Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Formulasi Sabun Padat Dengan Variasi Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) danVirgin Coconut Oil (VCO) Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kakao terdiri dari kulit buah kakao dan biji kakao.  Pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat menghasilkan limbah kulit biji kakao yang cukup banyak, keberadaan limbah  kadang dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat.Formulasi sabun padat dengan ekstrak kulit buah kakao sebagai zat aktif pembuatan sabun padat. Pertama pembuatan ekstrak kulit buah kakao, kemudian diformula menjadi sabun padat natural dengan Formula F1, F2, F3 dengan kadar ekstrak kulit  buah kakao masing-masing  2g, 4g, 6g, dengan metode dingin. Sifat fisik yang di uji adalah uji organolaptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa serta Uji Hedonik ke konsumen.Hasil uji sifat fisik  dari ketiga formula dengan kadar 2g, 4g, 6g dan variasi VCO mempengaruhi sifat fisik sabun padat yaitu pada pengujian tinggi busa, pH sabun serta mempengaruhi bentuk fisik sabun padat terutama pada warna sediaan dan semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit setelah di lakukan uji hedoni.Kata Kunci         : Kosmetik, Sabun Padat ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)
FORMULASI LULUR DARI SERBUK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L) Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kulit adalah organ  tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan dan menjaga kesehatan kulit adalah lulur. Lulur tradisional merupakan ekstrak bahan alami dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub yang digunakan untuk kecantikan dioleskan dan digosok perlahan-lahan keseluruh tubuh untuk membersihkan badan dari kotoran-kotoran serta mengangkat sel-sel kulit mati pada tubuh sehingga menghaluskan, memutihkan, mencerahkan, dan menyehatkan kulit.Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) memiliki kandungan antioksidan berupa flavonoid. Bunga kembang sepatu mengandung Alphahydroxy Acids (AHA) dan asam amino yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati.Lulur krim dari serbuk daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) yang dibuat dalam tiga variasi formula yaitu 10%, 15%, 20%. Evaluasi yang dilakukan terhadap formulasi lulur krim yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji tipe emulsi, dan uji hedonik.  Evaluasi dilakukan selama 3 mingguHasil yang didapatkan, dapat diketahui bahwa serbuk daun kembang sepatu dapat doformulasikan dalam sediaan lulur dengan basis krim. Variasi serbuk daun kembang sepatu menunjukkan pengaruh terhadap sifat fisik sediaan lulur.                                                                                  Kata kunci : Lulur krim, Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L)
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS LOTION ANTINYAMUK MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang berada di daerah tropis, sehingga merupakan daerah endemik bagi penyakit-penyakit yang penyebarannya diperantarai oleh nyamuk, salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus dengue penyebab DBD. Tanaman cengkeh berasal dari Indonesia tepatnya berada di maluku cengkeh juga bisa dibuat minyak cengkeh yang dapat dimanfaatkan untuk obat obatan anti nyamuk dan dapat di buat menjadi sedian lotionevaluasi yang dilakukan pada sediaan lotion adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulasi, uji viskositas, uji daya sebar, uji hedonik, uji efektivitas anti nyamuk .Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) dapat dibuat menjadi sediaan lotion. Lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) efektive digunakan sebagai  lotion  anti nyamuk dan  pada  kesentrasi 15% lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum)  yang paling efektive diggunakan sebagai anti nyamuk. kata kunci :minyak cengkeh(Syzygium aromaticum), lotion, nyamuk
FORMULASI LOTION EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L) METODE MASERASI Dewi, Betna; Wirahmi, Nori
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis dengan tingkat penyinaran matahari yang panas, menyebabkan kulit menjadi kering dan kurang lentur.Salah satu tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat adalah wortel (Daucus carota L) yang mengandung vitamin A,Betakaroten, vitamin C, dan vitamin K yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit, dan menghambat timbulnya kerutan pada wajah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi, dan pencampuran fase minyak dan fase air. Evaluasi sediaanmeliputi uji organoleptis, homogenitas sediaan,uji pH, daya tuang serta uji iritasi kulit. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak wortel pada konsentrasi yang berbeda yaitu F1 5%, F2 10%, danF3 15% dapat dibuat menjadi sediaan dalam bentuk lotiondan variasi kadar ekstrak dapat mempengaruhi hasil sedian lotion yang didapat.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS LOTION ANTINYAMUK MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.197

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang berada di daerah tropis, sehingga merupakan daerah endemik bagi penyakit-penyakit yang penyebarannya diperantarai oleh nyamuk, salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus dengue penyebab DBD. Tanaman cengkeh berasal dari Indonesia tepatnya berada di maluku cengkeh juga bisa dibuat minyak cengkeh yang dapat dimanfaatkan untuk obat obatan anti nyamuk dan dapat di buat menjadi sedian lotionevaluasi yang dilakukan pada sediaan lotion adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulasi, uji viskositas, uji daya sebar, uji hedonik, uji efektivitas anti nyamuk .Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) dapat dibuat menjadi sediaan lotion. Lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) efektive digunakan sebagai  lotion  anti nyamuk dan  pada  kesentrasi 15% lotion minyak cengkeh (Syzygium aromaticum)  yang paling efektive diggunakan sebagai anti nyamuk. kata kunci :minyak cengkeh(Syzygium aromaticum), lotion, nyamuk
FORMULASI LOTION EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L) METODE MASERASI Betna Dewi; Nori Wirahmi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.15

