cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
SOCIAL-HEALING HUB: WELLNESS CENTER BERBASIS KOMUNITAS BAGI PENDERITA PENYAKIT KRONIS USIA PRODUKTIF DI KOTA SEMARANG Rachel Patrichia
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya prevalensi penyakit kronis tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik penderita, tetapi juga memicu gangguan psikologi dan penurunan kualitas hidup penderita. Perubahan gaya hidup masyarakat, seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, stres kerja, serta kecenderungan perilaku sedentari menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit kronis, terutama pada usia produktif. Tingginya angka kasus pada usia produktif menunjukkan perlunya wadah promotif dan preventif dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Di Kota Semarang, kondisi ini semakin mengkhawatirkan dengan adanya lonjakan kasus baru penyakit kronis pada kelompok usia produktif. Perancangan Social-Healing Hub ini dilakukan untuk menyediakan fasilitas kebugaran berupa wellness center berbasis komunitas untuk mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen alam, ruang sosial, dan aktivitas kebugaran dalam desain mampu mengurangi stres, meningkatkan interaksi sosial, serta mendukung kualitas hidup penderita. Dengan demikian, wellness center berbasis komunitas dengan pendekatan healing environment dapat menjadi alternatif fasilitas terapeutik yang holistik di luar layanan pengobatan medis. Kata kunci: social-healing hub, wellness center, penyakit kronis, interaksi sosial, healing environment, Kota Semarang
INTEGRATED BEACH TOURISM CENTER BERBASIS PENGALAMAN WISATA DI PESISIR PANTAI SELATAN GUNUNGKIDUL Athariella Ezra Afriansa
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gunungkidul memiliki kawasan pesisir selatan dengan potensi wisata pantai yang  tinggi, didukung oleh keragaman lanskap alam serta aktivitas bahari seperti snorkeling, surfing,  berenang, dan eksplorasi pesisir. Namun, tingginya potensi dan kunjungan wisata tersebut  belum sepenuhnya diimbangi oleh keberadaan fasilitas terpadu yang mampu mengintegrasikan  fungsi informasi, orientasi, pelayanan, dan aktivitas wisata dalam satu sistem ruang yang  terencana. Oleh karena itu, perencanaan dan perancangan Pusat Wisata Pantai Berbasis  Pengalaman Wisata (tourism experience) di pesisir pantai selatan Gunungkidul diarahkan  sebagai wadah yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan melalui  pembentukan pengalaman ruang yang kontekstual, berkarakter, dan terintegrasi dengan  lingkungan pesisir. Pendekatan perancangan menitikberatkan pada hubungan antara karakter  lokasi, elemen arsitektur, aktivitas wisata, serta fasilitas pendukung untuk menciptakan  rangkaian pengalaman wisata yang utuh. Tapak yang dipilih berada di kawasan Pantai Krakal,  Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, karena memiliki kedekatan  dengan berbagai pusat aktivitas bahari, berada pada koridor wisata pantai yang populer, serta  berpotensi menjadi simpul orientasi dan pelayanan wisata. Hasil perencanaan ini diharapkan  dapat menghasilkan konsep pusat wisata pantai yang tidak hanya memenuhi kebutuhan  fungsional, tetapi juga memperkuat identitas kawasan, mendukung branding destinasi, dan  mendorong pengembangan wisata pesisir secara berkelanjutan.
Fish Industry Horizon for Ecological-economics System Resiliency Muhammad Fatih Hikami Rabbi
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pembangunan di Indonesia mengarah pada pemerataan pembangunan yang berorientasi pada sistem pembangunan urban atau kota. Pembangunan ini juga berlaku pada desa yang pada praktiknya membutuhkan perkembangan tetapi sering diartikan desa butuh pengejaran terhadap logika pembangunan kota. Hal ini menyebabkan pembangunan yang tidak kontekstual sesuai dengan karakter daerah tersebut. Oleh karena itu, desa butuh cara pembangunannya sendiri, yang masing-masing desa berbeda dalam treatment-nya. Perancangan pengembangan fasilitas akuakultur di Desa Kemujan hadir sebagai resolusi kontekstual dari perwujudan nyata dari tata desa sebagai antitesis dari tata kota.
