cover
Contact Name
Ardi
Contact Email
ardi.fai@umi.ac.id
Phone
+6281242956256
Journal Mail Official
altafaqquhjournal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo KM. 5, Makassar Sulawesi Selatan 90231 Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law
ISSN : -     EISSN : 27209164     DOI : http://dx.doi.org/10.33096/altafaqquh.v2i1.76
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law is a peer-reviewed journal, published twice a year [January and July] by UMI, Muslim University of Indonesia. It is available online as open access sources as well as in print. Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law publishes articles in Islamic Law. The journal specializes in Islamic law studies, including Islamic family law, Islamic economic law, Islamic criminal law, Islamic constitutional law, zakat and waqf law, and thoughts of contemporary Islamic law.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020): January" : 9 Documents clear
Mubhamat Al-Qur'an: Telaah Konsep dan Kaidah Mubham dalam Al-Qur'an Salim Hasan
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.20

Abstract

Al-Qur'an merupakan wahyu yang bersifat universal sebagai petunjuk umat manusia di muka bumi ini. Secara tekstual, setiap ayat Al-Qur'an saling menjelaskan satu dengan yang lainnya. Disinilah letak mubhamat dalam Al-Qur'an sebagai sesuatu yang tersembunyi yang harus dipahami. Penulisan ini difokuskan pada konsep mubham dalam Al-Qur'an dan bagaimana kaidah-kaidah mubham dalam Al-Qur'an. Pendekatan yang dipakai adalah kajian kepustakaan. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa; (1) mubham adalah suatu lafaz yang maknanya tidak jelas, sehingga untuk memahaminya diperlukan dalil lain. Sebab-sebab atas ketidakjelasan (mubham) dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Di antaranya karena suatu ayat yang mubham telah dijelaskan pada ayat lainnya. Dan karena yang diharapkan sudah jelas karena popularitasnya, dan (2) Kaidah-kaidah mubham, yaitu; (a)  tidak diperlukan mencari hal-hal yang mubham yang telah diberitakan Allah swt., karena hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. (b) Pada dasarnya bahwa apa saja yang lafaznya mubham dalam Al-Qur'an, maka tidak diperlukan berpanjang lebar untuk mengetahuinya. (c) Ilmu mengenai mubham tergantung kepada dalil naqli saja dan tidak ada peluang bagi masuknya unsur ra’yu (pendapat).
Penyakit Perspektif Al-Tibb Al-Nabawy Bahman Bakka
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.10

Abstract

Al-tibb al-Nabawi adalah pengobatan yang meliputi jasmani, sosial, mental dan spritual bagi individu, masyarakat dan kemanusiaan sepanjang masa, Al-Tibb al-Nabawi bukan sekedar pengobatan dalam pengertian sempit, sebagaimana pada istilah penyembuhan dalam kedokteran modern bahkan sering disebut sebagai pengobatan alternatif, al-tibb al-nabawi adalah petunjuk dari Nabi, sebagai Rasulullah saw. yang diberi ilmu dan akhlak, dan dengan wawasan psikologis yang lurus. Beliau mencapai pengetahuan tentang seluruh aspek kejiwaan manusia. Beliau juga sangat berpengalaman dalam memahami segala fenomena kehidupan desa dan kota. Atas semua itu, beliau menerima wahyu ilahi yang melampaui batas kemampuan manusia biasa.
Dampak Sosial Media Bagi Pembinaan Anak dalam Keluarga Syarifa Raehana; Jufri M. Zain
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.23

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosial media terhadap perkembangan perilaku anak dan dampaknya bagi pembinaan anak dalam keluarga. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Simpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan sosial media memiliki dampak postif dan negatif bagi siswa. Dengan adanya media sosial dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan keharmonissan dalam lingkup rumah tangga. Media sosial dapat dijadikan saran untuk mempererat silaturahmi antar keluarga. Dibutuhkan kebijaksanaan ornag tua dalam mendidik anak agar anak menggunakan media sosial dengan cerdas, untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan potensi dirinya. Perlu ada keseimbangan antara pengguna media sosial dan menjaga keharmonisan keluarga.
Masyaqqah dan Rukhshah Bagi Orang Sakit Yush Nawwir
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.11

Abstract

Masyaqqah dan rukhshah adalah ibarat dua sisi mata uang yang berbeda namun tak dapat dipisahkan. Hubungan keduanya bisa disebut sebagai hubungan sebab akibat, artinya setiap ada masyaqqah dalam menunaikan kewajiban, maka harus ada rukhshah dalam melaksanakan kewajiban tersebut sehingga seorang mukallaf yang diberi kewajiban mampu menunaikan kewajibannya dalam bentuk yang lebih mudah dan longgar. Dengan cara seperti ini, maka seseorang mukallaf akan mengetahui bahwa sebuah kewajiban harus ditunaikan walau dalam kondisi apapun dan akan merasakan betapa rahmat Allah swt senantiasa menyertai manusia.
Training of Trainer Penyelenggaraan Jenazah Bagi Tokoh Masyarakat Andi Darmawangsa; Nuraeni Abdullah
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian pada masyarakat salah satu tujuannya adalah untuk memberikan wawasan dan membekali pengetahuan serta kemampuan Masyarakat kampung Kasuarrang kelurahan Allepolea Kabupaten Maros yang merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Selatan yang penduduknya agamis, yang ditandai dengan maraknya kegiatan Majelis Taklim Ibu-Ibu, maupun kegiatan Majelis zikir. Akan tetapi dalam hal pengurusan jenazah, sumber daya yang memiliki keahlian masih terbatas pada orang-orang tertentu saja. Sasaran pengabdian pada masyarakat adalah tokoh Masyarakat dan ibu-ibu Majelis Taklim Masyarakat kampung Kasuarrang kelurahan Allepolea Kabupaten Maros dengan dua tahapan kegiatan yakni teori dan praktek tentang penyelenggaraan jenazah. Adapaun pelaksanaannya dilakukan dengan pelatihan menggunakan metode ceramah yakni dengan Teknik ceramah dan tanya jawab, serta dilanjutkan dengan metode praktikum. Dari hasil kegiatan pengabdian tersebut menunjukkan bahwa antusias masyarakat tentang pelatihan penyelenggaraan jenazah sangat positif yang dibuktikan dengan partisipasi peserta mencapai 23 orang, respon masyarakat yang ditunjukkan dengan kehadirannya dalam kegiatan tersebut, dan kesesuaian materi tentang penyelenggaraan jenazah dengan kebutuhan pemahaman masyarakat tentang hal tersebut
Wisata Halal Sebagai Implementasi Konsep Ekonomi Syariah Samsuduha Samsuduha
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.13

Abstract

Sektor pariwisata merupakan komoditas yang menguntungkan. Saat ini, sektor wisata banyak dikembangkan di berbagai negara. Salah satu karakteristika wisata ini dikenal dengan wisata halal yang menerapkan standar Islam dalam proses pelayanannnya. Wisata halal merupakan pelayanan yang terintegrasi dengan konsep ekonomi syariah. Landasan utama wisata halal ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Praktek pelayanan wisata halal memerhatikan nilai universal ajaran Islam, yaitu; (1) tauhid (keesaan), yakni penyediaan sarana masjid; (2) ‘adl (keadilan), praktek pelayanan secara berkeadilan beras hak asasi manusia; (3) khilafah (pemerintahan), dengan cara meregulasi aturan hukum yang bernafaskan Islam;  (4) nubuwwah (kenabian), memerhatikan etika kenabian; dan (5) ma’ad (return), implikasi ekonomi tidak hanya untuk dunia tapi juga agama. Penerapan wisata halal merupakan penerapan konsep ekonomi Islam. Wisata halal merupakan jalan dakwah. Desain kebijakan yang mendukung realisasi setiap konsepnya merupakan upaya mendukung dakwah Islam. Selain itu, seorang muslim yang berwisata halal secara langsung terlibat dalam proses dakwah menyiarkan nilai-nilai universal ajaran Islam.
Geneologi Radikalisme Di Indonesia (Melacak Akar Sejarah Gerakan Radikal) Wahyudin Hafid
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.37

