cover
Contact Name
Wahyu Indah Dewi Aurora
Contact Email
jurnalmedic@unja.ac.id
Phone
+6285347808000
Journal Mail Official
jurnalmedic@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jl. Jendral Soeprapto Kel. Buluran Kenali Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, 36123
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
MEDIC MEdical Dedication
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 26557959     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDIC terbit 2 kali setahun bulan April dan Oktober. Terbit pertama pada tahun 2018 dengan focus dan scope adalah pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 189 Documents
PENYULUHAN POSISI DUDUK YANG BENAR UNTUK KESEHATAN PUNGGUNG BAGI MASYARAKAT AWAM Mirna Marhami Iskandar; Fairuz Quzwain; Patrick Wiliam Gading; Susan Tarawifa
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 2 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i2.12536

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Postur tubuh yang kurang tepat dan posisi yang tidak ergonomis saat duduk dapat menyebabkan peningkatan jumlah energi, dan transfer tenaga yang tidak efisien dari otot ke jaringan rangka yang menyebabkan timbulnya kelelahan. Hal ini dapat berujung pada nyeri punggung bawah. Penderita LBP akan mengalami penurunan produktivitas kerja dan disabilitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada para masyarakat awam mengenai postur yang baik untuk mencegah terjadinya LBP. Metode. Penyuluhan diawali dengan pembuatan video edukatif mengenai posisi duduk yang baik, kemudian ditayangkan melalui webinar daring, di samping adanya materi dari narasumber ahli. Penyuluhan juga mencakup tanya-jawab dengan responden. Hasil. Didapatkan 69 orang responden di mana sebagian besarnya berusia produktif dewasa muda-dewasa yaitu 21-40 (88,39%), berjenis kelamin perempuan (69,57%), berasal dari kota Jambi (49,28%), dengan pekerjaan mahasiswa (36,23%) atau karyawan swasta (17,39%). Nyeri punggung pernah diderita oleh 92% dari responden, dan didapat pula 69% telah mengetahui bahwa postur tubuh dan posisi duduk dapat menyebabkan nyeri punggung namun baru 54% yang mengetahui ciri postur tubuh dan posisi duduk yang baik. Kesimpulan. Mayoritas masyarakat awam usia produktif pernah mengalami nyeri punggung selama hidupnya, memahami bahwa postur dan posisi duduk dapat menyebabkan nyeri punggung, namun belum semuanya mengetahui ciri postur dan posisi duduk yang baik untuk pencegahan nyeri punggung. Penyuluhan awam secara daring dapat menjadi suatu alternatif yang efektif dalam tindakan preventif bagi nyeri punggung bawah dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat awam dengan suasana yang interaktif. Kata Kunci : Low back pain, nyeri punggung, posisi duduk, postur, ergonomis, penyuluhan daring
LANSIA ASIK, LANSIA AKTIF, LANSIA PODUKTIF Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13458

Abstract

ABSTRACT Elderly is someone who has entered the age of 60 years and over. Elderly is an age group in humans who have entered the final stage of their life phase. In the elderly, individuals experience a lot of problems, generally the elderly feel anxiety, loneliness, reduced emotional stability, and also experience dysfunction in their organs. This is because the elderly have physical limitations and have had traumatic experiences such as losing their family, children, spouse, and so on. Elderly community groups deserve the attention of all elements of government and the surrounding environment, but in reality elderly community groups are often ignored, and forgotten. Psychosocial support is needed to maintain emotional stability in the elderly and prepare for death. The provision of physical training in the form of elderly exercise and psychoeducation is given to encourage the elderly to remain happy and empowered even though they are no longer at their productive age. Keywords: Gerontic Psychology, Elderly, Psychoeducation ABSTRAK Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya.Pada masa lansia individu mengalami banyak sekali permasalahan, umumnya lansia merasakan kecemasan, kesepian, berkurangnya stabilitas emosi, dan juga mengalami disfungsi terhadap organ tubuhnya. Hal-hal tersebut disebabkan karena lansia mempunyai keterbatasan fisik, serta mempunyai pengalaman yang traumatis seperti kehilangan keluarga, anak, pasangan, dan seterusnya. Kelompok masyarakat lanjut usia sudah sepatutnya menjadi perhatian oleh seluruh elemen pemerintahan maupun lingkungan sekitar, akan tetapi pada realitanya kelompok masyarakat lanjut usia sering kali ditepikan, dan dilupakan. Dukungan psikososial sangat diperlukan demi menjaga stabilitas emosi lansia, dan bersiap untuk menghadapi kematian. Pemberian latihan fisik berupa senam lansia dan psikoedukasi ini diberikan guna mengajak lansia untuk tetap bahagia, dan berdaya sekalipun tidak lagi berada pada usia produktif. Kata Kunci : Lansia, Psikoedukasi, Kesehatan Lansia, Psikologi Gerontik
IDENTIFIKASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SAYURAN KUBIS, KEMANGI, DAN SELADA DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KOTA JAMBI Fenny Merselly; Hanina Hanina; Mirna Marhami Iskandar
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13460

Abstract

Abstract Factors that cause contamination from STH eggs include consuming vegetables in raw, unwashed, and not cooked properly. The purpose of this study was to determine the ratio of STH eggs found in traditional and modern markets in Jambi City and to educate Indonesians who have a habit of consuming vegetables in raw conditions. This type of research was a descriptive study with a cross-sectional observational study design. The subjects of this study were cabbage, basil, and lettuce from 5 traditional markets and 5 modern markets in Jambi City which were identified using the sedimentation method. Of the 104 total samples examined, it were found that 14 positive samples (13.46%) were contaminated by STH eggs from traditional markets and 5 positive samples (4.81%) from modern markets. The types of STH eggs were 17 samples of Ascaris lumbricoides eggs (16.36%) and 2 samples of Trichuris trichiura eggs (1.92%). Keywords: Soil Transmitted Helminths (STH) eggs, cabbage (Brasicca oleracea), basil (Ocimum  basilicum), lettuce (Lactuca sativa), traditional market, modern market   Abstrak Faktor yang menyebabkan kontaminasi dari telur STH diantaranya dengan mengkonsumsi sayuran dalam kondisi mentah, tidak dicuci, dan tidak dimasak dengan sempurna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan telur STH yang ditemukan pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Jambi dan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi sayuran dalam kondisi mentah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi cross-sectional observasional. Subjek penelitian ini adalah sayuran kubis, kemangi, dan selada dari 5 pasar tradisional dan 5 pasar modern di Kota Jambi yang diidentifikasi dengan menggunakan metode sedimentasi. Dari 104 total sampel yang diperiksa, ditemukan jumlah sampel yang positif terkontaminasi telur STH sebanyak 14 sampel positif (13,46%) dari pasar tradisional dan 5 sampel positif (4,81%) dari pasar modern. Jenis telur STH yang ditemukan adalah telur Ascaris lumbricoides sebanyak 17 sampel (16,36%) dan telur Trichuris trichiura sebanyak 2 sampel (1,92%). Kata Kunci: telur Soil Transmitted Helminths, kubis (Brasicca oleracea), kemangi (Ocimum basilicum), selada (Lactuca sativa), pasar tradisional, pasar modern
SKRINING STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DASAR KOMUNITAS SUKU ANAK DALAM DI DESA NYOGAN, MUARO JAMBI Anggelia Puspasari; Amelia Dwi Fitri; Nyimas Natasha Ayu Shafira
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13462

Abstract

Abstract Nutritional status in primary school children describe under five nutritional status and affected nutritional status in teenager, which second growth spurt happened. Early nutritional intervention due to malnourished was urge, this intervention may held in which nutritional status data was available. Suku Anak Dalam (SAD) was native tribe which catchup modernization in between conserve their native culture. Previous study in under five children reported this population have higher risk of stunting, the prevalence more than 40%. The nutritional status data in this population not yet available. This study aims was to screen nutritional status in SAD primary school children. As much 31 children of SAD were participated in this study, demographic data and anthropometric data was taken. Nutritional status was determined CDC growth curve reference for children 2-18 years old. This study reported prevalence of stunting was 35, 48%, prevalence of undernutrition was 29,03% and prevalence of obesity and overweight was 16,13%. Further study to analyzed factor related to this nutritional problem was needed, for better management of nutritional problem in this community. Keyword: Nutritional status, Suku anak dalam, stunting, underweight, obesity, overweight   Abstrak Status gizi pada anak usia sekolah dasar status gizi pada usia ini dipengaruhi oleh status gizi saat balita dan akan mempengaruhi status gizi saat remaja, usia dimana lonjak tumbuh terjadi. Intervensi dini malnutrisi penting dilakukan apabila dijumpai masalah gizi, hal ini dapat dilakukan apabila data skrining status gizi tersedia. Suku Anak Dalam (SAD) adalah suku asli jambi yang mengejar modernisasi seraya melestarikan budaya asli mereka. Penelitian sebelumnya pada balita melaporkan populasi ini memiliki risiko stunting yang lebih tinggi, dengan prevalensi lebih dari 40%. Data status gizi pada pada anak usia sekolah dasar populasi ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk skrining status gizi pada anak SD SAD. Sebanyak 31 anak SAD ikut serta dalam penelitian ini. Dilakukan pengumpulan data demografi dan data antropometri. Status gizi ditentukan dengan acuan kurva pertumbuhan CDC untuk anak usia 2-18 tahun. Gambaran status gizi berdasarakan TB/U menunjukkan presentase  anak dengan perawakan pendek sebanyak 35, 48%. Gambaran status gizi berdasarkan  IMT/U menunjukkan masalah gizi ganda. Persentase anak dengan gizi berlebih sebanyak 16,13% dan gizi kurang sebanyak 29,03%. Kata kunci: status gizi, suku anak dalam, stunting, gizi kurang, gizi lebih, obesitas
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KECAMATAN ALAM BARAJO Okta Putri Mayasari; Ikalius Ikalius; Wahyu Indah Dewi Aurora
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13467

Abstract

ABSTRACT The continuous increase in Covid-19 cases requires efforts to break the chain of the spread of Covid-19, one must be able to maintain personal health. In maintaining one's health, there are two main factors, namely behavior and non-behavior. According to L. Green behavior is determined by three factors, namely predisposing factors including age, occupation, education, knowledge and attitudes. The purpose of this study is to determine the factors related to community behavior with efforts to prevent Covid-19 in the work area of ​​the Kenali Besar Community Health Center, Alam Barajo District. This study was an analytic observational study, cross sectional design, with the chi-square test. Sampling technique Accidental sampling. The results of the analysis show that the variables of age, knowledge, attitudes with Covid-19 prevention behavior in communities in the working area of ​​the Kenali Besar Alam barajo Community Health Center. With a P-value of 0.501 for age, a p-value of 0.203 for education, a P-value of 0.320 for knowledge, a P-value of 0.466 for attitudes. There was no significant relationship between age, education, knowledge, and attitudes with Covid-19 prevention behavior. the working area of ​​the Kenali Besar Community Health Center, Alam Barajo District. Keywords: Age, Education, Knowledge, Behavior ABSTRAK Peningkatnya kasus Covid-19 yang terus menerus memerlukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, seseorang harus mampu menjaga kesehatan diri. Dalam menjaga kesehatan seseorang, terdapat dua faktor pokok yaitu perilaku dan non perilaku. Menurut L.Green prilaku ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi meliputi umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan sikap.Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan prilaku masyarakat dengan usaha pencegahan Covid-19 di wilayah kerja puskesmas Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, rancangan cross sectional, dengan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel Accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel usia, pengetahuan, sikap dengan prilaku pencegahan Covid-19 pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Alam barajo. Dengan P-value 0,501 utnuk usia, p-value 0,203 untuk pendidikan, P-value 0,320 untuk pengetahuan, P-value 0,466 untuk sikap.Tidak terdapat hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, Pengetahuan, dan Sikap dengan Prilaku pencegahan Covid-19 Masyarakat pada wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo. Kata Kunci: Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Prilaku
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI Nurul Fitriani; Armaidi Darmawan; Anggelia Puspasari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13472

