cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
How People in the Remote Area React to the COVID-19 Pandemic in the Early Phase Mochammad Wahyu Ghani
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i2.907

Abstract

This article aims to analyze the knowledge and reaction of the remote area population which is the Silat Hilir District, Kapuas Hulu, West Borneo, at the beginning of the COVID-19 pandemic in Indonesia. The knowledge about COVID-19 is still limited so that access to valid information and reliable sources becoming very important. We conducted a participant observation to collect the data. It shows that the population of Silat Hilir District has a poor understanding related to COVID-19. They also tend to react to the COVID-19 hoaxes. Based on the observations which are supported by secondary data, variables like topography, lack of access to electricity and internet, and low level of education make the population of Silat Hilir District unable to process the information they received. Therefore, the development of infrastructure in remote area must also consider the increase of community literacy skills, for example through the education aspect.
KONSTRUKSI IDENTITAS AGAMA DAN BUDAYA ETNIS MINANGKABAU DI DAERAH PERBATASAN: Perubahan Identitas dalam Interaksi Antaretnis di Rao Kabupaten Pasaman Sumatera Barat Syafwan Rozi
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i1.317

Abstract

This dissertation discusses the rise of religious and ethnic identity change in a frontier area in West Sumatera. Its analysis focuses on inter-ethnic interaction between Minangkabau people and other ethnic groups in a frontier area of Rao, Pasaman. This study founds that social relationship in a frontier area took place in the form of individual relationships between the Minangkabau people with the Mandailing people. In their social interaction, these communities were engaged in the process of cultural contact, conflict or competition, accommodation, assimilation, adaptation, aculturation, negotiation and contestation. This study confirms that the process of interaction affects the religious and cultural identity change. Finally, the construction of religious and Minangkabau ethnic culture in a frontier area formed a new identity which was established from the synthesis of a long process of social interaction. The construction of religious and cultural identity formed a religious and ethnic conflict prevention model.Keywords: Construction of Identity, Religious and Ethnic Identity, Frontier Area.
Melihat Perkembangan Sains di Indonesia, Review Buku STS di Indonesia Kebijakan dan Implementasinya: Quo Vadis? muhammad luthfi khair
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i2.807

Abstract

Buku STS di Indonesia Kebijakan dan Implementasinya: Quo Vadis? adalah buku yang diterbitkan sebagai hasil riset Tim STS dari Pusat Penelitian dan Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB LIPI). Riset di dalam buku ini adalah riset tahun ke-3 dari program penelitian lima tahunan PMB LIPI. Riset tersebut dilakukan oleh tiga peneliti senior di PMB LIPI yang masing-masing menulis satu bab untuk buku ini. Bab I dari buku ini adalah prolog yang merupakan gambaran umum penelitian STS yang dibawakan oleh para peneliti. Bab II dari buku ini adalah tulisan dari Soewarsono, peneliti senior PMB LIPI di bidang sejarah yang juga menjadi koordinator Tim Riset STS. Bab III dari buku ini diisi oleh tulisan dari Dundin Zaenuddin, salah seorang peneliti senior PMB LIPI di bidang agama. Di Bab IV dari buku ini ditulis oleh Thung Ju Lan, peneliti senior PMB LIPI di bidang kebudayaan, dan Bab V dari buku ini berisi epilog yang ditulis oleh Riwanto Tirtosudarmo, peneliti senior PMB LIPI yang saat ini sudah purna bakti.
TANTANGAN BAGI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KALIMANTAN TIMUR: MENUJU INCLUSIVE GREEN ECONOMY Yusniar Juliana Nababan; Yusman Saukat; Bambang Juanda; Slamet Sutomo
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v40i2.118

