cover
Contact Name
Daniel Fajar Panuntun
Contact Email
niel398@gmail.com
Phone
+6285747332374
Journal Mail Official
jurnalkinaa@gmail.com
Editorial Address
Kantor IAKN Toraja, Jalan Poros Makale-Makassar KM 11,5, Lembang Bungtu Tangti, Kecamatan Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Prov. Sulawesi Selatan.
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat
ISSN : 27228819     EISSN : 27228827     DOI : https://doi.org/10.34307
KINAA merupakan istilah dari bahasa Toraja yang menunjukan suatu sifat kebijaksanaan. Kinaa merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga dapat menunjukan kepemimpinan yang baik, benar, dan berpengaruh. Jurnal Kinaa adalah Jurnal Jurusan Kepemimpinan Kristen IAKN Toraja. Jurnal ini akan membahas mengenai beragai artikel ilmilah mengenai kepemimpinan Kristen dan laporan ilmiah suatu kegiatan pemberdayaan, berdasarkan hal tersebut fokus jurnal ini membahas mengenai Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Jurnal ini memiliki fokus dan scope pada bidang artikel ilmiah yang berkaitan dengan Kepemimpinan Kristen dan juga laporan kegiatan pengabdian kepada warga Jemaat. Spesifikasi ranah kepemimpinan Kristen dan pengabdian kepada warga jemaat meliputi Kajian teks biblika PL atau PB mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian histori mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian Praktika mengenai Kepemimpinan Kristen Kajian-kajian sistematis yang dapat mengekpos ataupun menambahkan teori ataupun praktika mengenai kepemimpinan Kristen Laporan kegiatan yang ditulis secara sistematis berdasarkan aspek-aspek karya ilmiah mengenai pelayanan dan pemberdayaan jemaat
Articles 59 Documents
Sikap Gereja Terhadap Partisipasi Politik dan Relevansinya Bagi Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale Rerung, Alvary Exan; Attu, Juliati
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.48

Abstract

Abstract: This research talks about the high number of unhealthy politics when holding democratic parties in Indonesia. Money politics to the practice of bringing each other down, is still often carried out when democratic parties take place. As a result of this unhealthy politics, it eventually led to disharmony problems that led to divisions in society. This reality occurs in the Toraja Mamasa Church of the Sapankale Congregation. Based on the data obtained through preliminary observations and interviews, the fact that political practices are unhealthy occurs because the church seems passive and does not take action. This is because the church also does not know how to act towards the ongoing political participation. This paper aims to provide an understanding of the Church's attitude towards political participation which is good and right, so that the church can actively express its prophetic voice by participating in politics. Departing from that problem, using qualitative methods, interviews, and literature, the results of this study provide an understanding that politics has good goals and becomes bad if it is no longer oriented to the interests of society. That is why the Church must present itself as a good example in its participation in political dynamics. This will help church members participate in political activities, so as not to cause problems of disharmony and division. Keywords: Church, politics, Sapankale Congregation, disunity      This work is licensed under a Creative Commons Attribution- -ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) Abstrak: Penelitian ini berbicara tentang tingginya angka politik tidak sehat ketika mengadakan pesta demokrasi di Indonesia. Politik uang hingga praktik saling menjatuhkan, masih sering dilakukan ketika pesta demokrasi berlangsung. Akibat dari politik tidak sehat tersebut, akhirnya menimbulkan masalah disharmoni hingga terjadi perpecahan dalam masyarakat. Realitas ini terjadi di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale. Berdasarkan data yang didapatkan melalui hasil observasi awal dan wawancara, fakta bahwa praktik berpolitik tidak sehat terjadi karena gereja terkesan pasif dan tidak melakukan tindakan. Hal itu dikarenakan gereja juga tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap terhadap partisipasi politik yang berlangsung. Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang sikap Gereja terhadap partisipasi politik yang baik dan benar, agar gereja bisa secara aktif menyatakan suara kenabiannya dengan ikut berpartisipasi dalam bidang politik. Berangkat dari masalah itu, dengan menggunakan metode kualitatif, wawancara, dan studi pustaka, hasil penelitian ini memberikan pemahaman bahwa politik itu memiliki tujuan yang baik dan menjadi tidak baik jika tidak lagi berorientasi pada kepentingan masyarakat. Itulah sebabnya, Gereja harus memunculkan dirinya sebagai contoh yang baik dalam partisipasinya terhadap dinamika politik. Hal ini akan membantu warga gereja dalam berpartisipasi terhadap kegiatan berpolitik, agar tidak menimbulkan masalah disharmoni hingga perpecahan.   Kata Kunci: Gereja, Politik, Jemaat Sapankale, Perpecahan
Menelusuri Jejak Nilai Iman Kristen dalam Kepemimpinan Tallu Lalikan di Lembang Limbong Sangpolo Devisa, Orin; Sumule, Linus
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.100

Abstract

Abstract: Community life is strongly influenced by the order and values ​​prevailing in that society. The value itself is the biggest contribution to the growth and development of society. In Lembang, Sangpolo uses Tallu Lalikan. Tallu Lalikan itself is a stone kitchen stove, numbering three. Tallu Lalikan in this context is not about religious views but rather on the organizational structure of society, namely Religion or Aluk, Adat or ada' and Government. The role of Tallu Lalikan itself is how the collaboration of Christian faith and community growth is played by certain figures. In this study, a qualitative approach was used with library research and field research data collection techniques, namely data observation and interviews. The aim of this research is to find out the traces of the value of the Christian Faith in the Tallu Lalikan leadership in Lembang Limbong Sangpolo. Through this research it is hoped that it will provide results regarding the positive influence of the value of the Christian faith in leadership on the life order of the Tallu Lalikan Community in Lembang Limbong Sangpolo. Tallu Lalikan leadership will build good relationships and will produce quality social life. Keywords: Christian faith, Leadership, Governance and Tallu Lalikan  This work is licensed under a Creative Commons Attribution- -ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) Abstrak: Kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh tatanan dan nilai-nilai  yang berlaku dalam Masyarakat tersebut. Nilai itu sendiri yang menjadi sumbangsi terbesar dalam pertumbuhan dan perkembangan Masyarakat. Di Lembang Sangpolo diterapkan Tallu Lalikan. Tallu Lalikan itu sendiri adalah batu tungku dapur yang berjumlah tiga buah. Tallu Lalikan dalam konteks ini bukanlah mengenai pandangan religius tetapi lebih kepada tatanan organisasi Masyarakat, yaitu Agama atau Aluk, Adat atau ada’ dan Pemerintahan. Peranan dari Tallu Lalikan sendiri adalah bagaimana Kolaborasi iman Kristen dan pertumbuhan Masyarakat yang diperankan oleh tokoh-tokoh tertentu. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan Kualitatif dengan teknik pengumpulan data Library research dan field research yaitu data observasi dan wawancara. Dari penelitian ini memiliki tujuan yakni mengetahui jejak nilai Iman Kristen dalam kepemimpinan Tallu Lalikan di Lembang Limbong Sangpolo. Hasil dari penelitian berdasarkan obvervasi dan wawancara, pemimpin dari tiga unsur tersebut, memiliki hati seperti hamba, integritas, spiritual iman kristen dan bertanggung jawab. Kepemimpinan Tallu Lalikan akan membangun relasi yang baik dan akan menghasilkan kehidupan bermasyarakat yang berkualitas.     Kata Kunci: Iman Kristen, kepemimpinan, pemerintahan dan tallu lalikan
Gaya Kepemimpinan Raja Daud: “Kajian Sosio-Historis Terhadap Gaya Kepemimpinan Raja Daud Di Kerajaan Israel Bersatu Berdasarkan Teori Kepemimpinan” Moru, Osian Orjumi
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.103

Abstract

Abstract: This paper aims to describe the socio-historical study of King David's leadership style based on leadership theory. The method used in this article is a qualitative method with a hermeneutic and literature study approach. The various data obtained in this study were then processed using descriptive analysis techniques. The results of the study show that David's leadership in the United Kingdom of Israel can be classified into the great man theory. This is because David's leadership has a uniqueness that includes several important aspects, namely aspects of faith, tolerance, good moral values, quality obedience values, and consistent humanism. King David's leadership style can also be categorized as charismatic leadership. This leadership style can be seen in the pattern of practical control over monarchical power through the establishment of the priesthood sector, the revitalization of royal literary texts, the nationalization of customary law, and persuasive political-economic communication. Keywords: David; Leadership Style; The United Kingdom of Israel.  Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kajian sosio-historis terhadap gaya kepemimpinan raja Daud berdasarkan teori kepemimpinan. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah metode kualitatif dengan bentuk pendekatan hermeneutik dan studi kepustakaan. Berbagai data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian diolah menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan Daud di kerajaan Israel bersatu dapat diklasifikasikan ke dalam teori kepemimpinan orang hebat. Hal ini disebabkan karena kepemimpinan Daud memiliki sejumlah keunikan yang mencakup beberapa aspek penting yakni aspek keimanan, sifat toleransi, nilai moralitas yang baik, nilai ketaatan yang berkualitas dan bersifat humanis yang konsisten. Gaya kepemimpinan raja Daud juga dapat dikategorikan sebagai gaya kepemimpinan yang bersifat kharismatik. Gaya kepemimpinan ini terlihat pada pola pengendalian praktis terhadap kekuasaan monarki melalui jalan pembentukan sektor keimaman, revitalisasi naskah-naskah sastra kerajaan, nasionalisasi hukum adat dan komunikasi politik-ekonomi yang bersifat persuasi. Kata Kunci: Iman Kristen, kepemimpinan, pemerintahan dan tallu lalikan
Implementasi Digital Marketing untuk Pemberdayaan Industri Kreatif Jemaat Gereja Toraja di Lembang Ma’dong, Kecamatan Dende’ Piongan, Toraja Utara Serdianus, Serdianus; Toding, Novita
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.110

Abstract

Abstract: The community's creative industry in the form of handicrafts is often unable to compete with outside products. This is due to the lack of utilization of digital media in marketing. The purpose of this research is to apply digital marketing in improving the creative industry of the community in Lembang Ma'dong. The research approach used in this study is qualitative through the application of digital marketing to increase promotion and sales of ampa'. Data collection techniques are observation and interview. Data analysis refers to the theory of Miles and Huberman which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. SWOT analysis was also used to analyze the achievements in implementing digital marketing for ampa' handicrafts. The results showed that there was a significant increase in sales of ampa' handicrafts by congregational members of Gereja Toraja in Lembang Ma'dong. In conclution, digital marketing has become a way to empower the congregation economy in Lembang Ma’dong specifically in selling their handicrafts. Keywords: ampa’, church, congregation, empower, Ma’dong, mats, marketing, society.   Abstrak: Industri kreatif masyarakat berupa kerajinan tangan seringkali kalah bersaing dengan produk-produk luar. Hal ini disebabkan kurangnya pemanfaatan media digital dalam pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan digital marketing dalam meningkatkan industri kreatif masyarakat khususnya anggota gereja Toraja di Lembang Ma’dong. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui penerapan digital marketing untuk meningkatkan promosi dan penjualan ampa’. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Analisis data mengacu pada teori Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, displai data, dan penarikan kesimpulan. Analisis SWOT juga digunakan untuk menganalisis pencapaian dalam penerapan digital marketing bagi kerajinan tangan ampa’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam penjualan kerajinan tangan pengrajin ampa’ khususnya anggota jemaat gereja Toraja di Lembang Ma’dong. Dengan demikian, digital marketing telah menjadi salah satu cara untuk pemberdayaan jemaat di Lembang Ma’dong, secara khusus dalam memasarkan hasil kerajinan tangan mereka.  Kata Kunci: ampa’, gereja, jemaat, Ma’dong, pemasaran, pemberdayaan, tikar.
Pengabdian Masyarakat dalam Menerapkan Nilai Budaya Tallu Batulalikan Desa Salu Sopai, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara Purnamasari Nasaruddin, Resky
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i1.106

