cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,073 Documents
PENGEMBANGAN UNIT RESOURCE RECOVERY LIMBAH SEAFOOD DI TPST UNDIP BERBASIS SISTEM REGENERATIF Rafa Nurkhalida
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah, khususnya sampah makanan, menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin meningkat secara global maupun nasional. Di Indonesia, sampah makanan mendominasi komposisi timbulan sampah dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca apabila tidak dikelola dengan baik. Kawasan Tembalang sebagai pusat aktivitas pendidikan dan kuliner memiliki potensi timbulan limbah kuliner yang cukup besar, terutama dari restoran seafood yang menghasilkan berbagai jenis limbah seperti cangkang kerang, tulang ikan, sisa bahan organik, hingga minyak jelantah. Limbah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan pengolahan yang spesifik agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang bernilai. Oleh karena itu, perancangan Pengembangan Unit Resource Recovery Limbah Seafood di TPST Universitas Diponegoro bertujuan untuk menghadirkan fasilitas pengolahan limbah kuliner yang mampu mengolah limbah seafood secara terintegrasi. Metode perancangan dilakukan melalui pendekatan deskriptif, dokumentatif, dan komparatif dengan mempelajari kondisi eksisting, literatur, serta studi preseden bangunan sejenis. Pendekatan desain yang digunakan adalah sistem regeneratif yang menekankan pemulihan sumber daya melalui siklus material, penggunaan energi terbarukan, serta pengelolaan air dan lingkungan secara berkelanjutan. Hasil perancangan diharapkan mampu menjadi fasilitas pengolahan limbah yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan serta menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.
REVITALISASI INTERNATIONAL BATIK CENTER (IBC) PEKALONGAN MELALUI PENDEKATAN ARSITEKTUR NARATIF DAN KONTEKSTUAL SEBAGAI MEDIA PENGUATAN NASIONALISME GENERASI MUDA Muhammad Alif Auriansyah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

International Batik Center (IBC) berperan menjadi salah satu sentra perdagangan  batik di Kota Pekalongan yang mendukung industri kreatif serta menjadi wadah pelestarian  budaya batik. Akan tetapi, perubahan pola konsumsi masyarakat dan peningkatan  penggunaan platform belanja daring menyebabkan penurunan minat kawasan secara drastis  terutama pada generasi muda. Sehingga, fungsi kawasan menjadi kurang optimal baik sebagai  ruang interaksi budaya, ekonomi, maupun edukasi batik. Perancangan ini bertujuan untuk  mengembalikan vitalitas kawasan International Batik Center (IBC) sebagai pusat regenerasi  budaya batik yang dapat mewadahi keterlibatan penggunanya terkhusus generasi muda dalam  memperkuat nilai-nilai nasionalis dengan pengalaman ruang yang edukatif dan interaktif.  Melalui pendekatan arsitektur naratif, dihadirkan ruang-ruang yang memiliki cerita dalam  memberikan pengalaman dengan tetap memperhatikan aspek kontekstual dan identitas  kawasan. Revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi utama kawasan  International Batik Center (IBC) sekaligus menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap  budaya batik sebagai warisan bangsa melalui arsitektur sebagai media pembelajaran dan  penguatan identitas nasional.
Perancangan Serayu Mall di Kabupaten Banjarnegara Anik Fathu Rahmah
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banjarnegara sebagai bagian dari wilayah selatan Provinsi Jawa Tengah tengah mengalami percepatan pembangunan infrastruktur yang mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada tahun 2024, namun belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas komersial modern seperti mall sehingga masyarakat masih bergantung pada daerah lain seperti Kebumen dan Purwokerto, yang memicu terjadinya capital outflow dan berkurangnya potensi ekonomi lokal. Oleh karena itu, perancangan Serayu Mall di Kabupaten Banjarnegara bertujuan untuk menyediakan pusat perbelanjaan modern yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, menahan arus keluar modal, serta menciptakan lapangan kerja, dengan metode perancangan yang meliputi studi literatur, studi preseden, dan analisis kontekstual terhadap kondisi tapak, sosial, dan budaya setempat, serta menerapkan konsep arsitektur yang mengintegrasikan fungsi komersial, rekreasi, dan sosial sekaligus menjaga identitas lokal, sehingga menghasilkan desain mall yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan tetapi juga sebagai ruang publik yang representatif dan berkarakter, serta diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat citra kawasan di Kabupaten Banjarnegara.