Abstract

Perekonomian Kalimantan Timur sangat didominasi oleh sektor-sektor berbasis sumber daya alam. Oleh karena itu, Provinsi Kalimantan Timur mengalami pertumbuhan yang pesat dan merupakan salah satu dari penyumbang terbesar perekonomian nasional. Di sisi lain, terjadi eksternalitas negatif dari pembangunan ekonomi yang berpotensi menghalangi terciptanya suatu inclusive green economy. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keinklusifan dan kehijauan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur selama periode 20002012. Terdapat tiga aspek yang akan dilihat: 1) keinklusifan ekonomi, 2) kehijauan ekonomi, dan 3) ekonomi hijau sebagai motor penggerak pertumbuhan dan pembangunan. Beberapa indikator yang digunakan diadopsi dari beberapa inisiasi pembangunan berkelanjutan yang berbagi ide yang sama dengan inclusive green economy. Lebih lanjut, Model Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengukur tingkat e? siensi Kalimantan Timur dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungannya. Studi ini menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Timur belum mencapai suatu inclusive green economy. Ketimpangan masih terjadi dan masih terdapat ine? siensi penggunaan SDA.Kata kunci: Inclusive green economy, pembangunan berkelanjutan, DEA
KEBANGKITAN TRADISI DI YOGYAKARTA Fadel Basrianto
Masyarakat Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v43i2.736

Abstract

This writing is based on a description and analysis on the movement of traditional revival in Yogyakarta in the post-New Order period. The revival of the tradition was driven by the conservative group's desire in Yogyakarta to reestablish Javanese cultural hegemony in Yogyakarta. This revival movement has a different style from the revival of adat in the out of Java. In Yogyakarta, the revival of adat is marked by the existence of some traditional militias tasked with subjugating the immigrants who not obey the Javanese customs. They conduct their mission toward immigrants from the subtle to the rough. This paper is the essence of field study and literature analysis and media.Keywords: traditional revival, Paksi Katon and Yogyakarta special regionABSTRAKTulisan ini adalah sebuah deskripsi dan analisis tentang gerakan kebangkitan tradisi di Yogyakarta pasca runtuhnya Orde Baru. Kebangkitan tradisi tersebut didorong oleh keinginan kelompok konservatif di Yogyakarta untuk menegakkan kembali hegemoni kultural Jawa di Yogyakarta. Kebangkitan tradisi di Yogyakarta memiliki corak yang berbeda dengan kebangkitan adat di daerah luar Jawa. Di Yogyakarta kebangkitan adat ditandai dengan keberadaan milisi tradisi yang bertugas untuk menundukkan para pendatang yang tidak mau tunduk dengan adat istiadat setempa dengan cara  penundukan terhadap para pendatang dilakukan mulai dari cara yang halus hingga dengan cara yang kasar. Tulisan ini merupakan sari dari kajian lapangan dan analisis kepustakaan dan media.Kata Kunci: kebangkitan tradisi; Paksi Katon dan Daerah Istimewa Yogyakarta
ARAH PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI PERDESAAN PASCA ORDE BARU Heru Cahyono
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i2.654

Abstract

This paperexaminesthe directionanddevelopment ofruraldemocratizationinthe postNew Order era. There are variations inthe dynamicsandqualityof democracyfromonevillagetoanothervillage. In addition, theprospect ofdemocratizationstronglyinfluencedby theexistence of thediversityof social institutionsthat existineveryvillageTherefore, itis impossible to apply uniform democracyinIndonesia. The dynamic ofvillagedemocracyafter the New Order era is still very dependent onthe leadershipofpoliticalelite. The head ofthe villagelargely determinesthe direction ofpolitical lifeinthe village. Village leaderis animportant instrumentin changing theconsciousnessofthe community toparticipateinthe planningprogram. This in turnwill affect theavailability ofaccessandopennessof publicfacilities. In addition to villageleaders, agentsofdemocracyoccupiesa strategicpositioninpressing fordemocratizationagendainthecommunity. The socialstructure ofanegalitariansociety willnotbe usefulifcommunitiesdonotactivelyplay theroleof agent of democracy. Indonesiasruraldemocracyis stillat thelevel ofnon-participation. Insomecases, manipulation andtherapy are often usedaspaternalisticmethods. It remains a challenge to involvewider community membersduring project implementation.Keywords: rural, democracy, participation, and control.
Preventing The Climate Crisis: Testing Our Commitments Paskal Kleden
Masyarakat Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v36i1.619