Abstract

Gerakan radikalisme adalah sikap atau semangat yang membawa kepada tindakan yang bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan yang mapan dengan menggantinya dengan gagasan atau pemahaman baru dan gerakan perubahan itu kadang disertai dengan tindak kekerasan (violence). Bila dilihat dari pemahaman agama, maka gerakan radikalisme agama dapat dimaknai sebagai gerakan yang berpandangan kolot dan jumud serta kaku (tekstualis) dan sering menggunakan kekerasan atau memaksakan pendapat dan pandangan keagamaan serta menganggap hanya pemahaman agamanya saja yang benar dan paling sesuai al-Qur’an dan hadis. Kemunculan radikalisme atau gerakan "al-tatharruf" disebabkan oleh banyak faktor antara lain:Pengetahuan agama yang setengah-setengah melalui proses belajar yang doktriner. Literal dalam memahami teks-teks agama (tekstualis).Berlebihan dalam mengharamkan banyak hal yang justru memberatkan umat.Lemah dalam wawasan sejarah dan sosiologi sehingga fatwa-fatwa mereka sering  bertentangan dengan kemaslahatan umat, akal sehat, dan semangat zaman. Radikalisme tidak jarang muncul sebagai reaksi terhadap bentuk bentuk radikalisme yang lain seperti sikap radikal kaum sekular yang menolak agama. Perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, ekonomi, dan politik di tengah-tengah masyarakat. Radikalisme tidak jarang muncul sebagai ekspresi rasa frustasi dan pemberontakan terhadap ketidakadilan sosial yang disebabkan oleh mandulnya kinerja lembaga hukum. Radikalisme merupakan gejala umum yang bisa terjadi dalam suatu masyarakat dengan motif beragam, baik sosial, politik, budaya maupun agama, yang ditandai oleh tindakan-tindakan keras, ekstrim, dan anarkis sebagai wujud penolakan terhadap gejala yang dihadapi.
Makna Menghafal Al-Qur’an Bagi Masyarakat Said Syarifuddin; Samad Baso
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.18

Abstract

Masyarakat Lempangeng mempunyai tradisi menghafal al-Qur'an yang diwarisi dari generasi ke generasi. Penelitian ini berusaha untuk menyingkap tradisi masyarakat Lempangeng menghafal al-Qur'an sejak priode 80-an hingga penghujung tahun 90-an dan priode 2000-an hingga saat sekarang (2019). Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap model air, yaitu reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Namun tiga tahap tersebut berlangsung secara simultan,dengan tujuan untuk menyajikan data dan informasi yang akurat bagi para pejabat Kementerian Agama dalam menyusun kebijakan pembangunan dalam bidang agama dan masyarakat umum yang ingin menekuni menghafal al-Qur'an.Dalam penelitian ditemukan kegiatan kegiatan tahfizh al-Qur'an pernah ramai dan semarak di kampong Lempangeng, yaitu pada priode tahun 80-an hingga priode penghujung tahun 90-an. Pada priode ini masyarakat lempangeng memeliki motivasi yang kuat dalam menghafal al-Qur'an. Sementara masyarakat yang menekuni tahfizh al-Qur'an setelah priode tersebut, yaitu tahun 2000-an hingga saat ini (2019) memiliki motivasi yang lemah. Saat ini, kegiatan tahfizh al-Qur'an di Lempangeng sudah tidak ramai lagi.Masyarakat yang menekuni dan  juga sudah tidak menerapkan metode tahfizh al-Qur'an secara penuh, seperti yang digunagan oleh generasi sebelumnya.Akibatnya, hasil hafalan al-Qur'an yang dicapai tidak memuaskan. Oleh karena itu, untuk membangun kembali kegiatan tahfizh al-Qur'an yang semarak, guna mencetak hafizh-hafizh al-Qur'an di Lempangeng, maka dibutuhkan bantuan dan kerjasama dari beberpa pihak, mulai dari masyarakat setempat, masyarakat yang pernah menekuni tahfizh di kampong itu, maupun pemerintah daerah Kab. Pangkep, guna mengembalikan tradisi tahfizh yang pernah semarak di kampong itu
Al-Rada'ah Perspektif Hadis Muhammad Wakka
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.40

Abstract

Al-Rada'ah menurut syara yaitu proses menyedot putting pada usia kurang lebih dua tahun pada anak kecil telah sampai air susu manusia pada lambungnya. Rukun al-Rada'ah terdapat 2 poin, yaitu anak yang menyusu dan wanita yang menyusui baik dewasa, dalam keadaan haid, hamil atau tidak. Syarat al-Rada'ah terdapat 5 poin, yaitu: air susu yang diberikan kepada anak susuan harus dihasilkan dari hubungan yang sah, Air susu itu masuk kerongkongan anak, Masuknya air susu boleh melalui jalan mulut ataupun lewat hidung, dan meneteknya masih dalam usia bayi. Selain hukum syara’ al-Qur'an dan hadis juga membahas tentang al-Rada'ah. Terdapat beberapa hadis yang membahas tentang al-Rada’ah dengan sudut pandang yang berbeda-beda, seperti: bilangan dan bentuk susuan yang dapat mengharamkan, menyusui orang dewasa dan lain sebagainya. Adapun hikmah dari al-Rada’ah pembesaran tulang dan penumbuhan daging akibat pasokan makanan yang berupa susu. Dengan demikian, maka perempuan yang menyusui menjadi ibu susuan karena dia adalah bagian dari anak itu secara hakikat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9