cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
PERKEMBANGAN STUDI DIASPORA Meilinda Sari Yayusman
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i1.893

Abstract

Tinjauan Buku: PERKEMBANGAN STUDI DIASPORA
MENGURAI GAGASAN NEGARA PASCAKOLONIAL: KONTEKSTUALISASI INDONESIA SEBAGAI NEGARA DUNIA KETIGA Wasisto Raharjo Jati
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i1.296

Abstract

This article discusses the idea of the postcolonial state in Indonesia. The establishment of the postcolonial state is derived from three perspectives; Marxism, structuralism, and postcolonialism. The idea of postcolonial countries focuses on the premise of over-developed countries and relative autonomy. The context of the relative autonomy of the state itself is interpreted as rivalry in state-society relations for gaining political influence. It was then created the patron-client relation and patronage political economy. In the case of Indonesia, the character of the postcolonial state manifests itself in the form of patrimonialism and the dominance of the state in the public sphere. Reorganization of the old elite to a democratic system indicates linearity values and norms of colonialism in the new system of government.Keywords: Postcolonial, Indonesia, Overdeveloped, Autonomy, Patrimonialism
REKOGNISI ADAT DALAM PENGEMBANGAN MERAUKE INTEGRATED FOOD AND ENERGY ESTATE DI PAPUA, INDONESIA Rosita Dewi
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i1.800

Abstract

Pemerintah Indonesia memberikan otonomi khusus (otsus) untuk Papua sebagai win-win solution upaya penyelesaian konflik di Papua. Otsus tersebut memberikan jaminan rekognisi bagi Papua secara legal. Meskipun demikian, orang Papua tidak puas dengan rekognisi tersebut karena adanya gap yang sangat luas antara pelaksanaan rekognisi dalam pandangan pemerintah dengan bentuk rekognisi yang diharapkan oleh orang Papua. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah melakukan “pembajakan” terhadap pelaksanaan rekognisi Papua sehingga terjadi korupsi terhadap rekognisi (corrupted recognition) melalui pembentukan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dan pemetaan partisipatif. Hal ini terlihat jelas dalam pengembangan proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) di Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografis yang mencakup pengamatan terlibat, wawancara, dan studi pustaka. 
PEMETAAN SOSIAL-POLITIK KELOMPOK ETNIK CINA DI INDONESIA Amri Marzali
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i2.630

Abstract

This article presents a brief and comprehensive picture of the sociocultural lifeof the Indonesian Chinese society in Indonesia. The paper covers historical,demographic, legal, economic, political, and cultural aspects. It aims toupdate the data and information given by Mackie and Coppel (1976). Someobservations are derived based on feld research on Chinese-Pribumi relationsin several cities in Indonesia, such as Jakarta, Solo and Tangerang.The paper compiles several dispersed sources of information to give a briefcomprehension of the sociocultural life of the Indonesian Chinese society inIndonesia.
PERSEPSI PUBLIK TERHADAP PENULARAN PANDEMI KORONA DI INDONESIA KLUSTER GOWA Ali Kusno
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i2.880

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi publik yang berkembang terhadap eks peserta Ijtima Ulama di Gowa yang dianggap sebagai salah satu kluster persebaran pandemi korona di Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan analisis wacana kritis Model Fairclough. Pendekatan itu memungkinkan penggunaan bahasa dalam wacana ditempatkan sebagai praktik sosial; wacana atau penggunaan bahasa dihasilkan dalam sebuah peristiwa diskursif tertentu; dan wacana yang dihasilkan berbentuk sebuah genre tertentu. Data penelitian  berupa  wacana tanggapan para pengguna Facebook terhadap pemberitaan tentang pandemi korona kluster Gowa. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, para eks peserta kegiatan tersebut mendapat beragam stigma negatif. sebagian besar warganet beranggapan bahwa eks kegiatan Gowa sebagai salah satu penyebar wabah korona di Indonesia. Meskipun para eks peserta kegiatan Gowa sudah menjalani proses karantina dan pengobatan, tetap mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari masyarakat sekitar, terkesan eks kegiatan Gowa dan keluarga dikucilkan meskipun sebenarnya masyarakat lebih menarik diri. Pemahaman agama yang trerkesan membabi buta akan sangat berbahaya bagi kehidupan umat Islam. Penanganan lebih tegas terhadap kejadian serupa agar masyarakat agar lebih patuh terhadap kebijakan pemerintah.
WHY WAS THE DUTCH LEGACY SO POOR? EDUCATIONAL DEVELOPMENT IN THE NETHERLANDS INDIES, 1871-1942 Ewout Frankema
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.595

Abstract

This contribution builds upon Anne Booths extensive work on the differentiatedevolution of colonial education systems in East and Southeast Asia. The article probesfurther into the underlying causes of the poor Dutch legacy. It is basically arguedthat the spread of popular education was not only hampered by a lack of financialcommitment, but also by notable inequalities in the allocation of funds for educationand a great reluctance to support initiatives in investment in private education, which,I think, should be interpreted as the result of the metropolitan commitment to secularcolonial rule in an overwhelmingly Islamic society.Keywords: Colonialism, Education, Inequality, Islamic Society
PERTUMBUHAN NASIONALISME INDONESIA DI KALANGAN ORANG PAPUA 1963--1969 GROWTH OF INDONESIA NATIONALISM AMONG THE PAPUANS 1963--1969 Bernard Materay
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i1.883

Abstract

Secara  geografis, proses mengindonesiakan orang Papua sejak 1945 hingga dewasa ini di beberapa daerah sebenarnya masih dalam tahap penyemaian, belum ke tahap pertumbuhan apalagi perkembangan. Padahal, sejak 1945 hingga 1961, Jakarta tidak pernah mempersiapkan dan mengirim kelompok nasionalis Indonesia  ke Papua untuk mengindonesiakan orang di Papua. Maka, tidaklah mengherankan apabila ketika Tri Komando Rakyat (Trikomando) diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta,  nasionalisme orang Papua lebih kuat daripada nasionalisme Indonesia. Sementara sejak pascaintegrasi 1963 hingga kini,  pemerintah  telah menjadikan hampir seluruh tanah Papua  yang dianggap menentang  Jakarta sebagai daerah sasaran operasi militer.   Mengacu pada  kondisi Papua  dewasa ini, memunculkan pertanyaan apakah  keinginan  rakyat Papua pada  masa  kini  yang masih memilih referendum dan memisahkan diri dari NKRI menandakan bahwa  nasionalisme Papua masih dominan daripada nasionalisme Indonesia? Tulisan ini membahas dua hal pokok, yaitu para  aktor yang terlibat dalam proses pertumbuhan kesadaran nasionalisme Indonesia di kalangan orang Papua di Biak  Tahun 1963--1969? dan proses pertumbuhan  kesadaran nasionalisme Indonesia di kalangan orang Papua di Biak  pada 1963--1969.
ORANG LAUT, PERMUKIMAN, DAN KEKERASAN INFRASTRUKTUR Khidir Marsanto Prawirosusanto
Masyarakat Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v41i2.252

Abstract

Artikel ini mendiskusikan hubungan Orang Laut di Kepulauan Riau dengan pembangunan infrastruktur dalam program pemukiman suku-suku terasing oleh pemerintah Orde Baru. Melalui perspektif governmentality, kita dapat melakukan refleksi historis dan etnografis. Pada satu pihak, ketersediaan permukiman adalah ihwal bagaimana pemerintah mewujudkan angan-angan kemajuan suatu bangsa di segala lini kehidupan warganya. Pada pihak lain, hal ini memantik sederet persoalan sosial dan kultural dalam kehidupan Orang Laut sebagai komunitas pengembara laut. Dengan adanya program pemukiman, Orang Laut justru terjerumus ke dalam kondisi kemiskinan, ketergantungan, kerentanan, dan ketersingkiran. Sejumlah konsekuensi negatif inilah yang disebut sebagai kekerasan infrastruktur (infrastructural violence). Akar dari sejumlah konsekuensi negatif tersebut terletak pada kekeliruan pemahaman pemerintah mengenai kebudayaan masyarakat berbasis laut yang amat bias dengan perspektif masyarakat berbasis darat. Kebijakan yang dilahirkan untuk menangani masalah-masalah masyarakat kelautan pun pada akhirnya meleset.Kata kunci: Orang Laut, governmentality, program pemukiman, infrastruktur, kekerasan, budaya kelautan.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, SOCIAL CAPITAL AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT: LESSONS FROM AN INDONESIAN PALM OIL COMPANY Risa Bhinekawati
Masyarakat Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v43i1.714

