cover
Contact Name
Fahruddin
Contact Email
fahruddin@upy.ac.id
Phone
+6282134949368
Journal Mail Official
fahruddin@upy.ac.id
Editorial Address
https://journal.upy.ac.id/index.php/karmawibangga/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KARMAWIBANGGA: Historical Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 27154483     DOI : 10.31316
Core Subject : Education, Social,
The journal publishes writings on (1) historiography, (2) philosophy of history, (3) history of education, and (4) history educaiton. Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. Philosophy of history, the study either of the historical process and its development or of the methods used by historians to understand their material. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 99 Documents
PUSARAN PERISTIWA PEMBANTAIAN DUKUN SANTET BANYUWANGI 1998 Al Farisy, Fikrudz Dzikri; Ajat Sudrajat
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7318

Abstract

Tahun 1998 bisa dikatakan menjadi salah satu periode kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tahun tersebut Indonesia tidak hanya dihadapkan dengan Reformasi melainkan juga beberapa peristiwa penting seperti Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Peristiwa ini merupakan serangkaian pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga sebagai dukun santet di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Meskipun pada faktanya orang-orang terduga dukun santet tersebut tidak dapat dibuktikan baik secara hukum maupun ilmiah,. Tuduhan dukun santet kemudian menjadi semacam pembenaran terhadap aksi pembunuhan yang terjadi sepanjang Februari-Desember 1998. Berangkat dari komplektivitas yang terjadi, penelitian ini akan mencoba untuk mengungkapkan siapa pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menggunakan pendekatan Ilmu Sosial-Politik dikarenakan apa yang akan dibahas dalam penelitian ini berkaitan erat dengan aspek sosial-politik. Dengan berbagai analisis mendalam penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa tidak ada pemain tunggal dalam Peristiwa Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998. Kata Kunci : Pembantaian, Dukun Santet, Banyuwangi
PENDIDIKAN PEREMPUAN: DEWI SARTIKA DAN SEKOLAH KAUTAMAAN ISTRI 1904-1942 Indra Rahmat Jatnika
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7320

Abstract

Education for indigenous women during the Dutch Colonial era was still a difficult thing to do. At that time, women were constrained by the culture of society that women were considered not to have to or even did not need to attend school, especially for the lower middle class. Education for women is an interesting topic to study, therefore the purpose of this study is to determine the background of the establishment of the Kautamaan Istri school and its development in 1904-1942. The method used in this study is the literature study method. The research method used is the historical research method, starting from the heuristic stage, source verification, interpretation, and historiography. The results of this study are that Dewi Sartika's thoughts on education for women are influenced by her family background and the environment in which she lives. Dewi Sartika wants women to be useful for themselves, their families and society. Therefore, Dewi Sartika built the Kautamaan Istri School on January 16, 1904. Dewi Sartika believes that women must have knowledge, so that they do not depend on others, so through education for women, young women are directed to apply values ​​and norms according to applicable regulations. The curriculum taught at the Kautamaan Istri School includes cooking, washing, sweeping, taking care of the household as well as reading, writing and arithmetic. Because the purpose of this school is to prepare competent women to educate children and take care of the household.
POETRY BATTLE JOGJA HIP-HOP FOUNDATION: AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN HIP-HOP DI INDONESIA Muhammad Zaini Almasykur
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibhangga.v7i01.7321

