cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
RITUAL DAN NARASI TRADISI LEGO-LEGO SUKU ABUI: DINAMIKA PERUBAHAN DAN KESINAMBUNGAN RITUS SAKRAL DI ERA WISATA BUDAYA Ubaidillah, MA; Katubi .
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1283

Abstract

Relasi dialektik antara ritual dan narasi tumbuh dari prinsip kesinambungan yang merepresentasikan berhentinya waktu sekaligus waktu yang mengalir. Pada prinsip demikian, bagaimana mekanisme internal suku Abui mendamaikan kontradiksi zaman yang mempengaruhi eksistensi tradisi lego-lego? Tradisi lego-lego suku Abui menghuni dua kategori universal dalam kehidupan masyarakat Abui, yakni sebagai ritus yang sacral serta kegiatan ekonomi yang profan. Dengan ilustrasi dan contoh dari timur Indonesia artikel ini mengajak diskusi lebih lanjut mengenai kesinambungan tradisi-tradisi menghadapi tantangan internal bahwa apa yang eksis di hari-hari depan apakah tradisi sebagai ritual atau pertunjukkan serta peluang harmonisasi keduanya atau degradasi salah satu karena satu yang lainnya. Kecukupan dimensi sakral tradisi di tengah waktu yang terus berubah dikombinasikan kedisiplinan tetua melaksanakan ritual dan menjaga sakralitas ritual tersebut, serta adanya keuntungan langsung dari pertunjukan lego-lego yang didapat merupakan faktor-faktor yang patut diperhitungkan untuk menilai eksistensi tradisi lego-lego. Elaborasi faktor-faktor tersebut masih memberi gambaran cerah bagi tradisi lego-lego di masa depan.
Keterlibatan Santri dalam Persepsi Wacana Tiongkok Dewi, Anitasa; Ansori, Feri; Hakam, Saiful
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i2.1370

Abstract

Santris who have had the opportunity to go to China then face some contemplation, questions, and curiosity about what is really going on in the relationship between the two countries. Not all but some of them try to trace the substance and variations of Indonesians’ perceptions of China in the past. It’s like a philosophical romance where a child migrates to a foreign land but because of their migration, they become curious about their hometown. In scientific language, they try to slowly trace the existence of negative perceptions of China. They even unconsciously dismantle, although not frontally, the bad and negative image. Following Hong Liu’s (2015) opinion on the Chinese Metaphor, where China is used as a metaphor to express a sense of anxiety over domestic politics that is not going according to ideals, then, the santri are trying to dismantle the conflicting perceptions and narratives about China. For Indonesians, especially natives, Tiongkok as a nation-state is respected as a model country where leaders set an example so that the masses can work closely together. How the Chinese metaphor expresses the mood of the general public and anchors political and cultural thought in the early days of Indonesia as a country. Hong Liu even provides historical information that China for some Indonesian political elites was once used as an alternative form of modernity to the conception and practice of government politics that at that time still followed and emulated Western-derived systems and institutions. This study tries to apply a transnational approach to provide new insights into modern Asian History and regional transformation. 
Pemberdayaan yang Berkelanjutan untuk Perempuan purna-Pekerja Migran Indonesia: pembelajaran dari Nahdlatul Ulama Rahmat Saleh
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1246

Abstract

Dalam satu dekade terakhir tampak fenomena feminisasi migrasi pekerja migran Indonesia (PMI). Hal ini terlihat dari trend meningkatnya proporsi perempuan yang menjadi PMI. Setelah selesai masa kontrak kerjanya mereka pulang ke daerah asal atau biasa disebut dengan istilah perempuan purna-PMI dimana pada umumnya mengalami perubahan gaya hidup yang cenderung konsumtif dikarenakan minimnya program pemberdayaan di bidang ekonomi, sosial, dan sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksplanatif yang bertujuan untuk menganalisis aktor dan perannya, jaringannya, dan proses-mekanisme yang bekerja sebagai suatu modalitas pemberdayaan yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) Cilacap dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi para perempuan purna-PMI. Pengumpulan data primer dilakukan melalui focus group discussion, observasi langsung, dan wawancara mendalam dengan teknik purposive dan snowball. Data sekunder diperoleh melalui telaah pustaka merujuk pada sumber yang kredibel. Berdasarkan studi kasus terhadap para perempuan purna-PMI pada “Forum Warga Buruh Migran (FWBM)”, penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan yaitu pertama, NU Cilacap selaku aktor sekaligus agensi pemberdayaan memiliki berbagai peran dan keterampilan. Kedua, modal sosial berupa jaringan sosial merupakan elemen penting dalam terciptanya kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberhasilan program pemberdayaan. Terakhir, pemberdayaan perempuan purna-PMI FWBM mengarah pada proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi masyarakat sipil berbasis keagamaan cenderung memiliki komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan, keberhasilan, serta keberlanjutan suatu program pemberdayaan perempuan purna-PMI.
Portrait of Child Labor in Small-Scale Oil Palm Plantations: Dillemma Between Education and Work. Ghani, Mochammad Wahyu; Afriansyah, Anggi
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i2.1262

Abstract

Amid increasing economic prospects and government support for oil palm plantations, oil palm plantations still have many social problems. The emergence of child labor in small-scale oil palm plantations (smallholders) is a fact. This article analyzes the dilemma related to the child laborers’ choice of working or continuing education in small-scale oil palm plantations in Seberu Village, Silat Hilir District, Kapuas Hulu District, West Kalimantan Province. We use an ethnographic approach to describe activities, behaviors, actions, conversations, and interpersonal interactions within social communities and small-scale farming family units. We found three main reasons why children consider education irrelevant to their daily needs and choose to work on small-scale oil palm plantations. The first factor is access, which is related to the distance to schools and inadequate road infrastructure. The second factor is the need for more imagination about the importance of going to school for the future. The third factor is lifestyle fulfillment rather than family economic difficulties.
PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA APAKAH SEJALAN DENGAN PEMBANGUNAN MANUSIA? Muhammad Sulton Asofyan; Fajriana Nur Malahayati Sukma
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1285

Abstract

Kebijakan pembangunan kebudayaan muncul sebagai respons atas kekhawatiran akan kekayaan dan identitas bangsa di tengah dinamika perkembangan dunia. Sejak ditetapkannya indeks pembangunan kebudayaan pada tahun 2018, pemerintah terus berupaya memonitor kemajuan kebudayaan bangsa. Namun, dampak pembangunan kebudayaan masih dipertanyakan sementara kajian yang ada masih terbatas. Dengan menggunakan analisis regresi panel data, studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak pembangunan kebudayaan terhadap pembangunan manusia di Indonesia ditinjau dari tujuh dimensi pembangunan kebudayaan selama tahun 2018-2021. Hasil studi menunjukkan bahwa dimensi budaya literasi menunjukkan pengaruh positif terbesar terhadap indeks pembangunan manusia diikuti dengan dimensi warisan budaya dan pendidikan. Namun demikian, dimensi ekspresi budaya justru memberikan pengaruh negatif atau tidak sejalan dengan pembangunan manusia. Adapun tiga dimensi lainnya tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pembangunan manusia. Dengan demikian, diperlukan program peningkatan literasi secara seimbang antara pendidikan formal dan pendidikan kebudayaan, serta pengarusutamaan nilai-nilai budaya bangsa untuk memajukan pendidikan dan melestarikan keanekaragaman budaya Indonesia secara selaras.
Kebebasan Berekspresi dalam Tekanan Regulasi: Studi terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Indriasari, Devi Tri
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i2.1373

Abstract

This research aims to explain the implications of the implementation of the Electronic Information and Transaction Law (UU ITE) on freedom of expression and democracy in Indonesia. This research uses a qualitative approach with a case study method and is based on a post-positivistic paradigm. Data collection techniques were conducted through document analysis, in-depth interviews and observation. The research concludes that there is insufficient evidence to explain the background to the inclusion of several problematic articles into the ITE Law in 2008. The government and the House of Representatives originally prepared the ITE Bill to regulate electronic business transactions and pornography. However, at the last moment, articles with an authoritarian spirit were included. In addition, the implementation of this law has had the implication of inhibiting freedom of speech and expression in the virtual space and traumatizing victims to express their opinions on social media. Finally, civil society consistently rejects the ITE Law because it is misused to limit freedom of expression, which is part of democracy and human rights. 
ULASAN PALSU DI PLATFORM DIGITAL: PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN DAN PELAKU USAHA Adis Nur Hayati; Al Araf Assadallah Marzuki, S.H., M.H.; Nurangga Firmanditya
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1172

Abstract

Ulasan konsumen memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan konsumen lainnya untuk melakukan pembelian barang dan/ atau jasa. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku usaha yang curang dengan membuat ulasan konsumen palsu, yakni baik yang bertujuan untuk meningkatkan reputasi produk mereka atau untuk menjatuhkan pelaku usaha pesaingnya. Penelitian ini kemudian bermaksud untuk menganalisis kerangka perlindungan hukum baik bagi konsumen dan pelaku usaha terhadap pratik ulasan palsu di platform online dalam perspektif hukum Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan tipologi deskriptif analitis, yakni dengan menganalisis ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan konsumen serta di bidang informasi dan transaksi elektronik. Hasil penelitian ini adalah bahwa praktik ulasan palsu konsumen berpotensi menimbulkan kerugian tidak hanya baik bagi konsumen namun juga pelaku usaha. Upaya perlindungan hukum terhadap keduanya antara lain telah terakomodir melalui ketentuan Pasal 28 dan Pasal 35 Undang-Undang di bidang Informasi dan Transaksi Elekteronik. Meskipun demikian, pengimplementasian perlindungan hukum tersebut tidak mudah mengingat pembuktian atas praktik ulasan palsu, konsumen online ini sulit untuk dilakukan. Beberapa rekomendasi yang disampaikan atas isu ini antara lain 1) Pemerintah perlu melakukan penindakan terhadap pelaku usaha yang menyediakan jasa pembuatan ulasan palsu, 2) Pelaku usaha perlu membenahi kebijakan website terkait ulasan konsumen yang dimilikinya, dan 3) Pemerintah dan pelaku usaha perlu melakukan sosialisasi bagi konsumen mengenai cara mengidentifikasi ulasan palsu.
UNGKAPAN TRADISIONAL SEBAGAI REFLEKSI POLA PIKIR ETNIK RONGGA DI MANGGARAI TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR DALAM PERSPEKTIF LINGUISTIK KEBUDAYAAN Ni Wayan Sumitri
Masyarakat Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v49i1.1277

Abstract

Tulisan ini membahas  ungkapan tradisional sebagai refleksi pola pikir masyarakat Manggarai Timur, khususnya etnik Rongga. Tujuannya adalah mengkaji karakteristik bahasa yang digunakan dan makna-makna budaya yang diembannya. Melalui penelitian deskriptif kualitatif dengan menerapkan prinsip etnografi dan pendekatan linguistik kebudayaan, penelitian ini  mengungkap fitur linguistik dan fitur tekstual yang menonjol relevansinya dengan makna-makna sosial budaya yang terkait. Data utama penelitian ini adalah ungkapan tradisional yang dipraktikkan etnik Rongga dengan  metode pengamatan, wawancara, studi dokumentasi, rekam, dan catat. Data dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional etnik Rongga memiliki ciri-ciri  satuan kebahasaan yang khas, tersusun dalam bait-bait pendek dengan ragam bahasa bercorak puitis ditandai dengan penggunaan fitur linguistik berupa pola paralelisme, fonologis dan bahasa kias persamaan, metafora, personifikasi, dan sindiran. Fitur linguistik lainnya yang menonjol menggunakan kalimat bermoduskan desidratif, imperatif, dan indikatif. Secara pragmatis, penggunaan bahasa bercorak puitis ini merupakan strategi komunikatif untuk menciptakan kedekatan ekologi sosial budaya dan memperkuat efek pesan yang disampaikan. Dari dimensi isi mereflesikan makna konseptualisasi yang terpatri dalam pengetahuan etnik Rongga sebagai pola pikir yang memuat makna pesan filosofis meliputi makna religius, sosial, politis, dan didaktis. Oleh karena itu, ungkapan tradisional etnik Rongga memiliki peranan penting sebagai media dokumentasi  bahasa dan transmisi nilai-nilai budaya lokal untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda  etnik Rongga yang perlu dijaga dan dilestarikan.  

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue