cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
GAMBARAN FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN KODE DIAGNOSA DOKUMEN REKAM MEDIK PASIEN SKIZOFRENIA DI RSKJ SOEPRAPTO BENGKULU Nova Oktavia; Ici Nur Azmi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.3

Abstract

Kualitas data dan informasi pelayanan kesehatan membutuhkan keakuratan dan kekonsistenan data yang dikode. Penetapan diagnosis seorang pasien merupakan kewajiban, hak, dan tanggungjawab dokter (tenaga medis) terkait Tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui ketepatan kode diagnose dan tingkat pengetahuan petugas RM pada ruang Murai B (pendidikan, SOP, dan Buku ICD) DRM di unit RM RSKJ Soeprapto Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari 83 DRM dan 20 petugas RM, dengan teknik pengambilan sampel Systematic Random Sampling. Untuk mendapatkan data ketepatan kode diagnose menggunakan lembar observasi, untuk mendapatkan data pengetahuan menggunakan kuesioner dan untuk mendapatkan data tentang SOP dan Buku ICD menggunakan pedoman wawancara. Setelah data terkumpul dianalisis secara univariat (menggunakan tabel dan narasi). Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa dari 83 DRM 44 (53,01%) kode diagnosa tidak tepat. Dari 20 petugas rekam medis manyoritas berpengetahuan kurang yaitu 14 (70%). Penentuan kode diagnosa tidak sesuai SOP karena dilakukan oleh Dokter dan Dokter dalam memberi kode diagnosa penyakit tidak berpedoman pada buku ICD-10
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa acuminate x balbisiana’saga’) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Setya Enti Rikomah; Deah Marlena
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.23

Abstract

Kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’.) biasa digunakan dalam pengobatan tradisional, salah satunya adalah sebagai obat antiinflamasi.Kulit buah pisang kepok telah dijadikan sediaan ekstrak kental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi ekstrak kulit buah pisang kepok(Musa acuminata x balbisiana ‘saga’) pada mencit putih jantan (Musa acuminata x balbisiana ‘saga’). Uji efektivitas ekstrak kulit buah pisang kepok sebagai antiinflamasi diuji menggunakan metode Carrageenan- induced Rat Paw Udema. Hewan Uji yang digunakan berupa 25 ekor mencityang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (Na. Diklofenat), dan kelompok perlakuan ekstrak kulit buah pisang kepok Dosis 1 (1,08 mg), Dosis 2 (2,16 mg) dan Dosis 3 (6,48 mg). Pengamatan pada masing-masing mencitdilakukan setiap  jam ke 1,2,3,4,5,6 selama 6 jam menggunakan alat Platysmometer. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik anova satu arahdilanjutkan dengan uji duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji anova satu arah menunjukkan antiinflamasiterdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (0,000> 0,05). Hasil uji duncan menunjukkan kelompok yang memberikan efektivitas antiinflamasi terbaik adalah kontrol positif dan Dosis 3 (6,48 mg).
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia manggostana.L) TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK luky dharmayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.67

Abstract

Kulit manggis banyak mengandung xanton dan alfa mangosten yang banyak digunakan sebagai pengobatan herbal salah satunya dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (Hing Density Lipoprotein) merupakan lemak baik yang butuhkan oleh tubuh. Hiperglikemia merupakan gangguan metabolisme yang ditimbulkan dapat merusak berbagai sistem organ.Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak kulit manggis (EEKM) dalam meningkatkan kadar kolesterol HDL pada tikus kondisi hiperglikemik.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental Tiga puluh ekor tikus Wistar dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok (n=5) terdiri atas Kontrol normal, positif (glibenklamid), kontrol negative streptozotosin (STZ), EEKM dosis 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB..    Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEKM dosis 25mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100mg/kgBB dapat meningkatkan kadar HDL pada tikus hiperglikemik.Kata Kunci : ekstrak kulit manggis,Kolesterol HDL, hiperglikemik
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH APEL IMPOR DAN APEL LOKAL Nita Anggreani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.111

Abstract

Buah impor dari tahun ke tahun makin merambah pasaran Indonesia. Salah satu jenisnya yang banyak digemari masyarakat adalah apel. Apel impor yang dikenal masyarakat antara lain adalah Apel Washington, Apel Royal Gala dan Apel Fuji. Apel impor bahkan lebih disukai daripada apel lokal karena ukurannya lebih besar, warna lebih menarik dan rasa lebih manis. Apel lokal ukurannya lebih kecil, warna hijau dan rasa sedikit asam. Jenis apel lokal antara lain adalah Apel Rome beauty, Apel Manalagi dan Apel Malang. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kadar vitamin C pada masing-masing apel. Selanjutnya membandingkan kadar vitamin C antara apel lokal dan apel impor tersebut apakah sama atau berbeda. Analisa meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif dengan metode titrasi iodometri. Dengan analisa uji t dengan  5%  didapat hasil 0,6671<2,7764, ini menunjukkan hasil H0 diterima yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin C apel lokal dan apel impor
SKRINNING FITOKIMIA SENYAWA ALKALOID DARI EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.225

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dan beraneka ragam, namun hanya sebagian kecil yang diteliti serta dimanfaatkan. Akhir-akhir ini masyarakat mulai tertarik dengan motto ‘Back To Nature’ yaitu pengobatan yang menggunakan bahan-bahan alami yang ada di alam. Sampel dalam penelitan ini adalah ekstrak kental tanaman lamtoro (Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT). Ekstraksi dengan metode maserasi selanjutnya di rotary dengan menggunakan Rotary evaporator dan dilakukan uji ekstrak meliputi organoleptis, rendemen ekstrak, kadar abu. Uji pendahuluan senyawa alkaloid dengan pereaksi mayer, wagner, dan dragendrof, dan dilanjutkan uji penegasan dengan menggunakan Kromatografi lapis tipis (KLT) dengan membandingkan RF sampel dengan baku pembanding. Hasil uji reaksi warna pada daun Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT) menunjukan bahwa ekstrak daun Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT) mengandung alkaloid yang ditunjukan dengan perubahan warna endapan putih pada reaksi Mayer dan endapan coklat pada reaksi Wagner dan dragendrof. Dari hasil analisis didapatkan nilai rendemen 8,788%, dan untuk nilai Rf yaitu 0,95% pada sampel dan 0,96% untuk baku pembanding.
FORMULASI MASKER GEL WHEY KEFIR KOMBINASI SARI BUAH BIT (Beta vulgaris L.) Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.178

Abstract

Whey kefir dan buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan bahan yang berkhasiat sebagai antioksidan. Whey kefir mengandung asam alpha hidroksi (AHA) yang dapat membantu mengurangi penuaan dini pada kulit. Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung betasianin dan flavonoid sebagai pelindung kulit dari sinar matahari dan kesehatan kulit.Pembuatan masker gel dalam penelitian ini menggunakan whey kefir 15% dan sari buah bit dengan konsentrasi 0%, 4%, 8%, dan 12%. Kefir di buat dengan susu UHT dengan penambahan grain kefir yang difermentasi selama ± 24 jam. Buah bit diambil sarinya dengan cara diblender selama 5 menit. Evaluasi masker gel dilakukan selama 4 minggu meliputi uji organoleptis, uji homogen, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji waktu sediaan mengering.Hasil penelitian masker gel whey kefir kombinasi sari buah bit (Beta vulgaris L.) dari ke empat formula, pengujian organoleptis mengalami perubahan warna F0 = putih kekuningan, F1 dan F2 = merah keunguan dan F3 = merah keunguan pekat. Hasil uji pH F0-F3 berkisar 6,3- 6,5. Hasil uji daya lekat F0-F3 0,52-0,63 detik. Hasil uji waktu mengering 24,04 menit. Secara keseluruhan hasil penelitian whey kefir kombinasi sari buah bit (Beta vulgaris L.) mempengaruhi sifat fisik pada formulasi masker gel.
REVIEW JURNAL: BIOADSORBEN LIPID PATCH BIJI SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI TERAPI OBESITAS Asril Burhan
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.199

