cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 373 Documents
STUDI MOLECULAR DOCKING SENYAWA QUERCETIN SEBAGAI ANTIOKSIDAN wiyati, eka putri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.831

Abstract

Antioksidan merupakan salah satu komponen senyawa bioaktif yang memegang peranan penting dalam melawan radikal bebas. Buah raspberry (Rubus idaeus) merupakan sumber antioksidan yang dapat melawan patogen di dalam tubuh untuk menjaga sistem kekebalan serta menangkal radikal bebas. Selain itu, memiliki kandungan senyawa antosianin yaitu senyawa flavonoid. Flavonol paling sering dijumpai dalam buah berry diantaranya quercetin, myricetin serta kaemferol, sementara flavanol meliputi senyawa katekin, epikatekin, gallocatechin serta epigallocatechin. Studi ini docking molekuler bertujuan untuk memahami peran quercetin yang terdapat pada buah raspberry (Rubus idaeus) sebagai antioksidan denagn reseptor kode 41QK, 5CGJ, 5FIW dan 1CXP dengan menggunakan aplikasi Biovia Discovery Studio dan AutoDock Vina. Hasil yang diperoleh berupa nilai afinitas ikatan (kkal/mol) pada ligan terhadap reseptor menunjukkan ikatan dengan nilai berkisar -8 hingga -11. Pada hasil yang diperoleh menunjukkan potensi aktivitas antioksidan.
EVALUASI UJI SIFAT ALIR DAN STABILITAS SEDIAAN BODY BUTTER MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa (Bunge) Wijnands Siburian, Devi Melisa; Sari, Delia Komala; Banon, Charles; Nanda, Yogie Andika Tri; Wulandari, Septi; Amalia, Desy
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.732

Abstract

Body butter merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan kulit.Minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa (Bunge) Wijnands)memiliki kandungan senyawa limonen yang tinggi yang memiliki aktivitas sebagaiantioksidan sehingga dapat diformulasikan ke dalam sediaan body butter gunamenjaga kesehatan kulit. Stabilitas sediaan body butter ini sangat dipengaruhi olehkonsentrasi emulgator yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untukmegevaluasi sifat alir dan stabilitas sediaan body butter MAJK. Penelitian inidilakukan dengan membuat sediaan body butter MAJK sebanyak 5 formula dengankonsentrasi asam stearat : trietanolamin dengan perbandingan F-1 (1%:2%), F-2(5%:2,5%), F-3 (10%:3%), F-4 (15%:3,5%), dan F-5 (20%:4%). Hasil penelitianpada uji sifat alir menunjukan bahwa sediaan body butter MAJK masuk kedalam tipealir pseudoplastis dan hasil pengukuran nilai pH sediaan menujukkan bahwa semuaformula memiliki nilai pH yang stabil selama 4 minggu penyimpanan. Padapengukuran nilai viskositas menunjukkan bahwa sediaan tidak stabil selama 4minggu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaanbody butter MAJK masuk kedalam tipe alir pseudoplastis dan sediaan tidak stabilpada uji viskositas selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
PERBANDINGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN C– REAKTIF PROTEIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia; Puspita, Tari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.862

Abstract

Berdasarkan IDF Atlas Edisi Kesembilan (2020), pada tahun 2020 tercatat 10,7 juta orang dewasa di Indonesia menderita diabetes. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada 2030 dan 16,6 juta pada 2045 jika pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlebihan dan kebiasaan merokok, tidak diperbaiki. Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang muncul akibat fungsi insulin yang tidak optimal dalam mengatur kadar glukosa darah, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) pada penderita DM menjadi indikator adanya inflamasi yang terkait dengan komplikasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM. Studi dilaksanakan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian mencakup 77 pasien DM rawat inap selama Januari–Maret 2025, dan melalui metode purposive sampling diperoleh 44 sampel. Data diperoleh dari rekam medis, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 pasien (63,4%) mengalami leukositosis, sementara 17 pasien (36,6%) memiliki kadar leukosit dalam batas normal. Pada pemeriksaan CRP, 33 pasien (75%) menunjukkan hasil positif dan 11 pasien (25%) negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Kata Kunci: Total Leukosit, Protein C-Reaktif, Diabetes Mellitus
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HPMC TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK ESENSIAL DAUN EKALIPTUS (Eucalyptus globulus) Armelia, Suci; Sari, Delia Komala; Rahmawati, Suci; Putri, Dwi Kurnia; Wulandari, Septi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.728

Abstract

Minyak esensial dari daun eucalyptus (Eucalyptus globulus) bisa digunakan sebagai bahan obat karena daun eucalyptus (Eucalyptus globulus) mengandung senyawa cineole yang memiliki sifat analgesik dan antiinflamasi. Salah satu bentuk sediaan topikal adalah sediaan emulgel yang diformulasikan dengan menggunakan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) sebagai agen pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik emulgel. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium dengan analisis data metode deskriptif, menggunakan 3 formula dengan variasi konsentrasi HPMC yaitu F1 (HPMC 3%), F2 (HPMC 5%) dan F3 (HPMC 7%). Uji sifat fisik emulgel meliputi uji organoleptik yaitu berwarna putih, bau khas eucalyptus dan berbentuk semi kental dengan variasi tingkat kekentalan, uji pH dengan nilai rata-rata pada F1=7,29, F2=7,47 dan F3=7,61, uji daya lekat dengan nilai rata-rata pada F1=1,30 detik, F2=1,54 detik dan F3=1,85 detik, uji daya sebar dengan nilai rata-rata pada F1=7,29 cm, F2=7,47 cm dan F3=7,61 cm, dan uji viskositas dengan nilai rata-rata pada F1=11.000 cP, F2=12.250 cP dan F3=18.083 cP. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Selain itu terdapat pengaruh dari variasi konsentrasi HPMC terhadap sifat fisik sediaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi HPMC yang digunakan maka nilai pH, daya lekat, dan viskositas sediaan semakin besar, sehingga membuat nilai daya sebar menurun.
PENGEMBANGAN FORMULASI SERBUK GIGI HERBAL DAN EFEKTIVITASNYA SEBAGAI PENGOBATAN PLAK DAN KARIES GIGI Zainal, Nur Awalia Putri; Nurhikma, Eny; Reymon, Reymon; Afdilla, Nia; Musdalipah, Musdalipah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.839

Abstract

Saat ini, perawatan gigi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, salah satunya adalah pemilihan bentuk sediaan produk gigi. Serbuk gigi memiliki keunggulan seperti membersihkan plak, sisa makanan, mencegah pembentukan karang gigi, dan memberikan nafas segar. Salah satu bahan herbal yang digunakan dalam obat-obatan oral adalah biji pinang (Areca catechu L.). Biji pinang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol sebagai senyawa antibakteri. Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang dapat menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi serbuk gigi berbasis herbal bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis serta dan kemampuannya untuk menghambat bakteri penyebab plak dan karies gigi. Metode penelitian ialah eksperimental yang dibuat dalam 3 konsentrasi (F1, F2, dan F3). Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, kadar air, dan cycling test. Aktivitas antibakteri menggunakan metode sumur agar pada bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk pinang, cengkeh, dan kayu manis dapat dibuat menjadi formula pasta gigi herbal. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan pada formula F1, F2, F3 berwarna coklat, rasa agak manis, aroma khas mint dan homogen. Pengujian pH sebesar 6,5 – 6,8. Pengujian kadar air dengan kisaran 4,9 % - 6,1%. Pada uji cycling test menunjukkan formula F1, F2 dan F3 tidak mengalami perubahan selama penyimpanan 6 siklus. Hasil uji antibakteri menunjukkan hanya formula F3 yang memiliki daya hambat yaitu sebesar 3,6 mm sedangkan kontrol positif serbuk gigi “x” sebesar 0 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk gigi herbal dapat dijadikan alternatif untuk pengobatan plak dan karis gigi
Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Clay Mask Dari Kombinasi Infusa Daun Pepaya (Carica papaya L.) Dan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Menggunakan Metode ABTS WATI, DIAN LARAS
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.737

Abstract

Penggunan clay mask sebagai perawatan tambahan kulit secara optimal agar dapat mencapai kondisi kulit yang sehat. Senyawa dalam daun pepaya dan bunga telang berpotensi sebagai aktivias antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan clay mask. Metode ini meliputi ekstraksi daun pepaya dan bunga telang menggunakan metode infundasi, Fomulasi dan uji aktivias antioksidan. Formulasi clay mask terdiri dari variasi yaitu F1, F2, F3 dengan perbandingan konsentrasi daun pepaya 7,5%; 5%; 2,5% dan bunga telang 2,5%; 5%; 7,5%. Pengujian dilakukan menggunakan metode ABTS untuk menilai aktivitas antioksidan. dilakukan evaluasi mutu fisik pada sediaan clay mask.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Evaluasi mutu fisik clay mask menunjukkan F1 terbaik dalam daya sebar, F3 terbaik dalam daya lekat. Uji organoleptik, homogenitas, pH menunjukkan hasil sesuai dengan standar. uji statistik mutu fisik sediaan clay mask menggunkan metode One Way Anova menunjukkan nilai signifikan (p<0,05), yang mengidentifikasikan adanya perbedaan signifikan anatara sediaan yang diuji. Aktivitas antioksidan sediaan clay mask kombinasi infusa daun pepaya dan bunga telang menunjukkan F3 mempunyai aktivitas antioksidan terbaik nilai IC50 sebesar 21,85 ppm (sangat kuat), diikuti F1 (41,56 ppm), F2 (51,35 ppm). Kombinasi infusa daun pepaya dan bunga telang berpotensi potensi sebagai aktivitas antioksidan untuk pada sediaaan clay mask.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) DENGAN ETANOL 96% TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dharmayanti, luky
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.934

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami remaja hingga dewasa, dengan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Terapi yang banyak digunakan saat ini adalah antibiotik topikal, namun pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam yang aman dan memiliki aktivitas antibakteri. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol umbi bawang dayak pada konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. Uji efektivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pada semua konsentrasi mampu membentuk zona hambat. Peningkatandaya hambat terlihat seiring bertambahnya konsentrasi, dengan konsentrasi 12% menunjukkan aktivitas paling tinggi. Kesimpulannya, ekstrak umbi bawang dayak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pencegahan maupun pengobatan jerawat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja, efektivitas pada konsentrasi lain, serta keamanan penggunaannya.
PEMBUATAN MINUMAN TEH DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DENGAN PENAMBAHAN GULA PALEM SEBAGAI PEMANIS Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.928

Abstract

Daun Kopi Arabika (Coffea arabica) mengandung antioksidan tinggi dan senyawa mangiferin yang bermanfaat dalam menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Daun Kopi Arabika (Coffea arabica) sebagai minuman teh herbal fungsional dengan penambahan gula palem sebagai pemanis alami.Penelitian dilakukan dengan formula F0, F1, F2, F3 yang merupakan kombinasi daun kopi dan gula palem dalam berbagai perbandingan. Evaluasi mutu berupa uji organoleptik, uji fisik (kadar air dan kehalusan serbuk), uji kimia (pH), dan uji hedonik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kopi arabika dapat diolah menjadi sediaan dengan penambahan gula palem. Formula F0 paling disukai dari segi warna dan bentuk, F1 dari segi aroma, dan F3 dari segi rasa. Evaluasi sediaan teh daun kopi arabika dengan variasi konsentrasi (F0, F1, F2, F3) terdapat perbedaan warna, aroma, rasa dan bentuk
ANALISIS BIBLIOMETRIK STUDI RESISTENSI ASPIRIN alifiar, ilham
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.950

Abstract

Stroke adalah suatu gangguan pada otak dimana terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Penyumbatan ini diantaranya diakibatkan karena adanya agregasi platelet di pembuluh darah, sehingga salah satu terapi yang diberikan adalah pemberian antiplatelet untuk mencegah terjadinya agregasi ini. Namun dalam praktek di lapangan, seringkali terjadi stroke ulangan pada pasien yang mendapatkan antiplatelet sehingga muncul istilah resistensi aspirin. Analisis bibliometrik, ini bertujuan untuk membuat peta tren penelitian terkait dengan resistensi aspirin. Visualisasi hasil review menggunakan alat bantu biblioshiny untuk memperlihatkan data terkait tren tersebut. Data diambil dari database penelitian pubmed, dengan batasan data yang berasal dari penelitian sepuluh tahun terakhir, artikel yang berisi review diekslusikan. Kata kunci yang digunakan adalah resistensi aspirin dan penelusuran data dilakukan pada bulan Oktober 2023. Dari penelusuran data, didapatkan artikel yang berjumlah 76 yang berasal dari 68 publisher dan jumlah penulis sebanyak 663 orang.  Jurnal cardiovaskular and drug therapy serta jurnal Clinical And Apllied Thrombosis/Hemostasis menjadi jurnal paling banyak mengeluarkan publikasi dengan masing-masing empat jurnal. Sedangkan Anxin Wang menjadi penulis dengan jumlah artikel terbanyak yaitu enam artikel. Dari artikel yang terkumpul, didapatkan juga katakunci terkait resistensi aspirin yaitu manusia, laki-laki dan Perempuan, serta kata usia yang paling banyak muncul. dari review yang dilakukan. Tren penelitian paling mutakhir terkait resistensi aspirin adalah penelitian pada Wanita hamil dan orang dewasa muda. Penyajian data menggunakan biblioshiny dapat memberikan pandangan baru terkait dengan penelitian resistensi aspirin.
Peran Nutraseutikal sebagai Terapi Pendukung dalam Pengelolaan Gejala Asma: Tinjauan Literatur Syakri, Syamsuri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.905

Abstract

Di era modern ini, asma tetap menjadi penyakit pernapasan kronis yang signifikan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dengan keterbatasan dalam terapi farmakologis saat ini akibat efek samping danpenurunan kepatuhan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nutraseutikal berbasis tumbuhan sebagai terapi tambahan untuk pengelolaan gejala asma dengan menganalisis studi eksperimentalterbaru. Ulasan ini dilakukan menggunakan artikel penelitian asli yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025,yang bersumber dari PubMed, ScienceDirect, ResearchGate, Google Scholar, dan Publish or Perish. Kriteria inklusi berfokus pada studi yang menyelidiki aktivitas farmakologis tanaman obat terkait asma menggunakan model in vitro, in vivo, dan in silico. Sebanyak 23 spesies tumbuhan dari berbagai famili telah dianalisis, termasuk Matricaria chamomilla, Datura stramonium, Atropa belladonna, Polygala spp., Carapichea ipecacuanha, Mimosa pudica, dan anggota famili Asteraceae. Temuan menunjukkan bahwa tanaman- tanaman ini memiliki mekanisme multi-target yang relevan dengan pengurangan gejala asma, termasuk efek anti-inflamasi, antioksidan, imunomodulator, bronkodilator, mukolitik, dan pelindung epitel. Senyawa bioaktif utama seperti flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol, terpenoid, dan siklotida diidentifikasi sebagai kontributor efek-efek ini melalui jalur molekuler seperti NF-?B, MAPK, JAK/STAT, PI3K/AKT, dan TLRs. Meskipun sebagian besar bukti berasal dari model praklinis, konsistensi hasil biologis menunjukkan potensi kuat untuk penerapan klinis. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menstandarkan ekstrak, memvalidasi profil keamanan, dan melakukan uji klinis pada manusia untuk mengintegrasikan nutraseutikal ini ke dalam manajemen asma berbasis bukti.KATA KUNCI: Asma, nutraseutikal, tanaman obat