cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI DAN SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER Yohana R. U. Sianturi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.568 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1452

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai asas materi muatan pembentukan peraturan perundang-undangan dalam Pasal 6 UU No. 12/2011. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif bersifat preskriftif dengan menggunakan pendekatan undang-undang, historis, dan konseptual. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan yaitu, primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan literature research. Analisa bahan hukum menggunakan silogisme deduksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan, asas materi muatan telah memuat nilai-nilai Pancasila, tetapi belum semua nilai-nilai Pancasila termuat dalam asas materi muatan. Nilai-nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa belum termuat dalam asas materi muatan pembentukan peraturan perundang-undangan.Kata Kunci: Pancasila, Norma Dasar, Sumber Hukum, Peraturan Perundang-undanganAbstractThis study aims to determine the implementation of Pancasila values as a material principle for the formation of statutory regulations in Article 6 of Law no. 12/2011. This research is a type of normative research is prescriptive in nature by using a statutory, historical, and conceptual approach. Types and sources of legal materials used, namely, primary and secondary. Data collection techniques using literature research. Analysis of legal materials using a deductive syllogism. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the principle of content material contained the values of Pancasila, but not all of the values of Pancasila were contained in the principle of content material. The values of the precepts of the One and Only Godhead have not been included in the material principle of the content of the formation of legislation.Keywords: Pancasila, Basic Norms, Legal Sources, Legislation
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA SEBAGAI TINJAUAN ATAS MENTALITAS ANAK BANGSA INDONESIA Fajriyatur Robi'ah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.371 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1461

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mentalitas bangsa Indonesia khususnya dalam diri anak muda bangsa Indonesia. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau pendekatan secara deskriptif dimana teori ataupun dasar pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Metode ini digunakan untuk mencari kebenaran dalam suatu fakta yang terjadi dan berfokus kepada pemahaman fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa moral dan mentalitas anak bangsa dapat menjadi cerminan masa depan bangsa. Dengan adanya revolusi mental guna memperbaiki mentalitas anak bangsa dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berperilaku guna menciptakan individu yang bermoral. Dengan mengkiblatkan perilaku kepada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi awal kemajuan bangsa Indonesia. Dan dibuatnya artikel ini sebagai langkah awal dalam membuka perhatian mengenai pentingnya memperbaiki mentalitas anak bangsa.Kata Kunci: Pancasila, mentalitas, moral AbstractThis research was conducted to determine and analyze more deeply the mentality of the Indonesian nation, especially in the Indonesian youth. This research study uses a qualitative method or a descriptive approach where the theory or basis of discussion is obtained from the results of literature studies with various sources such as books, journals and articles. This method is used to find the truth in a fact that occurs and focuses on understanding social phenomena that occur in society. In this research, it can be seen that the morality and mentality of the nation's children can be a reflection of the nation's future. With the mental revolution in order to improve the mentality of the nation's children, it can create quality human resources. So the importance of implementing Pancasila values in behavior in order to create moral individuals. By cultivating behavior to the values of Pancasila, it is hoped that it can be the beginning of the progress of the Indonesian nation. And this article was made as a first step in opening attention to the importance of improving the mentality of the nation's children.Keywords: Pancasila, mentality, morals
PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Dewi Sarah Simbolon; Julita Sari; Yowisa Yolanda Purba; Nurtia Indah Siregar; Risa Salsabilla; Yohana Manulang
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.657 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1465

Abstract

AbstrakPenelitian ini secara umum bertujuan mengetahui gambaran nyata mengenai bagaimana peran pemerintah desa dalam pembangunan. Peran menjadi indicator awal berhasil tidaknya seorang kepala desa dan perangkat desa dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran pemerintah desa dalam pembangunan dapat disimpulkan bahwa masyarakat mempunyai peran yang kurang baik karena apparat desa kurang mengoptimalkan peran tersebut. macetnya suatu pembangunan desa disebabkan pemerintah desa belum dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh adanya kurangnya koordinasi antara pemerintah dengan perangkat desa lainnya, kurangnya ketegasan dalam menjalankan fungsinya sebagai pemerintah desa atau kepala desa.Kata Kunci: Pembangunan, Pemerintah Desa AbstractThis research generally aims at knowing the real picture of how the role of village government in development. The role is an indicator early success or failure of a village head and village officials carry out its duties. In this study, researchers used techniques observation, interview, and documentation. Based on the results of research on the role of village government in development can be concluded that the community has a bad role because the village apparatus is not optimizing it that role. The stalling of a village development is caused by the village government has not been able to improve the standard of living of the community. This is influenced by the existence lack of coordination between the government and other village officials, lack of assertiveness in carrying out its functions as village government or village head.Keywords: Development, Village Government
IMBAS NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Yuliana Setyawati; Qori Septiani; Risky Aulia Ningrum; Ratna Hidayah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.496 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1530