Semarang Zero Waste Hub UPT IV A: Mengolah Timbulan Sampah untuk Merevitalisasi Lahan Hijau di Mijen dengan Konsep Zero Waste dan Urban Farm Adelia Arsanti
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menghadapi tantangan degradasi lahan hijau  akibat peningkatan timbulan sampah domestik yang selama ini bergantung pada sistem  pengangkutan terpusat ke TPA Jatibarang. Perancangan Semarang Zero Waste Hub UPT IV  A (Mijen) ini bertujuan untuk mengintegrasikan fasilitas pengolahan sampah mandiri  dengan upaya revitalisasi lahan hijau melalui pendekatan ekonomi sirkular. Konsep utama  yang diusung adalah mengubah timbulan sampah menjadi nutrisi (kompos) yang  diaplikasikan pada lahan-lahan kritis, sekaligus mengintegrasikan sistem Urban Farm  sebagai bentuk pemberdayaan lingkungan. Metode perancangan menggunakan pendekatan  fungsional melalui zonasi hierarki yang memisahkan area industri pengolahan sampah  dengan area edukasi publik, serta penerapan sistem sirkulasi terpisah untuk menjaga  higienitas kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa fasilitas ini mampu menjadi  "pabrik nutrisi" yang efektif mengelola sampah lokal Kecamatan Mijen, sekaligus berfungsi  sebagai sarana edukasi yang mengubah paradigma fasilitas pengolahan sampah dari objek  pencemar menjadi infrastruktur produktif yang merevitalisasi kualitas lingkungan Mijen  secara berkelanjutan.
Rumah Sehat Kemujan : Fasilitas Promotif dan Preventif Kesehatan Masyarakat Kepulauan Irma Desi Rahmawati
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemujan sebagai wilayah kepulauan menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan akibat kondisi geografis, jarak tempuh, serta keterbatasan sumber daya kesehatan. Selain itu, karakteristik wilayah pesisir dan kepulauan menjadikan masyarakat rentan terhadap berbagai risiko bencana yang dapat mengganggu keberlangsungan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan jaringan Rumah Sehat berbasis komunitas yang terintegrasi melalui pusat dan simpul pelayanan untuk mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat. Jaringan ini berperan dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif dasar, serta penguatan kapasitas masyarakat pada fase pra bencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana, sehingga tercipta sistem kesehatan desa yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Strategi Penerapan Healing Environment Dan Therapeutic Architecture Pada Bangunan Bertingkat Children Behavioral Health Center Di Kota Semarang Anissa Putri Puspitasari
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental dan perilaku merupakan aspek penting dalam proses tumbuh kembang yang optimal bagi anak. Namun, fasilitas yang ada belum secara khusus menangani kebutuhan terapi dan rehabilitasi anak, serta memiliki kesan kaku, institusional, dan tidak ramah anak. Kondisi ini berpengaruh pada kenyamanan psikologis anak selama menjalani proses terapi. Oleh karena itu, diperlukan perancangan yang mampu mendukung proses terapi serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan turut andil dalam proses perawatan. Melalui pendekatan healing environment dan therapeutic architecture, diharapkan perancangan Children Behavioral Health Center ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengobatan, tetapi juga mendukung kenyamanan psikologis, interaksi sosial, serta pengalaman ruang yang lebih positif bagi anak-anak.
PERANCANGAN RESORT BERBASIS EKSPLORASI KEINDAHAN PANORAMA LAUT DI PANTAI PRAWEAN, JEPARA. Dinda Mutiara Jelita
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata bahari di Kabupaten Jepara menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, seiring dengan tingginya minat wisatawan terhadap destinasi pesisir dan panorama laut. Kondisi ini menuntut adanya pengembangan fasilitas akomodasi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman ruang yang selaras dengan karakter alam pesisir. Pantai Prawean sebagai salah satu kawasan pesisir yang masih alami memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun hingga saat ini belum didukung oleh fasilitas resor yang terintegrasi. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang resor berbasis eksplorasi keindahan panorama laut yang mampu mengoptimalkan potensi visual dan lingkungan pesisir melalui pendekatan arsitektur yang kontekstual dan adaptif. Pendekatan yang digunakan meliputi konsep eksplorasi panorama laut, arsitektur neo-vernakular, serta penerapan arsitektur apung sebagai respon terhadap kondisi tapak perairan. Metode yang digunakan dalam perancangan meliputi metode deskriptif, dokumentatif, survei lapangan, dan studi preseden untuk memperoleh data dan referensi yang relevan. Hasil perancangan diharapkan mampu menghasilkan kawasan resor yang tidak hanya mendukung aktivitas pariwisata, tetapi juga memperkuat identitas lokal, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menghadirkan pengalaman ruang yang unik melalui integrasi antara bangunan, laut, dan aktivitas wisata bahari. Kata kunci: resort, panorama laut, arsitektur neo vernakular, arsitektur apung, Jepara.
