cover
Contact Name
Daniel Fajar Panuntun
Contact Email
niel398@gmail.com
Phone
+6285747332374
Journal Mail Official
jurnalkinaa@gmail.com
Editorial Address
Kantor IAKN Toraja, Jalan Poros Makale-Makassar KM 11,5, Lembang Bungtu Tangti, Kecamatan Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Prov. Sulawesi Selatan.
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat
ISSN : 27228819     EISSN : 27228827     DOI : https://doi.org/10.34307
KINAA merupakan istilah dari bahasa Toraja yang menunjukan suatu sifat kebijaksanaan. Kinaa merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga dapat menunjukan kepemimpinan yang baik, benar, dan berpengaruh. Jurnal Kinaa adalah Jurnal Jurusan Kepemimpinan Kristen IAKN Toraja. Jurnal ini akan membahas mengenai beragai artikel ilmilah mengenai kepemimpinan Kristen dan laporan ilmiah suatu kegiatan pemberdayaan, berdasarkan hal tersebut fokus jurnal ini membahas mengenai Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Jurnal ini memiliki fokus dan scope pada bidang artikel ilmiah yang berkaitan dengan Kepemimpinan Kristen dan juga laporan kegiatan pengabdian kepada warga Jemaat. Spesifikasi ranah kepemimpinan Kristen dan pengabdian kepada warga jemaat meliputi Kajian teks biblika PL atau PB mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian histori mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian Praktika mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian-kajian sistematis yang dapat mengekpos ataupun menambahkan teori ataupun praktika mengenai kepemimpinan Kristen Laporan kegiatan yang ditulis secara sistematis berdasarkan aspek-aspek karya ilmiah mengenai pelayanan dan pemberdayaan jemaat
Articles 59 Documents
Relasi dengan Allah, Diri, dan Dunia: Sebuah Analisis terhadap Kepemimpinan Bob Pierce Yudi Jatmiko
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i1.20

Abstract

Abstract: Undoubtedly, Robert (Bob) Pierce plays an important role and leaves deep impact, generally, in the world of leadership, and particularly in the world of Christian leadership. As a World Vision founder, Pierce leads with vision to God and heart aflame to those in need worldwide. However, this is not without sacrifice. Family and even himself become the polemics he committed throughout his leadership. The question that remains is ‘does Bob Pierce leads well’? By means of literary research, this article exerts to analyze Pierce’s leadership from three important aspects: his relationship with God, how he fulfils God’s vision through his leadership; his relationship with himself, how he regulates his struggles and turns them into opportunity and accomplishments in his leadership; and his relationship with the world, how he impacts bigger community through his leadership. Apart from the failings and success of his leadership, out of these three aspects, Pierce has left faith legacy and leadership that are precious, especially for Christian community, but also generally, for the world. Keywords: Christian Leadership, Bob Pierce, Relationship with God, Relationship with Self, Relationship with the World. Abstrak: Tidak diragukan lagi, Robert (Bob) Pierce memainkan peranan penting dan meninggalkan dampak yang mendalam di dunia kepemimpinan Kristen khususnya, dan dunia kepemimpinan pada umumnya. Sebagai seorang pendiri World Vision, Pierce menjalankan kepemimpinannya dengan visi yang melekat kepada Allah dan hati yang menyala untuk sesama yang membutuhkan di seluruh dunia. Tetapi hal ini bukan tanpa pengorbanan. Keluarga, bahkan diri sendiri menjadi polemik yang dipertaruhkan di sepanjang kepemimpinan ini. Yang mejadi pertanyaan ialah apakah Pierce telah memimpin dengan baik? Melalui metodologi penelitian pustaka, tulisan ini berusaha untuk mendekati kepemimpinan Bob Pierce dari tiga aspek penting, yaitu: relasinya dengan Allah, bagaimana Pierce mewujudkan visi Allah melalui kepemimpinannya; relasinya dengan diri sendiri, bagaimana Pierce mengolah pergumulan diri menjadi peluang dan kemenangan dalam kepemimpinannya; dan relasinya dengan dunia, bagaimana Pierce meninggalkan dampak bagi komunitas yang lebih luas melalui kepemimpinannya. Terlepas dari jatuh bangun kepemimpinan Pierce, dari ketiga aspek ini, ia telah meninggalkan legasi iman dan kepemimpinan yang berharga, secara khusus bagi komunitas Kristen, tetapi juga secara umum, bagi dunia. Kata Kunci: Kepemimpinan Kristen, Bob Pierce, Relasi dengan Allah, Relasi dengan Diri, Relasi dengan Dunia
Kepemimpinan Kristen di Era Bonus Demografi Pasca Sensus Penduduk Indonesia Tahun 2020 David Eko Setiawan
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i1.23

Abstract

Abstract: The results of the 2020 population census show that Indonesia is still in the era of demographic bonuses. This phenomenon can be a boon and a disaster if not appropriately addressed. Christian leadership should see this as a challenge and opportunity for the development of the present and future church. This article aims to explain Christian Leadership in the era of demographic bonuses after the 2020 Indonesian population census.  While the research problem in this study is how Christian leadership in the era of demographic bonuses post-census population of Indonesia in 2020? The method used in this study is the library method. The result of this study is Christian leadership in the era of demographic bonuses post-census population of Indonesia in 2020 must be responsive to the changing times, must think about the outreach model of the younger generation more relevant and contextual, should present a holistic service model. Keywords: Christian Leadership, Demographic Bonuses, Population Census  Abstrak: Hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada pada era bonus demografi. Fenomena ini dapat menjadi anugerah dan petaka jika tidak disikapi secara tepat. Kepemimpinan Kristen seharusnya memandang hal tersebut sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan gereja masa kini dan masa depan. Artikel ini bertujuan menjelaskan Kepemimpinan Kristen di era bonus demografi pasca sensus penduduk Indonesia tahun 2020.  Sedangkan reseach problem dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Kepemimpinan Kristen di era bonus demografi pasca sensus penduduk Indonesia tahun 2020? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah Kepemimpinan Kristen di era bonus demografi pasca sensus penduduk Indonesia tahun 2020 wajib tanggap terhadap perubahan zaman, wajib memikirkan model penjangkauan generasi muda yang lebih relevan dan kontekstual, seyogyanya menghadirkan model pelayanan yang holistik.   Kata Kunci: Kepemimpinan Kristen, Bonus Demografi, Sensus Penduduk
Kepemimpinan Transformasional Dalam Pembentukan Provinsi Kepulauan Mentawai Wendy Sepmady Hutahaean
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i1.25

Abstract

Abstract: As the times grew, leadership began to decline and crisis. This leadership crisis is also inseparable from the church environment. Speaking of leadership in the church is seen from the point of view of the Bible, inseparable from the Great person of Jesus Christ. This paper discusses Jesus' leadership model focusing on the Gospel of John. The author formulates the following problem: : What is the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church? The purpose of writing this scientific paper is to know and explain the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church. This study uses qualitative research method with descriptive approach which this method considers that the data collected to be the key to what is studied. The data the author observes is the Gospel of John, literature such as books and journal articles on leadership. The model of Jesus' leadership in the Gospel of John is Jesus as the Leader of the sheep, Jesus as the Ministering Leader, and Jesus discipleship and send. An example for the local church leadership model is to put self-integrity first, lead holistically, and implement a discipleship model. The local church leadership model reflecting Jesus' leadership model in the Gospel of John is expected to be a learning experience for leaders in the local church. Keyword: model, the leadership of Jesus, the local church, the example.   Abstrak: Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja. Berbicara mengenai kepemimpinan dalam gereja dilihat dari sudut pandang Alkitab, tidak terlepas dari pribadi yang Agung yaitu Yesus Kristus. Penulisan ini membahas tentang model kepemimpinan Yesus yang berfokus pada Injil Yohanes. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: : Bagaimana model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal? Adapun tujuan penulisan dari karya ilmiah ini ialah untuk mengetahui dan memaparkan model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana metode ini memandang bahwa data yang dikumpulkan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Data yang penulis amati ialah kitab Injil Yohanes, literatur-literatur seperti buku dan artikel jurnal tentang kepemimpinan. Adapun model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes ialah Yesus sebagai Pemimpin domba-domba, Yesus sebagai Pemimpin yang melayani, dan Yesus memuridkan dan mengutus. Teladan bagi model kepemimpinan gereja lokal yaitu mengutamakan integritas diri, memimpin secara holistik, dan menerapkan model discipleship. Model kepemimpinan gereja lokal yang bercermin dari model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pemimpin di gereja lokal. Kata kunci: model, kepemimpinan Yesus, gereja lokal, teladan.
Peran Gereja dalam Memberdayakan Penyandang Disabilitas di Gereja Toraja Jemaat Kaero Devi Devi; Ivan Ivan; Frans Paillin Rumbi
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i1.26

