cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2016): Januari" : 5 Documents clear
KONSTRUKSI PENDIDIKAN RAMAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM Abdurrahman Yusuf
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.802

Abstract

Kekerasan dalam pendidikan Islam harus segera dicegah dan dihentikan. Tindakan pencegahan (preventive action atau saddzu al-dzari’ah). Sudah saatnya kita meninggalkan model pendidikan kekerasan dengan beralih kepada konstruk pendidikan Islam yang ramah. Pendidikan yang ramah (non-violence or peace education) hanya bisa dicapai bila konsep pendidikan nilai dikembangkan secara efektif. Itulah sebabnya, konsep pendidikan harus memuat penerapan suasana belajar yang ramah. Gelombang globalisasi telah mengantarkan kehidupan kosmopolitan di antara berbagai bangsa. Ini berarti bahwa, pendidikan mestilah berpijak pada pilar learning to life together. Untuk mendukung yang terakhir ini, nilai-nilai kemanusiaan yang universal, budaya, moral dan agama perlu diberdayakan, agar pendidikan menjadi humanistik. Agama dalam hal ini Islam, amat sarat dengan muatan tuntunan untuk berkarakter positif dalam bentuk akhlakul karimah sekaligus meninggalkan emosi negatif atau akhlak al-majmumah. Etika pendidikan Islam sarat dengan nilai kasih sayang, tidak boleh dengan kekerasan. Kekerasan tidak bisa dan tidak akan pernah bisa dihilangkan dengan kekerasan.
PENDIDIKAN KARAKTER MENUJU MASYARAKAT BERADAB Rusli Rusli
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.803

Abstract

Artikel ini berusaha mengeskplorasi gagasan terkait dengan pendidikan karakter. Membangun pendidikan karakter bukan hanya penting tapi sangat dibutuhkan, guna mereformasi karakter fujur bangsa menuju peradaban bangsa yang berakhlak mulia dan berilmu serta berdaya saing. Berbagai peraturan/kebijakan telah dilakukan sebagai upaya terciptanya pendidikan karakter. Terwujudnya pendidikan karakter bukan hal mudah melainkan membutuhkan proses dan pendekatan strategis, serta daya dukung bersama dan kebersamaan. Namun aspek penting untuk efektifitas pendidikan karakter adalah keteladan kepemimpinan.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INKLUSIF-MULTIKULTURAL ( Ikhtiar Untuk Harmoni dalam Kemajemukan ) Syarifuddin Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.804

Abstract

Konflik dan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bukti nyata bahwa anak bangsa belum mampu menerjemahkan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah Istilah yang “mengikat” yang membingkai seluruh entitas masyarakat-bangsa untuk menghargai kemajemukan. Padahal, yang membuat bangsa ini besar adalah mutlikulturalnya. Lantas, pertanyaannya adalah apa yang salah dengan bangsa ini? mungkinkah salah satu penyebabnya adalah faktor pendidikan? Atau kalau mau dikerucutkan adalah apakah Pendidikan Agama Islam yang diajarkan mulai SD-PT bersifat ekslusif yang syarat dengan normatif-dogmatis, kaku (rigid) serta intoleran? sehingga melahirkan peserta didik yang memiliki jiwa dan pengetahuan yang eksklusif. jika demikian adanya rekonstruksi adalah istilah yang tepat untuk membenahi proses pendidikan yang berjalan selama ini, dengan menampilkan Pendidikan Agama Islam yang inklusif-multikultural. Pada prinsipnya, pendidikan agama Islam yang inklusif merupakan media penyadaran umat melalui proses tranformasi pengetahuan yang menitikberatkan pada prinsip keterbukaan, egalitarianisme serta tidak diskriminatif terhadap golongan manapun. Oleh karena itu semangat pendidikan yang inklusif-multikultural patut diapresiasi demi lahirnya masyarakat Indonesia yang bermartabat serta sadar akan kekayaan Multikultural.
POLITIK PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH UMUM DAN TANTANGAN PLURALISME AGAMA Ilyas Yasin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.805

Abstract

Terdapat dua kelemahan pokok kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun pendidikan agama pada umumnya selama ini. Pertama, materi pembelajaran PAI terlalu menekankan pada aspek praktik ritual. Kedua, materi PAI juga cenderung menanamkan sikap klaim kebenaran (truth claim) terhadap agama sendiri. Akibatnya, siswa mengalami dilema etik dalam merespon pluralitas agama antara keyakinan mutlak agama yang dianutnya dengan realitas kemajemukan dalam lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, menghadapi tuntutan global diperlukan kebijakan maupun praktik pembelajaran agama yang lebih akomodatif terhadap perubahan sosial.
AGAMA, KONFLIK DAN INTEGRASI DALAM PANDANGAN GEERTZ : Luthfiyah : Luthfiyah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 14 No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v14i1.806

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, agama rupanya bukan lagi menjadi suatu fenomena yang sakral, artinya agama telah bergeser maknanya. Umat manusia tidak lagi merasa tabu untuk menelaah agama dari berbagai perspektif ilmu pengetahuan. Sehingga mulai bermunculan studi agama yang dikaitkan dengan psikologi, sosiologi, antropologi dan lain sebagainya. Clifford Geertz, salah seorang antropolog terkemuka yang mengkaji agama dari sudut pandang antropologi. Pemikiran antropologi agamanya sangat berpengaruh dikalangan ilmuan sosial, terutama di Amerika serikat.[1] Geertz memberikan satu pemikiran yang komperehensif mengenai varian agama di Jawa. Melalui penelitiannya, Geertz menggolongkan varian agama di Jawa menjadi tiga; abangan, santri dan priyayi, yang dipaparkan dalam The Religion of Java.

Page 1 of 1 | Total Record : 5