cover
Contact Name
Azis
Contact Email
azis@unidayan.ac.id
Phone
+6285241915730
Journal Mail Official
pendidikansejarah@unidayan.ac.id
Editorial Address
Jalan Dayanu Ikhsanuddin No. 124, Kode Pos 93724 Baubau, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPS
ISSN : 24433624     EISSN : 26863774     DOI : -
Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), peneliti, mahasiswa, maupun praktisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume VI, Nomor 1, Mei 2020" : 7 Documents clear
Pengaruh Metode Pembelajaran Diskusi terhadap Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X di SMA Negeri 3 Baubau Amaluddin Amaluddin; Aslin Aslin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar sejarah siswa kelas X di SMA Negeri 3 Baubau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah siswa kelas X SMA Negeri 3 Baubau yang terdiri dari 221 orang siswa. Sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling kelas X dengan jumlah 77 orang siswa. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi,dan angket. Hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan rumus product moment. Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai koofisien korelasi (r) sebesar 0,73 sedangkan nilai determinasinya (r2)sebesar 53,2 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metodepembelajaran diskusi terhadap prestasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Baubau. Uji t (t-hitung) 9,25 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 3 Baubau dengan memperhatikan besarnya rxy = 0,73 yang berkisar antara 0.600 - 0,799 berarti ada korelasi antara variabel X dan variabel Y dan itu termasuk korelasi positif yang kuat atau tinggi.
Ritual Hesasa pada Masyarakat Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi Haeruddin Haeruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya ritual hesasa, tata cara pelaksanaan, dan nilai yang terkandung dalam ritual hehasa pada masyarakat Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Sumber yang digunakan terdiri dari sumber primer berupa informasi lisan dari para informan, dan sumber sekunder berupa artikel, buku,majalah, jurnal, yang diperoleh dari perpustakaan Unidayan. Beberapa temuan pokok penelitian ini adalah; Latar belakang ritual hesasa dilakukan oleh masyarakat Desa Tanjung adalah sebagai ritual untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang orang, sebab ritual ini dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit. Tata cara pelaksanaan hesasa terdiri atas beberapa tahapan yaitu (1) pihak keluarga yang berhajat akan melakukan diskusi bersama orang yang memimpin ritual tersebut dan menentukan hari pelaksanaan ritual serta menanyakan keperluan dan kelengkapan dalam proses ritual. (2) tahapan pelaksanaan merupakan inti dari ritual hesasa karena semua rangkaian acara, mulai dari persiapan kelengkapan ritual, penghiasan sesaji serta penghanyutan tempurung terdapat pada tahapan ini (3) Pembacaan do’a selamat yang dilakukan pande alo dan makan bersama merupakan penutupan dari semua rangkaina acara. Ritual hesasa memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat karena dengan melakukan hesasa maka masyarakat percaya bahwa penyakit yang menyerang orang akan sembuh dan tidak akan datang lagi karena sudah pergi bersama tempurung di laut. Selain tradisi pengobatan, ritual ini juga merupakan proses pengusiran penyakit yang menyerang orang dan menaikan penyakit ke dalam tempurung untuk dibawa ke lautan.
Jejak-jejak Kolonial Belanda di Pulau Binongko Hasaruddin Hasaruddin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh wilayah Indonesia pernah menjadi tempat singgah oleh Belanda di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu kawasan atau wilayah yang menjadi tempat persinggahannya adalah gugusan pulau Buton yang berada di kawasan timurnya yaitu pulau Binongko. Daerah ini menjadi salah satu daerah yang menghasilkan rempah-rempah pada masa silam sehingga mengundang bangsa lain untuk singgah di wilayah ini tidak terkecuali bangsa Belanda yang kemudian meninggalkan beberapa jejaknya di kawasan tersebut. Disamping itu, Belanda menjadikan pulau Binongko sebagai tempat persinggahan untuk mengisi perbekalan menuju kawasan atau wilayah timur nusantara yaitu Ternate. Untuk mendapatkan jejak-jejak peninggalan Belanda di pulau Binongko maka dilakukan sebuah kajian dengan berpedoman pada metode penelitian sejarah yang terdiri atas: heuristik, kritik,interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kolonial Belanda telah berada di wilayah pulau Binongko yang ditandai dengan adanya pembuatan jalan yang mengelilingi pulau Binongko yang dibuat oleh Belanda. Di samping itu, penggunaan mata uang gulden juga diberlakukan di wilayah tersebut.
Eksistensi Pomanduno pada Masyarakat Lipu-Katobengke Rustam Awat; Devi Agustin
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini: 1) bagaimana latar belakang munculnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 2) bagaimana eksistensi pomanduno pada masyarakat LipuKatobengke;dan 3) apa saja faktor yang mempengaruhi berkurangnya pomanduno padamasyarakat Lipu-Katobengke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) latar belakang munculnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 2) eksistensi pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke; 3). faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya pomanduno pada masyarakat Lipu-Katobengke. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan sosial budaya. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara, alat tulis, alat perekam, dan kamera digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) latar belakang munculnya pomanduno bermula dari didatangkannya pembuat gerabah oleh Sultan Murhum dari daratan Muna untuk membuat kebutuhan kesultanan yang ditempatkan di Kakota-kota, dimana merupakan tempat yang dilalui leluhur masyarakat Lipu-Katobengke untuk mencari kerang-kerangan di sekitar pantai. Kemudian aktitivas pembuat gerabah dilihat oleh leluhur masyarakat Lipu-Katobengke dan dari situlah mereka mulai belajar membuat gerabah. Versi lain menyatakan bahwa pomanduno memang sudah berasal dari leluhur orang-orang Lipu-Katobengke. 2). Eksistensi pomanduno di Lipu-Katobengke pada zaman dulu hampir setiap rumah terdapat pomanduno. Selain berkebun, masyarakat juga membuat gerabah (pomandu), bahkan anak-anak juga melibatkan diri. Dari sinilah muncul bibit-bibit baru seorang pomanduno. Seiring berjalannya waktu pomanduno semakin hari semakin berkurang, dan kini dapat dikatakan sebagai generasi terakhir. 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pomanduno ada dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri atas usia, alih profesi, tidak berjalannya proses pewarisan dan pendidikan, sedangkan faktor eksternal terdiri atas bahan baku, permintaan pasar yang menurun, dan penggunaan perabot dapur berbahan plastik dan logam.
Tradisi Kasebu pada Masyarakat Wasilomata Kecamatan Mawasangka La Ode Muhammad Nasrun Saafi; Hendri Hendri
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Apa yang melatarbelakangi munculnya tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (2) Bagaimana proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata?, (3) Nilai apa yang terkandung dalam tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui latar belakang tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata, (3) Untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi kasebu pada masyarakat Wasilomata". Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian budaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah "data primer" dan "data sekunder". Teknik pengumpulan data ada dua (1) data primer yaitu pengamatan (obserfasi) dan wawancara, (2) Data sekunder dilakukan melalui kegiatanpenelitian kepustakaan dengan cara mencatat berbagai data yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi kasebu merupakan acara pembuka tahun dan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah latar belakang kasebu (1) Bentuk rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, (2) Bentuk penghormatan pada para leluhur, (3) Hiburan kampung. Proses pelaksanaan tradisi kasebu (1) patoge yaitu permainan gendang dan diiringi lagu daerah yang dilakukan oleh empat orang dan bertempat di Baruga; (2) tarian saare yaitu tarian yang dilakukan seseorang yang dikelilingi sekelompok anak-anak hingga dewasa dengan penaburan uang dari penari tersebut. Penari ini memakai baju adat perempuan; (3) potumbu (adu fisik) yaitu adu fisik gaya bebas dengan aturan tertentu; (4) fomani yaitu silat yang dilakukan secara individu maupun kelompok; (5) tari linda, yaitu tarian yang dilakukan dalam bentuk kelompok; (6) kabueno ganda (ayun gendang) yaitu berupa iringan gendang yang memiliki makna tertentu; (7) manari yaitu balas pantun. Nilai yang terkandung (1) nilai religiusitas atau nilai Ketuhanan, meliputi berdoa dan bersyukur, (2) Nilai budaya tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang, (3) Nilai sosial atau kemasarakatan, meliputi gotong royong, kekeluargaan dan kerukunan.
Penggunaan Metode Pembelajaran Resitasi/Penugasan dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas Maskun Baitu; La Ali Pane
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah yang akan menjadi obyek penelitian sebagai berikut: Bagaimana penggunaan metode pembelajaran resitasi/penugasan dalam meningkatkan keaktifan belajar sejarah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas. Tujuan untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran resitasi/penugasan dalam meningkatkan keaktifan belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas VII SMP Negeri 1 Batu Atas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Populasi dalam penelitian ini adalah 193 orang. dan sampel pada penelitian, Peneliti memilih kelas VII 1 yang terdiri dari 26 siswa. Instrumen penelitian yaitu Metode Observasi, Metode Demonstrasi dan Metode Dokumentasi. Hasil penelitian pada siklus I Keberhasilan siswa pada siklus I ini selama kegiatan belajar hanya 11 orang atau 42 % siswa yang aktif dan 15 orang atau 58% siswa yang aktif dan Pada siklus II, ini selama kegiatan belajar mengalami peningkatan dimana 22 orang atau 84% siswa yang aktif dan 4 orang atau 16% siswa yang aktif.
Pengaruh Media Pembelajaran Sejarah (Power Point) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah Munawir Mansyur; Sumia Sumia
Jurnal Pendidikan Sejarah Volume VI, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah siswa kelas X SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah yang berjumlah 32 orang siswa. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling kelas X dengan jumlah 32 orang siswa. Instrument dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, angket dan model dokumen. Hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan rumus product-moment. Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai koofisien korelasi (r) sebesar 0,42 sedangkan nilaideterminasinya (r2) sebesar 17,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah. Uji t (t-hitung) 2,54 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media pembelajaran sejarah (Power point) terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Mawasangka Tengah dengan memperhatikan besarnya rxy= 0,42 yang berkisar antara 0.400 – 0.599 berarti ada korelasi antara variabel X dan variabel Y dan itu termasuk korelasi positif sedang atau normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7