Abstract

Keberadaan biji salak (Salacca zalacca) sangat melimpah dan mudah didapatkan.Biji salak mengandung selulosa yang dapat digunakan sebagai bioadsorbenterhadap minyak jelatah. Pemanfaatan biji salak masih sangat jarang. Penyerapanlemak di usus merupakan salah satu mekanisme dari obat yang digunakan dalamterapi obesitas. pengaplikasian transdermal patch oleh pasien dapat dilakukandengan mudah serta mencegah zat aktif obat mengalami metabolisme lintaspertama dihati. Review ini bertujuan untuk membahas potensi bioadsorben lipidbiji salak dalam sediaan transdermal patch untuk terapi obesitas, sehingga dapatmenambah nilai guna biji salak dan dapat bermanfaat dibidang kesehatan.Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, Science Directdan makalah penelitian yang terkait dengan kemampuan bioadsorben lipid bijisalak dalam sediaan transdermal patch. Biji salak mengandung selulosa yangdapat dijadikan biosorben (adsorben) karena adanya gugus –OH yang terikat padaselulosa. Sisi aktif pada bioadsorben biji salak tersebut efektif dalam mengikatgugus fungsi yang terdapat pada minyak jelatah. Transdermal patch efektif dalammenurunkan volume jaringan adiposa yang diujikan pada tikus yang obesitas.selain itu transdermal patch juga efektif menurunkan kadar kolesterol total,trigliserida dan low density lipoprotein (LDL) pada tikus yang hiperlipidemia.Dapat disimpulkan bahwa bioadsorben lipid biji salak berpotensi efektif dalamsediaan transdermal patch.
POTENSI EKSTRAK DAUN SALAM KOJA (Murraya koenigii L. Spreng ) TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis Inayah Hayati
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.341

Abstract

Kutu  kepala  (Pediculus humanus capitis)  merupakan parasit obligat yang siklus hidupnya mulai dari pradewasa sampai dewasa hidup bergantung pada inangnya. Infestasi yang lebih berat dari ektoparasit ini dapat berdampak pada timbulnya rasa gatal yang berlebihan, dapat menyebabkan luka lecet pada kulit kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun salam koja (Murraya koeniggi L.Spreng.) terhadap mortalitas Pediculus humanus capitis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental  laboratorik  dengan  menggunakan  teknik  Purposive  Sampling. Sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun salam koja (Murraya koeniggi) dengan konsentrasi pengenceran 25%, 50%, 75% dan 100%. Berdasarkan hasil penelitian  Ekstrak Daun Salam Koja (Murraya koeniggi L.Spreng) dapat menyebabkan mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis) pada konsentrasi 25 %, 50%, 75% dan 100 %. Pada konsentrasi 100% mortalitas kutu kepala  yang lebih cepat dibandingkan dengan konsentrasi lainnya dengan waktu rata-rata kematian 02 menit 32 detik.
FORMULASI LOTION EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L) METODE MASERASI Betna Dewi; Nori Wirahmi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.15

Abstract

Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis dengan tingkat penyinaran matahari yang panas, menyebabkan kulit menjadi kering dan kurang lentur.Salah satu tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat adalah wortel (Daucus carota L) yang mengandung vitamin A,Betakaroten, vitamin C, dan vitamin K yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit, dan menghambat timbulnya kerutan pada wajah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi, dan pencampuran fase minyak dan fase air. Evaluasi sediaanmeliputi uji organoleptis, homogenitas sediaan,uji pH, daya tuang serta uji iritasi kulit. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak wortel pada konsentrasi yang berbeda yaitu F1 5%, F2 10%, danF3 15% dapat dibuat menjadi sediaan dalam bentuk lotiondan variasi kadar ekstrak dapat mempengaruhi hasil sedian lotion yang didapat.
PENENTUAN KUALITAS AIR LAUT DAN AIR TAWAR DI DAERAH SEKITAR PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU BERDASARKAN PARAMETER COD DAN BOD Nita Anggreani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.76

Abstract

Pantai Panjang Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah perairan di Kota Bengkulu yang telah dijadikan sebagai destinasi wisata bagi masyarakat dalam dan luar Provinsi Bengkulu. Banyaknya aktifitas manusia di sekitar perairan tersebut menimbulkan dugaan akan mempengaruhi kualitas air di sekitar wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menentukan kualitas air laut dan air tawar di daerah sekitar Pantai Panjang Kota Bengkulu berdasarkan parameter COD dan BOD. Parameter COD ditentukan dengan metode winkler, sedangkan parameter BOD menggunakan alat fotometer. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa nilai COD air tawar di sekitar daerah Pantai Panjang rata-rata sebesar 106,7 mg/L melebihi ambang batas yang ditentukan oleh Peraturan Daerah Bengkulu Nomor 6 tahun 2005, yaitu 10 mg/L. Sedangkan nilai BOD air tawar didapatkan rata-rata 66,15 mg/L dan BOD air laut Pantai Panjang rata-rata 73,5 mg/L yang berarti melebihi ambang batas menurut aturan KMLH Nomor 51 tahun 2004 yaitu 20 mg/L. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas air laut dan air tawar di sekitar daerah Pantai Panjang Kota Bengkulu tidak baik.