Redesain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Karangroto Baru Kota Semarang dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Esti Desiana
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi di Indonesia yang terus meningkat berdampak pada tingginya kebutuhan  hunian di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Semarang, sementara ketersediaan lahan  yang terbatas memicu kenaikan harga tanah dan munculnya permukiman informal.  Pemerintah menghadirkan solusi hunian vertikal melalui pembangunan rumah susun, salah  satunya Rusunawa Karangroto Baru, sebagai upaya penyediaan hunian layak bagi  masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, dalam perkembangannya, kualitas lingkungan  hunian mengalami penurunan akibat ketidaksesuaian antara desain fisik bangunan dengan  pola perilaku dan kebutuhan sosial penghuni, yang ditandai oleh alih fungsi ruang dan  menurunnya kualitas lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan redesain dengan pendekatan  Arsitektur Perilaku untuk menghasilkan hunian yang lebih responsif terhadap aktivitas dan  interaksi penghuni, sehingga mampu meningkatkan kualitas lingkungan secara fisik maupun  sosial serta mengembalikan fungsi rusunawa sebagai solusi perumahan yang layak dan  berkelanjutan.
PERANCANGAN SUBTERRANEAN INTERMODAL HUB BANYUMANIK Marcellinus Aditama Judanto
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Banyumanik, sebagai gerbang selatan utama Kota Semarang, saat ini mengalami krisis transportasi berupa penumpukan kendaraan umum yang dipicu oleh fenomena "Terminal Bayangan," di mana beberapa moda transit menghambat jalan arteri. Lantas, mungkinkah performa jalan arteri primer dikembalikan, bahkan melebihi kondisi sedia kalanya, sekaligus menciptakan ruang publik yang manusiawi di tengah himpitan simpul transportasi yang kacau tersebut? Proyek ini menjawab tantangan tersebut melalui redesain dan relokasi Terminal Banyumanik menjadi Subterranean Intermodal Hub dengan strategi "Vertical Decoupling" dengan mengintegrasikan kerangka Transit-Oriented Development (TOD), serta penerapan teori Wayfinding dari Romedi Passini. Pada akhirnya, transformasi ini bertujuan untuk memulihkan performa jalan raya skala makro melalui sebuah jangkar urban yang mandiri secara ekonomi, sekaligus mewujudkan pertukaran antarmoda yang mulus dan kemudahan navigasi kognitif pada skala mikro manusia. Kata Kunci: Subterranean Hub, Vertical Decoupling, Transit-Oriented Development (TOD), Wayfinding, Vision Zero, Banyumanik.