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengkaji fenomena Poetry Battle yang diinisiasi oleh Jogja Hip-Hop Foundation sebagai sebuah inovasi unik dalam lanskap musik Indonesia. Dengan menggabungkan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana Poetry Battle berhasil menyinergikan elemen-elemen estetika tradisional Jawa, seperti tembang macapat dan gamelan, dengan ritme dan lirik khas hip-hop kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Poetry Battle tidak hanya melahirkan genre musik baru yang menarik, tetapi juga memiliki peran yang signifikan dalam pelestarian budaya Jawa dan pembentukan identitas lokal. Poetry Battle tidak hanya menjadi wadah bagi kreativitas musikal, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai sosial dan budaya yang relevan dengan generasi muda. Poetry Battle ini juga menjadi ruang dialog yang produktif antara generasi tua dan muda, sehingga memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan nilai-nilai budaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Poetry Battle merupakan sebuah fenomena yang menarik dan patut dikaji lebih lanjut. Poetry Battle tidak hanya menjadi bukti keberhasilan dalam menggabungkan tradisi dan modernitas dalam musik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan musik Indonesia yang lebih inklusif dan relevan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang peran musik dalam pelestarian budaya dan pembentukan identitas. Kata Kunci: Poetry Battle, Akulturasi Budaya, Tradisional, Hip-Hop
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MENGGUNAKAN MEDIA PROLEARNER SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 SAPURAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 SANTOSA, RINTO BUDI
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v6i2.958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sapuran Wonosobo dengan menggunakan media prolearner. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sapuran tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 28 siswa, yang terdiri dari 19 siswa laki- laki dan 9 siswa perempuan. Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari beberapa kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar tes prestasi belajar, lembar observasi, dan kamera. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Indikator penelitian ini adalah minimal 75% dari seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran telah mencapai taraf kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan yaitu nilai ≥ 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media prolearner dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sapuran. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa sebelum dilakukan tindakan dan sesudah dilakukan tindakan. Nilai rata-rata kelas sebelum dikenai tindakan yaitu 59, pada siklus I meningkat menjadi 77,1 dan pada siklus II menjadi 81,6. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada pra tindakan sebanyak 11 siswa atau sebesar 39,3%, pada siklus I meningkat menjadi 18 siswa atau sebesar 64,3%, dan pada siklus II menjadi 25 siswa atau sebesar 89,3%. Katakunci: Prestasi Belajar Sejarah, Media Pro-Learner
NILAI-NILAI FILOSOFIS TARI SADA SABAI DI DESA ANYAR, BUAY PEMUKA BANGSA RAJA, OGAN KOMERING ULU TIMUR, SUMATERA SELATAN Suyanto, Edi
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v6i2.1031

Abstract

Tujuan dari  penelitian ini adalah melihat bagaimana Sejarah tari sada sabai di Desa Anyar , Buay Pemuka Bangsa Raja, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, bagaimana Prosesi pelaksanaan tari sada sabai di Desa Anyar, Buay Pemuka Bangsa Raja, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, dan apa Nilai-nilai Filosofis yang terkandung di dalam Tari Sada Sabai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Langkah-langkah penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder dari buku-buku yang disajikan oleh badan perpustakaan daerah. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Dari hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa sejarah tari sada sabai itu bermula dari datangnya pesirah lampung ke bumi sriwijaya sehingga terciptalah tarian tersebut, prosesi pelaksanaan tarian ini sendiri diawali dengan pisaan pengantar atau syair nasehat yang dibacakan oleh tetua adat setempat lalu kemudian tari ini dimulai, nilai-nilai filosofis dari tarian adalah bentuk penganbdian awal sang menantu terhadap mertuanya maupun orang tua sendiri akan tetapi ada juga yang mengatakan dari informan yang saya dapati mengatakan bahwa tarian ini juga menggambarkan ungkapan rasa syukur, kegembiraan, kebahagiaan, kebersamaan dan keceriaan. Kata kunci: Nilai-nilai Filosofis, Sejarah, Prosesi ,Tari Sada Sabai
PERAN RUMAH SANDI PADA MASA AGRESI MILITER BELANDA II DI KALURAHAN PURWOHARJO, SAMIGALUH, KULON PROGO, YOGYAKARTA TAHUN 1948-1949 sigit
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v6i2.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Sejarah sejarah rumah sandi di Kalurahan Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. 2) Biografi dr. Roebiono Kertopati sebagai Bapak Persandian Negara Republik Indonesia. 3) Peran rumah sandi pada masa Agresi Militer Belanda II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu trianggulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Sejarah rumah sandi di Kalurahan Purwoharjo pada awalnya merupakan rumah milik warga sipil yang bernama Mertosoetomo. Rumah tersebut dipilih karena letaknya yang strategis. 2) dr. Roebiono Kertopati lahir di Ciamis pada tanggal 11 April 1914 merupakan Bapak Persandian Negara Indonesia sebagai pelopor berdirinya badan persandian dengan nama Dinas Code. 3) Peran rumah sandi yaitu sebagai markas perang dan tempat tinggal para tentara, sebagai pos pemeriksaan ke-2 sebelum ke Banaran, sebagai tempat untuk menyusun dan pengolahan sandi, dan sebagai kantor sementara Dinas Code dari Yogyakarta menuju Kulon Progo.   Kata Kunci : Peran, Rumah Sandi, Agresi Militer Belanda II
PENGARUH KULTUR SEKOLAH DAN SISTEM ZONASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 2 BANTUL TAHUN AJARAN 2020/2021 Saputri, Silvia Niken
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v5i2.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pengaruh kultur sekolah terhadap prestasi belajar sejarah; 2) pengaruh sistem zonasi terhadap prestasi belajar sejarah; 3) pengaruh kultur sekolah dan sistem zonasi terhadap prestasi belajar sejarah peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Bantul tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi. Populasi berjumlah 288 peserta didik dan diambil sampel sebanyak 165 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan angket yang telah diuji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan kultur sekolah terhadap prestasi belajar dengan harga thitung =        -0,172 dan harga ttabel = 1,960 dengan nilai Sig. > 0,05; 2) terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan sistem zonasi terhadap prestasi belajar dengan harga thitung = -1,122 dan harga ttabel = 1,960 dengan nilai Sig. > 0,05; 3) terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan secara bersama-sama kultur sekolah dan sistem zonasi terhadap prestasi belajar dengan harga Fhitung = 0,626 dan Ftabel = 3,06 dengan nilai Sig. > 0,05.   Kata Kunci: Kultur Sekolah, Sistem Zonasi, Prestasi Belajar Sejarah               
SISTEM PEMERINTAHAN PAKU ALAM V DI MASA PENJAJAHAN HINDIA BELANDA PADA TAHUN 1878 – 1900 Hidayat, Mahadi
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v5i2.1837

