cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi Untuk Meminimalisir Tindak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Nida Sausan; Iga Fiolita Sari; Deviana Ariska; Annisa Tri Wulandari; Mitha Fransiska
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.225 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3107

Abstract

AbstrakSejak era reformasi, telah dibentuk berbagai lembaga antikorupsi yang berperan besar pada pencegahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, kejahatan korupsi merupakan jenis kejahatan dengan dampak yang luar biasa melakukan praktik kejahatan korupsi sama artinya dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi diperlukan adanya regenerasi hukum serta pendekatan budaya yakni melalui pendidikan anti korupsi yang berguna sebagai wadah pembentuk moral generasi muda. Metode pada riset ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan proses pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Program pendidikan anti korupsi yang telah di tetapkan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sama yang terpadu serta terbimbimbing guna menghentikan kerugian negara akibat tidakan korupsi. Disisi lain, pendidikan anti korupsi juga efektif untuk diimplementasikan dalam rangka membentuk moralitas anak bangsa serta menjadi langkah pencegahan dini bagi tindak kejahatan lanjut dari korupsi yakni pelanggan hak asasi manusia.Kata Kunci : Korupsi, pendidikan anti korupsi, pelanggaran HAM AbstractSince the reform era, anti-corruption institutions have been established that have a major role in preventing and eradicating corruption in Indonesia. In addition, the crime of corruption is a type of crime with an extraordinary impact, committing a crime of corruption is tantamount to committing a violation of human rights. To optimize efforts to eradicate corruption, it is necessary to have legal regeneration and a cultural approach, namely through anti-corruption education which is useful as a forum for forming the morale of the younger generation. The method in this study uses a normative legal approach with the data collection process using a literature study. This anti-corruption education program that has been established has the aim of providing the same knowledge and understanding that is integrated and guided in order to reduce state losses due to acts of corruption. On the other hand, anti-corruption education is also effective to be implemented in order to shape the morality of the nation's children as well as an early prevention step for further crimes of corruption, namely human rights customers.Keywords: Corruption, anti-corruption education, human rights violations
Mengedepankan Karakter Budaya Untuk Membangun Warga Negara yang Nasionalis Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Aldian Tomia; Jopani Novia; Ocha Ardania; Victorianus Marterik Arjon; Wilhelmina Tasya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.755 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3108

Abstract

AbstrakBanyaknya permaslahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa indonesia, hal itu hampir semuanya bersumber dari rendahnya moral dan ahlak masyarakat hingga pemimpin negara, banyak sekali jenis pendidikan pada bangsa indonesia namun kebanyakan pendidikan tersebut hanyalah mengajarkan intelektual saja, namun pendidikan yang paling penting untuk mengatasi semua permasalahan yang terdapat dalam bangsa kita ini adalah pendidikan karakter, disini pendidikan karakter lah yang menjadi peran utama untuk membangun karakter bangsa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju karena salah satu tujuan dari pendidikan karakter ialah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong rotong. Keteladanan dan kedisiplinan adalah beberapa contoh hal yang sangat penting untuk di tekankan dalam pendidikan karakter.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kdisiplinan, Keteladanan AbstractThe many problems that occur in the Indonesian nation are almost all sourced from low morals and morals of the community to state leaders, there are many types of education in the Indonesian nation but most of this education only teaches intellectuals, but education is the most important to overcome all problems contained in our nation is character education, here character education is the main role to build national character that is able to bring Indonesia to a more advanced direction because one of the goals of character education is to form a nation that is strong, noble, moral, tolerant. , cooperate or work together. Exemplary and discipline are some examples of things that are very important to emphasize in character education.Keywords: Character Education, Discipline, Exemplary
Implementasi Pelayanan Publik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten dalam Perspektif Peningkatan Literasi Masyarakat Siti Vinna Fadillah; Qotrun Nida; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.645 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3116

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendahnya tingkat masyarakat provinsi Banten khususnya masyakat kabupaten Lebak. Penelitian ini dilakukan di lima lokasi yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten, Perpustakaan Umum Saidja Adinda Kabupaten Lebak, Perpustakaan Desa Sajira Mekar, dan TBM Kedai Proses. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat literasi di provinsi Banten khususnya di kabupaten Lebak ini dengan mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung literasi, serta peran pemerintah dalam menumbuhkan literasi masyarakat. Yang dimana faktor penghambat gerakan literasi yaitu kebiasaan membaca yang belum dimulai dari rumah, perkembangan teknologi yang makin canggih, sarana dan prasarana, dan ketersediaan dana. Untuk pendukung gerakan literasi yaitu sarana prasarana dan bahan bacaan. Untuk peran pemerintah sendiri yaitu orang tua mengambil peran utama, perpustakaan lebih inovatif menyediakan bahan bacaan, kerjasama pemerintah, penulis, dan publisher, mengadakan lomba literas, memebentuk komunitas literasi, dan mengadakan pelatihan. Kesimpulan dalam penelitian ini peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan literasi.Kata Kunci: Faktor Penghambat, Faktor Pendukung, Peran Pemerintah AbstractThe purpose of this study is to determine the low level of society in the province of Banten, especially the people of Lebak district. This research was conducted in five locations, namely the Banten Provincial Library and Archives Service, Banten Province Education and Culture Office, Saidja Adinda Public Library, Lebak Regency, Sajira Mekar Village Library, and TBM Kedai Process. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques in this study used interview, observation and documentation techniques. The results showed that the literacy level in Banten province, especially in Lebak district, was to know the inhibiting and supporting factors of literacy, as well as the role of the government in growing community literacy. Where the inhibiting factors for the literacy movement are reading habits that have not been started from home, increasingly sophisticated technological developments, facilities and infrastructure, and the availability of funds. To support the literacy movement, namely infrastructure and reading materials. For the role of the government itself, namely parents take the main role, libraries are more innovative in providing reading materials, cooperation with the government, writers, and publishers, holding literacy competitions, forming literacy communities, and conducting training. The conclusion in this study is that the role of parents, society, and government is very important to improve literacy. Keywords: Inhibiting Factors, Supporting Factors, Government Role
Ahmad Yani: Kesuksesan Strategi dan Pengabdian untuk Pertahanan Negara Ronald Sianipar; M. S. Boedoyo; M. Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.844 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3120

Abstract

AbstrakAhmad Yani (1922-1965) dikenal juga dengan Yani, adalah Komandan Tentara Nasional Indonesia yang dibentuk menjadi tentara Hindia Belanda (KNIL) pada tahun 1940 dan bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada tahun 1943. Yani mendaftar di PETA sebagai Juru Bahasa (dalam Bahasa jepang disebut Cuyaku), namun karena memiliki bakat strategi militer dan kepemimpinan, Jepang mengusulkan dia untuk menjadi seorang tentara militer penuh dengan mengikuti Pendidikan militer Heiho di Magelang dan Pendidikan Militer Syodanco di Bogor. Pada tahun 1945, Yani bergabung dengan tentara Republik Indonesia dengan membentuk battalion (battalion 4 Resimen XIV Magelang) untuk melawan penjajahan negara Inggris di Magelang. Karena prestasi yang sangat bagus dengan bakat stategi kepemimpinan yang baik, pada tahun 1948, Ahmad Yani dipromosikan menjadi Letnan Kolonel dan memimpin Brigade Diponegoro membawahi Batalyon Suryosumpeno, Batalyon Daryatmo dan Batalyon Panuju. Puncak karir Yani adalah pada tahun 1963-1965 sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Jenderal. Pada tahun 1965 terjadi konflik ideologi politik yang menjadikan terjadinya gesekan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno antara Istana Presiden dengan Angkatan Darat Indonesia. Ahmad Yani dituduh mencampuri kebijakan Presiden Soekarno. Dimana pada akhirnya Yani ditembak dan dibuang ke dalam sumur air di Lubang Buaya Jakarta. Peristiwa ini dikenal dengan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI (G30S/PKI).Kata Kunci: Strategi Militer, PETA, Revolusi, Pertahanan, Kepemimpinan Strategis AbstractAhmad Yani (1922-1965), also known as Yani, was the Commander of the Indonesian National Army which was formed into the Dutch East Indies army (KNIL) in 1940 and joined PETA (Defenders of the Fatherland) in 1943. Yani enrolled in PETA as an Interpreter (in Japanese it is called Cuyaku), but because he had a talent for military strategy and leadership, the Japanese proposed him to become a full-fledged military soldier by attending Heiho military education in Magelang and Syodanco Military Education in Bogor. In 1945, Yani joined the army of the Republic of Indonesia by forming a battalion (battalion 4 regiment XIV Magelang) to resist the British colonization of Magelang. Due to his excellent achievements with good leadership strategy talents, in 1948, Ahmad Yani was promoted to Lieutenant Colonel and led the Diponegoro Brigade in charge of the Suryosumpeno Battalion, Daryatmo Battalion and Panuju Battalion. The highlight of Yani's career was in 1963-1965 as Chief of Army Staff with the rank of Lieutenant General. In 1965 there was a conflict of political ideologies that caused friction during the reign of President Soekarno between the Presidential Palace and the Indonesian Army. Ahmad Yani was accused of interfering in President Sukarno's policies. In the end, Yani was shot and thrown into a water well in Lubang Buaya Jakarta. This event was known as the September 30, 1965 Movement by the PKI (G30S/PKI). Keywords: Military Strategy, PETA, Revolution, Defense, Strategic Leadership
Strategi Promosi Pariwisata di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak Kalimantan Barat dimasa Pandemi Covid-19 Anggoro Dwi Raharjo; Kartika Fajar Nieamah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.181 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3121

Abstract

AbstrakBandar Udara Internasional Supadio Pontianak merupakan bandar udara yang terletak di ibukota provinsi Kalimantan Barat. Strategi promosi pariwisata akan turut menentukan jumlah wisatawan yang akan datang. Dengan informasi yang didapat oleh penumpang menganai pariwisata Kalimantan Barat maka dapat meningkatkan jumlah wisatawan karena wisatawan dapat menentukan destinasi yang diinginkan yang berada di Kalimantan Barat. Adapun tujuan dari studi ini yaitu untuk mengatahui bagaimana stratergi promosi pariwisata yang dilakukan oleh pengelola Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak dimasa pandemic covid-19. Jenis studi ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Menggunakan metode wawancara terstruktur dan studi dokumentasi sebagai Teknik pengumpulan data, dan studi ini menggunakan teknik analisis SWOT. Hasil dari studi tentang strategi promosi pariwisata di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak menggunakan 3 jenis yaitu Periklanan (Digital banner, Display material,Digital content creator, Digital service officer), Promosi Penjualan (Stand peragaan budaya), Hubungan masyarakat (Pameran UMKM).Kata Kunci: Pariwisata, Supadio, Pandemi AbstractSupadio International Airport is an airport located in the capital city west Kalimantan. The tourism promotion strategy will also determine the number of tourists who will come. With the information obstained by passanger regarding West Kalimantan tourism, it can increase the number of tourists because tourists can determine the desired destination in West Kalimantan. The purpose of this study is to find out how the tourism promotion strategy is carried out by the manager of the Supadio International Airport during covid-19 pandemic. This type of study is descriptive qualitative research. Using structured interview methods and documentation studies as data collection techniques, and this study uses SWOT analysis techniques. The results of a study on tourism promotion strategies at Supadio International Airport use 3 type, namely Advertising (Digital banner, Display material,Digital content creator, Digital service officer), Sales Promotion (Cultural display stand),Public Relation (SME exhibition).Keywords: Tourism, Supadio, Pandemic
Pengaruh Mesin Self Check-in Terhadap Kepuasan Penumpang di Maskapai Citilink Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta Dani Tatrasandi; You She Melly A. D.; Mohammed Taaqbier
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.89 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3122

Abstract

AbstrakPertumbuhan teknologi di dunia pasti hendak mempengaruhi pada setiap aktivitas yang dijalani oleh setiap manusia. Alat teknologi terus menjadi semakin moderen ini menolong seorang lebih gampang dalam menuntaskan seluruh aktivitas ataupun pekerjaannya. Teknologi pendukung jenis check-in ini dapat memudahkan para calon penumpang. Tetapi, nyatanya masih banyak pengguna yang memilih untuk memakai check-in konvensional maupun check-in counter. Dalam penelitian, peneliti memilih metode kombinasi, (mixed method). Penelitian kombinasi (mixed methods) dengan cara mengambil sampel sebanyak 100 responden. Dalam peneitian ini menjadi variabel independen adalah mesin self check-in (X), yang telah di sediakan oleh maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Adisucipto Yogyakarta. Menjadikan variabel dalam penelitian ini dependen ialah kepuasan terhadap penumpang (Y), dan pada variabel ini adalah variabel utama untuk menjadikan faktor berlakunya dalam penelitian. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa mesin self check-in berpengaruh signifikan pada kepuasan penumpang pada maskapai citilink di Bandara Adjisucipto. Mampu menyediakan counter yang. khusus untuk. penumpang. sudah melaksanakan chec.k-in melalui. website juga. Smartphone perlu adanya penambahan mesin self check-in disetiap bandaran di Yogyakarta. Mampu menyediakan counter. yang khusus untuk. penumpang. sudah melaksanakan check-in melalui. website juga. Smartphone.Kata Kunci : self check-in, kepuasan, Citilink AbstractThe development of innovation on the planet will surely influence the exercises that are completed by people themselves. These mechanical instruments that keep on being progressed help people all the more effectively complete movements of every kind or work. This kind of registration support innovation can make it more straightforward for planned travelers. Be that as it may, truth be told there are as yet numerous travelers who decide to involve regular registration or registration counters. In this review, analysts utilized a mix research strategy (blended technique). Consolidated research (blended techniques) by taking an example of 100 respondents. In this exploration, the free factor is oneself registration machine (X), which has been given by Citilink aircraft at Yogyakarta Adisucipto International Airport. In this review, the reliant variable is traveler fulfillment (Y), where this variable is the really factor that is the overall element in the review. The computation results show that oneself registration machine essentially affects traveler fulfillment on Citilink carriers at Adjisucipto Airport. Ready to give counters. exceptional for. that traveler. as of now did a check.k-in through. sites and. Cell phones It is important to add a self registration machine at each air terminal in Yogyakarta. Ready to give counters. unique for. that traveler. as of now did a check.k-in through. sites and. Cell phoneKeyword: self registration, fulfillment, Citilink
Analisis Yuridis Putusan Perjanjian Kerja Waktu tertentu (PKWT) PT. Diamond Cold Storage (Studi Kasus Putusan Nomor 229/Pdt.Sus-Phi-2015/PN.Bdg) Muhammad Mansyur Maulana; Sugeng Djatmiko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2020): 1 Januari - 30 Juni 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.336 KB) | DOI: 10.31316/jk.v4i1.3123