Abstract

Abstract : This paper explains congregation understanding about people with disabilities and how the church empowers them. This paper using a qualitative method with the inductive approach—data sources from literature research, observations, and interviews. The findings of this research are people with disabilities were very difficult to accept the situation. However, the people with disabilities can rise and think positively after getting mentoring from church. Chruch assembly to organize service programs like material help and pastoral care, and then empowers. Now, people with disabilities will be getting self-sufficient and participate in serving the church.   Keywords: service, church, empowerment, and disability   Abstrak : Tulisan ini bermaksud menjelaskan pemahaman jemat tentang penyandang disabilitas serta bagaimana gereja memberdayakan para penyandang disabilitas. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakan, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyandang disabilitas awalnya sulit untuk menerima keadaannya. Akan tetapi mereka dapat bangkit dan berpikir positif karena mendapat pendampingan dari gereja. Majelis gereja menggiatkan program diakonia baik berupa bantuan materi, pendampingan pastoral dan pemberdayaan. Kini penyandang disabilitas mulai menjadi pribadi yang mandiri dan terlibat aktif dalam pelayanan.   Kata kunci: Diakonia, Gereja, Pemberdayaan dan Penyandang Disabilitas
Model Kepemimpinan Yesus Dalam Injil Yohanes Sebagai Teladan Bagi Kepemimpinan Kristen di Gereja Lokal Sabda Budiman; Yelicia; Krido Siswanto
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 1 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 1, Juni 2
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: As the times grew, leadership began to decline and crisis. This leadership crisis is also inseparable from the church environment. Speaking of leadership in the church is seen from the point of view of the Bible, inseparable from the Great person of Jesus Christ. This paper discusses Jesus' leadership model focusing on the Gospel of John. The author formulates the following problem: : What is the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church? The purpose of writing this scientific paper is to know and explain the model of Jesus' leadership in the Gospel of John and its implementation in the local church. This study uses qualitative research method with descriptive approach which this method considers that the data collected to be the key to what is studied. The data the author observes is the Gospel of John, literature such as books and journal articles on leadership. The model of Jesus' leadership in the Gospel of John is Jesus as the Leader of the sheep, Jesus as the Ministering Leader, and Jesus discipleship and send. An example for the local church leadership model is to put self-integrity first, lead holistically, and implement a discipleship model. The local church leadership model reflecting Jesus' leadership model in the Gospel of John is expected to be a learning experience for leaders in the local church. Keyword: model, the leadership of Jesus, the local church, the example.   Abstrak: Semakin berkembangnya zaman, kepemimpinan mulai merosot dan mengalami krisis. Krisis kepemimpinan ini pun juga tidak terlepas dari lingkungan gereja. Berbicara mengenai kepemimpinan dalam gereja dilihat dari sudut pandang Alkitab, tidak terlepas dari pribadi yang Agung yaitu Yesus Kristus. Penulisan ini membahas tentang model kepemimpinan Yesus yang berfokus pada Injil Yohanes. Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: : Bagaimana model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal? Adapun tujuan penulisan dari karya ilmiah ini ialah untuk mengetahui dan memaparkan model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes dan implementasinya dalam gereja lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana metode ini memandang bahwa data yang dikumpulkan menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Data yang penulis amati ialah kitab Injil Yohanes, literatur-literatur seperti buku dan artikel jurnal tentang kepemimpinan. Adapun model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes ialah Yesus sebagai Pemimpin domba-domba, Yesus sebagai Pemimpin yang melayani, dan Yesus memuridkan dan mengutus. Teladan bagi model kepemimpinan gereja lokal yaitu mengutamakan integritas diri, memimpin secara holistik, dan menerapkan model discipleship. Model kepemimpinan gereja lokal yang bercermin dari model kepemimpinan Yesus dalam Injil Yohanes diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pemimpin di gereja lokal. Kata kunci: model, kepemimpinan Yesus, gereja lokal, teladan.
Kepemimpinan Gembala Jemaat Menurut 2 Timotius 4:1-5 KALIS STEVANUS
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 2 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 2, Desemb
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i2.31

