cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI KARAKTER DASAR PARA GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRIAL 4.0 Regina Nurul Sakinah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.291 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1432

Abstract

AbstrakPada tahun 2045, ketika Indonesia berusia genap 100 tahun, akan terjadi revolusi besar pada Negara ini. Kemajuan dan perkembangan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat. Baik bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi. Dan jika ditinjau dari masa ini, Indonesia memiliki populasi warga Negara dengan usia produktif atau kisaran usia 15-65 tahun terbesar di dunia. Dimana dengan populasi sebanyak itu, dan potensi yang dimiliki warga Negara produktif, maka Indonesia akan mampu menjadi Negara maju pada tahun 2045 nanti. Lalu hal yang harus disiapkan oleh pendidik untuk membekali para generasi muda dalam menghadapi era revolusi industial 4.0 nanti adalah menanamkan nilai-nilai pancasila pada karakter anak bangsa sejak dini. Karena dengan mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila pada kehidupan sehari-hari, pasti generasi muda ini akan menjadi agen perubahan yang mampu bersikap jujur, adil, kritis, revolusioner, dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Kata Kunci: Negara maju, generasi muda, revolusi industrial 4.0, nilai-nilai pancasila AbstractIn 2045, when Indonesia turns 100 years old, there will be a big revolution in this country. Progress and development occur in all aspects of community life. Both in the fields of economy, social, culture, politics, education, and many more. And when viewed from this period, Indonesia has the largest population of citizens with productive age or age range 15-65 years in the world. Where with such a large population and the potential of productive citizens, Indonesia will be able to become a developed country in 2045. Then the thing that must be prepared by educators to equip the younger generation in facing the industrial revolution era 4.0 later is to instill Pancasila values in the character of the nation's children from an early age. Because by practicing and implementing Pancasila values in everyday life, surely this young generation will become agents of change who are capable of being honest, fair, critical, revolutionary, based on faith and piety in God Almighty.Keywords: Developed countries, young generation, industrial revolution 4.0, Pancasila values
PERSEPSI GURU TERHADAP PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 DI SMPN 3 KOMODO LABUAN BAJO MANGGARAI BARAT Vinsensius Zwei De Orans Jemalu; Heri Kurnia; Triwahyu Budiutomo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.016 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1433

Abstract

AbstrakPendidikan adalah suatu proses bagi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dimasa depan, yang memiliki rasa kebangsaan, dan cinta tanah air. Sehingga sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menggantikan “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006”. Salah satu standar penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan suatu sistem penilaian pada kurikulum 2013 yang   komprehensif   dalam  menjelaskan   dan   menggambarkan secara detail hasil belajar siswa. Sistem penilaian ini telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Komdo Labuan Bajo, tetapi penilaia ini masih belum terlaksana dengan sempurna. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan sistem penilaian untuk guru, serta kendala yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik serta kendala yang dialami oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru diantaranya: (1) Kegiatan pelatihan dan kesempatan mengikuti seminar tentang persepsi guru terhadap penilaian autentik kurikulum 2013 yang belum merata. (2) Belum mampu mengelola waktu untuk melakukan penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum. (3) Kurang lengkap jenis penilaian yang digunakan. (4) Belum terbiasa menyusun rubrik penilaian.Kata Kunci: Penilaian autentik, kurikulum 2013, Sekolah Menengah Pertama. AbstractEducation is a process for learners as the next generation of the nation in the future, who have a sense of nationality, and love of the homeland. So that human resources are able to compete in the global era. Curriculum 2013 is a curriculum that replaces "Education Unit Level Curriculum (KTSP) 2006". One of the assessment standards in the 2013 curriculum is authentic assessment. Authentic assessment is an assessment system in the 2013 curriculum that is comprehensive in explaining and describing in detail the student's learning outcomes. This assessment system has been implemented at Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Komdo Labuan Bajo, but this assessment is still not implemented perfectly. Therefore, researchers want to know more about the implementation of the assessment system for teachers, as well as the obstacles they face. This study aims to describe the application of authentic assessments as well as the obstacles experienced by teachers. The results showed that the obstacles faced by teachers include: (1) Training activities and the opportunity to attend seminars on teacher perception of authentic assessment of the 2013 curriculum that has not been evenly distributed. (2) Not yet able to manage the time to conduct assessments in accordance with the demands of the curriculum. (3) Incomplete type of assessment used. (4) Not yet used to compiling assessment rubrics.Keywords: Authentic assessment, curriculum 2013, Junior High School.
SUDAHKAH PANCASILA TERIMPLEMENTASI DENGAN BENAR ? Chairunissa Chairunissa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.796 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1435

Abstract

AbstrakNilai moral positif yang termuat sebagai makna  dalam Pancasila akan mengajari bagaimana cara berfikir sekaligus bertindak sesuai dengan ajaran ideologi bangsa yang sudah ada sejak zaman pahlawan terdahulu. Banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pergeseran nilai pancasila bagiIndonesia, salah satunya mulai hilangnya nilai-nilai luhur yang adapada diri bangsa Indonesia. Hal ini terjadi di Indonesia pada perubahan zaman saat ini, banyak sekali dampak globalisasi yang terjadi salah satunya adalah dampak dari  globalisasi. Eksternalitas yang terjadi tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di Indonesia. Timbul kekhawatiran bangsa Indonesia akan lunturnya jati diri bangsa sendiri yang seharusnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Dalam usaha menjadi warga negara yang baik yang merupakan penerapan ciri kebangsaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan mengecek sumber literatur artikel dan jurnal. Pembahasan akan lebih terpusat kepada relita saat ini mengenai apakah nilai-nilai pancasila sudah benar-benar terimplementasi bada setiap sendi kehidupan masyarakat IndonesiaKata kunci: Pancasila, Warga negara, nilai-nilai pancasila AbstractPositive moral values that are contained as meaning in Pancasila will teach how to think and act in accordance with the teachings of the nation's ideology that has existed since the days of previous heroes. There are many negative impacts resulting from the shift in the value of Pancasila for Indonesia, one of which is the loss of the noble values that exist in the Indonesian nation. This is happening in Indonesia in today's changing times. There are many impacts of globalization, one of which is the impact of globalization. The externalities that occur are not in accordance with the cultural values that develop in Indonesia. The Indonesian nation is worried about the fading of its own national identity which should always uphold the values of Pancasila. In an effort to be a good citizen which is the application of the national characteristics of the Indonesian people. The method used by researchers in this study is a qualitative method, by checking literature sources, articles and journals. The discussion will be more focused on the current relationship regarding whether the values of Pancasila have been completely implemented in every aspect of the life of Indonesian society.Keywords: Pancasila, citizens, Pancasila values
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Puji Ayu Handayani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.296 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1439

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.Kata kunci: Pancasila, Dasar Negara, Kedudukan AbstractThis paper aims to better know and understand about Pancasila and the values contained in Pancasila itself, and the importance of Pancasila for a country. This research uses qualitative methods and descriptive discussion, namely the theory that becomes the discussion material obtained from the results of literature studies with a variety of sources available from journals, articles, books that have depth from experts. With the importance of Pancasila as a country, the authors are interested in re-analyzing the implementation of Pancasila as the basis of the state. Thus, the implementation of Pancasila is very important for a country.Key words: Pancasila, State Basis, Position
PERSEPSI MAHASISWA/I TERHADAP WACANA AMANDEMEN UUD NRI 1945 (Survei terhadap Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2018) Hendra Chayadi S.; Mohamad Alamsyah; M. Izzrul Izzrufi; Selma Racinta L.; Epin Saepudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.807 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa/i Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) angkatan 2018 terhadap wacana amandemen UUD NRI 1945 dengan menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif berupa kuesioner yang diberikan kepada 43 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa/i STEI ITB 2018 sering mengikuti berita politik yang terjadi di Indonesia melalui media sosial. Mereka juga tidak setuju amandemen UUD NRI 1945 Kelima dilakukan serta dari berbagai responden, mereka berharap, bila amandemen dilakukan, untuk mengoptimalkan alur kerja lembaga pemerintahan tanpa merubah sistem pemerintahan di Indonesia. 
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN WAWASAN KEBANGSAAN DI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA Siti Aisyah Nurfatimah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.69 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1446

Abstract

AbstrakPembahasan mengenai wawasan kebangsaan merupakan suatu hal yang sangat amat penting untuk dilakukan secara terus menerus sejalan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai pancasila disini hadir sebagai penjembatan dalam menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan ideologi negara Indonesia mulai kehilangan pamornya dan tergantikan oleh kebudayaan asing yang terbawa oleh globalisasi. Padahal, Pancasila merupakan nilai-nilai yang dirumuskan dan diturunkan dari nilai-nilai bangsa Indonesia itu sendiri yang sesuai dengan adat istiadat dan kebudayaan yang ada di kehidupan bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu para generasi muda untuk bisa memahami dan mengenal jati diri bangsanya yang sudah mulai terlupakan. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan artikel ini, yaitu dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam metode ini penulis mengumpulkan data yang diperoleh melalui pengkajian buku, artikel, dan karya ilmah lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah banyak sekali nilai-nilai pancasila yang bisa diimplementasikan dalam menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Sehingga, dengan adanya artikel ini dapat membantu para generasi menemukan jati diri bangsanya dan mulai mencintai budaya bangsanya sendiri.Kata Kunci: Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Implementasi Nilai Pancasila. AbstrackThe discussion of the national insight is a very important thing to be carried out continuously in line with the life of the nation and state. The value of pancasila here is present as a bridge in developing national insight. Pancasila, as a guide for the nation’s life and the ideology of the Indonesian state, is starting to lose its prestige and is being replaced by a foreign culture brought on by globalization. Whereas, pancasila is the value formulated and derived from the values of the Indonesian nation itself which are in accordance with the costums and culture that exist in the life of the Indonesian nation. The purpose of this research is to help the younger generation to understand and get to know ther forgotten national identity. Of the research use in the manufacture of this article, namely by using qualitative research method. In this method, the authors collect data obtained throught reviewing books, articles and other scientific works. The result of this research is that there are a lot of pancasila values that can be implemented in developing national insight into the life of the nation and state. So, this article can help the younger generation to find their national identity to start loving their own nation’s culture.Key Words: Pancasila, National Insight,and The Implementation of Pancasila Values 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA Amanda Ramadhan Firdaus; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.741 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1447

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui aspek pendidikan dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif, dengan metode kepustakaan/library research yang bersumber dari jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan. Sistem Pendidikan dalam metode belajar mengajar harus didasarkan dengan nilai-nilai Pancasila agar teratur dan tearah prosesnya sehingga mewujudkan tujuan Pendidikan yang sebenarnya dan membentuk moral anak bangsa yang memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila.Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Sumber Daya Manusia, Pendidikan. AbstractThis research was conducted to determine the efforts to improve Indonesia's human resources through educational aspects by implementing Pancasila values. This research method is carried out using a qualitative approach that is descriptive analysis, with the method of library research which is sourced from journals and articles. The results of this study indicate that education is an aspect that is very influential on human resources. Therefore, the quality of education in Indonesia must be improved. The education system in the teaching and learning method must be based on the values of Pancasila so that the process is regular and unorganized so as to realize the true goals of education and form the moral of the nation's children who have character based on the values of Pancasila.Keywords: Pancasila Values, Human Resources, Education.
IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM MENGHADAPI MASALAH RASISME DAN DISKRIMINASI Zihan Suryani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.723 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1448

Abstract

AbstrakRasisme merupakan salah satu masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan. Kita tinggal di wilayah yang sangat rentan dengan maslah diskriminatif dikarenakan kekayaan yang kita punya. Indonesia memiliki aneka ragam suku, bangsa, ras, agama, bahasa, budaya, warna kulit, dan masih banyak yang lainnya. Rasisme sering terjadi karena perbedaan yang dimiliki, terutama karena fisik dan yang sering terjadi lebih sfesifik kepada warna kulit. Warna kulit sering menjadi hal yang sangat kontroversial karena banyak yang beranggapan bahwa kaum pemilik kulit putih lebih baik dari pemiliki kulit hitam sehngga terjadi kesenjangan sosial dan diskriminasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan studi pustaka berbagai sumber seperti jurnal, buku dan artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus ketidakadilan seperti rasisme dan diskriminasi masih ditemukan di Indonesia. Padahal pancasila sebagai dasar negara menyatakan pada sila ke-2 dan sila ke-5 bahwa kemanusiaan yang adil dan beradad juga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Kata Kunci: Rasisme, Pancasila, Diskriminasi AbstractRacism is one of the problems we often encounter in life. We live in a very vulnerable area with discriminatory issues because of the wealth we have. Indonesia has various ethnic groups, nations, races, religions, languages, cultures, skin colors, and many others. Racism often occurs because of differences, especially because of physicality and what often occurs is more specific to skin color. Skin color is often a very controversial thing because many think that white owners are better than black owners so that there is social inequality and discrimination. The method used is a qualitative and descriptive approach. The data collection techniques in this article use literature studies from various sources such as journals, books and articles. The results showed that cases of injustice such as racism and discrimination are still found in Indonesia. Whereas Pancasila as the basis of the state states in the 2nd and 5th principles that a just and civilized humanity is also social justice for all Indonesian people.Keywords: Racism, Pancasila, Discrimination.
PENGAMALAN BUTIR PANCASILA: PERWUJUDAN IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI ETIKA DALAM HIDUP BERMASAYARAKAT Leni Yulia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.36 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1449

Abstract

AbstrakSejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa dan jati diri manusia Indonesia yang menjadi kekuatan, pedoman, sumber hukum serta pembimbing arah dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Dengan makna serta nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang menjadi tuntunan agar senantiasa menjalan kehidupan bermasyarakat berlandaskan nilai-nilai butir pancasila. Nilai makna yang sedemikan melekat dengan etika hidup manusia indonesia menjadi sistem kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu mewujudkan bahwa implementasi nilai Pancasila senantiasa terwujud dan terlaksana dalam hidup serta sanubari manusia indonesia. Pengamalan nilai butir Pancasila yang menjadi perwujudan implementasi mendorong terwujudnya manusia indonesia menjadi semakin berjiwa dan berjati diri berlandaskan Pancasila.Kata kunci: Pancasila, Etika, Implementasi AbstractHistory has revealed that Pancasila is the soul and identity of Indonesian people who become the strength, guidance, source of law and guide for the direction in carrying out social life. With the meaning and values contained in Pancasila which are the guidance to always live a community life based on the values of the Pancasila points. The value of meaning that is inherent in the ethics of Indonesian human life becomes an inseparable system of unity. This realizes that the implementation of Pancasila values is always materialized and carried out in the life and heart of Indonesian people. The practice of the value of the Pancasila point which is the embodiment of implementation encourages the realization of Indonesian people to become more spirited and have an identity based on Pancasila.Keywords: Pancasila, Ethics, Implementation
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA SEBAGAI LANDASAN BHINNEKA TUNGGAL IKA Amalia Dwi Pertiwi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.698 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1450

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia sudah benar-benar diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Dan nyatanya seperti yang kita ketahui kekacauan atau konflik antar masyarakat masih banyak dan sering kali terjadi di sekitar kita. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna dan arti yang sangat mendalam bagi Indonesia yang memiliki masyarakat dengan berbagai macam kebudayaan yang berbeda. Tetapi salah satu contoh konflik yang sering terjadi di masyarakat adalah rasisme dan diskriminasi. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, untuk menciptakan kehidupan yang rukun diantara perbedaan yang ada, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Rasisme, Diskriminasi. AbstractThis research was conducted with the aim of analyzing and knowing more deeply whether the application of Pancasila values as the foundation of Bhinneka Tunggal Ika in Indonesia has actually been implemented by the Indonesian people. And in fact, as we know, chaos or conflict between communities is still many and often occurs around us. Bhinneka Tunggal Ika has a very deep meaning and meaning for Indonesia, which has a society with a variety of different cultures. But one example of conflict that often occurs in society is racism and discrimination. Indonesian society is a pluralistic society, to create a harmonious life among the existing differences, Pancasila values must be strictly applied by all Indonesian people.Keywords: Pancasila Values, Bhinneka Tunggal Ika, Racism, Discrimination

Page 20 of 168 | Total Record : 1679