satu kawasan yang terencana. Pendekatan bangunan hijau diterapkan melalui strategi efisiensi energi, pemanfaatan ventilasi dan pencahayaan alami, pengelolaan air hujan, serta penggunaan material ramah lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, community center yang dirancang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Semarang. Kata kunci: community center, bangunan hijau, arsitektur berkelanjutan, Kota Semarang, fasilitas komunitas.

Page 99 of 108 | Total Record : 1073