Abstract

Abstract: In today's increasingly complex culture, every institution undergoes changes, and spiritual institutions such as churches are not immune to these changes. The church undergoes a change in its role and context. There is confusion about what a church leader, the pastor of the congregation, should do. There is confusion about how a pastor of the church administers his leadership. This paper aims to describe how leadership in the church should be viewed from a biblical perspective, especially according to 2 Timothy 4:1-5. The author uses a library approach and presents it descriptively. To analyze the text of 2 Timothy 4:1-5, the writer uses the critical historical interpretation method to find the concept of leadership of a church pastor. It was found that the leadership concept of a church pastor is, first: the pastor is a divine appointment and favor; second is that the shepherd must obey in preaching the word; the third is that the pastor of the church must have the courage to state his faults; fourth is the courage to rebuke and advise; fifth is the pastor of the church must be able to control himself in all things; the sixth is that the pastor of the church is required to suffer patiently for the sake of preaching the gospel; the seventh is to be faithful in preaching the gospel; Finally, the pastor of the church needs to complete the ministry task completely. This leadership model is expected to be a material for reflection and learning for leaders in the local church regardless of the church organization.  Keywords: Historical Critical, Local Church, Leadership, Pastor.   Abstrak: Dalam budaya zaman sekarang yang semakin kompleks, setiap lembaga mengalami perubahan, dan lembaga rohani seperti gereja pun tidak kebal terhadap perubahan tersebut. Gereja mengalami perubahan dalam peran dan konteksnya. Ada kebingungan tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin gereja, yaitu gembala jemaat. Ada kebingungan tentang bagaimana seorang gembala jemaat menyelenggarakan kepemimpinannya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana semestinya kepemimpinan di gereja  dipandang dari perspektif Alkitab khususnya menurut 2 Timotius 4:1-5. Penulis menggunakan pendekatan kepustakaan dan menyajikannya secara deskriptif. Untuk menganalisis teks 2 Timotius 4:1-5, penulis menggunakan metode tafsir historis kritis guna menemukan konsep kepemimpinan seorang gembala jemaat. Ditemukan konsep kepemimpinan seorang gembala jemaat adalah, pertama: gembala jemaat adalah penunjukan dan perkenanan ilahi; kedua adalah gembala harus taat memberitakan firman; ketiga adalah gembala jemaat harus berani menyatakan kesalahan; keempat adalah berani menegur dan menasihati; kelima adalah gembala jemaat harus dapat menguasai diri dalam segala hal; keenam adalah gembala jemaat dituntut sabar menderita demi pemberitaan Injil; ketujuh adalah harus setia memberitakan Injil; terakhir adalah gembala jemaat perlu menyelesaikan tugas pelayanan secara tuntas. Model kepemimpinan ini diharapkan menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi para pemimpin di gereja lokal apa pun organisasi gerejanya.. Kata-kata Kunci: Gembala jemaat, Gereja Lokal, Historis Kritis, Kepemimpinan
Realita Kompleks Pemimpin Kristen : Hikmat dan Integritas Pemimpin Kristen Menghadapi Laju Perubahan Dunia Sebagai Dampak Globalisme dan Postmodernisme Naomi Sampe; Simon Petrus
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 2 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 2, Desemb
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i2.35

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the context of change faced by today's leaders. Change is a necessary and inevitable thing that must be faced wisely by a leader. In this decade, there have been very rapid changes in the context of people's lives that need to be observed and dealt with appropriately by a leader. This needs to be researched and discussed to be considered by today's leaders. This study uses a qualitative research approach. Data collection techniques are library research and observation. The collected data are presented and analyzed qualitatively. The results show that the contexts faced by today's leaders are postmodernism and globalization which bring challenges to individualism, materialism and hedonism. The rapid progress of information and communication technology has become an agent of fundamental change in world culture, including changes in value orientation. Pluralism and emancipation are also a global culture today. The world is now in rapid change all the time, for that we need leaders who are visionary, spiritual and have high integrity, are ethical, innovative and pluralist.   Keywords: Christian distinction, context change, globalization, leadership, postmodernism.   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan konteks perubahan yang dihadapi oleh para pemimpin dewasa ini. Perubahan adalah suatu hal niscaya dan tak terelakkan yang harus dihadapai secara bijaksana oleh seorang pemimpin. Dekade ini terjadi perubahan yang sangat cepat dalam konteks kehidupan masyarakat yang perlu dicermati dan dihadapi secara tepat oleh seorang pemimpin. Hal ini perlu diteliti dan dibahas untuk menjadi bahan pertimbangan bagi para pemimpin saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah penelitian pustaka dan observasi. Data-data yang terkumpul disajikan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks yang dihadapi oleh pemimpin masa kini adalah  postmodernisme dan globalisasasi yang membawa tantangan individualism, materialism dan hedonism. Kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi menjadi    termasuk perubahan orientasi nilai. Pluralisme dan emansipasi juga menjadi budaya global saat ini. Dunia sekarang berada dalam perubahan pesat setiap saat, untuk itu dibutuhkan pemimpin yang visioner, berspiritualitas dan integritas tinggi, beretika, inovatif dan pluralis. Kata-kata Kunci: Distingsi kristiani, kepemimpinan, globalisasi, perubahan konteks, postmodernisme,
Peran Gembala Sidang Dalam Mengkaderisasi Istri Bagi Kepemimpinan Gereja Lokal Anatje Ivone Sherly Lumantow; Simon Simon
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 2 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 2, Desemb
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i2.37

