Articles
446 Documents
GEDUNG SERBAGUNA YAYASAN PENDIDIKAN PRIMA SWARGA BARA TEMA: ARSITEKTUR MODERN
Arief Waspodo;
Budi Fathony;
Putri Herlia Paramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sangatta merupakan kota kecil yang ada di provinsi Kalimantan timur dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat ini dikarenakan pendatang yang berdatangan dari berbagai macam kota terutama penduduk dari pulau jawa, maka fasilitas- fasilitas umum sangat dibutuhkan untuk memenuhi berbagai macam kegiatan masyarakat, termasuk pengadaan gedung serbaguna. Gedung serbaguna ini akan dibangun untuk mewadahi kegiatan massal, seperti mewadahi kegiatan sekolah yayasan pendidikan prima Swarga bara. Dengan adanya gedung serbaguna, kebutuhan ruang akan terpenuhi dan dapat berdampak positif bagi pengguna gedung, baik dari pihak sekolah YPPSB maupun orang umum yang ingin menggunakan gedung serbaguna ini.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN DI TARAKAN TEMA: NEO VERNAKULAR
Arien Purina Virgiantara Riyanto;
Lalu Mulyadi;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terminal penumpang pelabuhan adalah terminal transportasi laut umum yang menyediakan layanan dan mengakomodasi berbagai kegiatan penumpang. Terminal penumpang pelabuhan ini adalah fasilitas yang diperlukan di Kota Tarakan, mengingat dari kondisi lapangan sudah memiliki pelabuhan tetapi tidak memiliki fasilitas yang memadai. Karena cukup padat, jalur sirkulasi antara penumpang dan pengunjung masih tidak dapat dibedakkan, dan penumpukan penumpang di ruang tunggu. Dalam hal ini, penumpang selalu menghadapi ketidaknyamanan saat menunggu kapal untuk merapat. Tujuan dari desain ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan dalam fasilitas berkendara. Pendekatan konsep yang diterapkan dalam perencanaan ini pada aspek fungsional terminal tersebut. Dari konsep ini, dapat diambil kesimpulan desain yang mengikuti bentuk dengan pola linear, dan desain yang mampu menyediakan fasilitas pendukung untuk pelayanan kepada penumpang.
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOPHILIC
Nabila Azizah;
Gatot Adi Susilo;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan karena merupakan salah satu pusat pendidikan di Jawa Timur. Gelar sebagai pusat pendidikan didukung dengan jumlah sekolah yang cukup besar juga peningkatan jumlah pelajar setiap tahunnya sehingga kota Malang menjadi salah satu kota yang menjadi pilihan bagi pelajar untuk melanjutkan sekolah, terutama bagi mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dengan potensi pelajar yang terus bertambah, maka muncul kebutuhan akan fasilitas pengembangan pendidikan di kota Malang sehingga diharapkan fasilitas perpustakaan dapat menjadi sarana belajar bagi masyarakat agar lebih meningkatkan budaya literasi sehingga menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan konsep Biophilic, diharapkan perpustakaan menjadi tempat untuk belajar bagi masyarakat dengan fasilitas yang menunjang produktifitas namun tidak memisahkan manusia dari alam.
GALERI SENI TENUN IKAT SUMBA TIMUR TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Ignatia Angeline;
Daim Triwahyono;
Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seni tenun ialah salah satu bidang seni yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, namun bila dibandingkan dengan bidang seni lain, seni tenun masih tertinggal. Seperti misalnya seni tenun ikat dari budaya Sumba Timur. Faktor yang paling berpengaruh dalam hal ini tidak lepas dari jumlah peminat seni tenun ikat Sumba Timur ini sangat banyak dan tidak terbatas untuk masalah umur, baik pelaku seninya maupaun penikmat seni tersebut. Melalui pendekatan arsitektur secara tipologi, yakni pendekatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi dan mendnatural objek perancangan, diharapkan Galeri Seni Tenun Sumba Timur dapat menjadi bangunan yang bukan hanya mewadahi senin tenun ikat namun juga menjadi angunan yang menjadi symbol dari kesenian tenun ikat dan wilayah Sumba Timur itu sendiri. Dengan kata lain pendekatan ini mempelajari lebih mendalam tentang kasus dari segi fungsi, langgam dan tentunya bentuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya Galeri Tenun Ikat Sumba Timur diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara kesenian dengan masyarakat, tetapi juga memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan kesenian itu yang terjadi di Indonesia khususnya di daerah mereka sendiri.
SMK PELAYARAN KAPAL PENANGKAP IKAN DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR ART DECO
Vico Novrialdo Fanani;
Breeze A. S. Maringka;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sekolah Menengah Kejuruan sebagai wadah pembelajaran vokasional telah menjadi sebuah wadah Pendidikan yang penting terhadap pengembangan kemampuan teknis masyarakat di Indonesia. Melalui wadah pembelajaran ini diharapkan kemampuan spesifik dari setiap warga Indonesia khususnya di Kota Malang dapat terus berkembang dengan baik dan tertata. Melihat besarnya daerah lautan di Indonesia, sangat disayangkan apabila dari generasi muda di Indonesia kurang dapat mengelola potensi alam Indonesia yang begitu besar ini, terlebih dari segi pelayaran dan perikanannya. Untuk itu diperlukan Pendidikan yang mendukung terorganisirnya masalah pelayaran dan perikanan ini. “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” kata Ir. Soekarno dalam pidatonya. Untuk mendidik siswa agar tidak melupakan sejarahnya maka dimunculkanlah unsur arsitektur art deco yang cukup sering digunakan pada zaman penjajahan sehingga para siswa tidak meninggalkan sejarah yang ada di Indonesia.
PUSAT KEGIATAN MAHASISWA TEMA: GREEN ARCHITECTURE
Devaredo;
Daim Triwahyono;
Debby Budi Susanti
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar, Seiring dengan perkembangan populasi pelajar yang sangat pesat, nyatanya hingga saat ini tanpa adanya perencanaan dan pembangunan fasilitas umum yang memadai, kebutuhan mahasiswa masih menumpang dari masyarakat sekitar. erta kurangnya fasilitas umum dan infrastruktur pendukung kebutuhan mahasiswa yang mewadahi berbagai aktifitas mahasiswa terutama di luar area kampus. Kota Malang memerlukan suatu wadah sebagai pusat interaksi dan kolaborasi bersama mahasiswa yang pada dasarnya terpisahkan oleh almamater kampus. Pusat kegiatan mahasiswa merupakan bangunan multifungsi dengan tujuan rekreasi, edukasi, kolaborasi dan kehidupan umum di luar lingkup kampus. Banyaknya aktivitas mahasiswa maupun event kreatif di kota Malang namun terbatasi oleh tempat acara yang biasanya diadakan di café ataupun co-working space yang kurang memfasilitasi kegiatan dan terbatasi dalam lingkup internal kampus. Sehingga perlunya pusat kegiatan mahasiswa sebagai ajang mahasiswa mewadahi minat dan bakat mereka, dan menjadi tempat yang menyediakan fasilitas untuk mahasiswa dalam menghabiskan waktu kosong setelah selesai kuliah serta mengkolaborasikan mahasiswa antar perguruan tinggi di kota Malang.
LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I DI BLITAR TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU
Amalita Saputri;
Adhi Widyarthara;
Ghoustanjiwani Adi Putra
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingkat kenakalan anak-anak dibawah umur di Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan tersebut dikarenakan pola hidup keseharian dan tekanan sosial, karena tuntutan hidup mereka melakukan tindakan kriminal. Anak yang telah melakukan tindak kriminal lebih tepat disebut sebagai anak yang bermasalah dengan hukum. Mereka ditempatkan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang pada umumnya penanganannya hanya memberikan efek jera, serta tidak ada penanganan khusus sehingga hak-haknya untuk tumbuh dan berkembang kurang diperhatikan. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya suatu perubahan dari berbagai bidang, salah satunya dari bidang arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan data yang akurat dan konkret. Metode kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Dari data-data tersebut akan dianalisis dengan konsep desain yang akan diangkat. Setelah analisa dapat disimpulkan bahwa perancangan dengan tema arsitektur perilaku dapat membantu anak-anak yang bermasalah dengan hukum tidak kehilangan hak-haknya sebagai anak serta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
PERANCANGAN GEDUNG CONVENTION DAN EXHIBITION CENTER DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER
Siti Fatmawati;
Breeze A.S. Maringka;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena daya keindahan alamnya yang luar biasa. Untuk mendukung potensi ini diperlukan tempat yang mampu mengakomodasi semua kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) untuk menjadi salah satu pariwisata yang berkembang pesat. Oleh karena itu, gedung konvensi & pameran perlu dibangun di kota-kota yang berkembang di bidang pariwisata, termasuk Kota Batu. Karena itu Kota Batu perlu membangun gedung pusat konvensi & pameran karena tidak ada fasilitas yang memadai untuk melakukan bisnis MICE. Metode yang digunakan dalam desain bangunan pusat konvensi & pameran adalah deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dan informasi. Mengingat kebutuhan ini, pendekatan arsitektur kontemporer diterapkan untuk menyediakan fasilitas dan fasilitas di Kota Batu dengan menekankan bentuk mengikuti fungsi dengan desain yang kekinian, bervariasi, fleksibel dan inovatif serta memperlihatkan gaya yang lebih baru.
Terminal Penumpang Pelabuhan Serui Papua TEMA: ARSITEKTUR METAFORA INTANGIBLE
Yacobus Adnan Sukamto Maay;
Gatot Adi Susilo;
Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelabuhan Serui merupakan salah satu bentuk jasa transportasi laut yang sangat berarti bagi perkembangan perekonomian dan peningkatan sumber daya alam bagi taraf hidup penduduk Kota Serui, keadaan pelabuhan di kota ini sudah tidak cukup dalam menampung penumpang dan barang yang semakin meningkat sehingga kapal yang lain harus menunggu untuk bertambat, membuat keadaan dermaga menjadi tidak teratur dan tidak nyaman. Dengan demikian pelabuhan Serui sudah harus mengalami penataan dan perluasan kemudian di data, dikompilasi dan dianalisa, perencanaan pengembangan fasilitas pelabuhan Serui dilakukan dari hasil ramalan arus naik turun penumpang sehingga fasilitas pelabuhan Serui terutama terminal penumpang yang harus diperbesar dan dilengkapi fasilitas terminal sehingga terminal dapat digunakan dan para penumpang dengan nyaman dalam menggunakan terminal pelabuhan ini.
HOTEL RESORT DI KAWASAN PERKEBUNAN JERUK GENTING KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS
Tri Handoko;
Gaguk Sukowiyono;
Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Posisi Kota Malang memang berdekatan dengan Kota Batu yang selama ini terkenal sebagai kota wisata. Jika wisatawan ingin ke Kota Batu maka harus melewati Kota Malang. Sebagai kota transit atau persinggahan wisata membuat Kota Malang juga menjadi kota wisata. Karena letaknya berada di pegunungan, Kota Malang memiliki iklim yang sejuk dan dingin sehingga banyak lahan yang dijadikan perkebunan. Selama ini Kota Malang terkenal dengan bunga dan apelnya, tetapi selain itu petani sekarang juga mengembangkan komoditas perkebunan jeruk. Wisata kebun jeruk yang sedang naik daun di Malang adalah Wisata Petik Jeruk Genting Merjosari. Pada modern ini perkebunan dikembangkan menjadi objek pariwisata untuk menambah pemasukan pemilik kebun. Karena potensi alam dan view yang terdapat di wisata ini dirasa perlu untuk mengembangkan wisata pendukung seperti hotel resort. Hotel resort yang dirancang akan memenuhi kebutuhan wisata sekaligus menjadi tempat peristirahatan. Untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan alamnya hotel resort ini akan menggunakan konsep arsitektur tropis. Bangunan hotel resort ini menggunakan material alam dan dirancang untuk dapat beradaptasi dengan iklim sekitarnya.