WELLNESS CENTER SEBAGAI RUANG PEMULIHAN, DENGAN PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT DI TEGAL FAYYAZA ALIYA DAFFINA
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya dinamika kehidupan perkotaan di Tegal memicu peningkatan stres dan kelelahan mental pada masyarakat. Pendekatan kesehatan saat ini masih didominasi oleh fasilitas medis yang bersifat kuratif, sehingga terdapat kesenjangan dalam penyediaan wadah pemulihan yang preventif dan holistik. Proyek ini bertujuan untuk merancang sebuah Wellness Centre berskala kota yang mengintegrasikan layanan kebugaran fisik, terapi relaksasi, dan fasilitas hidroterapi dalam satu lingkungan terpadu. Perancangan ini menggunakan pendekatan Healing Environment sebagai landasan utama untuk menciptakan ruang binaan yang secara aktif mendukung proses pemulihan psikologis dan fisiologis pengguna. Metode perancangan ditekankan pada pengolahan elemen sensorik ruang, meliputi optimalisasi pencahayaan alami yang ritmis, pengendalian tata akustik, penggunaan material bertekstur organik, serta penerapan desain biofilik yang menghubungkan manusia dengan elemen alam. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah oasis urban yang tidak hanya mewadahi aktivitas kebugaran, tetapi juga berfungsi sebagai agen terapi spasial untuk mereduksi stres dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
KEMUJAN RURAL SYSTEM : Perancangan Ruang Bertinggal Desa Kemujan Berbasis Manusia dan Ekologi Hazel Almer Yanuci
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kemujan di Karimun jawa merupakan kawasan pulau dengan sistem ekologi khas berupa mangrove, terumbu karang, dan lanskap pesisir yang berperan sebagai penyangga kehidupan masyarakat, namun perkembangan settlement yang cenderung invasif telah memicu meningkatnya area permukiman, kematian mangrove, serta penurunan luas terumbu karang yang berpotensi menimbulkan degradasi kualitas permukiman, kerentanan lingkungan, melemahnya sistem ekologis, dan penurunan ketahanan sosial-ekonomi di masa depan. Melalui pendekatan sistem rural Kemujan, perancangan ini mengusulkan ruang bertinggal berbasis ekologi dengan menggunakan parameter Jejak ekologi untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan hunian dan daya dukung lingkungan, di mana setiap prototype rumah dirancang sebagai unit ekologis adaptif yang mengintegrasikan kompensasi atas perubahan lahan melalui penggantian fungsi ekologis, penerapan ruang hijau produktif, sistem resapan air, pengolahan limbah domestik, serta penggunaan material local sehingga settlement tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan bagian dari sistem pulau yang berkelanjutan, resilien, dan kontekstual terhadap karakter ekologis Kemujan.
Hotel Resort Wellness di Kawasan Wisata Rancabali Indah Zulayka
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat urban ditandai dengan tekanan pekerjaan, kepadatan lingkungan, dan ritme hidup yang cepat berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental. Kondisi tersebut memunculkan fenomena spiritual escape, yaitu kecenderungan masyarakat urban untuk mencari ketenangan dan pemulihan mental melalui aktivitas wellness seperti meditasi, retreat, dan wisata kesehatan. Arsitektur memiliki peran dalam memfasilitasi proses pemulihan tersebut melalui penciptaan pengalaman ruang yang mendukung keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Page 97 of 108 | Total Record : 1073