Abstract

Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis dengan tingkat penyinaran matahari yang panas, menyebabkan kulit menjadi kering dan kurang lentur.Salah satu tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat adalah wortel (Daucus carota L) yang mengandung vitamin A,Betakaroten, vitamin C, dan vitamin K yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit, dan menghambat timbulnya kerutan pada wajah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi, dan pencampuran fase minyak dan fase air. Evaluasi sediaanmeliputi uji organoleptis, homogenitas sediaan,uji pH, daya tuang serta uji iritasi kulit. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak wortel pada konsentrasi yang berbeda yaitu F1 5%, F2 10%, danF3 15% dapat dibuat menjadi sediaan dalam bentuk lotiondan variasi kadar ekstrak dapat mempengaruhi hasil sedian lotion yang didapat.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT DARI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.330

Abstract

Sabun merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan dan pembersih kulit, Penggunaan serai wangi sebagai obat dan pewangi dapat meningkatkan estetika sabun. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai minyak atsiri Sereh Wangi ( Cymbopogon nardur L )yang  dibuat menjadi sediaan sabun padat.Zat aktif yang digunakan adalah minyak atsiri sereh wangi, dengan konsentarsi 0% ( formula F0), konsentrasi 1% ( formula F1 ), konsentari 3% ( formula F2), dan konsentrasi 5% ( formula F3 ). Prosedur kerja pembuatan sabun padat dengan metode dingin. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji stabilitas busaMinyak atsiri Sereh Wangi ( Cymbopogon nardur L )dapat dibuat menjadi formulasi sabun padat. Variasi konsentrasi minyak atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardur L) formula F0,F1,F2 dan F3 dapat mempengaruhi sifat fisik sabun padat
Formulasi Sabun Padat Dengan Variasi Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) danVirgin Coconut Oil (VCO) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.137

Abstract

Buah kakao terdiri dari kulit buah kakao dan biji kakao.  Pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat menghasilkan limbah kulit biji kakao yang cukup banyak, keberadaan limbah  kadang dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat.Formulasi sabun padat dengan ekstrak kulit buah kakao sebagai zat aktif pembuatan sabun padat. Pertama pembuatan ekstrak kulit buah kakao, kemudian diformula menjadi sabun padat natural dengan Formula F1, F2, F3 dengan kadar ekstrak kulit  buah kakao masing-masing  2g, 4g, 6g, dengan metode dingin. Sifat fisik yang di uji adalah uji organolaptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa serta Uji Hedonik ke konsumen.Hasil uji sifat fisik  dari ketiga formula dengan kadar 2g, 4g, 6g dan variasi VCO mempengaruhi sifat fisik sabun padat yaitu pada pengujian tinggi busa, pH sabun serta mempengaruhi bentuk fisik sabun padat terutama pada warna sediaan dan semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit setelah di lakukan uji hedoni.Kata Kunci         : Kosmetik, Sabun Padat ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)
FORMULASI SIRUP EKSTRAK KULIT RAMBUTAN(Nephelium lappaceum L) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i1.290

Abstract

Rambutan (Nephalium lappaceum L) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak terdapat di Indonesia. Secara tradisional tanaman rambutan digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, antara lain kulit buahnya untuk mengatasi demam. Pembuatan sirup dengan ekstrak kulit rambutan sebagaizat aktifnya, sirup simplex sebagai perasa, methyl paraben sebagai anti mikroba, oleum citri sebagai pewangi, dan aqua destilata sebagai pelarut. Pengerjaan dilakukan dengan cara dingin masing-masing formula dengan kadar ekstrak kulit rambutan F1 17%, F2 20%, dan F3 23%, evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptis sirup, viskositas, daya tuang, intensitas warna dan kesukaan konsumen.Hasil uji yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit rambutan dapat dibuat dalam bentuk sediaan sirup danvariasi kadar ekstrak kulit rambutan tidak mempengaruhi sifat fisik sirup secara signifikan dan uji kesukaan F3 lebih disukai konsumen dari aspek bau, warna dan rasa. Sediaan ini dibuat dalam bentuk sirup dimaksudkan agar dapat memudahkan masyarakat untukmengkonsumsi obat dari kulit rambutan (Nephalium lappaceum L) secara praktis.Kata kunci: kulit rambutan, sirup
FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) METODE MASERASI Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.286

Abstract

Buah kiwi (Actinidia deliciosa) memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan kalogen sehingga mencegah keriput pada kulit. Kiwi juga membuat struktur kulit menjadi kuat serta membantu menstimulasi peremajaan kulit. Oleh karena itu diperlukan sediaan farmasi yang dapat memudahkan dalam pemakaian buah kiwi. Salah satunya adalah dengan membuat dalam bentuk lotion. Penelitian ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif diperoleh dengan metode maserasi dan divariasikan menjadi tiga formula yaitu 5%, 10%, 15%. Pembuatan lotion dengan melebur asam stearat, asam asam oleat, paraffin, nipasol dan cetyl alcohol, kemudian gerus lalu tambahkan nipagin yang telah dilarutkan dengan air panas kemudian tambahkan Triethanolamine, etanol, ekstrak kiwi dan pewangi. Setelah pembuatan lotion selesai dilakukan uji evaluasi yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya tuang, uji pH dan uji panelis. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak buah kiwi pada konsentrasi yang berbeda yaitu 5%, 10%, dan 15% dapat dibuat sediaan dalam bentuk lotion.