The Autonomous City : Perancangan Kota Masa Depan sebagai Sistem Hidup Otonom Berbasis Autopoietic Intelligence Melalui Pendekatan Spekulatif I Putu Andi Dhiarkadana
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis perencanaan kota konvensional yang bertumpu pada masterplan statis telah menghasilkan kota-kota yang tidak mampu merespons kompleksitas dinamika urban secara adaptif. Perancangan ini mengajukan pendekatan spekulatif dalam merancang kota masa depan sebagai sistem hidup otonom berbasis Autopoietic Intelligence, di mana kota tidak dirancang sebagai objek melainkan sebagai sistem yang menghasilkan konfigurasinya sendiri. Metode yang digunakan adalah speculative world-building dengan mengintegrasikan teori autopoiesis, teori sistem kompleks, dan ilmu kota baru ke dalam enam sistem yang saling terhubung: World Seed, Metabolic System, Cognitive System, Temporal System, Spatial Logic, dan Growth Logic. Perancangan ini menunjukkan bahwa kota yang dirancang dengan logika autopoietik menghasilkan empat tipologi zona emergent yang berevolusi secara temporal melalui tiga fase, yaitu Germination, Growth, dan Equilibrium, dengan karakter spasial yang dapat dibaca dari skala urban hingga skala bangunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan spekulatif berbasis sistem autopoietik membuka kemungkinan baru dalam arsitektur untuk merancang bukan bentuk akhir sebuah kota, melainkan kondisi yang memungkinkan kota untuk hidup dan berkembang secara otonom.  Kata kunci: arsitektur spekulatif, autopoiesis, sistem kota, kota otonom, world-building
Perancangan Oceanfront Pantai Kejawanan Cirebon Berbasis Pola Spasial Rekreasi Keluarga Laura Marcela Noviani Saputri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kejawanan merupakan satu-satunya kawasan oceanfront publik di Kota Cirebon yang berfungsi sebagai ruang rekreasi utama masyarakat. Jumlah pengunjungnya melonjak drastis dari 32.157 orang pada tahun 2022 menjadi 453.140 orang pada tahun 2024. Di balik pertumbuhan tersebut, konfigurasi ruang eksisting belum dirancang berdasarkan pemahaman terhadap pola spasial rekreasi keluarga sebagai pengguna dominan kawasan, sehingga terjadi kesenjangan antara kebutuhan spasial pengguna dan kualitas ruang yang tersedia. Tujuan perancangan ini adalah merumuskan konsep dan strategi kawasan tepi laut yang mampu mewadahi aktivitas rekreasi keluarga secara optimal melalui struktur ruang yang responsif terhadap pola spasial pengguna. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, survei terhadap 100 responden pengunjung keluarga, wawancara pengelola, dan studi banding preseden sejenis. Hasil lapangan mengidentifikasi tiga pola spasial utama: (1) pola teritori duduk semi-privat, keluarga menempati area duduk berorientasi ke laut; (2) pola pengawasan visual, 81% orang tua memilih posisi duduk berdasarkan kemudahan mengawasi anak; dan (3) pola partisipatif cair, 87% anak bermain di atau dekat tepi laut bersama orang tua. Ketiga pola ini menjadi landasan utama konfigurasi ruang kawasan. Program perancangan ditetapkan pada tapak seluas 40.000 m² (4 Ha) dengan kapasitas optimal 2.400 pengunjung. Konsep mengintegrasikan dua prinsip utama: sightline-first, yang memastikan hubungan visual antara zona duduk orang tua dan zona bermain anak; dan linier-shoreline, dengan promenade ±240 m sebagai tulang punggung sirkulasi. Ekspresi visual kawasan diarahkan pada keterbukaan, dominasi lanskap, skala human-centric, dan material kontekstual pesisir. Perancangan ini diharapkan menjadi model pengembangan ruang publik pesisir kota skala lokal yang terstruktur, aman, dan responsif terhadap perilaku pengguna di wilayah Pantura Jawa Barat.  Kata Kunci: oceanfront, pola spasial, rekreasi keluarga, ruang publik pesisir, Pantai Kejawanan Cirebon, promenade, perancangan kawasan
