cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
Aeronomed: Perancangan Spekulatif Infrastruktur Kemanusiaan Hibrida Darat-Udara untuk Produksi dan Distribusi Sumber Daya di Wilayah Rawan Krisis Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan frekuensi krisis kemanusiaan akibat perubahan iklim, konflik, dan degradasi lingkungan menyebabkan kerusakan infrastruktur darat serta terganggunya sistem distribusi pangan, air, dan energi. Infrastruktur kemanusiaan konvensional yang bergantung pada stabilitas daratan sering kali tidak mampu merespons kondisi krisis yang dinamis dan berkepanjangan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap model infrastruktur yang lebih adaptif dan tidak sepenuhnya bergantung pada sistem terestrial. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep infrastruktur kemanusiaan hibrida darat–udara yang mampu memproduksi sekaligus mendistribusikan sumber daya secara mandiri di wilayah krisis. Proyek AERONOMED dikembangkan sebagai prototipe arsitektur bergerak yang mengintegrasikan sistem produksi pangan, penyediaan air, energi mandiri, serta distribusi logistik dalam satu sistem arsitektural yang adaptif. Metode perancangan menggunakan speculative design untuk mengeksplorasi kemungkinan infrastruktur masa depan yang dikombinasikan dengan contextual design agar tetap relevan dengan kondisi krisis nyata. Pendekatan desain yang digunakan meliputi postground architecture, systembased design, dan userbased oriented design untuk membentuk sistem arsitektur yang terintegrasi antara produksi sumber daya, mobilitas, dan kebutuhan pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi mobilitas udara dengan sistem produksi sumber daya dapat menghasilkan tipologi infrastruktur kemanusiaan yang lebih resilien dan fleksibel dalam merespons kondisi krisis. Konsep AERONOMED menawarkan pendekatan arsitektur sebagai sistem kehidupan yang tidak hanya menyediakan ruang perlindungan, tetapi juga berfungsi sebagai platform produksi dan distribusi sumber daya.
Perancangan Rumah Sakit Trauma Center Tipe B di Kabupaten Semarang Patrick Rama Jonathan
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fasilitas kesehatan menuntut rumah sakit tidak hanya sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga sebagai sistem pelayanan terpadu. Tingginya risiko bencana, khususnya banjir, di Indonesia menyebabkan meningkatnya kasus trauma yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Namun, pelayanan trauma yang ada masih belum sepenuhnya terkoordinasi sehingga respons terhadap kondisi darurat belum optimal.  Perancangan Rumah Sakit Trauma Center Tipe B di Kabupaten Semarang bertujuan menghadirkan fasilitas kesehatan yang mampu mendukung penanganan trauma secara efektif melalui pendekatan sistem pelayanan terpadu. Pendekatan ini mengintegrasikan sistem ruang, bangunan, pelayanan medis, dan teknologi dalam satu kesatuan desain yang adaptif terhadap kondisi normal maupun darurat.  Metode yang digunakan meliputi studi literatur, regulasi, dan preseden rumah sakit. Hasil perancangan menekankan efisiensi alur pelayanan trauma, kejelasan zonasi, optimalisasi sirkulasi, serta adaptasi terhadap risiko banjir. Rumah sakit yang dihasilkan diharapkan mampu berfungsi sebagai infrastruktur medis yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung penanganan trauma.  Kata kunci: Trauma Center, Rumah Sakit Tipe B, Sistem Pelayanan Terpadu, Arsitektur Kesehatan, Bencana Banjir.
PERANCANGAN GALERI SEJARAH KAMPUNG MELAYU KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Fauzan Candra Adyatma
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Melayu di Kota Semarang merupakan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan narasi multikultural yang kuat sebagai permukiman Arab–Melayu serta bagian dari jaringan perdagangan kolonial. Namun, potensi tersebut belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan fasilitas wisata, kurangnya media interpretasi sejarah, serta menurunnya kualitas lingkungan kawasan . Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan yang mampu mewadahi penyampaian narasi sejarah secara spasial sekaligus meningkatkan kualitas kawasan. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan konsep Galeri Sejarah Kampung Melayu yang mampu menyampaikan narasi sejarah secara interpretatif melalui pengalaman ruang yang komunikatif, edukatif, dan terstruktur, dengan mengintegrasikan prinsip arsitektur hijau sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan keberlanjutan kawasan. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif untuk menganalisis kondisi eksisting kawasan, metode dokumentatif melalui studi literatur dan data sekunder, serta metode komparatif melalui studi preseden proyek sejenis. Hasil perancangan berupa konsep galeri sejarah berbasis narasi dengan pendekatan open-air gallery yang terintegrasi dengan koridor kawasan, didukung oleh tata ruang linear untuk membangun alur cerita kronologis. Pendekatan arsitektur hijau diterapkan melalui strategi efisiensi energi, pengelolaan air, pemanfaatan ventilasi dan pencahayaan alami, serta integrasi ruang terbuka hijau pada skala kawasan dan bangunan. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Kampung Melayu sebagai kawasan heritage, meningkatkan daya tarik wisata, serta menciptakan lingkungan yang berkelanjutan tanpa menghilangkan karakter historis kawasan.
Perancangan Resort Berkelanjutan Pada Kawasan Mangrove Sebagai Pusat Riset Dan Edukasi Di Semarang Muhammad Faray Abrar
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta berfungsi sebagai pelindung alami terhadap abrasi dan banjir rob. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem mangrove di Kota Semarang mengalami penurunan kualitas akibat tekanan aktivitas manusia dan perubahan lingkungan pesisir. Di sisi lain, kawasan mangrove memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang resort berkelanjutan pada kawasan mangrove di Semarang yang berfungsi sebagai pusat riset dan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif. Analisis dilakukan terhadap kondisi tapak, potensi kawasan, serta studi resort berkelanjutan yang relevan. Hasil penelitian berupa konsep perancangan resort yang mengintegrasikan fungsi akomodasi, penelitian, dan edukasi dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Konsep perancangan menekankan pada penataan zonasi ruang yang jelas, integrasi bangunan dengan lanskap mangrove, penggunaan material ramah lingkungan, serta penerapan sistem bangunan yang responsif terhadap kondisi iklim dan lingkungan pesisir. Perancangan ini diharapkan mampu mendukung pelestarian ekosistem mangrove sekaligus menjadi sarana edukasi dan penelitian yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan pesisir. Kata Kunci: resort berkelanjutan, mangrove, arsitektur, ekowisata, pesisir Semarang.
Perancangan Wellness Resort di Kawasan Gunungsewu, Gunungkidul dengan Pendekatan Controlled Sensory Environment sebagai Media Pemulihan Kesehatan Mental Aurelia Ghassani
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Wellness Resort di Kawasan Karst Gunungsewu, Gunungkidul  dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental akibat overstimulasi lingkungan  urban yang ditandai oleh kebisingan, kepadatan visual, serta tekanan aktivitas yang tinggi.  Fenomena ini mendorong kebutuhan akan lingkungan pemulihan (restorative environment)  yang mampu mengurangi beban kognitif dan mendukung kesejahteraan psikologis. Kawasan  Karst Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark memiliki karakter lingkungan alami  yang tenang, rendah kebisingan, serta lanskap yang potensial sebagai media pemulihan  mental, namun belum dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan arsitektur terapeutik.  Tujuan perancangan ini adalah merumuskan konsep perencanaan dan perancangan  wellness resort berbasis pendekatan Controlled Sensory Environment (CSE) sebagai media  pemulihan kesehatan mental yang memanfaatkan potensi lingkungan alam serta  pengendalian stimulus ruang secara terukur. Pendekatan ini berfokus pada pengaturan  intensitas, kompleksitas, dan kualitas stimulus sensori seperti visual, akustik, pencahayaan,  serta sekuens ruang guna mendukung proses restorasi psikologis pengguna.  Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif melalui studi literatur dan  analisis teori, metode dokumentatif melalui pengumpulan data tapak, serta metode  komparatif melalui studi preseden wellness resort dan arsitektur berbasis sensori. Hasil dari  proses tersebut berupa perumusan program ruang, pola sirkulasi, serta strategi perancangan  yang mengintegrasikan aspek fungsional, kontekstual, teknis, dan kinerja bangunan.  Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan Controlled Sensory  Environment dapat diwujudkan melalui pengendalian kepadatan visual, optimalisasi  pencahayaan alami tersaring, pengolahan akustik, serta penyusunan spatial sequencing dari  zona publik hingga zona privat yang bersifat restoratif. Dengan demikian, wellness resort  tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas rekreasi, tetapi sebagai lingkungan terapeutik yang  berperan aktif dalam mendukung pemulihan kesehatan mental secara holistik dan  berkelanjutan.  Kata Kunci : Wellness Resort, Controlled Sensory Environment, kesehatan mental, arsitektur  terapeutik
PERANCANGAN FASILITAS REHABILITASI NAPZA RESIDENSIAL DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE DI BANDUNG Zebina Pandelaki
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lainnya (NAPZA) telah menjadi salah satu kasus terbesar yang sering dijumpai di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam kasusnya, penyalahgunaan zat terlarang ini dapat menimbulkan cabang ke berbagai permasalahan. Salah satunya adalah kerusakan fungsi pada mental dan tubuh manusia. Sesuai peraturan yang diterapkan pada setiap negara hukum, penyalahgunaan NAPZA akan ditujukan ke proses hukum dan pemulihannya. Kota Bandung, sebagai salah satu pusat urbanisasi dan mobilitas tinggi di Jawa Barat, menghadapi tantangan peningkatan kasus adiksi yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Fasilitas rehabilitasi NAPZA ini dirancang melalui prinsip dan konsep Therapeutic Architecture untuk mendekonstruksi stigma negatif. Konsep desain mengacu pada Standar Teknis Bangunan Rehabilitasi BNN dan prinsip Healing Environment, yang berfokus pada elemen pencahayaan alami, koneksi lanskap, sirkulasi udara, komunitas sosial, serta keamanan pasif untuk mempercepat proses pemulihan residen.  Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi NAPZA, stigma negatif narkoba, penyalahgunaan narkoba, therapeutic architecture, healing environment, Bandung
Perancangan Beach Resort di Pantai Pasir Putih PIK 2 dengan Pendekatan Blue-Green Infrastructure Fairuz Salma Nabilah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 direncanakan sebagai kawasan wisata pesisir terpadu berskala besar di wilayah metropolitan Jakarta. Namun, fasilitas wisata yang berkembang saat ini masih didominasi oleh rekreasi harian dan komersial, sementara akomodasi wisata pesisir berupa resort masih terbatas. Selain itu, kawasan pesisir Teluk Jakarta memiliki kerentanan terhadap banjir rob, abrasi, dan degradasi ekosistem pesisir. Perancangan beach resort di Pantai Pasir Putih PIK 2 bertujuan menyediakan fasilitas akomodasi wisata pesisir sekaligus merespons kondisi lingkungan. Pendekatan Blue-Green Infrastructure diterapkan dengan mengintegrasikan elemen lanskap, vegetasi pesisir, dan sistem air untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap banjir rob dan perubahan iklim.
PERANCANGAN DRIFTING HUB SEBAGAI FASILITAS OLAHRAGA OTOMOTIF SKALA NASIONAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS BERKELANJUTAN DI KAWASAN PANTAI INDAH KAPUK Mohammad Ghaly
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga drifting merupakan salah satu cabang olahraga otomotif yang mengalami perkembangan pesat serta memiliki tingkat antusiasme masyarakat yang tinggi. Namun demikian, ketersediaan fasilitas khusus yang dirancang untuk mendukung kegiatan drifting secara terstandar masih terbatas di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap penyediaan fasilitas olahraga otomotif yang mampu mengakomodasi kegiatan drifting secara aman, terorganisir, dan berstandar. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan Drifting Hub sebagai fasilitas olahraga otomotif skala nasional menjadi penting untuk mewadahi kegiatan olahraga, rekreasi, serta pengembangan komunitas otomotif. Perancangan ini berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas, aksesibilitas kawasan, serta potensi kawasan sebagai destinasi rekreasi dan hiburan berskala besar. Kapasitas fasilitas direncanakan untuk menampung sekitar 10.000 penonton, yang didasarkan pada analisis kapasitas beberapa sirkuit drifting sebagai studi pembanding. Program ruang yang dirancang meliputi lintasan drifting, tribun penonton, paddock, fasilitas komersial, ruang pengelola, serta fasilitas pendukung lainnya yang mendukung penyelenggaraan kegiatan drifting secara profesional. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah arsitektur tropis berkelanjutan yang menekankan pada optimalisasi iklim tropis melalui pemanfaatan ventilasi alami, pencahayaan alami, pengendalian radiasi matahari, serta penggunaan material dan sistem bangunan yang efisien energi. Selain itu, perancangan juga memperhatikan integrasi sistem utilitas bangunan seperti sistem energi, penghawaan, pencahayaan, drainase, serta pengelolaan limbah untuk mendukung keberlanjutan kawasan. Melalui perancangan ini diharapkan tercipta sebuah fasilitas olahraga otomotif yang tidak hanya mampu mewadahi aktivitas drifting secara optimal, tetapi juga menghadirkan kawasan olahraga dan rekreasi yang nyaman, aman, serta berkelanjutan bagi masyarakat.
Redesain Kompleks Olahraga Universitas Diponegoro Berskala Nasional di Tembalang, Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Ikonis Noel Palimirma Andilolo
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks Olahraga Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kampus Tembalang, Semarang, saat ini beroperasi dengan kapasitas tribun sekitar 5.000 penonton dan kondisi fasilitas yang belum memenuhi standar nasional. Di sisi lain, UNDIP sebagai universitas riset unggulan, diperkuat oleh kolaborasi strategis bersama KONI Kota Semarang sejak 10 November 2025, membutuhkan fasilitas olahraga yang mampu mendukung ekosistem prestasi olahraga nasional sekaligus merepresentasikan identitas institusi dan budaya lokal Jawa Tengah secara arsitektural. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan (LP3A) ini bertujuan merumuskan konsep redesain Kompleks Olahraga UNDIP berskala nasional melalui Pendekatan Arsitektur Ikonis yang dikembangkan atas tiga dimensi, yaitu keterbacaan visual (visual legibility), penyematan identitas lokal (local identity embedding), dan daya regenerasi kawasan (urban regenerative power). Program fasilitas yang direncanakan berfokus pada stadion utama berskala nasional bertipe B dengan kapasitas minimal 15.000 penonton yang memenuhi standar Permenpora No. 7 Tahun 2021 dan World Athletics Class 4, serta dua lapangan outdoor multifungsi untuk cabang olahraga bola basket, futsal, tenis, dan padel, yang terintegrasi di atas tapak seluas ±62.000 m². Konsep ikonis yang dikembangkan menjadikan stadion utama sebagai titik pusat (focal point) kawasan dari segala arah, dengan menonjolkan penerapan jali atau roster bermotif batik kawung pada fasadnya sebagai representasi identitas lokal. Dipadukan dengan pemisahan sirkulasi yang terstruktur dan desain responsif iklim berpenghawaan alami, kompleks ini dirancang sebagai satu kesatuan arsitektur yang koheren, autentik, dan berpotensi menjadi landmark olahraga kebanggaan baru bagi masyarakat Jawa Tengah.
Perancangan Pusat Animasi di Cimahi dengan Konsep Collaboration Through Space dan Pendekatan Arsitektur Perilaku Najwa Rahma
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri animasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif di Indonesia terus meningkat dan memiliki potensi pasar yang besar. Cimahi merupakan salah satu kota yang mengembangkan sektor animasi sebagai industri unggulan dengan klaster animasi yang berpusat di kawasan Baros. Namun, pengembangan industri animasi masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya kolaborasi antar pelaku industri serta belum tersedianya ruang yang mampu memfasilitasi interaksi dan pertukaran ide antar animator. Perancangan Pusat Animasi di Cimahi bertujuan menghadirkan wadah bagi kegiatan produksi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi para pelaku industri animasi. Konsep Collaboration Through Space diterapkan untuk menciptakan ruang yang mendorong interaksi sosial, komunikasi terbuka, dan kerja kolaboratif melalui pengaturan ruang yang fleksibel dan saling terhubung. Pendekatan arsitektur perilaku digunakan untuk memahami pola aktivitas dan kebutuhan ruang pengguna sehingga mampu mendukung proses kreatif secara optimal. Hasil perancangan diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri animasi serta mendukung identitas Cimahi sebagai kota kreatif.

Page 98 of 108 | Total Record : 1073