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh Paku Alam V dalam menjalankan roda kehidupannya dan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintahan Paku Alam V khususnya di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis atau sejarah. Pemilihan metode ini karena objek yang dikaji adalah peristiwa masa lalu. Langkah-langkah dalam metode historis ini dimulai dari mengumpulkan sumber, kritik sumber, Interpretasi, kemudian historiografi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu mengenai bangkitnya sistem Pemerintahan Pakualaman pada masa kepemimpinan Paku Alam V dari krisis ekonomi dengan cara melakukan penghematan dalam skala besar di lingkup internal kadipaten maupun dalam sistem ekonomi masyarakat. Kata kunci: Kadipaten, Paku Alam V, Pemerintahan  
Peta Abdi Dalem Dalam Pelaksanaan Sekaten Yogyakarta tahun 2019 Munandar, Haris Mustaqim
KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/karmawibangga.v6i2.2232

Abstract

Abstrak              Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) proses menjadi Abdi Dalem, (2) peran Abdi Dalem di lingkungan keraton, (3) keterlibatan Abdi Dalem Prajurit dan Gamelan dalam pelaksanaan Sekaten.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah historis dengan langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.            Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Proses menjadi Abdi Dalem melalui seleksi, harus bisa berbahasa Jawa dengan baik, sopan santun di dalam tindakan, WNI, usia minimal 17-45 tahun, (2) Peran Abdi Dalem di lingkungan Keraton selalu terlibat dalam pelaksanaan Sekaten, menjadi penjaga dan penyangga budaya di Keraton, (3) keterlibatan Abdi Dalem Prajurit dan Gamelan dalam pelaksanaan Sekaten, Abdi Dalem Prajurit berperan sebagai pengawal dalam pelaksanaan Miyos Dalem, Kundor Gongso sedangkan Abdi Dalem Gamelan mempersiapkan kelengkapan kesenian Miyos Dalem dan Kundor Gongso. Kata Kunci : Abdi Dalem, Peranan, Sekaten 

Page 10 of 10 | Total Record : 99