Abstract

AbstrakPerjanjian kerja merupakan salah satu syarat bagi pekerja/buruh untuk bisa bergabung dalam suatu peusahaan, salah satunya adalah perjanjian kerja waktu tertentu,ini marak dilakukan oleh perusahan basar yang sudah lama berdiri, hak ini memicu dalam perselisihan hak antar pekerja dengan perusahaan, hingga sampai pada Pengadilan Hubungan Industrial, tak jarang Majelis Hakim memberikan putusan yang tidak memihak kepada pekrja walaupun bukti-bukti yang ada sudah jelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan perjanjian kerja waktu tertentu pada PT Diamond Cold Storage menurut Undang-undang 13 tahun 2003 tenatng ketenagakerjaan dan mengapa gugatan perkara 229/Pdt.Sus-Phi- 2015/PN.Bdg dinayatakan sudah kadaluwarsa, metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan bahan hukum sekunder dan primer, dari penelitian ini penulis berkesimpulan setiap perusahaan yang menggunakan sitem perjanjian kerja waktu tertentu harus meperhatikan jenis usaha dari perusahaan tersebut serta meprhatikan perundang-undangan.Kata Kunci: Pemutusan Hubungan Kerja (OHK), Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) AbstractThe employment agreement is one of the conditions for workers / laborers to be able to join a company, one of which is a certain time work agreement, this is rampantly carried out by long-established basar companies, this right triggers in rights disputes between workers and companies, until it reaches the Industrial Relations Court, not infrequently the Panel of Judges gives impartial decisions to the creditor even though the existing evidence is clear. The formulation of the problem in this study is how the application of a certain time work agreement to PT Diamond Cold Storage according to Law 13 of 2003 is tenatng employment and why the lawsuit case 229 / Pdt.Sus-Phi- 2015 / PN.Bdg is stated to have expired, the method in this study is normative juridical with secondary and primary legal materials, from this study the author concludes that every company that uses a certain time work agreement system must pay attention to the type of business of the company and pay attention to the legislation.Keywords: Termination of Employment (OHK), Specific Time Employment Agreement (PKWT)
Penguatan Karakter Anti Korupsi pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Berbasis Keislaman Ramandita, Raka; Luqman Hakim, Ahmad; Fauzan Anshory, Isa; Sholichah Iman Nurchotimah, Aulia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.402 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3124

Abstract

Abstrak Tidak dapat dipungkiri, bahwa pada saat ini banyak negara di dunia tidak lepas dari yang namanya korupsi. Hal tersebut disebabkan rusaknya moral dan kurangnya penanaman karakter anti korupsi pada seseorang. Artikel ini menggali lebih dalam tentang betapa pentingnya penanaman karakter anti korupsi pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan juga penerapannya pada tingkat perguruan tinggi yang berbasis keislaman. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan mereview sumber-sumber ilmiah kemudian mengembangkan ide-ide yang ada pada sumber-sumber tersebut. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa karakter anti korupsi sangatlah penting ditanamkan pada diri seseorang, terutama pada civitas akademika perguruan tinggi yang merupakan generasi penerus bangsa ini dalam mengisi pemerintahan. Penerapannya melalu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan juga keikutsertaan para mahasiswa dalam menolak korupsi yang penerapannya pada penyelanggaraan acara-acara kegiatan sebagai bentuk penolakan korupsi di negeri. Hal tersebut sebagai bentuk kampanye besar-besaran sebagai bentuk penguatan karakter anti korupsi, penolakan terhadap tindak pidana korupsi, dan yang paling utama adalah untuk menghilangkan para koruptor dari negara ini, guna menciptakan sebuah negara dan lembaga pemerintahan yang bersih, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan damai. Kata Kunci: Karakter Anti Korupsi, Korupsi, Pendidikan Kewarganegaraan.   Abstract It is undeniable, that at this time many countries in the world can not be separated from the name of corruption. This is due to moral damage and lack of planting anti-corruption character in a person. This article delves deeper into the importance of planting anti-corruption characters in Civic Education Learning and also its application at the level of Islamic-based universities. This article uses the literature review method, by reviewing scientific sources and then developing ideas that exist in these sources. The results of this study states that the character of anti-corruption is very important instilled in a person, especially in the academic community of higher education which is the next generation of this nation in filling the government. Its application is through Civic Education Learning and also the participation of students in rejecting corruption whose application is in the organization of activity events as a form of rejection of corruption in the country. This is a form of large-scale campaign as a form of strengthening the character of anti-corruption, rejection of corruption, and the most important is to eliminate the corruptors from this country, in order to create a clean state and government institutions, and create a safe and peaceful community environment. Keywords: Anti-Corruption Character, Corruption, Civic Education.
Recording Ternak Sapi menggunakan QR & Barcode dalam Model Pembelajaran Project Based Learning Fakultas Peternakan Universitas Mataram Hasma; Rina Andriati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.476 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3129

Abstract

Abstrak Teknologi digital yang terus berkembang pesat diberbagai aspek, salah satunya recording data ternak sapi yang membutuhkan pemahaman dalam pengoperasian dengan baik. Model pembelajaran project based learning diharapkan mampu mengasah digital skill mahasiswa melalui penggunaan aplikasi teknologi QR & Barcode di Teaching farm Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Metode pendekatan yang digunakan untuk mencapai target luaran PKM yaitu mengidentifikasi masalah, studi literatur, Perancangan Recording Data Ternak Sapi dan uji coba dan Evaluasi tugas project Mahasiswa. Adapun tujuan dari recording ternak sapi menggunakan QR &Barcode untuk membaca dan menyimpan informasi penting terkait ternak sapi yang berada di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Lingsar Lombok Barat, melalui QR & Barcode data ternak sapi akan bisa dibaca, hanya dengan sekali scan maka data ternak akan nampak secara keseluruhan. Dengan cara ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah peternak pada umumnya dan petugas Teaching Farm pada khususnya dalam melakukan recording atau pencatatan ternak yang dimilikinya. Kata Kunci: Recording, Ternak Sapi, QR &Barcode, Project Based Learning Abstract Digital technology continues to grow rapidly in various aspects, one of which is recording cattle data which requires an understanding of how to operate properly. The project-based learning model is expected to be able to hone students' digital skills through the use of QR & Barcode technology applications at the Teaching Farm of the Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram. The approach method used to achieve the PKM output target is identifying problems, studying literature, Designing Cattle Data Recording and testing and evaluating student project assignments. The purpose of recording cattle using QR & Barcodes to read and store important information related to cattle in the Teaching Farm of the Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram, Lingsar, West Lombok, through QR & Barcodes, cattle data can be read, with just one scan, the data can be read. cattle will be seen as a whole. This method is expected to help and facilitate farmers in general and Teaching Farm officers in particular in recording or recording their livestock. Keywords:Recording, Cattle, QR &Barcode, Project Based Learning
Peran Komunikasi Masyarakat terhadap Pemerintah untuk Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas Muhammad Amer Mushaf; Lia Fauziah; Ummu Aiman; Aulia Sholichah Iman Nurchotimah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.823 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3130

Abstract

AbstrakMasyarakat pada masa kini memiliki berbagai macam permasalahan yaitu salah satunya dalam hal berkomunikasi,dalam hal ini masyarakat masih banyak yang acuh terhadap peran dari komunikasi itu sendiri baik dari segi penyampaian pendapat sebagai warga Negara.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi masyarakat itu sangat penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.  Penelitan ini menggunakan metode studi referensi dari berbagai sumber-sumber yang terpercaya dan ditinjau begitupun di analisis dengan mempelajari semua perbandingan yang ada pada sumber-sumber tersebut. Hasil dari artikel ini menyatakan bahwa setiap masyarakat harus mengerti situasi dan kondisi didalam lingkup pelayanan publik serta bisa mengungkapkan segala permasalahan yang terjadi pada kebijakan-kebijakan pemerintah dengan cara berkomunikasi yang baik tanpa adanya diskriminasi terhadap pemerintahan daerah. Komunikasi masyarakat dalam pelayanan publik masih belum terealisasikan karna kurangnya responsif pemerintah dalam menjawab aspirasi-aspirasi masyarakat sehingga masyarakat menjadi pasif dalam berkomunikasi dengan pemerintah. Masyarakat dan pemerintah harus saling mendukung dan bekerja sama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.Kata Kunci :Komunikasi, Pelayanan publik, Masyarakat, BerkualitasAbstractToday's society has various kinds of problems, one of which is in terms of communicating, in this case many people are still indifferent to the role of communication itself both in terms of conveying opinions as citizens.  The purpose of this study is to find out the role of community communication is very important to realize quality public services.  This research uses a reference study method from various reliable sources and is reviewed as well as analyzed by studying all the comparisons in these sources. The results of this article state that every community must understand the situation and conditions within the scope of public services and be able to disclose all problems that occur in government policies by communicating well without discrimination against local governments. Public communication in public services is still not realized because of the lack of government responsiveness in answering people's aspirations so that people become passive in communicating with the government. The community and the government must support each other and work together in realizing quality public services.Keyword : Service, Public service, Community, Quality

Page 62 of 168 | Total Record : 1679