Abstract

This paper reveals that corporate social responsibility (CSR) programs of a large palm oil company can actually build social capital that contribute to sustainable development goals (SDGs). Using an exploratory qualitative case study, this study investigates why and how a company improves social, economic, and social conditions of communities surrounding its palm oil plantations through smallholder farmers empowerment and social capital  development, from 1992 to 2011. A case study of a sustainable palm oil company in Indonesia was chosen as an exemplary case study for theoretical or purposive sampling. Primary and secondary data from company documents, media records, interviews and observations were analysed to develop a theoretical model. The study finds that the CSR program is driven by company’s strategic intention to fulfill their business needs by solving the social and  environmental issues surrounding its palm oil plantations. Through smallholder farmers’ development program, the company builds social capital that improves social relationship, farmers’ capabilities, and farmers’ access to finance and market; so they are capable to act collectively with the company to achieve economic, social, and environmental performance for both the farmers and the company. This research has created linkages for previously disparate areas of academic enquiry by showing the actual interrelationships between CSR, social capital, corporate sustainability and SDGs.Keywords: Indonesia, Corporate social responsibility, Palm oil plantations, Smallholder farmers, Social capital, Sustainable Development Goals ABSTRAKTulisan ini menunjukkan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari suatu perusahaan kelapa sawit dapat membangun modal sosial yang berkontribusi pada pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan menggunakan metode riset kualitatif dan studi kasus eksploratif, penelitian ini menyelidiki mengapa dan bagaimana suatu perusahaan memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup melalui pemberdayaan petani kecil dan pembangunan modal sosial bagi masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit sejak 1992 hingga 2011. Sebuah perusahaan kelapa sawit besar dipilih sebagai studi kasus berdasarkan pada kriteria “exemplary case study”. Penelitian ini membangun model teori berdasarkan pada analisis data primer dan sekunder yang didapat dari dokumen perusahaan, catatan media, wawancara dan observasi. Program CSR yang dilakukan perusahaan didorong oleh tujuan strategis untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya dengan memecahkan masalah sosial dan lingkungan hidup di sekitar perkebunan. Melalui program pemberdayaan petani kecil, perusahaan membangun modal sosial melalui peningkatan hubungan baik, peningkatan kemampuan manajemen dan teknis, serta pemberian akses keuangan dan pasar bagi petani. Dengan demikian, petani dan perusahaan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Tulisan ini membangun model teori dengan menghubungkan konsep CSR, modal sosial, kesinambungan perusahaan, dan SDGs yang terhubung di penelitian sebelumnya.Kata kunci: Indonesia, modal sosial, perkebunan kelapa sawit, petani kelapa sawit, pembangunan berkelanjutan, tanggung jawab sosial perusahaan
KONFLIK PENGELOLAAN KONSERVASI LAUT COREMAP DENGAN ADAT DI PERAIRAN BUTON Andi A. Zaelany; Ary Wahyono
Masyarakat Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v36i2.663

Abstract

Efforts of conservation and community empowerment which include new elements such as Village Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut/DPL) are not an easy practice when they face certain social structures as in the case of the Wasuemba Village. The capacity of social structures and their traditional norms (adat) have been shrinking for years, because they are forced to be integrated with the new institution included in the village sanctuary concept as part of the COREMAP program. Previously, the village was a self governing community with respective traditional norms (village regulations), but nowadays it has changed into a local state government in which the traditional norms and regulations are not recognized by outside parties especially the district government, COREMAP organizers, and the central government. Village sanctuary or DPL which is created by a superstructure of the village is not fully accepted by the villagers. They even cause confusion and prolonged conflict.Keywords: Community-based management, Marine Protected Area, Customary Management.

Page 8 of 27 | Total Record : 268


Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue