cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Analisis Rasionalisasi Nilai-Nilai Mitos Tradisi Bepapas Pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu Kabupaten Sambas Rino Rino; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.54 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi, fungsi, dan makna rasionalisasi nilai-nilai mitos tradisi bepapas pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, pengujian validitas data adalah ekstensi observasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi dalam tradisi bepapa Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu dibagi menjadi 3, yaitu proses awal, proses inti dan proses akhir. Proses awalnya adalah menyiapkan daun tertentu, kemudian diikat dan disatukan, setelah itu dimasukkan ke dalam air tepung beras yang telah dicampur dengan kasai langgir. Proses intinya adalah daun dipukuli sampai ke bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang dengan mulai membaca basmalah. Proses terakhir adalah membaca doa ucapan selamat, dan akhirnya makan jamuan makan. Fungsi tradisi bepapas terdiri dari beberapa fungsi seperti memperkuat hubungan persahabatan, membiasakan diri menghormati tamu, menumbuhkan sikap murah hati, menjaga nilai-nilai tradisional, sebagai sarana dakwah dalam nilai-nilai Islam, mengajarkan tentang ungkapan syukur, dan membiasakan diri hidup bersih. Makna tradisi bepapas terdapat pada alat dan bahan yang digunakan, seperti daun njuang, daun mentibar, daun mbali, air menolak bala bantuan, tepung beras (kasai), seribu daun, dan batok kelapa. Segala sesuatu yang terkandung dalam tradisi bepapas, baik dalam prosesi, fungsi, maupun maknanya, memiliki rasionalisasi mitos yang dapat diterima dengan akal dan dianggap logis oleh masyarakat umumKata Kunci: Rasionalisasi Mitos, Tradisi Bepapas, Melayu Sambas AbstractThis research aims to determine the procession, function, and meaning of the rationalization of the mythical values of the bepapas tradition in the Sambas Malay community in Tempapan Hulu Village, Sambas Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The data collection tools are observation guides, interview guides, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification, data validity testing was observation extension, and triangulation. The results showed that the procession in the Sambas Malay bepapas tradition in Tempapan Hulu Village was divided into 3, which are the initial process, the core process and the final process. The initial process is to prepare certain leaves, then they are tied and put together, after that they are put in rice flour water that has been mixed with kasai langgir. The core process is that the leaves are beaten to certain parts of a person's body by starting to read basmalah. The final process is reading a congratulatory prayer, and finally eating a banquet. The function of the bepapas tradition consists of several functions such as strengthening friendship relations, getting used to respecting guests, fostering a generous attitude, maintaining traditional values, as a means of da'wah in Islamic values, teaching about expressions of gratitude, and getting used to living clean. The meaning of the bepapas tradition is contained in the tools and materials used, such as njuang leaves, mentibar leaves, mbali leaves, water rejects reinforcements, rice flour (kasai), thousand leaves, and coconut shells. Everything contained in the bepapas tradition, both in its procession, function, and meaning, has a mythical rationalization that can be accepted by reason and is considered logical by the general publicKeywords: Rationalization of Myths, Bepapas Tradition, Malay Sambas
Dampak Penumpukan Rubber Deposit di Runway Terhadap Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta Robbi Cahyo Maulana; Susilo Adi Purwantoro; Suyono Thamrin; Abdi Manab Idris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.064 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3164

Abstract

AbstrakLandasan pacu atau Runway merupakan infrastruktur inti dalam suatu Aerodrome yang berfungsi sebagai tempat tinggal landas (Takeoff) dan mendarat (Landing) suatu pesawat, oleh karena itu Landasan harus dalam keadaan prima sepanjang waktu, akibat dari aktivitas Takeoff dan Landing maka akan timbul tumpukan sisa karet ban dari Landing gear pesawat yang mana tumpukan ini disebut dengan Rubber Deposite, bila terdapat tumpukan yang tebal maka pada saat proses Landing pesawat akan mengalami slip yang dikarenakan kurangnya gaya gesek antara ban pesawat dengan permukaan landasan yang dapat mengakibatkan pesawat Overrun. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh apa penanganan penumpukan Rubber deposite di landasan pacu Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan kajian pustaka. Data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait dengan penumpukan Rubber Deposite di landasan yang terjadi di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sudah dilakukan penanggulangan-penanggulangan yang sesuai dengan apa yang sudah diatur Dirjen Perhubungan udara yang tertulis dalam SKEP/77/VI/2005, yakni berdasarkan frekuensi penerbangan dalam suatu Aerodrome dalam hal ini Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sebanyak 154 pergerakan setiap hari dan di dalam aturan SKEP/77/VI/2005, angka 154 memiliki jadwal pembersihan Rubber deposite selama 3 bulan sekali dan hasil ini sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dengan dibuktikan hasil wawancara dengan teknik Landasan Bandar Udara internasional Halim Perdanakusuma. sehingga hal tersebut menjamin keamanan penerbangan yang berlangsung di lokasi peneliti melakukan penelitianKata Kunci: Runway, Rubber Deposite, Undang-Undang AbstractRunway or Runway is the core infrastructure in an Aerodrome that functions as a place to take off (Takeoff) and land (Landing) an aircraft, therefore the runway must be in prime condition all the time, as a result of Takeoff and Landing activities there will be a pile of residual rubber tires from the landing gear of the aircraft which this pile is called the Rubber Deposite,  if there is a thick pile, during the landing process the aircraft will experience a slip due to the lack of friction force between the tires of the aircraft and the runway surface which can cause the aircraft to overrun. This study is intended to find out the extent of handling the accumulation of Rubber deposits on the runway of Halim Perdanakusuma International Airport. This research uses qualitative methods using data collection techniques, interviews, and literature reviews. The data obtained will then be processed with Data reduction, Data display, and Conclusion drawing to obtain the data needed and discard data that is not needed in this study. The results of this study show that related to the accumulation of Rubber Deposits on the runway that occurred at Halim Perdanakusuma International Airport, countermeasures have been carried out in accordance with what has been regulated by the Director General of Civil Aviation written in SKEP/77/VI/2005, , namely based on the frequency of flights in an Aerodrome in this case Halim Perdanakusuma International Airport as many as 154 movements every day and in the skep/77/VI/2005 rules, the number 154 has a rubber deposit cleaning schedule for 3 months and this result is in accordance with what happens in the field with evidenced by the results of interviews with the engineering of halim Perdanakusuma International Airport. so that this ensures the safety of flights that take place at the location where the researcher conducts the research.Keywords: Runway, Rubber Deposit, Act
Analisis Potensi Ancaman Asimetris Berdasarkan Kerentanan Keamanan Siber Sektor Industri Energi Baru Terbarukan (EBT) Joko Yulianto; Suyono Thamrin; Yusuf Ali; Abdi Manab Idris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.233 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3165

Abstract

AbstrakAwal Dekade ini merupakan tonggak awal transisi dari masa industri 4.0 menjadi Society 5.0. Perubahan era ini menyebabkan seluruh lapisan masyarakat harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Dalam Society 5.0 dimana komponen utamanya adalah manusia yang mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari. akan tetapi dengan berkembangnya teknologi menyebabkan dampak pada Perkembangan konflik dan peperangan yang saat ini telah masuk ke babak baru. Ancaman yang dapat timbul beragam, tidak terlihat secara real dan tidak menentu. Ancaman tersebut adalah ancaman siber yang berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi suatu negara. Salah satu dampak besar yang dapat terjadi di masa depan adalah serangan siber terhadap objek vital nasional atau infrastruktur kritis negara seperti pembangkit listrik. Pembangkit listrik energi terbarukan memanfaatkan teknologi tinggi yang terhubung ke jaringan distribusi besar yang menyebabkan jika tidak memperkuat pengamanan jaringan maka dapat menimbulkan black out listrik hingga pemadaman secara keseluruhan yang disebabkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab/non-state actors. Oleh sebab itu semua negara harus dapat mempersiapkan pembinaan, membentuk satuan baru dan memperkuat masing-masing pertahanan negara mereka.Kata Kunci: Keamanan Siber, Ancaman Siber, Sektor Energi Terbarukan, Peperangan Asimetris AbstractThe beginning of this decade was the initial milestone of the transition from the industrial period 4.0 to Society 5.0. The changes in this era have caused all walks of life to be able to adjust to technological developments. In Society 5.0 where the main component is humans who are able to create new value through technological developments, it can minimize gaps in humans and economic problems in the future. however, with the development of technology, it has an impact on the development of conflicts and wars that have now entered a new chapter. The threats that can arise are diverse, invisible in real terms and erratic. Such threats are cyber threats that have the potential to cause huge losses to a country. One of the major impacts that could occur in the future is cyberattacks against national vital objects or critical infrastructure of the country such as power plants. Renewable energy power plants utilize high technology connected to large distribution networks which causes if it does not strengthen network security, it can cause power blackouts to overall outages caused by irresponsible parties / non-state actors. Therefore, all countries must be able to prepare for development, form new units and strengthen each of their country's defenses.Keywords: Cybersecurity, Cyber Threats, Renewable Energy Sector, Asymmetric Warfare
Perancangan Sistem Pemanas Ruangan dengan Memanfaatkan Energi Panas dari Brine di Lapangan Panas Bumi Wayang Windu Fhandy Pandey; Yanif Dwi Kuntjoro; Arifuddin Uksan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.059 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3166

Abstract

AbstrakFluida yang diproduksikan dari sumur-sumur lapangan panas bumi bisa berwujud satu fasa air, satu fasa uap ataupun dalam bentuk dua fasa (air dan uap). Pada lapangan-lapangan panas bumi yang memproduksikan dua fasa fluida, fasa uap dan air dipisah dengan menggunakan separator. Uap digunakan untuk menggerakan turbin. Fluida hasil pemisahan (brine) diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Injeksi kembali fluida ke dalam reservoir melalui sumur reinjeksi. Brine hasil pemisahan masih memiliki energi panas dan dapat dimanfaatkan kembali. Temperatur brine yang dimanfaatkan untuk pemanasan ruangan akan berkurang. Jika temperatur brine berkurang hingga melewati nilai tertentu, maka akan menimbulkan terbentuknya endapan (scaling) pada pipa brine tersebut. Nilai minimum temperatur brine perlu diketahui. Nilai minimum berguna untuk mempertimbangkan besar heat loss dari brine yang digunakan untuk pemanasan ruangan. Tujuan kajian ini yaitu merancang alat penukar panas untuk sistem pemanas ruangan menggunakan brine panas bumi. Sistem pemanas ruangan untuk 64 kamar. Hasil perhitungan didapatkan besar area perpindahan panas HE yaitu 113.9 m2 dan Panjang Pipa HE yaitu 57,11 m. Luas penampang ducting untuk setiap ruangan yaitu 0.05 m2. Nilai SSI < 1 menunjukan bahwa brine keluaran dari heat exchanger menuju sumur injeksi tidak terjadi pengendapan silika.Kata Kunci: energi terbarukan, panas bumi, geotermal, penukar panas, pemanas ruangan AbstractThe fluid produced from geothermal field wells can be in the form of one air phase, one vapor phase, or two phases (water and steam). In geothermal fields that produce two fluid phases, the vapor and water phases are separated using a separator. The steam is used to drive the turbine. The brine is reinjected into the reservoir. Re-injection brine into the reservoir through reinjection wells. Brine still has heat energy and can be reused. Reuse of brine for agriculture, agro-industry, fisheries, tourism, greenhouses, heating, and others. The temperature of the brine used for heating the room will be reduced. If the temperature of the brine is reduced beyond a certain value, it will cause the formation of deposits (scaling) in the brine pipe. The minimum brine temperature value needs to be known. The minimum value is useful for considering the amount of heat loss from the salt water used for heating the room. The purpose of this research is to design a heat exchanger for a space heating system using geothermal brine. The results of the calculation of the HE heat transfer area are 113.9 m2 and the HE pipe length is 57.11 m. The cross-sectional area of ducting for each room is 0.05 m2. SSI value < 1 indicates that the brine output from the heat exchanger to the injection well does not contain silica.Keywords: Renewable Energy, Brine, Geothermal, Heat Exchanger, Space Heating
Pendidikan Ilmu Pertahanan Sebagai Mata Kuliah Wajib Perguruan Tinggi Untuk Meningkatkan Kemampuan Bela Negara Mahasiswa Samuel Yohenson Yoce Matthews; Yanif Dwi Kuntjoro; Mohamad Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.987 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3167

Abstract

AbstrakBela Negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Mahasiswa sebagai bagian dari warga negara merupakan komponen pendukung untuk meningkatkan kekuatan komponen cadangan dan komponen utama pertahanan negara. Mahasiswa juga merupakan sumber daya yang potensial untuk menjadi bagian dari komponen cadangan maupun komponen utama. Peran ini menuntut mahasiswa sebagai kader intelektual bela negara dan komponen pendukung untuk memiliki kompetensi keilmuan di bidang ilmu pertahanan, guna meningkatkan kemampuan bela negara mahasiswa. Pendidikan ini bukanlah upaya militerisasi, namun upaya pengembangan kompetensi ilmu pertahanan. Penelitian ini berisi gagasan konseptual terkait pemberlakuan pendidikan ilmu pertahanan sebagai mata kuliah wajib  perguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kemampuan bela negara mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan melalui tinjauan pustaka dan studi literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah pendidikan ilmu pertahanan sesungguhnya diperlukan dan memiliki peluang untuk dijadikan mata kuliah wajib di perguruan tinggi untuk meningkatan kemampuan bela negara mahasiswa dalam mewujudkan penerapan doktrin strategi sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.Kata Kunci: Bela Negara, Ilmu Pertahanan, Pendidikan, SISHANKAMRATA AbstractState Defense is the right and obligation of every citizen. Students as part of the citizenry are a supporting component to increase the strength of the reserve component and the main component of the country's defense. Students are also a potential resource to be part of the reserve component as well as the main component. This role requires students as intellectual cadres of state defense and supporting components to have scientific competence in the field of defense science, in order to improve the student's state defense ability. This education is not an effort to militarize, but an effort to develop defense science competencies. This research contains conceptual ideas related to the implementation of defense science education as a compulsory university course as an effort to improve the student's state defense ability. This research is a descriptive qualitative research conducted through literature review and literature studies. The result obtained from this research is that defense science education is actually needed and has the opportunity to be used as a compulsory course in universities to improve the ability to defend the student state in realizing the application of the doctrine of the universal people's security defense system strategy.Keywords: Defending the Country, Defense Sciences, Education, SISHANKAMRATA
Infrastruktur Teknologi Energi dan Operasional Untuk Militer: Studi Kasus Kementerian Pertahanan Amerika Serikat Willy Al Kusari; Mohamad Ikhwan Syataria; Yanif Dwi Kuntjoro; Muhamad Azwar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.303 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3168

Abstract

AbstrakInfrastruktur energi merupakan struktur kebutuhan sistem fisik publik dan swasta yang digunakan untuk produksi, transformasi, konversi, transportasi atau distribusi energi. Dalam hal teknologi energi, banyak terjadi pengembangan teknologi energi seperti, PV, smart-grid dan sebagainya. Dalam infrastruktur energi untuk militer diperlukan infrastruktur yang memiliki efisiensi tinggi dan andal. Pada penelitian ini, penulis membandingkan teknologi saat ini yang digunakan dalam infrastruktur militer dan proyeksi teknologi infrastruktur energi masa depan berdasarkan literature review. Sistem distribusi sumber energi berbasis generator sel bahan bakar, hidrogen, dan sistem penyimpanan energi diprediksi akan menjadi energi untuk militer masa depan berdasarkan jaringan smart-grid.Kata Kunci: Energi, Infrastruktur, Mikrogrid, Militer, Teknologi. AbstractEnergy infrastructure is a structure of the needs of public and private physical systems used for the production, transformation, conversion, transportation or distribution of energy. In terms of energy technology, there is a lot of development of energy technology such as, PV, smart-grid and so on. In the energy infrastructure for the military is needed infrastructure that has high efficiency and reliability. In this study, the authors compared the current technology used in military infrastructure and projections of future energy infrastructure technologies based on literature review. The distribution system of energy sources based on fuel cell generators, hydrogen, and energy storage systems is predicted to be energy for the military of the future based on smart-grid networks.Keywords: Energy, Infrastructure, Microgrids, Military, Technology.
Problematika Kehidupan Wanita Pekerja Cleaning Service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau Muhammad Sholihin; Aswandi Bahar; Daeng Ayub; Titi Maemunaty
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.631 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3169

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan   untuk mengetahui problematika kehidupan wanita pekerja clening service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif naturalistik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisa data menggunakan 3 cara yaitu: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa problematika kehidupan cleaning service di Kampus Bina Widya FKIP Universitas Riau berdasarkan 4 indikator yaitu: (1) Kehidupan manusia sebagai makhluk  individu ditinjau dari sub indikator pendidikan, pekerjaan dan status sosial, (2) kehidupan manusia sebagai makhluk sosial di tinjau dari sub indikator  sikap menerima orang lain , berkerjasama dengan orang lain, (3) kehidupan manusia sebagai makhluk susila ditinjau dari sub indikator sopan santun, etika dalam bergaul, penampilan, (4) kehidupan manusia sebagai makhluk beragama ditinjau dari sub indikator  kegiatan keagamaan dan kesadaran beragama. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa  kehidupan manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk beragama memiliki berbagai problematika baik itu pada aspek pendidikan pekerjaan, status sosial, dan lain sebagainya.Kata Kunci: Cleaning Service, Pekerja, Problematika Kehidupan, Wanita AbstractThe study aims to determine the problems of the lives of women clening service workers at the Bina Widya Campus, FKIP, Riau University. The research uses a naturalistic descriptive method with a qualitative approach. Data is collected through documentation, observation and interviews. Data analysis uses 3 ways, namely: data reduction, data display, and drawing conclusions and verification. This research shows the results that the problems of cleaning service life at the Bina Widya Campus FKIP Riau University are based on 4 indicators, namely: (1) Human life as an individual being is reviewed from the sub-indicators of education, work and social status, (2) human life as a social being is reviewed from the sub-indicators of accepting attitudes towards others, cooperating with others, (3) human life as a moral being is reviewed from the sub-indicators of manners, ethics in associating, appearance, (4) human life as a religious being is reviewed from the sub-indicators of religious activities and religious awareness. This research shows the results that human life as individual beings, social beings, moral beings, and religious beings has various problems, both in aspects of job education, social status, and so on.Keywords: Cleaning Service, Worker, Life Problems, Woman
Analisis Lingkungan Strategis Wilayah Perbatasan: Studi Kasus Ambalat Rejang Musi Agastya A. S. W; Dessy Natalia; Pujo Widodo; Rudy Laksmono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.937 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3170

Abstract

AbstrakBlok Ambalat memiliki luas 15.235 km² dan terletak di Kalimantan Utara, tepat di perbatasan Indonesia-Malaysia. Sengketa Ambalat semakin menjadi rumit ketika blok ini diidentifikasi kaya akan potensi sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi. Saat ini area Ambalat terdapat blok East Ambalat yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) East Ambalat. Namun, batas blok East Ambalat yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia tersebut mengalami tumpeng tindih dengan batas blok Shell milik Malaysia. Permasalahan tersebut membawa isu pertahanan menjadi sektor yang perlu ditegakkan untuk kedua negara saling mempertahankan haknya. Hingga saat ini, persoalan Ambalat masih belum menghasilkan penyelesaian akhir antara sengketa dua negara. Penyelasaian sengketa yang cukup lama ini memberikan dampak tersendiri bagi negara Indonesia, mulai dari otoritas secara politik, ekonomi, dan sosial budaya. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mencoba mendeskripsikan masalah menggunakan studi literatur.Kata Kunci: Perbatasan, Ambalat AbstractThe Ambalat block has an area of 15,235 km² and is located in North Kalimantan, right on the Indonesia-Malaysia border. The Ambalat dispute became even more complicated when the block was identified as rich in potential natural resources in the form of oil and gas. Currently, the Ambalat area has the East Ambalat block operated by Pertamina Hulu Energi (PHE) East Ambalat. However, the East Ambalat block boundary set by the Indonesian Government overlapped with malaysia's Shell block boundary. This problem brings the issue of defense into a sector that needs to be enforced for both countries to defend each other's rights. Until now, the Ambalat issue has not yet produced a final settlement between the two countries' dispute. The long-standing dispute dispute has its own impact on the Indonesian state, starting from the authority politically, economically, and socio-culturally. This article uses qualitative research methods that try to describe the problem using literature studies.Keywords: Border, Ambalat
Pajak Karbon di Indonesia Dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan James Parulian walisongo Manurung; Mohamad Sidik Boedoyo; Sri Sundari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.684 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3171

Abstract

AbstrakPerubahan iklim telah menjadi penyebab utama bencana yang terjadi hampir di seluruh negara di dunia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu bencana yang terjadi akibat perubahan iklim tersebut. Bencana ini sering terjadi secara bersamaan di kawasan Eropa pada saat musim panas, disebabkan karena suhu yang ekstrim dapat memperparah bencana karhutla. Komisi XI DPR RI perlu melakukan pengawasan kepada pemerintah agar tahapan pada road map pajak karbon dapat diimplementasikan dan pajak karbon dapat menjadi instrumen pengendalian iklim dalam mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai prinsip ‘pencemar membayar’.Kata Kunci: Mitigasi, Perubahan Iklim, Ekonomi AbstractClimate change has become the main cause of disasters that occur in almost all countries of the world. Forest and land fires (karhutla) are one of the disasters that occur due to climate change. These disasters often occur simultaneously in the European region during the summer, because extreme temperatures can aggravate forest and land fire disasters. Commission XI of the House of Representatives of the Republic of Indonesia needs to supervise the government so that the stages on the carbon tax road map can be implemented and the carbon tax can be an instrument of climate control in achieving sustainable economic growth according to the principle of 'pollutants pay'.Keywords: Mitigation, Climate Change, Economy
Rencana Penerapan Pajak Karbon di Indonesia Fhandy Pandey; Yanif Dwi Kuntjoro; Arifuddin Uksan; Sri Sundari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.766 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3175

Abstract

AbstrakJika suatu aktivitas ekonomi menimbulkan dampak negatif maka perlu dilakukannya suatu intervensi pemerintah. Pemerintah bisa melakukan pemungutan pajak terhadap suatu kegiatan ekonomi yang menimbulkan eksternalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa urgensi penerapan pajak karbon di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa situs di internet dan jurnal internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan tersebut mayoritas menunjukkan dampak yang signifikan bagi lingkungan dan penerimaan negara.Kata Kunci: Pajak, Karbon, Indonesia AbstractIf economic activity is negatively impacted, it is necessary to request government intervention. The government can collect taxes on an economic activity that causes externalities. This study analyzes the urgency of implementing a carbon tax in Indonesia. This research is a literature study using secondary data from several sites on the internet and international journals. The results showed that the implementation of the policy showed a significant impact on the environment and state revenues.Keywords: Taxes, Carbon, Indonesia

Page 64 of 168 | Total Record : 1679