Abstract

Abstract: This study departs from the factual event that the pastor's wife refused to continue the transition of the pastor's leadership in the local church. The refusal of the shepherd's wife to replace the husband as the leader of the congregation has to do with self-capacity, likes and dislikes by disapproving persons. Based on these events, this topic wants to outline how the role of the pastor of the congregation in the wiring of the wife to prepare to become a leader, in the event of a leadership transition. This paper uses qualitative methods with a literary approach accompanied by indirect interviews. The description in this article suggests, the shepherd can make efforts to care for the wife by preparing and encouraging the wife to reach a qualified academic level. Another catheterization effort that can be made by the pastor of the congregation is to give a stage in pastoral ministry, and train the wife's skills to form leadership in her. By doing the wiring as a form of preparing the wife to be a leader in the event of a leadership transition in the local church. The coding was also done by the apostle Paul to the women, so that the early church grew wider because of the role of women who became leaders in the ministry.   Keywords: Cadreization, Ministry, Pastor of the Church, Women.   Abstrak: Kajian ini berangkat dari peristiwa faktual bahwa adanya istri gembala yang ditolak untuk melanjutkan transisi kepemimpinan gembala sidang di gereja lokal. Penolakan istri gembala untuk menggantikan suami sebagai pemimpin jemaat berkaitan dengan kapasitas diri, like dan dislike oleh oknum yang tidak menyetujui. Berdasarkan peristiwa tersebut, topik ini hendak menguraikan bagaimana peran gembala sidang dalam pengkaderisasian istri untuk persiapan menjadi pemimpin,  andai terjadi transisi kepemimpinan. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur disertai wawancara bersifat tidak langsung. Uraian pada artikel ini mengemukakan, gembala dapat melakukan upaya kaderisasi kepada istri dengan cara mempersiapkan dan mendorong istri mencapai jenjang akademik yang mumpuni. Upaya kaderisasi lain yang dapat dilakukan oleh gembala sidang adalah dengan memberi panggung dalam pelayanan pastoral, serta melatih ketrampilan istri untuk membentuk kepemimpinan dalam dirinya. Dengan melakukan pengkaderisasian itu sebagai wujud mempersiapkan istri menjadi pemimpin bila terjadi transisi kepemimpinan di dalam gereja lokal. Pengkaderisasian pun dilakukan oleh rasul Paulus kepada para perempuan-perempuan, sehingga gereja mula-mula semakin berkembang luas karena adanya peran para perempuanyang menjadi pemimpin dalam pelayanan.    Kata Kunci: Gembala Sidang, Kaderisasi, Pelayanan, Perempuan.
Peran Majelis dalam Pemberdayaan Ekonomi di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Botang Markus Sakke Pauranan; Jermia Limbongan
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 2 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 2, Desemb
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i2.38