Abstract

Al Gore received a degree in government from Harvard University in 1969. Afterwards, he worked as a congressman and as a senator. In 1993 Gore was elected as the 45th vice president of the United States, and served for eight years. On top of all that, he and the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) were jointly awarded the Nobel Peace Price in 2007. That is quite a CV.In Our Choice he powerfully argues that we have all the required technologies to prevent climate change. The only thing that is lacking is political will. The chapters of this book demonstrate Gores technical understanding of the climate crisis. His explanations cover energy sources, living systems, ways to use energy efficiently, the obstacles we need to overcome, and a solution of how to effectively address the crisis. Shortly said, the readers of this book will be fascinated by Al Gores knowledge in biology, engineering, economics, demography and of course politics.One aspect that might not commonly be mentioned in a scientific review but I believe is unique of this book is the format. The book combines text - book style presentations of data with textual explanations of complex phenomena. It also includes hundreds of photographs with the quality rivaling that of the National Geographic.
RECLAIMING INDONESIAN-NESS: ONLINE-OFFLINE ENGAGEMENT OF INDONESIAN EXILES IN NETHERLANDS Ibnu Nadzir
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i1.797

Abstract

This article explores online-offline engagements of Indonesian exiles in Netherlands. By looking into their internet practices, this article affirms the notion that it is essential for Internet research to comprehend social and cultural practices engaged in both space as an entanglement. To elaborate the argument, this article analyzed two important cases where the online-offline engagements are performed by Indonesian exiles, which are: IPT 1965 events and Diskusi Forum. Since the social and cultural practices were performed online and offline, this research is also conducted in both spaces simultaneously.  The research itself was initiated  from two main questions: First, how do Indonesian exiles employed online-offline engagement to mobilize their cause? Second, how do their offline-online engagement affect their existence as a displaced community? The article then argues that the engagement enacted by Indonesian exiles is performed fluidly in online-offline spaces. In consequence, events and practices in both arenas are influential to one another. Moreover, borrowing the framework of Jackson (2013) on storytelling, this article shows that the offline-online engagements  has enabled Indonesian exiles to reclaim the sense of being Indonesian.
PERILAKU POLITIK PRAGMATIS DALAM KEHIDUPAN POLITIK KONTEMPORER: KAJIAN ATAS MENYURUTNYA PERAN IDEOLOGI POLITIK DI ERA REFORMASI Firman Noor
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v40i1.106

Abstract

Tulisan ini membahas tentang menurunnya peran ideologi politik sebagai landasan yang sepatutnya dirujuk oleh masyarakat dan partai politik dalam kehidupan berpolitik, baik dalam soal menyusun strategi maupun berperilaku. Beberapa momen politik penting, seperti pemilihan legislatif, pemilihan presiden, pembentukan koalisi, perilaku pemerintah maupun pilkada saat ini semakin menunjukkan geliat pengaruh pragmatisme, yang semakin meminggirkan ideologi politik. Fenomena semakin tidak relevannya kacamata ideologis dalam melihat dan memaknai keberadaan partai politik, berikut perilakunya juga mengindikasikan ketersingkiran itu. Kenyataan menunjukkan bahwa aktivitas di kebanyakan partai politik dewasa ini lebih ditentukan oleh kepentingan pragmatis semata.Kata kunci: Ideologi, pragmatisme, budaya, politik, perilaku
JATUH BANGUN SINGAPURA MEMBANGUN BANGSA: SUATU PERBANDINGAN Anggi Afriansyah
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.721

Abstract

Page 9 of 27 | Total Record : 268


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue