cover
Contact Name
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Contact Email
nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6285755479000
Journal Mail Official
jurnal_arsitektur_pengilon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Department of Architecture, Institut Teknologi Nasional Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 15011410     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pengilon is an academic journal written by bachelor student of architecture department, Institut Teknologi Nasional Malang. Pengilon covers wide variety topics in the context of built environment, architecture, and urbanism.
Articles 446 Documents
PUSAT REHABILITASI KORBAN GEMPA BUMI TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Rizki Amalia Maulana; Adhi Widyarthara; Bambang Joko Wiji Utomo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di jalur aktif gempa karena di kelilingi oleh cincin api pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah diguncang gempa bumi, seperti di Aceh tahun 2004, Lombok 2018 dan Palu 2019. Gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan fisik, korban jiwa dan efek traumatik seperti kecemasan, ketakutan, serta kegelisahan yang tak berkesudahan. Trauma ini disebut dengan PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder. Korban PTSD ini perlu penanganan khusus untuk penyembuhannya karena trauma ini berbeda dengan trauma psikis yang lainnya. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dibutuhkan pusat rehabilitasi korban gempa bumi untuk mewadahi program penyembuhan. Pendekatan alam dan penggunaan tema arsitektur hijau merupakan salah satu konteks desain yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan analisis prilaku traumatik korban gempa untuk menemukan konsep desain yang sesuai dengan kondisi pasien. Konsep bentuk yang di sesuaikan dengan keadaan tapak serta mengikuti zoning dan penyesuaian dengan tema arsitektur hijau yang memaksimalkan pencahayaan serta penghawaan alami pada bangunan. Konsep ruang di sesuaikan dengan jenis keadaan pasien, terdapat ruang berkumpul berkapasitas 6 sampai dengan 24 orang serta asrama bagi pasien yang memiliki trauma berat. Penggunaan struktur tahan gempa umumnya menggunakan bahan baja ringan dengan prinsip pemecahan massa bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil untuk meredam getaran lebih besar. Indonesia merupakan negara yang berada di jalur aktif gempa karena di kelilingi oleh cincin api pasifik atau ring of fire. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah diguncang gempa bumi, seperti di Aceh tahun 2004, Lombok 2018 dan Palu 2019. Gempa bumi tersebut mengakibatkan kerusakan fisik, korban jiwa dan efek traumatik seperti kecemasan, ketakutan, serta kegelisahan yang tak berkesudahan. Trauma ini disebut dengan PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder. Korban PTSD ini perlu penanganan khusus untuk penyembuhannya karena trauma ini berbeda dengan trauma psikis yang lainnya. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka dibutuhkan pusat rehabilitasi korban gempa bumi untuk mewadahi program penyembuhan. Pendekatan alam dan penggunaan tema arsitektur hijau merupakan salah satu konteks desain yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan analisis prilaku traumatik korban gempa untuk menemukan konsep desain yang sesuai dengan kondisi pasien. Konsep bentuk yang di sesuaikan dengan keadaan tapak serta mengikuti zoning dan penyesuaian dengan tema arsitektur hijau yang memaksimalkan pencahayaan serta penghawaan alami pada bangunan. Konsep ruang di sesuaikan dengan jenis keadaan pasien, terdapat ruang berkumpul berkapasitas 6 sampai dengan 24 orang serta asrama bagi pasien yang memiliki trauma berat. Penggunaan struktur tahan gempa umumnya menggunakan bahan baja ringan dengan prinsip pemecahan massa bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil untuk meredam getaran lebih besar.
ASRAMA MAHASISWA SUMBA BARAT DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR VERNAKULAR Natanael Nelson Pala; Gatot Adi Susilo; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang adalah sebuah kota pelajar dimana tingkat kepadatan di Kota Malang sangatlah banyak yang di pengaruhi oleh masyarakat yang terlalu banyak dan menetap atau tinggal di Kota Malang. Contoh tingkat kepadatan di Kota Malang yaitu banyaknya orang yang menuntut ilmu di Kota Malang yang memiliki sekolah dan perguruan tinggi yang sangat bermutu. Sehingga masyarakat yang tinggal membutuhkan tempat tinggal yang menjamin segala aktivitas dan kegiatannya. Maka muncullah sebuah ide untuk membangun sebuah asrama mahasiswa, asrama ini adalah tempat tinggal atau wadah bagi mahasiswa rantauan yang belum memiliki tingkat kenyamanan dan terjamin fasilitasnya, adanya perbedaan budaya serta adat antara Kota Malang dan Pulau Sumba maka tema yang di pakai pada tampilan bangunan asrama ini adalah arsitektur neo vernakular yang di ambil dari rumah adat Sumba Barat yang akan menyesuaikan dengan budaya dan tradisi di Kota Malang.
PUSAT OLAHRAGA PENYANDANG DISABILITAS (BOLA VOLI DUDUK DAN BOCCIA) TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Rizky Nurdiantimala; Adhi Widyarthara; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melakukan olahraga merupakan Aktivitas yang sering dilakukan dan banyak orang yang mengemari aktivitas ini. Akan tetapi, pembangunan untuk memenuhi aktivitas berolahraga ini kerap kali hanya tersedia untuk manusia normal pada umumnya tanpa mempertimbangkan serta memperhatikan pengguna yang memiliki perbedaan kemampuan atau difabel. Hingga saat ini fasilitas yang diberikan masih kurang ramah untuk pengguna disabilitas, sehingga perlu dilakukan pengembangan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut. Dalam perancangan Pusat Olahraga Penyadang Disabilitas ini melalui tahapan-tahapan.tahapan yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis, dan konsep. Bentuk massa bangunan respon terhadap bentuk tapak yaitu bentuk persegi.
CITY HOTEL BINTANG TIGA (***) DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Nor Afni Aristyawati; Lalu Mulyadi; Ghousthanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City Hotel Bintang 3 di Kota Malang merupakan Bangunan Business Hotel yang terletak tepat di Pusat Kota Malang dengan desain Modern Arsitektur, dan banyak digunakan oleh para Business Traveler yang berada di Kota Malang dan luar Kota Malang. City Hotel biasanya juga digunakan sebagai transit hotel. Para Business Traveler yang menghuni City Hotel biasanya memanfaatkan sarana dan prasarana bisnis yang disediakan City Hotel seperti Confention Room, Pre Function, dan Meeting Room, untuk menunjang kegiatan para Business, seperti kegiatan seminar, acara resmi perusahaan, bisnis, dan perdagangan.
PUSAT PEMBINAAN ANAK KORBAN KEKERASAN DI MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Maria Ratu Santa Insani; Daim Triwahyono; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat pembinaan anak korban kekerasan merupakan sebuah tempat untuk memberi pemulihan kondisi fisik maupun psikis anak dari tindakan kejahatan. Fasilitas ini dibuat untuk menjadi wadah bagi anak – anak korban kekerasan yang memerlukan pendampingan, pembinaan, serta keamanan dalam menjalani pemulihan dengan fasilias yang memadahai serta bertujuan untuk memberikan suatu komunitas yang dapat memberikan ‘awareness’ serta perlindungan kepada masyarakat terutama untuk membantu anak yang membutuhkan bantuan dan menambah kurangnya fasilitas pembinaan yang ada di Malang. Dalam mendukung perancangan bangunan ini, metode yang digunakan perlu untuk memperhatikan kondisi perilaku atau mental dari anak serta kondisi dari lingkungan sekitar tapak, hal ini tentunya merupakan salah satu upaya dalam merancang bangunan yang nyaman dan memperhatikan kesehatan mental anak. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, terutama anak dalam menjalani pemulihan dengan kondisi lingkungan yang baik dan aman dengan memperlihatkan efek dari bangunan serta kondisi sekitar terhadap proses pembinaan.
SURABAYA VERTICAL VILLAGE TEMA: EKOLOGI ARSITEKTUR Ariadi Sofyan; Breeze A. S. Maringka; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang mana masih menjadi topik isu permasalahan perkotaan yang ada. Salah satu permasalahan yang timbul diantaranya adalah kebutuhan masyarakat akan hunian rumah tinggal dengan keterbatasan lahan yang tersedia. Kepadatan penduduk juga menyebabkan timbulnya permukiman kumuh yang tidak layak huni, meninjau kota Surabaya juga sebagai salah satu kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Penyusunan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengulas/membahas mengenai cara mengatasi permasalahan-permasalahan perkotaan yang timbul dari kepadatan penduduk, yang dibuktikan melalui perencanaan objek rancangan Surabaya Vertical village ini guna mewujudkan hunian yang layak fungsi. Metode perancangan yang diterapkan dalam karya tulis ilmiah ini diantaranya adalah dengan melakukan observasi dan identifikasi terhadap kondisi yang ada dilapangan, serta konsep dan pemograman yang didapatkan melalui data primer. Teknik analisa data yang diterapkan diantaranya adalah dengan melakukan studi banding dan literatur terhadap beberapa objek rancangan yang serupa. Sementara itu, landasan teori yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini dengan menggunakan pendekatan terhadap beberapa aturan pemerintah mengenai Perumahan dan permukiman, Rumah susun/hunian vertikal serta beberapa literatur yang serupa mengenai kampung vertikal dengan konsep pendekatan terhadap Ekologi Arsitektur. Salah satu diantaranya adalah, Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 dan Heinz Frick 1998, mengenai Dasar-dasar Eko Arsitektur. Dengan melakukan pendekatan terhadap ekologi arsitektur, Surabaya Vertical Village atau kampung vertikal ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan perkotaan dan kepadatan penduduk yang ada. Sehingga mampu menciptakan lingkungan hunian yang sehat, nyaman, selaras dan ramah terhadap lingkungan.
STASIUN KERETA API DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Gisca Bunga Kasih; Lalu Mulyadi; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Malang sangat pesat sehingga berpengaruh pada penggunaan transportasi umum yang ada di Kota Malang. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Malang, maka kebutuhan transportasi umum juga semakin dibutuhkan untuk mewadahi kegiatan dan kebutuhan masyarakat luas yaitu dengan adanya moda transportasi darat seperti kereta api. Yang tidak hanya mudah di gunakan namun juga merupakan transportasi yang mudah dijangkau semua kalangan, dapat meminimalisir kemacetan, dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah wadah kegiatan untuk transportasi kereta api berupa stasiun.
AKADEMI DESAIN MODE DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Fransiska Vara Maruti; Lalu Mulyadi; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif muncul untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berbasis kreativitas, mode merupakan salah satu sub sektor dari industri kreatif di Indonesia, Perkembangan di Dunia mode juga berkembang cukup pesat, di Indonesia dunia mode memiliki peran yang cukup penting bagi perkembangan ekonomi dan industri kreatif. Peran pendidikan ditujukan untuk mendorong lahirnya generasi kreatif Indonesia , pada perkembangannya potensi mode di kota Malang cukup besar peminatnya dan belum tersedianya wadah pendidikan tinggi yang berfokus di bidang mode ini, Akademi Desain Mode di Kota malang ini akan mendukung ekonomi kreatif Indonesia dalam bidang pendidikan formal mode yang akan menciptakan desainer-desainer muda yang kreatif. Akademi Desain mode akan dirancang menggunakan tema Arsitektur Hijau yang akan mendukung pelestarian alam dan lingkungan.
BALINESE COTTAGE (COTTAGE BALI) DI KAWASAN PANTAI LOVINA TEMA: ARSITEKTUR ORGANIK Rika N.P. Pamungkas; Breeze A.S. Maringka; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balinese Cottage (Cottage Bali) di Kawasan Pantai Lovina di Kabupaten Buleleng, Kota Singaraja, Bali adalah bangunan komersial yng mewadahi kegiatan pengunjung wisata lokal maupun mancanegara dengan fasilitas penunjang dan potensi alam yang yang masih asri dan alami. Dengan menggunakan tema desain arsitektur organik dengan penataan fungsi dengan sedemikian rupa menggunakan konsep “Form Follow Function” untuk menyelaraskan antara arsitektur organik dengan penyesuaian dalam persyaratan arsitektur bangunan yang sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali, serta nilai-nilai kearifan lokal Bali yang terkait dalam penataan ruang. Dengan mengambil prinsip mengenai arsitektur organik yang mengkombinasikan dengan nilai-nilai yang ada, maka keluarlah karakteristik yang muncul dalam arsitektur organik ialah: kesederhanaan, dan ketenangan, korelasi alam dan topografi dengan arsitektur, warna alam, sifat bahan, serta integritas rohani dalam arsitektur.
PUSAT PERAWATAN DAN REKREASI LANSIA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Henny Puspita Sari; Lalu Mulyadi; Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keinginan manusia adalah hidup bahagia hingga tutup usia. Tidak dapat dihindari bahwasanya semakin bertambah usia semakin menurun produktivitas manusia. Manusia dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, lansia. Di suatu wilayah kota tentunya ada kelompok masyarakat yang memerlukan alternative khusus serta perhatian lebih dan dukungan dari lingkungan sekitar, yaitu kelompok lanjut usia. Banyak lansia yang ingin menikmati masa tuanya dengan hidup bahagia. Kenyataan yang sering kita jumpa yaitu kurang berdayanya lansia untuk memenuhi kebutuhan hidup nya karena keterbatasan fisik produktifitas yang ada. Kota Malang merupakan salah satu kota dengan populasi lansia yang cukup tinggi setiap tahunnya, namun masih jarang ditemukan wadah dengan fasilitas khusus untuk kebutuhan lansia yang bertujuan menampung kebutuhan beraktifitas, berefleksi, serta berekreasi para usia lanjut dalam satu tempat agar tetap produktif di usianya. Dengan ditemukannya permasalah ini digagaslah suatu ide untuk menciptakan wadah yang kompleks dengan berbagai macam fasilitas perawatan dan rekreasi untuk lansia berupa kesehatan, terapi, perawatan, olahraga, hiburan, hobby, taman lansia, hingga hunian lansia yang dikemas dalam satu wadah untuk menaungi kebutuhan lansia untuk beraktifitas, berefleksi, serta berekreasi dengan keterbatasan fisik produktifitas yang ada. Tidak hanya menerapkan elemen fisik atau bentuk yang modern tetapi juga mempertimbangkan unsur penyesuaian perilaku pelaku dalam merancang desain. Dengan menerapkan tema “Arsitektur Perilaku” berdasar psikologi arsitektur seperti susunan ruang, eksesbilitas dan sirkulasi ruang, bentuk, material, dan warna yang dapat diterapkan dalam perancangan bertujuan memahami karakter serta perilaku pelaku, terutama perilaku lansia sebagai pelaku utama. Sehingga dalam penataan ruang akan memudahkan lansia dalam beraktifitas.