Abstract

Abstract: Imanuel Botang congregation had resources both human resources and natural resources that were quite abundant, but had not been managed optimally. Seeing these conditions, researchers were interested in researching the role of church assemblies in the economic empowerment of congregations by focusing research on economic empowerment activities in the field of horticultural agriculture and chicken and pig farming. This research was designed according to qualitative research. Qualitative research aims to find out the role of church assemblies in the economic empowerment of congregations. Data collection techniques were carried out through library research and field research through observation and interview. The study was conducted at the Congregation of Emmanuel Botang from September to November 2020. The results showed the role of the Church Assembly in empowerment is as a consultant and empowerment but this is still not realized because it does not fully understand the duties and vocations as a church assembly, the lack of skills / skills of the church assembly in the field of horticultural agriculture and local village pig and chicken farming, lack of free time and lack of good cooperation.   Keywords:  Economic Empowerment,  Role of the Church Assembly, Toraja Church of Imanuel Botang Congregation  Abstrak: Jemaat Imanuel Botang memiliki sumber daya baik Sumber Daya Manusia maupun sumber daya alamnya yang cukup melimpah, namun belum dikelola secara maksimal. Melihat kondisi tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian peran majelis gereja dalam pemberdayaan ekonomi jemaat dengan memfokuskan penelitian pada kegiatan pemberdayaan ekonomi di bidang pertanian hortikultura dan peternakan ayam dan babi. Penelitian ini didesain menurut penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui peran majelis gereja dalam pemberdayaan ekonomi jemaat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian pustaka dan penelitian lapangan melalui pengamatan (observasi) dan wawancara (interview). Penelitian dilaksanakan di Jemaat Imanuel Botang dari bulan September sampai bulan November 2020. Hasil penelitian menunjukkan peranan Majelis Gereja dalam pemberdayaan adalah sebagai konsultan dan pemberdaya namun hal ini masih belum terealisasi oleh karena belum memahami secara utuh tugas dan panggilan sebagai majelis gereja, minimnya skill/ keterampilan majelis gereja pada bidang pertanian hortikultura dan peternakan babi dan ayam kampung lokal, kurangnya waktu luang dan kurangnya kerja sama yang baik. Kata-kata Kunci: Gereja Toraja Jemaat Imanuel Botang, Pemberdayaan Ekonomi, Peran Majelis Gereja,
Teladan Yesus Kristus Bagi Kepemimpinan Pembawa Damai Dalam Implementasi Resolusi Konflik di Kota Surakarta Irawan Budi Lukmono
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 2 No. 2 (2021): Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat. Vol 2, No 2, Desemb
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v2i2.40

Abstract

Abstract: Surakarta is a city with various religions, ethnicities, and groups. This diversity can be a positive value, but it can also be a negative value when conflicts and violence arise. Conflicts and violence in Surakarta are caused by changes and social divisions, economic disparities, ethnicity, culture, beliefs, politics, and education degrees. Thus, a series of conflicts, violence, and intolerance occurs almost every year. The goal of this research is to find a peacemaker leadership model that implements conflict resolution in the city of Surakarta based on the example of Jesus Christ. This research uses a phenomenological paradigm. The approach used is a qualitative approach. How to collect data through observation, interviews, literature study. Data analysis or study uses several levels, namely: domain studies, taxonomic studies, component studies, and theme studies. The result of this study is a peacemaker leadership model in the implementation of conflict resolution in Surakarta based on the example of Jesus Christ. In conclusion, the peacemaker leadership model in implementing conflict resolution in Surakarta based on the example of Jesus Christ is a good model to practice. So, suggestions for peace leaders in Surakarta can put the proposed model into practice. Keywords: Conflict Resolution, Jesus Christ, Peacemaker Leadership,   Abstrak: Surakarta merupakan kota dengan beragam agama, etnis, dan golongan. Keragaman ini bisa menjadi nilai positif, tetapi juga bisa menjadi nilai negatif saat konflik dan kekerasan muncul. Konflik dan kekerasan yang terjadi di Surakarta akibat perubahan dan pembelahan sosial, disparitas ekonomi, etnis, kultur, kepercayaan, politik, dan derajat pendidikan. Sehingga, rentetan konflik, kekerasan, dan intoleransi terjadi hampir tiap tahun. Tujuan riset ini untuk menemukan model kepemimpinan pembawa damai yang mengimplementasikan resolusi konflik di kota Surakarta berdasarkan teladan Yesus Kristus. Riset ini menggunakan paradigma fenomenologis. Ancangan yang dipakai yaitu ancangan kualitatif. Cara penghimpunan data melalui, observasi, interviu, studi pustaka. Analisis atau kajian data memakai beberapa tingkat yaitu: kajian domain, kajian taksonomi, kajian komponen, serta kajian tema. Hasil penelitian ini adalah model kepemimpinan pembawa damai dalam implementasi resolusi konflik di Surakarta berdasarkan teladan Yesus Kristus. Simpulannya model kepemimpinan pembawa damai dalam implementasi resolusi konflik di Surakarta berdasarkan teladan Yesus Kristus menjadi model yang tepat untuk dipraktikkan. Sehingga, saran bagi pemimpin perdamaian di Surakarta dapat mempraktikan usulan model tersebut.   Kata-kata Kunci: Kepemimpinan Pembawa Damai, Resolusi Konflik, Yesus Kristus.