Perancangan Eco-Resort dengan Pendekatan Arsitektur Adaptif di Rawa Pening Maura Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Pening merupakan danau alam di Kabupaten Semarang yang memiliki potensi  besar sebagai kawasan ekowisata berbasis alam, namun hingga kini fasilitas akomodasi yang  layak di kawasan tersebut masih sangat terbatas. Di sisi lain, aktivitas budidaya ikan air  tawar melalui keramba jaring apung (KJA) merupakan mata pencaharian utama masyarakat  sekitar. Kondisi ini membuka peluang untuk menghadirkan fasilitas wisata yang tidak hanya  mengakomodasi kebutuhan pengunjung, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan produksi  perikanan lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata berkelanjutan. Perancangan ini  bertujuan menyusun landasan perencanaan dan perancangan eco-resort dengan pendekatan  arsitektur adaptif, yang memungkinkan bangunan merespons perubahan ketinggian air dan  kondisi iklim tropis tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem. Konsep perancangan  menerapkan struktur panggung dan struktur apung sebagai respons terhadap pasang surut air  danau, orientasi bangunan Timur–Barat untuk efisiensi termal, sistem cross ventilation, serta  gubahan massa cluster yang memisahkan zona resort dan zona budidaya. Sebagai fasilitas  pendukung, kegiatan budidaya ikan air tawar diintegrasikan secara terbatas di dalam  kawasan sebagai sarana edukasi dan interaksi wisata. Identitas visual bangunan  menginterpretasikan elemen arsitektur vernakular Jawa dalam tampilan modern. Hasil  perancangan diharapkan mampu menjadi fasilitas wisata yang kontekstual, memberdayakan  masyarakat lokal, serta mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten  Semarang.  Kata kunci: eco-resort, arsitektur adaptif, potensi lokal, Rawa Pening
CMHQ (CISADANE MANGROVE HEADQUARTERS): PUSAT KENDALI DAN RESTORASI DI DESA MUARA TELUK NAGA, TANGERANG SELATAN. Yasmin Salsabil
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi degradasi ekosistem di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane telah mencapai level yang mengkhawatirkan, di mana pencemaran dari wilayah hulu hingga akumulasi limbah di wilayah hilir secara sistematis merusak tatanan hidrologis pesisir. Desa Muara di Teluk Naga, sebagai titik muara akhir, menjadi wilayah yang paling terdampak dengan hilangnya sabuk hijau mangrove yang berakibat pada meningkatnya kerentanan terhadap banjir rob dan abrasi. Kerusakan ini tidak dapat dipandang sebagai masalah lokal di pesisir semata, melainkan dampak dari kegagalan pengelolaan sistem sungai secara keseluruhan. Tanpa adanya sebuah wadah yang mampu memantau dinamika lingkungan secara persisten dan terintegrasi, upaya pemulihan ekosistem pesisir akan terus mengalami kegagalan akibat kualitas lingkungan dasar yang tidak kunjung membaik. Cisadane Mangrove Headquarters (CMHQ) hadir sebagai jawaban arsitektural atas kebutuhan markas strategis yang berfungsi sebagai Pusat Kendali dan pusat restorasi terpadu bagi DAS Cisadane. Keberadaan fasilitas ini menjadi krusial untuk mentransformasi sistem pemantauan yang selama ini bersifat pasif dan terfragmentasi menjadi sebuah operasi mitigasi yang aktif dan komprehensif. Sebagai Pusat Kendali, CMHQ memfasilitasi integrasi mahadata dari hulu hingga hilir untuk sistem peringatan dini bencana, sekaligus menyediakan ruang fisik bagi riset mendalam dan penguatan kapasitas biologis mangrove. Dengan menyatukan fungsi teknologi digital dan tindakan pemulihan fisik dalam satu kompleks markas yang representatif, CMHQ berperan sebagai pusat saraf koordinasi lintas sektoral yang mampu menjamin keberlanjutan hidup ekosistem sungai dan keselamatan masyarakat di wilayah pesisir Tangerang.
AMBANG: Reimagining Weda's Fishing Port and Fish Market through Liminal Architecture Fikran Sandiwikrana
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 01 (2026): PERIODE 162 (JUNI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas nelayan di Weda, Maluku Utara sedang berada di ambang batas kritis. Pertumbuhan industri pertambangan nikel semakin hari menyisihkan ruang yang semakin kecil untuk komunitas nelayan Weda. Lantas ketika industri nikel menguasai pesisir, dimana ruang hidup nelayan berada? Tugas akhir ini menerjemahkan isu yang terjadi pada komunitas nelayan Weda dengan menyediakan suatu wadah untuk komunitas nelayan tetap hidup. Perancangan fishing port dan pasar ikan ini menjadi suatu ruang transisi antara ruang industri nikel dengan ruang komunitas nelayan di Weda. Melalui pendekatan arsitektur liminal, rancangan ini memprioritaskan bangunan sebagai suatu ruang transisi antara kedua konteks tanpa menimbulkan kontras baik secara fungsi bangunan maupun kondisi fisik bangunan.

Page 96 of 108 | Total Record : 1073