cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022): Oktober" : 13 Documents clear
MATERI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS Muchlis Muchlis
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1064

Abstract

PendidikaMempelajari sejarah kehidupan Rasulullah SAW akan terus menarik karena seluruh aspeknya bernilai pendidikan. Di antara aspek yang menarik itu adalah hadis nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim atau yang lebih dikenal dengan hadis Jibril. Kajian ini bertujuan membahas Hadis Jibril yang bersinggungan langsung dengan proses pembelajaran dalam perspektif pendidikan, yaitu materi pendidikan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Peneliti mencatat semua temuan secara umum pada setiap pembahasan penelitian yang didapatkan dalam literatur-literatur dan sumber-sumber,mengumpulkan buku/kitab secara bertahap. Data-data yang ada dianalisis dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dengan teknik analisis data menggunakan content analysis, kemudian mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan fokus kajian. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Materi pendidikan yang terdapat dalam hadits Jibril antara lain: materi iman, materi islam/fikih, materi akhlak, dan materi tanda-tanda hari kiamat.
MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Susanti Susanti
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1065

Abstract

Indonesia merupakan negara kesatuan, mempunyai banyak keberagaman yang menggabungkan berbagai kebangsaan, dialek, agama, dan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang beraneka ragam, diperlukan adanya moderasi dalam agama agar tidak ada perilaku kemerosotan yang dapat memecah belah suatu negara. Adapun jenis penelitian ini adalah dengan penelitian edukatif dan empiris. Edukatif, karena yang diteliti adalah sosial beragama dalam masyarakat multikultural dengan penerapan nilai-nilai moderasi. Empiris karena juga diteliti perilaku dan tindakan masyarakat multikultural dalam melakukan moderasi beragama. Adapun ringkasan hasilnya yaitu Indonesia sebagai sebuah negara yang memuat banyak sekali keberagaman yang terdiri dari keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama dewasa ini seringkali diterpa isu tentang radikalisme. Gerakan-gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu semakin tumbuh dan secara terang-terangan menyuarakan ideologi mereka. Aksi teror, penculikan, penyerangan, bahkan pengeboman pun kian marak terjadi. Munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang kian hari semakin mengembang sayapnya difaktori berbagai hal seperti sensitifitas kehidupan beragama, masuknya aliran kelompok ekstrem dari luar negeri, bahkan permasalahan politik dan pemerintahan pun turut mewarnai. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi unsur yang dibutuhkan dalam rangka menumbuhkan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan, dengan harapan dapat mewujudkan kerukunan antar umat beragama dalam bermasyarakat.
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ABDURRAHMAN WAHID DAN ABDURRAHMAN AN-NAHLAWI DI ERA MODERN Alimudin Alimudin; Era Sastra Pengestu
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1066

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan penerapan teori-teori Nahlawi Kependidikan Abdurrahman Wahid dan Abdurrahman An-Nahlawi terhadap kondisi pendidikan kontemporer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian studi, dengan sumber data primer berupa buku dan publikasi lainnya. Metode analisis data menggunakan analisis isi, yang melibatkan pemeriksaan data yang diperoleh dengan membandingkan data untuk membuat kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan pendidikan yang didasarkan pada gagasan Abdurrahman Wahid dan AnNahlawi masih sangat relevan karena pendidikan saat ini tidak hanya mengajarkan kepada peserta didik pengetahuan umum tetapi juga pengetahuan agama, khususnya pengetahuan tentang Islam, dimana pendidikan diperlukan untuk meningkatkannya. karakter moral mereka.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH Mainuddin Mainuddin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1078

Abstract

Dalam Penelitian ini penulis akan memebahas tentang Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Panenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan anak dalam Islam menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan kontribusi pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terhadap pendidikan anak dalam Islam. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan atau (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permaslahannya yang diambil dari sumber-sumber kepustakaan, dalam hal ini ada dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Adapun untk menganalisa data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kontent analysis dan metode studi tokoh. Hasil dari penelitian adalah (1) pendidikan anak dalam Islam adalah suatu proses pembinaan, pengajaran, pengarahan, dan bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik/anak tentang suatu ilmu pengetahuan yang bersumber pada ajaran agama ke dalam diri peserta didik. (2) Tarbiyah menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mencakup qalb dan tarbiyah badan sekaligus. Ibnu Qayyim juga mengarahkan pendidikan anak pada komitmen para pendidik untuk selalu memberikan perhatian besar terhadap fase perkembangan anak. (3) Konsep pendidikan anak dalam Islam perspektif Ibnu Qayyim sangatlah berkontribusi dalam pendidikan anak dalam Islam, baik itu tentang materi, metode ataupun tentang mengetahui fase perkembangan anak
KONDISI DAN SUASANA PEMBELAJARAN EFEKTIF YANG ISLAMI Iilham Ilham
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1080

Abstract

Pembelajaran efektif yang Islami adalah pembelajaran yang mendasarkan konsepsinya pada ajaran tauhid, dengan berorientasi pada tujuan akhir pendidikan Islam, yaitu mewujudkan manusia sebagai khalifatullah dan ‘abdullah di bumi. Dengan dasar ini, maka orientasi pembelajaran efektif yang Islami diarahkan pada upaya mensucikan diri dan memberikan penerangan jiwa, sehingga setiap diri manusia mampu meningkatkan dirinya dari tingkatan iman ke tingkat ihsan yang melandasi seluruh bentuk kerja kemanusiaannya (amal saleh).
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MAHASISWA STKIP TAMAN SISWA BIMA Muhammad Muhammad; Salahudin Salahudin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1089

Abstract

Problem based learning merupakan proses pembelajaran yang mengfokuskan pada masalah dan siswa memecahkan secara bersama atas pendampingan dari pendidiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menceritakan cara penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian dilaksanakan di STKIP Taman Siswa Bima. Pada penelitian ini, dilakukan empat rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflection). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Data yang terkumpul, kemudian dianalisis, analisis data pada aspek kognitif digunakan gain skor. Berdasarkan hasil penelitian nilai tes akhir mata pelajaran PAI pada siklus I sebesar 46,9 dan N-gainna sebesar 0.29, sedangkan rata-rata nilai tes akhir mata pelajaran PAI pada siklus II sebesar 71,05 n N-gainnya sebesar 0,31. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
PERKEMBANGAN MADRASAH DI INDONESIA: KAJIAN HISTORIS PADA MADRASAH NAHDLATUL WATHAN LOMBOK Fathurrahman Fathurrahman
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1105

Abstract

Tulisan ini merupakan studi tentang perkembangan institusi pendidikan madrasah yang ada di Lombok sebagai bagian dari perkembangan social pendidikan Islam di Indonesia. Kemunculan madrasah di Lombok merupakan fenomena modern yang dimulai sekitar abad ke-20 sebagai dampak dari pembaharuan Islam di Indonesia serta kebijakan diskriminatif pendidikan colonial yang tidak berpihak pada masyarakat Muslim. Meskipun bukan madrasah pertama, berdirinya Madrasah Nadhlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) telah menjadi tonggak pembaharuan pendidikan Islam di pulau Lombok yang berlangsung sejak masa kolonialisme Belanda dan Jepang, masa kemerdekaan di era Orde Lama dan Orde Baru hingga masa reformasi. Perkembangan ini madrasah ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri dan berkembang dengan dukungan masyarakat sebagai basis madrasah, keberadaan para tuan guru sebagai pemimpin madrasah dan pesantren serta kemampuan melakukan inovasi dalam merespon perkembangan sosial keagamaan dalam masyarakat Lombok.
REFLEKSI NAFS DALAM KISAH NABI YUSUF AS DAN ZULAIKHA: ANALISIS TAFSIR AL-MISHBAH KARYA QURAISH SHIHAB M. Sulhan; Eva Latipah
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1165

Abstract

The story of the Prophet Yusuf as ahsanul qashas (the best story) which is enshrined in the Qur'an. The story of the Prophet Yusuf is a story that has a wealth of meaning and learning in all aspects of life. This article attempts to analyze the richness of meaning contained in surah Yusuf which is related to the levels and expressions of the nafs. The research method in this article uses descriptive qualitative with a library research approach. Theoretical analysis uses the perspective of Tafsir Al-Mishbah by Quraish Shihab. The purpose of this research is to answer how the expression of nafs and levels of nafs are contained in the story of Prophet Yusuf and Zulaikha. The results of the study show that the nafs in the story of Prophet Yusuf and Zulaikha are distinguished by two tendencies: First, the level of anger in Zulaikha's personality and behavior which is depicted in obedience to lust and following the devil's temptations. Second, the levels of muthmainnah and radhiyah nafs in Yusuf's personality which are described by calm, obedience, peace, and fortitude in going through every test given by Allah SWT. The study in this research is limited to the story of persuasion planned by Zulaikha.
METODE PENGAJARAN DALAM PERSPEKTIF Al-QURAN (TINJAUAN Q.S. AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin Nasaruddin; Fathani Mubarak
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1190

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam merupakan sumber rujukan paling utama, tentunya di dalam al-Qur’an juga memuat nila-nilai pendidikan dan metode pengajaran untuk memberikan kemudahan kepada pengajar dan peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengkaji Metode pengajaran dalam perspektif al-Quran (tinjaun QS. An-Nahl ayat 125). Dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, baik itu untuk para pembaca terlebih husus bagi para pendidik dan kaum cendikiawan. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research). atau studi teks yakni pengumpulan data dapat dilakukan melalui pencarian literatur ilmiah secara sistematis pada artikel-artikel, buku-buku, dan dokumen yang membahas secara signifikan dan memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Metode pengajaran dalam QS. An-nahal ayat 125 yakni metode hikmah (perkataan yang bijak), metode mau’idhzah hasanah (nasehat yang baik), dan metode jidal (debat).
HUMANISME RELIGIUS PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Titik Temu Agama dan Filsafat) Muhammad Aminullah
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1193

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara deskriptif analitis tentang teori humanisme religius dalam sudut pandang Al-Qur’an. Sebagai upaya kritik terhadap konstruksi pemikiran humanisme Barat yang sekuler dan anti agama, spitualitas, serta nilai transenden. Humanisme religius merupakan rumusan yang integratif dan menjadi titik temu bagi filsafat dan agama. Filsafat dan agama tidak dapat dianggap sebagai dua kutub yang berseberangan. Nilai-nilai yang diperjuangkan oleh humanisme religius sangat sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai basis nilai etika dan moral agama (Islam); kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan atau persamaan. Hanya saja perbedaannya, humanism religius qur’anik mendasarkan perjuangannya pada prinsip dan wahyu. Kajian ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan konteks keindonesiaan yang sangat majemuk, sehingga bisa membangun kesadaran masyarakat tentang etika sosial dalam pergaulannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 13