Abstract

Abstract: The purpose of this community service is to foster the Salu Sopai community in applying the values of Tallu Batu Lalikan to Toraja society, which is currently in the modern era, but the influence of religion and traditional thick culture. The type of research in this service is qualitative with observation method. This research was conducted in Salu Sopai Village, Sopai District, North Toraja Regency. The subjects of this study were the Sopai community with 16 traditional leaders. 10 Sopai people, 5 traditional leaders and 1 religious leader (priest). The method are lecturing, question and answer. Giving material by explaining that nowadays,  Toraja people, eventhough they are in the modern era, the influence of traditional religion and culture is still very strong. This affects the creation of social change in every village and or village in Toraja. This research was conducted in four stages, namely: a) observation, b) material preparation, c) implementation of activities and 4) evaluation. This coaching resulted that the community’s able to be an example of implementing new Tallu Batulalikan in the future by paying attention to the material provided by the service team. Communities can maintain togetherness in tongkonan as a multicultural society. The community was very enthusiastic in participating in the coaching, this can be seen when the community played an active role in the question and answer session and gave suggestions in the coaching process. The success of this coaching was due to the ability of the service team to encourage and create interesting material topics so that they were well received by the local sub-district head.   Keywords: Tallu Batulalikan, values, culture, coaching.   Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk pembinaan masyarakat Salu Sopai dalam menerapkan nilai Tallu Batu Lalikan pada masyarakat Toraja yang saat ini berada pada era modern, namun pengaruh agama dan budaya tradisional masih sangat kental. Jenis penelitian pada pengabdian ini adalah kualitatif dengan metode pengamatan atau observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salu Sopai, Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara. Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Sopai, Tokoh adat dengan jumlah 16. 10 masyarakat Sopai, 5 orang tokoh adat dan 1 orang tokoh agama(pendeta). Adapun metodenya yaitu ceramah, dan tanya jawab. Pemberiaan materi dengan memaparkan bahwa masyarakat Toraja saat ini berada pada pandangan modernisme yang mencoba mmembangun pandangan dunia dengan adat istiadat Tallu Batu Lalikan, pengaruh agama dan budaya tradisional masih sangat kental. Hal ini mempengaruhi terciptanya perubahan sosial di setiap kampung dan atau desa di Toraja. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap yakni : a) survei lokasi, b) persiapan materi, c) pelaksanaan kegiatan dan 4) evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian ini adalah masyarakat mampu menjadi contoh implementasi Tallu Batulalikan yang baru dimasa yang akan datang dengan memperhatikan materi yang diberikan tim pengabdi. Masyarakat dapat merawat kebersamaan dalam tongkonan sebagai masyarakat multikultural. Para masyarakat sangat antusias dalam mengikuti pembinaan, hal itu dapat dilihat saat masyarakat berperan aktif dalam sesi tanya jawab dan memberi saran dalam proses pengabdian. Keberhasilan pengabdian ini tidak lain berkat kemampuan yang dimiliki oleh Tim pengabdi dalam penyampaian dan pembuatan topik materi yang menarik sehingga disambut baik oleh camat setempat. Kata Kunci: Batu Tallulalikan, nilai, budaya, pengabdian
Era Disrupsi Teknologi dan Sikap Pemimpin Kristen Adi Saingo, Yakobus
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i2.112

Abstract

Abstract: This study aims to discuss the existence of the era of technological disruption and the attitude of Christian leaders in facing various challenges. This study applies a qualitative method in the form of library research in which information is collected from various literatures whose content is still relevant to the research topic. The data were analyzed descriptively which presented the results that in the challenges of the era of technological disruption as it is today, it is necessary to have a form or form of Christian leadership as the vanguard in preparing God's people to become individuals who continue to uphold moral, social and spiritual values. There are various forms of Christian leaders' attitudes towards technological disruption, including: living a spiritual attitude, an educative attitude, an attitude of integrity, an attitude of the principle of benefit, a humanistic attitude. These attitudes must be taught, instilled and exemplified by Christian leaders in every institution where they take shelter so that they are able to promote a life of self-control in the correct use of technology, and make technological disruption as a means and opportunity to introduce Christ to many people unlimitedly.   Keywords: Era of Disruption, Christian Leaders, Technology.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai keberadaan era disrupsi teknologi dan sikap pemimpin Kristen dalam menghadapi berbagai tantangannya. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dalam bentuk library research yang penghimpunan informasinya bersumber dari berbagai literatur yang konten masih relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis secara deskriptif yang memaparkan hasil bahwa dalam tantangan era disrupsi teknologi seperti saat ini maka perlu ada wujud atau bentuk sikap pemimpin Kristen sebagai garda terdepan mempersiapkan umat Allah menjadi pribadi yang tetap menjunjung nilai-nilai moral, sosial maupun spiritual. Adapun berbagai bentuk sikap pemimpin Kristen memasuki disrupsi teknologi, antara lain: menghidupi sikap spiritual, sikap edukatif, sikap integritas, sikap asas manfaat, sikap humanistik. Sikap-sikap tersebut harus diajarkan, ditanamkan dan diteladankan oleh pemimpin Kristen dalam setiap lembaga tempatnya bernaung sehingga mampu mempromosikan kehidupan pengendalian diri dalam penggunaan teknologi secara benar, serta menjadikan disrupsi teknologi sebagai sarana maupun kesempatan memperkenalkan Kristus bagi banyak orang secara tidak terbatas.   Kata Kunci: Era Disrupsi, Pemimpin Kristen, Teknologi.
Kajian Praktis Karakteristik Jiwa Seorang Pemimpin Berdasarkan Filsafat Tiga Unsur Jiwa Manusia Plato Pute, Jimmi Pindan; Pute, Hengki Pindan; Palembangan, Piter
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i2.114

Abstract

Abstract: Leadership is a process that has the elements of moving, influencing, motivating and being able to become a role model for others, which is carried out by a driver called a leader. The aim of this research is to find out how the practical study of a leader is based on Plato's view of the Three Human Souls. Another aim is to find out how a leader makes sense (ratio) of soul and body in carrying out his duties as a leader. The method used by the author is a qualitative method with reference sources such as books, articles and relevant internet sources. The approach used by the author is to look at Plato's views regarding the three souls leadership model. Apart from that, to complete this work the author uses several reference sources from other theories. The results of this research show that the characteristics of a leader according to Plato are leaders who are able to be a driving force in carrying out their duties and responsibilities, who must prioritize the logistics part of the soul which will lead to wisdom. Being a leader does not mean having to ignore biological needs and the desire to be the best and be recognized by others, but must remain under the control of reason and thought, so that everything can run well, thereby creating harmony. Keywords: Body, Leadership, Ratio, Soul.   Abstrak: Kepemimpinan merupakan proses yang memiliki usur menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi dan mampu menjadi panutan bagi orang lain, yang dijalankan oleh sang penggerak yang disebut pemimpin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana kajian praktis dari seorang pemimpin berdasarkan pandangan Plato tentang Three Jiwa Manusia. Tujuan lainnya adalah untuk menemukan bagaimana seorang pemimpin dalam menjadikan akal (rasio) jiwa dan tubuh dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin. Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif dengan sumber rujukan kepustakaan seperti buku, artikel dan sumber internet yang relevan. Pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah dengan melihat pandangan dari Plato mengenai model kepemimpinan dalam tiga jiwa. Selain itu, untuk melengkapi karya tersebut penulis menggunakan beberapa sumber rujukan dari teori lainnya. Hasil dari penelitian tersebut bahwa karakteristik seorang pemimpin menurut Plato adalah pemimpin yang mampu menjadi penggerak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, harus mengutamakan bagian jiwa logistikon yang akan membawa pada kebijaksanaan. Pemimpin bukan berarti harus mengabaikan kebutuhan biologis dan hasrat untuk menjadi yang terbaik dan diakui oleh orang lain, tetapi harus tetap berada di bawa kontrol akal dan pikiran, agar semua dapat berjalan dengan baik, sehingga tercipta keharmonisan. Kata kunci: Jiwa,Kepemimpinan, Rasio, tubuh
Church and Science: Developing Missionary Leadership in The Digitalization Era Sirait, Rajiman Andrianus; Nainggolan, Alon Mandimpu; Novianti, Delpi
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i2.129

Abstract

Abstract: This study investigates the concept of missionary leadership in the digital age, as well as the associated challenges and adaptation strategies. Utilizing literature and the Bible as primary sources, the study utilizes a qualitative descriptive research design and a library research methodology. The objectives of this study are to explicate the concept of missionary leadership in the digital era and to investigate the problems and solutions associated with its adaptation. In light of technological advancements, the findings emphasize the significance of effective and pertinent missionary leadership. The church is encouraged to improve its technical, management, and communication skills in order to effectively carry out its mission in the digital landscape and meet the changing requirements of the congregation. By establishing a balance between the use of technology and personal relationships, the church can leverage digital platforms to advance its mission while remaining consistent with its core values.   Keywords: Church, Digitalization, Missionary Leadership, Science.   Abstrak: Studi ini menyelidiki konsep kepemimpinan misionaris di era digital, serta tantangan dan strategi adaptasi yang terkait. Dengan menggunakan literatur dan Alkitab sebagai sumber utama, penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kepemimpinan misionaris di era digital dan untuk menyelidiki masalah dan solusi yang terkait dengan adaptasinya. Dengan adanya kemajuan teknologi, temuan-temuan penelitian ini menekankan pentingnya kepemimpinan misionaris yang efektif dan relevan. Gereja didorong untuk meningkatkan keterampilan teknis, manajemen, dan komunikasinya agar dapat secara efektif menjalankan misinya dalam lanskap digital dan memenuhi kebutuhan jemaat yang terus berubah. Dengan membangun keseimbangan antara penggunaan teknologi dan hubungan pribadi, gereja dapat memanfaatkan platform digital untuk memajukan misinya sambil tetap konsisten dengan nilai-nilai intinya.   Kata kunci: Digitalisasi, Gereja, Ilmu Pengetahuan, Kepemimpinan Misionaris.
Penggunaan Problem Solving Melalui Pendekatan Coaching dalam Kepemimpinan Kristen Masa Kini Firman Apri Yanto, Guntur; Willyam, Verry
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v4i2.131

Abstract

The church in its physical form and organism is a realm of service that has existed since ancient times until now. Leaders are always needed in the church according to the times. Many Christian leaders are faced with choices and decisions to solve problems in ministry. Service problems must be resolved wisely and precisely. Therefore Christian leaders must continue to learn to improve their problem-solving skills or solve problems. It is good to use a coaching approach to improve problem-solving skills or solve problems for Christian leaders in church and community. This paper is based on the results of a literature study that examines primary sources or existing research and scientific writings using qualitative methods and is explained descriptively. This paper describes the complexity of the problems faced by Christian leaders in the church and shows the effectiveness of the coaching approach to improve the ability of Christian leaders to solve problems faced appropriately in church and community services. Gereja dalam bentuk fisik maupun organisme merupakan ranah pelayanan yang ada sejak jaman dulu hingga sekarang. Pemimpin selalu dibutuhkan dalam gereja sesuai perkembangan zaman. Pemimpin Kristen banyak diperhadapkan dengan pilihan maupun keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam pelayanan. Masalah-masalah pelayanan harus diselesaikan dengan bijak dan tepat. Oleh sebab itu pemimpin Kristen harus terus belajar dalam meningkatkan kemampuan problem solving atau memecahkan masalah. Hal itu baik jika menggunakan pendekatan coaching dalam meningkatkan kemampuan problem solving atau memecahkan masalah pada pemimpin Kristen baik di gereja maupun komunitas. Tulisan ini berdasarkan hasil studi pustaka yang mengkaji sumber-sumber utama ataupun penelitian serta tulisan ilmiah yang ada dengan metode kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Tulisan ini menguraikan kompleksitas masalah-masalah yang dihadapi pemimpin Kristen dalam gereja dan menunjukkan efektifitas pendekatan coaching untuk meningkatkan kemampuan pemimpin Kristen dalam memecahkan masalah yang dihadapi dengan tepat dalam pelayanan gereja maupun komunitas.
Ethical Attitude of the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH) Towards the 2024 Political Year in North Halmahera F. Dalensang, Ramelia
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v5i1.133

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to find out the ethical attitude of the Church to prevent the impact of election differences in political moments and to be involved in practical politics. This study employs a qualitative methodology utilizing a descriptive-analytic approach. According to the study's findings, the process of familiarizing the congregation with politics has been ongoing for a considerable period in the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH) in North Maluku. However, the issue is that this socialization effort has yet to be successfully implemented among all congregation members. Another research finding about the Church's engagement in practical politics is that GMIH abstains from engaging in practical politics. The Church aims to foster a comprehensive comprehension of politics. It encourages all congregation members to exercise their rights to vote and run for office in the upcoming 2024 regional elections.   Keywords: Church, Ethical Attitude, Politic.   Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap etis Gereja untuk mencegah dampak perbedaan pemilihan dalam momen politik dan dapat terlibat dalam politik praktis. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Berdasakan hasil penelitian, proses sosialiasi kepada jemat untuk memberikan pemahaman yang baik kepada jemat tentang politik, telah di lakukan sejak lama kepada jemaat, namun yang menjadi permasalahan adalah bahwa kegiatan sosialisasi ini belum dapat di laksanakan ke seluruh jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) yang ada di Maluku Utara. Hasil penelitian yang lain terkait keterlibatan Gereja dengan politik praktis adalah GMIH tidak terlibat dalam politik praktis. Gereja hadir untuk memberikan untuk memberikan pemahaman politik yang baik, dan mengajak seluruh jemat untuk memberikan haknya baik untuk memilih dan dipilih pada pemilu maupun pemilukada tahun 2024.   Kata Kunci: Gereja, sikap etis, politik.