cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Dita Mesrawati Hulu; Karmila Pasaribu; Engrati Simamora; Setia Yarni Waruwu; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.104 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3056

Abstract

AbstrakBelajar adalah suatu proses yang pasti terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan study eksperimen. Pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajran visual terhadap hasil belajar saat tidak menggunakan media visual dan saat menggunakan media visual dalam proses pembelajaran. hasil penelitian yang telah dilakukan maka diketahui terdapat perbedaan hasil belajar siswa saat menggunakan media pembelajaran visual dan tanpa menggunakan media pembelajaran visual. Hasil tes= menggunakan media visual–tidak menggunakan media visual = 83%- 70% = 13%.Kata Kunci: Media, Hasil Belajar AbstractLearning is a process that inevitably occurs in every person throughout his life. The research method used in this study is a quantitative method with an experimental study. The implementation of this study is to determine the influence of the use of visual learning media on learning outcomes when not using visual media and when using visual media in the learning process. The results of the research that has been carried out, it is known that there are differences in student learning outcomes when using visual learning media and without using visual learning media. Test result= using visual media–not using visual media = 83%- 70% = 13%.Keywords: Media, Learning Outcomes
Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Di Zaman Serba Digital Angela Sanni Maria Waruwu; Nari Rati; Derisman Buulolo; Foangeraigo Laia; Tomi Bertin Zalukhu; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.637 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3057

Abstract

AbstrakPendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk menerapkan nilai-nilai agama,moral,etika pada anak melalui ilmu pengetahuan,yang dibantu oleh orang tua,guru serta masyarakat yang sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan karakter peserta didik.Setiap anak memiliki potensi yang baik sejak lahir,namun potensi tersebut harus terus terus diasah dan disosialisasikan dengan baik agar karakter setiap anak terbentuk dan berkembang secara maksimal. Di zaman serba digital ini juga anak dengan mudahnya menggunakan media digital. Zaman digital yang bukan hanya memiliki dampak positif,namun juga dampak negative pun menjadi tugas sendiri bagi orangtua dan masyarakat dewasa dalam membimbing dan memantau apa yang anak lakukan dengan media digitalnya tersebut,sehingga anak mampu memanfaatkan media digitalnya sebaik mungkin dan mendapatkan manfaat yang baik untuk dirinya sendiri dan hidupnya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Digital AbstractCharacter education is an effort to apply religious, moral, ethical values to children through science, which is assisted by parents, teachers and society which is very important in the formation and development of student character. Every child has good potential from birth, but this potential must continue to be honed and socialized properly so that the character of each child is formed and develops optimally. In this all-digital era, children also easily use digital media. The digital age, which not only has a positive impact, but also a negative impact, is also a task for parents and the adult community in guiding and monitoring what children do with their digital media, so that children are able to make the best use of their digital media and get good benefits for themselves and their lives.Keywords: Character Education, Early Childhood, Digital
Upaya Pemuda Banuarea Guna Membangun Objek Wisata Alam Seribu Goa Di Desa Banuarea Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan Dessy Eviana Siregar; Bentiarni Barasa; Elysa Putri Br Kembaren; Leonardo Panjaitan; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.745 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3058

Abstract

AbstrakPemuda identik dengan sebutan generasi penerus bangsa dan menjadi sosok tumpuan bagi negara. Pemuda merupakan manusia yang pola pikirnya kritis dan kreatif akan suatu ide, dinamis, intelektual-terdidik serta memiliki semangat guna mengisi dan mempertahankan kedamaian serta kerukunan akan kemerdekaan yang sudah Indonesia dapatkan. Pemuda sebagai generasi penerus yang baik adalah pemuda yang tumbuh serta berkembang menuju pribadi yang unggul, berkarakter serta mandiri dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait tentang upaya yang dilakukan Pemuda Banuarea setempat bersama dengan para masyarakat guna membangun objek Wisata Alam Seribu Goa di Desa Banuarea, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Subyek dari penelitian ini adalah Penasehat objek Wisata Alam Seribu Goa, masyarakat Desa Banuarea, yaitu pemuda dan penjaga yang sekaligus sebagai pemandu objek Wisata Alam Seribu Goa Desa Banuarea, sedang obyek penelitian adalah objek Wisata Alam Seribu Goa Banuarea. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan secara kualitatif bersifat deskriptif, dengan teknik observasi (meninjau langsung), wawancara yang diikuti dengan dokumentasi. Hasil pengumpulan berupa data dan keterangan yang didapat yang mendukung penelitian dianalisis dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Banuarea, terutama para pemuda setempat dalam upaya membangun objek Wisata Alam Seribu Goa masih kurang optimal sebab belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Kata Kunci: Pemuda, Wisata Alam, Seribu Goa AbstractYouth is synonymous with the name of the next generation of the nation and becomes a fulcrum figure for the country. Youth are human beings whose mindset is critical and creative about an idea, dynamic, intellectual-educated and has the spirit to fill and maintain peace and harmony with the independence that Indonesia has obtained. Youth as a good next generation is a young man who grows and develops towards a person who is superior, has character and is independent in carrying out every task carried out. This study aims to analyze related to the efforts made by the local Banuarea Youth together with the community to build a Thousand Goa Nature Tourism object in Banuarea Village, Pakkat District, Humbang Hasundutan Regency. The subjects of this study are advisors to the Thousand Goa Nature Tourism objects, the people of Banuarea Village, namely young men and guards who are also guides for the Thousand Goa Nature Tourism object of Banuarea Village, while the object of research is the Object of Natural Tourism Thousand Goa Banuarea. Research conducted using a qualitative approach is descriptive, with observation techniques (direct review), interviews followed by documentation. The results of the collection in the form of data and information obtained that support the research are analyzed and ended with drawing conclusions. From the results of the study, it shows that the people of Banuarea Village, especially local youths in an effort to build the Thousand Goa Nature Tourism object are still not optimal because they have not received attention from the District Government. Keywords: Youth, Nature Tourism, A Thousand Caves
Skema Penyelesaian Sengketa Melalui Proses Mediasi Berdasarkan Perma No. 1 Tahun 2016 Ni Kadek Candra Nanda Devi; Kadek Julia Mahadewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.222 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3059

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilaksanakan mempunyai tujuan guna menjelaskan bagaimana skema lengkap didalam menyelesaikan persengketaan dengan mempergunakan prosedur mediasi. Berdasarkan Perma No.1 Tahun 2016 mengenai Prosedur Mediasi dipengadilan negeri. Dalam Perma No.1 Tahun 2016 mengenai Prosedur Mediasi dipengadilan ialah hasil revisi berdasarkan Perma No.1 Tahun 2008 serta Perma No.2 Tahun 2003, dijelaskan mengenai arti mediasi ialah “langkah menyelesaikan sebuah persengketaan dengan mempergunakan tahapan musyawarah agar mendapatkan kesepakatan seluruh pihak yang mempergunakan bantuan seorang mediator”. Mediator tidak mempunyai sebuah wewenang memutuskan seperti hakim, tapi mempunyai kewenangan agar membuat perdamaian seluruh pihak yang dilibatkan dengan tidak terdapat pihak yang mempunyai perasaan di rugikan berdasarkan kesepakatan yang sudah disepakati. Takdir Rahmadi, mengemukakan bahwasanya seorang tokoh ataupun ahli hukum di Indonesia memberikan pernyataan bahwasanya mediasi ialah sebuah prosedur menyelesaikan sengketa diantara dua ataupun lebih pihak dengan mempergunakan musyawarah ataupun mufakat yang berbantuan pihak yang tidak mempunyai wewenang memutuskan serta bersifat netral. Lembaga pengadilan dipergunakan sebagai sarana guna mewujudkan tujuan peradilan yang pembiayaannya terjangkau, cepat serta sederhana dengan efisien serta efektif, yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung selaku peradilan paling tinggi di Indonesia memulai memberikan gagasan berbagai metode guna mempercepat didalam langkah menyelesaikan sengketa di Pengadilan. Sebuah gagasan yang lumayan progresif diantaranya ialah mengintegrasikan mediasi dipengadilan. Proses mediasi sendiri tersusun dari 3 tahap, yakni tahap pramediasi, tahap proses mediasi serta tahap berakhirnya mediasi. Tahap pramediasi ialah tahap awal yangmana mediatornya membuat susunan beberapa tahapan serta menyiapkannya ketika mediasi belum dilaksanakan. Tahap pelaksanaan mediasi ialah tahap yangmana seluruh pihak yang terlibat sengketa dipertemukan serta bermusyawarah didalam sebuah forum. Serta tahapan akhir yakni implementasi mediasi ialah tahap yangmana seluruh pihak melaksanakan berbagai kesepakatan yang sudah mereka sepakati bersama didalam sebuah perjanjian secara tertulis. Kata Kunci: Sengketa, Penyelesaian Masalah, Prosedur Mediasi, Mediator Pengadilan Abstract The research carried out has the aim of explaining how the complete scheme is in resolving disputes using mediation procedures. Based on Perma No.1 of 2016 concerning Mediation Procedures in district courts. In Perma No.1 of 2016 concerning Mediation Procedures in court, which is the result of a revision based on Perma No. 1 of 2008 and Perma No. 2 of 2003, it is explained about the meaning of mediation as "a step to resolve a dispute by using the stages of deliberation in order to get an agreement from all parties who use it. the help of a mediator". The mediator does not have the authority to decide like a judge, but has the authority to make peace for all parties involved with no party feeling disadvantaged based on the agreed agreement. Takdir Rahmadi, stated that a figure or legal expert in Indonesia stated that mediation is a procedure for resolving disputes between two or more parties by using deliberation or consensus assisted by parties who do not have the authority to decide and are neutral. Court institutions are used as a means to realize the objectives of a judiciary whose financing is affordable, fast and simple, efficiently and effectively, organized by the Supreme Court as the highest judiciary in Indonesia, starting to provide ideas for various methods to speed up the steps to resolve disputes in court. A fairly progressive idea is to integrate mediation in court. The mediation process itself is composed of 3 stages, namely the premediation stage, the mediation process stage and the mediation ending stage. The premediation stage is the initial stage in which the mediator makes arrangements for several stages and prepares them when mediation has not been carried out. The implementation stage of mediation is the stage where all parties involved in the dispute are met and discussed in a forum. And the final stage, namely the implementation of mediation, is the stage where all parties carry out various agreements that they have mutually agreed upon in a written agreement. Keywords: Dispute, Problem Solving, Mediation Procedure, Court Mediator
Tanggung Jawab Hukum Atas Kejahatan Korporasi Yusuf Abdul Sukron; Karli Karli
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.248 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3065