Abstract

Pendidikan dalam perkembangannya tidak dapat lepas dari pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Perkembangan globalisasi telah tampak dan mulai ada sekitar 1000 dan 1500 M. Saat itu ditandai dengan adanya interaksi dalam hubungan antar bangsa di dunia, mulai dari para pedagang melalui jalur darat maupun jalur laut. Para pedagang selain melakukan perdagangan mereka juga menyebarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai sosial, seni, dan pendidikan. Sistem pendidikan di era dahulu dengan era globalisasi sangat berbeda, misalnya saja pada pembelajaran. Jika dahulu dilakukan secara tatap muka maka sekarang pembelajaran bisa dilakukan dengan tatap maya dimanapun berada. Hal ini mengakibatkan kurangnya komunikasi antara guru dan siswa. Imbas negatif dari globalisasi di bidang pendidikan lainnya yaitu pengelompokan status sosial, melemahnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara, menurunnya kualitas moral siswa, tergerusnya kebudayaan local, dan munculnya tradisi serba cepat.Sebagai warga negara Indonesia yang kental akan budaya, sudah seharusnya kita menyaring hal-hal yang masuk. Karena jika tidak dapat menggerus budaya local yang sudah ada. Karena tidak semua budaya luar itu cocok dengan budaya kita. Saran bagi penulisan selanjutnya semoga dapat lebih divariasikan sumber dan topic pembahasan agar semakin menarik.
URGENSI ETIKA DEMOKRASI DI ERA GLOBAL: MEMBANGUN ETIKA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT BAGI MASYARAKAT AKADEMIS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Nufikha Ulfah; Yayuk Hidayah; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.86 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1576

Abstract

AbstrakIstilah demokrasi secara singkat didefinisikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika ditinjau dari sudut organisasi, negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, negara demokrasi yaitu negara kedaulatan rakyat. Sedangkan etika memiliki arti: ilmu yang membahas tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan; etika dapat juga dijelaskan sebagai “ilmu pengetahuan yang membahas tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun visi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri yaitu agar menjadi warga negara yang baik yang memiliki civic knowledge, civic dispositions, serta mempu mengartikulasi civic skills (berkaitan dengan kecakapan intelektual: mengidentifikasi, menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, menilai, dan mengambil serta mempertahankan posisi atas suatu isu; dan kecakapan partisipatif: berinteraksi, memantau, dan memengaruhi) dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat melahirkan warga negara demokratis yang memiliki kecerdasan, kritis, bertanggung jawab serta partisipatif dalam menghadapi perubahan sabagai akibat dan tantangan globalisasi.Kata kunci: Etika Demokrasi,  Demokrasi Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan abstractThe term democracy is briefly defined as the government or power of the people, by the people, and for the people. When viewed from the point of view of the organization, a democratic state is a country organized based on the will and will of the people, a democratic state that is a country of people's sovereignty. While ethics has a meaning: science that discusses what is commonly done or the science of customs; ethics can also be described as "the science of moral principles." The vision of Citizenship Education itself is to be a good citizen who has civic knowledge, civic dispositions, and articulate civic skills (relating to intellectual proficiency: identifying, describing, describing, analyzing, assessing, and taking and maintaining positions on an issue; and participatory skills: interacting, monitoring, and influencing) in the lives of democratic societies, nations, and countries. Citizenship Education is expected to give birth to democratic citizens who have intelligence, critical, responsible and participatory in the face of changes such as the consequences and challenges of globalization.Keywords: Democratic Ethics, Pancasila Democracy, Citizenship Education
SKPP BAWASLU SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK WARGA NEGARA Nia Sofiyatul Millah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.596 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1583

Abstract

AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pemilu di Indonesia selalu menurun dari pemilu pertama hingga sekarang. Dengan adanya peranan aktif dari Bawaslu, sebagai lembaga pemantau pemilu serta masyarakat dalam mengawasi pemilu, diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi para pelaku politik dan seluruh yang terlibat dalam Pemilu yang pada akhirnya akan melahirkan suatu pemilu yang demokratis. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan tahapan penyelenggaraan pemilu maka diharapkan akan dapat menghasilkan pemilu yang demokratis baik dari prosesnya maupun hasilnya. SKPP adalah sebuah sarana Pendidikan yang disediakan oleh Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) untuk memfasilitasi masyarakat umum agar dapat terlibat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu atau pilkada. SKPP dibuat untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kader-kader lulusan SKPP diharapkan menjadi kepanjangan tangan Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu/pilkada.Kata Kunci: SKPP Bawaslu, Pengawas Partisipatif, Pemilu AbstrackPublic participation in elections in Indonesia has always decreased from the first election to the present. With the active role of Bawaslu, as an election monitoring institution and also the community in supervising the election, it is hoped that it can provide awareness for political actors and all those involved in the election which will eventually give birth to a democratic election. With the participation of the community in supervising the stages of organizing the election, it is hoped that it will be able to produce democratic elections both from the process and the results. SKPP is an educational facility provided by the Election Supervisory Body (BAWASLU) to facilitate the general public to be involved in supervising the implementation of elections or local elections. SKPP was created to accommodate public participation in elections. Cadres graduated from SKPP are expected to be an extension of Bawaslu to increase public political participation in the implementation of elections/pilkada.Key Words: SKPP Bawaslu, Participatory Superviso, elections
PENGARUH MODEL DISCOVERY DAN CONVENTIONAL LEARNING TERHADAP MOTIVASI SISWA DAN HASIL BELAJAR Anisa Yuliana; Sulis Janu Hartati; Sri Yuni Hanifa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.402 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1592

Abstract

AbstrakPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran inti dan sudah diajarkan kepada siswa sejak Sekolah Dasar hingga jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu perlu adanya Model Pembelajaran dan motivasi agar peserta didik tidak merasa jenuh dan mengalami kesulitan karena proses penyampaian materi yang monoton dalam belajar PPKn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental Design. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap hasil belajar PPKn  siswa UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan, 2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan, 3) Mengetahui interaksi antara model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa dan hasil belajar PPKn UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII sebanyak 240 siswa, yang menjadi sampel adalah kelas VIIa dan kelas VIIb, penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh Model Pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap hasil belajar diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, kedua Ada pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa diperoleh nilai sig. sebesar 0,001 < 0,05, dan yang ketiga Ada interaksi antara Model Pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajar yang dibuktikan dengan nilai sig. 0,038 < 0,05 sesuai dengan kriteria uji Two Way Anova.Kata kunci: Discovery Learning, Conventional, Motivasi dan Hasil Belajar AbstractPancasila and Citizenship Education (PPKn) is a core subject and has been taught to students from elementary school to higher levels. Therefore, it is necessary to have a learning model and motivation so that students do not feel bored and experience difficulties due to the monotonous process of delivering material in learning Civics. This study uses a Quasi Experimental Design research method. The aims of this study were 1) to determine the effect of the Discovery and Conventional Learning learning models on the Civics learning outcomes of UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan students, 2) To determine the effect of the Discovery and Conventional Learning learning models on the motivation of UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan students, 3) To determine the interaction between models Discovery learning and Conventional Learning on student motivation and learning outcomes of PPKn UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan. The population in this study was all class VII as many as 240 students, the samples were class VIIa and class VIIb, the determination of the sample was carried out using purposive sampling. The results showed 1) there was an influence of the Discovery Learning Model and Conventional Learning on the learning outcomes obtained by the value of sig. of 0.000 <0.05, secondly there is an influence of the Discovery and Conventional Learning learning models on student motivation, the value of sig is obtained. of 0.001 < 0.05, and the third There is an interaction between the learning model and motivation on learning outcomes as evidenced by the value of sig. 0.038 <0.05 according to the criteria for the Two Way Anova test.Keywords: Discovery Learning, Conventional, Motivation and Learning Outcomes
Pengaruh Kualitas Pelayanan Aviation Security Terhadap Kepuasan Penumpang di Bandar Udara Juanda Surabaya Muhamad Eka Putra Utama; Maria Valeria Roellyanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.597 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.1615

Abstract

Pengaruh Kualitas Pelayanan Aviation Security Terhadap Kepuasan Penumpang di Bandar Udara Juanda Surabaya Muhamad Eka Putra Utama1 Maria Valeria Roellyanti2 Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia1,2 Email: - Abstrak Pelayanan pada suatu bandar udara tidak terlepas dari sikap yang diberikan oleh setiap petugas, oleh karena itu setiap devisi pada bandar udara harus memberikan pelayanan secara baik dan ramah. Pelayanan yang baik pada divisi bandar udara memberikan dampak pada kualitas pelayanan keamanan dan kepuasan penumpang sebagai pengguna jasa bandar udara. Dalam tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruhnya pelayanan keamanan petugas avsec terhadap kepuasan penumpang di bandar udara Juanda Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kuesioner sebagai sumber data primernya. Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang yang berada di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Sampel yang diambil adalah sebanyak 100 penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa hasil uji T mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 0,005 yang berarti adanya pengaruh dari kualitas pelayanan keamanan petugas avsec unit centralize(security check point) terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya.Berdasarkan hasil uji R², diperoleh hasil sebesar 0,852 atau sama dengan 85,2%. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh kualitas pelayanan keamanan petugas avsec unit centralize(security check point) mendapat korelasi yang kuat) berpengaruh terhadap variabel kepuasan penumpang dan sisanya 14,8% atau 0,148 merupakan variabel yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata Kunci: Aviation Security, Kepuasan Penumpang
Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Keparahan Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Pabidang W; Somarnam; Yanti Pesurnay; Ernawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.317 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.1616

Abstract

Abstrak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Papua Barat per kasus konfirmasi covid-19 di Papua Barat masih terus mengalami penambahan setiap hari. Belum terdapat penelitian sebelumnya di Papua Barat terkait karakteristik pasien covid-19 dan hubungannya dengan tingkat keparahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat keparahan covid-19. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang terkonfirmasi covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kota dan Kabupaten Sorong pada 99 responden dengan desain cross sectional study menggunakan data sekunder. Hasil yang didapatkan yaitu proporsi kelompok usia <55 (10-54 tahun) yaitu 74,7%, jenis kelamin perempuan (53,5%), dan suku non Papua (85,9%). Karakteristik klinis paling banyak dijumpai diantara ketiga gejala yang diteliti yaitu gejala batuk (49,5%), sesak napas (42,4%), dan demam (6,1%). Analisis hubungan jenis kelamin dengan tingkat keparahan didapatkan nilai p=0,242, hubungan kelompok umur dengan tingkat keparahan didapatkan nilai p<0,001, hubungan suku dengan tingkat keparahan (p=0,054), demam (p=0,193), batuk dan sesak (p<0,001). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik, yakni umur, gejala batuk dan sesak dengan tingkat keparahan covid-19, dan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik yakni jenis kelamin, suku dan gejala demam dengan tingkat keparahan covid-19. Kata Kunci: Covid-19, Karakteristik, Tingkat Keparahan, Papua Barat Abstract Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Based on data from the West Papua Health Office as of December 13, 2020, confirmed cases of Covid-19 in West Papua are still increasing every day. There have been no previous studies in West Papua regarding the characteristics of Covid-19 patients and the relation to severity of the disease. The objective of this study is to determine the relation between characteristics of the disease and the severity of Covid-19 patients. This study was conducted on patients with confirmed case of covid-19 in Covid-19 Emergency Hospital in Sorong City and Regency who were treated from March 2020-December 2020 on 99 respondents with a cross-sectional study design using secondary data. The result show that the proportion of the age group <55 (10-54 years) is 74.7%, female (53.5%), and non-Papuan (85.9%). The most common clinical characteristics among the three symptoms studied were cough (49.5%), shortness of breath (42.4%), and fever (6.1%). Analysis of the relationship with the severity obtained p value =0.242, the relationship between age group with the severity obtained p value <0.001, the relationship between ethnicity and severity (p= 0.054), fever (p=0.193), cough and shortness of breath (p<0, 001). There are statistically significant relation, namely age, cough symptoms and shortness of breath with the severity of Covid-19, and there are no statistically significant relation, namely gender, ethnicity and fever symptoms with the severity of Covid-19. Keywords: Covid-19, characteristics, severity, West Papua
UPACARA ADAT MAMAPAS LEWU (STUDI KASUS DI KOTA KASONGAN KALIMANTAN TENGAH) Erik Chilwanto; Safna Safna; Mutiara Mutiara; Gusmadi Rahmad; Offeny Offeny; Ahmad Saefulloh
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.6 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1673

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mamapas lewu, fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat di Kota Kasongan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mamapas lewu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mamapas Lewu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota.Kata Kunci: Upacara Adat Dayak; Mamapas Lewu; Kota Kasongan Abstract:This study aims to find out how the mamapas lewu ceremony is performed, its function and meaning for human life in Kasongan City, Central Kalimantan.The research method used is descriptive qualitative. Data sources are primary data and secondary data. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation, while data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Mamapas lewu is one of the implementations of Hindu kaharingan teachings in realizing respect, and thanks to God (Ranying Hatalla Langit) for protecting nature and the village from harm. Mamapas Lewu is carried out because of an incident or incidents related to murder, a threat to safety, or an incident that occurs when a disaster strikes the entire population or the city. This activity aims to clean nature and the environment (Petak Danum) and all its contents from various dangers and misfortunes in order to be given luck, safety, long life, abundant fortune and inner and outer peace to all residents of the village or city.Keywords: Dayak Tradisional Ceremony; Mamapas Lewu; Kasongan city

Page 21 of 168 | Total Record : 1679