Abstract

AbstrakDengan diakuinya korporasi sebagai subyek hukum pidana berarti korporasi dapat dipertanggung jawabkan dalam hukum pidana, korporasi itu sifatnya bukan badaniah atau orang oleh karena itu tidak bisa dikurung yang bisa dipenjara itu adalah orang-orang didalamnya. Pidana yang harus digunakan adalah pidana denda, namun juga harus ada pidana-pidana lain yang bisa membuat korporasi tidak lagi mengulang kesalahannya. pengertian Tindak Pidana oleh Korporasi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan MA RI 13/2016 sesuai kutipan berikut: “Tindak pidana oleh Korporasi merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh orang berdasarkan hubungan kerja, atau berdasarkan hubungan lain, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama yang bertindak untuk dan atas nama Korporasi di dalam maupun di luar Lingkungan Korporasi.Kata Kunci: Kejahatan Korporasi, Tanggung Jawab Hukum AbstractThe recognition of corporations as subjects of criminal law means that corporations can be accounted for in criminal law, corporations are not physical in nature or people, therefore they cannot be imprisoned, it is the people in them. The punishment that must be used is a fine, but there must also be other crimes that can make the corporation no longer repeat its mistakes. the definition of Crime by Corporations as regulated in Article 3 of MA RI Regulation 13/2016 according to the following quote: “Criminal acts by corporations are criminal acts committed by people based on work relationships, or based on other relationships, either individually or jointly act for and on behalf of the Corporation inside and outside the Corporate Environment.Keywords: Corporate crime, legal responsibility
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dan Pelaku Usaha Dalam Transaksi Jual Beli Barang Secara Online Irlan Anugrah; Ichwan Setiawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.566 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3066

Abstract

AbstrakPerlindungan hukum terhadap para pihak yang melakukan transaksi jual beli barang melalui online sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Kemudahan dan efisiensi menjadi alasan utama banyak masyarakat yang menginginkan mekanisme jual beli secara online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum yang diberikan oleh negara melalui peraturan perundang-undangan terhadap masyarakat sebagai konsumen yang berhubungan dengan transaksi elektronik (e-commerce) dengan pelaku usaha selaku penjual. Beberapa hukum positif terkait peraturan perdagangan di Indonesia, khususnya e-commerce antara lain UU Perlindungan Konsumen dan UU ITE memberikan gambaran tentang apa saja hal-hal penting yang menjadi hak-hak dan kewajiban para pihak yang bertransaksi. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approcah), maka didapat hasil penelitian bahwa: l) Legalitas transaksi jual beli secara online diatur dalam Pasal 47 dan 48 PP Nomor 2008 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik; 2) Hak-Hak dan Kewajiban Konsumen dan Pelaku Usaha diatur dalam Pasal 4 s.d. 7 UU Perlindungan Konsumen; 3) Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dan Pelaku Usaha dalam transaksi jual beli barang secara online diatur secara jelas dan runut dalam beberapa pasal pada UU Perlindungan Konsumen dan UU ITE, Pasal 4 UU Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, serta Pasal 84 PP Nomor 82 Tahun 2012 tentang tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Transaksi AbstractLegal protection for parties who make online buying and selling transactions has become a habit of the Indonesian people. Ease and efficiency are the main reasons many people want an online buying and selling mechanism. The purpose of this study is to find out how the legal protection provided by the state through laws and regulations to the public as consumers related to electronic transactions (e-commerce) with business actors as sellers. Several positive laws related to trade regulations in Indonesia, especially e-commerce, including the Consumer Protection Law and the ITE Law, provide an overview of what are the important things that are the rights and obligations of the transacting parties. By using normative legal research methods, the approach to laws and regulations (statute approcah), the results of the study were obtained that: l) The legality of online buying and selling transactions is regulated in Articles 47 and 48 of PP Number 2008 concerning the Implementation of Electronic Systems and Transactions; 2) The Rights and Obligations of Consumers and Business Actors are regulated in Articles 4 to 7 of the Consumer Protection Law; 3) Legal Protection of Consumers and Business Actors in online buying and selling transactions is clearly and in order in several articles in the Consumer Protection Law and the ITE Law, Article 4 of the Arbitration Law and Alternative Dispute Resolution, and Article 84 PP Number 82 of 2012 concerning the Implementation of Electronic Systems and Transactions.Keywords: Legal Protection, Consumers, Transactions
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Di Era Pandemi Covid-19 Nurul Hidayah Tri Ambarningrum; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.793 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3068

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar negara Indonesia. Sila Pancasila terdiri dari lima unsur sesuai dengan lima sila Pancasila, yaitu kemaslahatan ketuhanan, kemaslahatan kemanusiaan, kemaslahatan persatuan, kemaslahatan umat, dan kemaslahatan keadilan. Warga negara Indonesia wajib menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah wabah Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi akseptabilitas protokol Pancasila selama masa penyakit Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian tinjauan pustaka. Hasil penelitian adalah penggunaan sila Pancasila dapat mengurangi pelanggaran terhadap peraturan yang diamanatkan pemerintah. Rerumputan Pancasila yang indah memberi Anda pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai Pancasila di antara warga negara Indonesia selama epidemi Covid-19. Mempromosikan kesadaran warga akan kebijakan pemerintah dengan memasukkan perawatan kesehatan reguler ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.Kata kunci : Pancasila, pandemi, covid 19 AbstractPancasila is the foundation of the Indonesian state. The Pancasila precepts consist of five elements in accordance with the five Pancasila precepts, namely the benefit of divinity, the benefit of humanity, the benefit of unity, the benefit of the people, and the benefit of justice. Indonesian citizens are obliged to maintain the values of Pancasila in the midst of the Covid-19 outbreak. The purpose of this study was to evaluate the acceptability of the Pancasila protocol during the Covid-19 illness. This research uses literature review research. The result of the research is that the use of Pancasila precepts can reduce violations of government-mandated regulations. The beautiful Pancasila grass gives you a better understanding of Pancasila values among Indonesian citizens during the Covid-19 epidemic. Promote citizen awareness of government policies by incorporating regular health care into their daily lives. Keywords: Pancasila, pandemic, covid 19
Pengimplementasian Ideologi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Teuku Muharam Rizqullah; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.732 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3072

Abstract

AbstrakPancasila merupakan dasar negara dan ideologi nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengimplementasian dalam Pancasila belum bisa terlaksana dengan baik di karenakan masyarakat Indonesia yang belum memahami makna dari nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri. Hal ini dapat menyebabkan banyak permasalahan yang bisa merugikan diri sendiri dan merugikan bangsa dan negara.. Bangsa Indonesia memerlukan solusi yang tepat untuk menangani berbagai permasalahan yang ada. Penelitian tentang implementasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara adalah menggali pengetahuan dan pemahaman mengenai Pancasila. Pemahaman itu mengandung nilai-nilai untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tepat yang bisa dilakukan pemerintah dalam mendukung masyarakat Indonesia adalah dengan mengajarkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam materi pada persekolahan dan masyarakat itu sendiri.Kata Kunci : Implementasi, Ideologi, Pancasila AbstractPancasila is the basis of the state and national ideology in the life of the nation and state. The implementation of Pancasila has not been carried out properly because the Indonesian people do not understand the meaning of the values contained in Pancasila itself. This can cause many problems that can harm themselves and harm the nation and state. The Indonesian people need the right solution to deal with the various problems that exist. Research on the implementation of Pancasila ideology in the life of the nation and state is to explore knowledge and understanding of Pancasila. That understanding contains values to be understood and practiced in everyday life. The right step that the government can take in supporting the Indonesian people is to teach and implement the values of Pancasila in the material in schools and the community itself.Keywords: Implementation, Ideology, Pancasila
Gerakan Wawasan Nusantara Pada Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meraih Indonesia Bebas Perundungan Siber Muhammad Nur Hikmah Ramadhan; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.8 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3079

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara dengan keanekagraman baik komponen di dalamnya maupun antar individu masyarakatnya. Suatu individu mempunyai sudut pandang masing-masing terkait negaranya. Sudut pandang tersebut terbagi sesuai dengan keanekaragaman pola pikir masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sering berseteru akibat pola pikir yang berbeda oleh salah satu individu. Perseteruan ini diperparah dengan adanya perkembangan teknologi digital yang berada lingkungan masyarakat Indonesia. Mereka sering memanfaatkan teknologi sebagai media beradu mulut hingga menyudutkan salah satu individu diantara mereka. Kasus ini akan mempengaruhi kondisi kestabilan negara dan nama baik Indonesia di kancah Internasional. Masyarakat tidak dapat menghindari pernyataan ini karena masyarakat justru berseteru di media sosial yang berujung pada kasus perundungan siber. Masyarakat dapat mencegah dengan wawasan nusantara. Ragam pola berpikir dan cara memandang negara Indonesia tersebut akan menyatukan keberagaman pola pikir masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Perundungan Siber, Wawasan Nusantara AbstractIndonesia is one of the countries with a diversity of both components in it and between individual communities. Each individual has their point of view regarding their country. These points of view are divided according to the diversity of mindsets of the Indonesian people. Indonesian people often fight due to a different mindsets by one individual. This feud is exacerbated by the development of digital technology within the Indonesian community. They often use technology to argue about cornering one individual among them. This case will affect the stability of the country and Indonesia's good name in the international arena. The public cannot avoid this statement because the community is fighting on social media, which leads to cases of cyberbullying. The community can prevent it with archipelago insight. The variety of thinking patterns and ways of looking at the Indonesian state will unite the diversity of mindsets of the Indonesian people..Keywords: Citizenship Education, Cyber Bullying, Archipelago Insight
Penerapan Metode Keteladanan Guru dalam Meningkatkan Akhlak Terpuji Peserta Didik di Madrasah Aliyah Raudlatul Muta’alimin Opo-Opo Krejengan Sugmaya Sutrani Sarihadi; Kustiana Arisanti; Ahmad Humaidi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.361 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3084

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pertama mengenai penerapan metode keteladanan guru dalam meningkatkan akhlak terpuji dengan fokus penelitian mengenai bentuk upaya sekolah dalam meningkatkan akhlak terpuji peserta didik yang diintegrasikan dengan penerapan metode keteladanan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Penelitian itu terfokus pada penerapan metode keteladanan dan akhlak terpuji di Madrasah Aliyah Raudlatul Muta’alimin Krejengan. Penelitian ini berlokasi di di Desa Opo-Opo Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolonggo Provinsi Jawa Timur. Adapun sumber data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dan terdiri dari Kepala sekolah Madrasah Aliyah Raudlatu Muta’alimin, guru pendidikan agama islam, siswa kelas VII. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni penerapan metode keteladanan guru dalam meningkatkan akhlak terpuji peserta didik di Madrasah Aliyah Raudlatul Muta’alimin Krejengan melalui beberapa hal yang pertama, melalui program sholat dhuha berjamaah, pengecekan kerapaian pakaian seragam, mengaji bersama sebelum memasuki kelas masing-masing, menggunakan bahasa yang sopan ketika berada di sekolah, dan menerapkan 5s (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Kata Kunci: Penerapan Metode Keteladanan Guru, Meningkatkan Akhlak Terpuji Abstrak This research is the first research on the application of the teacher's exemplary method in improving commendable morals with a focus on research on the form of school efforts in improving the commendable character of students which is integrated with the application of the teacher's exemplary method. This research uses a qualitative case study approach. The research focused on the application of exemplary methods and commendable morals at Madrasah Aliyah Raudlatul Muta'alimin Krejengan. This research is located in Opo-Opo Village, Krejengan District, Probolonggo Regency, East Java Province. The sources of data were obtained through observation and interviews. The resource persons in this study were three people and consisted of the Principal of Madrasah Aliyah Raudlatu Muta'alimin, Islamic religious education teachers, and seventh grade students. The results obtained from this study are the application of the teacher's exemplary method in improving the commendable character of students at Madrasah Aliyah Raudlatul Muta'alimin Krejengan through several things, first, through the dhuha prayer program in congregation, checking the tidiness of uniforms, reciting together before entering each class. , use polite language when at school, and apply the 5s (Smile, Greet, Greeting, Polite, Polite). Keywords: Application of the Teacher's Exemplary Method, Improving Praiseworthy Morals

Page 60 of 168 | Total Record : 1679