Abstract

ABSTRACT : Diarrheal is one of the main causes of the high morbidity and mortality rates for children worldwide. Identified risk factor of diarrhea provide better prevention and treatment strategy. The aims of this study was to determine the description and relationship of risk factors for exclusive breastfeeding, immunization status, age in children, gender in children, mother’s hand washing habits, water sources, family latrines, mother’s education level, mother’s employment status, socioeconomic with the incidence of diarrhea in children under two in the Pakuan Baru Community Health Center Jambi City in 2020. The study design was case-control. This research held in Pakuan Baru Community Health Center Located in Jambi. This research periods was August-November 2020. One hundred of under two children participated in this study, 50 suffering diarrhea and 50 not suffering diarrhea. Interview with questioner was perform to asses risk factor of diarrhea. This study reported age 0-12 months, not having exclusive breast feeding, not having complete immunization, unproper hand washing technique, unproper water resources, low education level of mothers and low socio-economic increased risk of diarrhea in children under two. Dominant factor for risk of diarrhea were unproper hand washing technique and incomplete immunization. Keywords : Diarrhea, risk factors, toddler Abstrak: Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Identifikasi faktor risiko diare selaras dengan strategi pencegajan dan tatalaksana diare yang lebih menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan faktor resiko ASI eksklusif, status imunisasi, usia pada anak, jenis kelamin pada anak, kebiasaan mencuci tangan pada ibu, sumber air, jamban keluarga, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, sosial ekonomi dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2020. Penelitian merupakan penelitian kasus kontrol. Peneltian berlangsung di wilayah Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi, selama Agustus-November 2020. Sebanyak 100 balita dibawah dua tahun mengikuti penelitian ini, 50 orang merupakan balita diare dan 50 orang tidak menderita diare. Wawancara dengan ibu berdasarkan kuesioner dilakukan untuk pengambilan data risiko diare. Studi ini melaporkan menunjukkan balita usia 0-12 bulan, tidak mendapatkan ASI eksklusif, imunisasi yang tidak lengkap, kebiasaan mencuci tangan yang buruk, sumber air yang buruk, rendahnya tingkat pendidikan ibu dan sosial ekonomi yang rendah meningkatkan risiko balita mengalami diare. Faktor risiko paling dominan dari analisis multivariate adalah kebiasaan mencuci tangan yang buruk dan imunisasi yang tidak lengkap. Kata Kunci : Diare , faktor resiko, balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA JAMBI TAHUN 2020 Ulanda Nita Kurnia; Asparian Asparian; Lia Nurdini
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13473

Abstract

ABSTRACT Improving the health and safety of works is hazards control by using personal protective equipment (PPE) with thw work occupational standard health and safety program. There are several personal factors associated with workers using personal protective equipment (PPE) at work, including knowledge, attitudes, age, education level and years of service. The reseach objective was determinan serval factor reated to using personal protective equipment (PPE) of road sweepers in Jambi City. This type of research was a quantitative study by using a Cross Sectional approach. The results of this reseach a relations between most of responden have of female gender 92,0%, with material status of a married worker 96,0% and the work area street sweeping officers in Telanai 26,7%, work area in Kota Baru 17,3% and Thehok 13,3%. Fakctor related to of personal protective equipment (PPE) are knowledge (PR=1,600, 95% CI=1,223 – 2,093), attitude (PR=1,444, 95% CI=1,172-1,781), years of service (PR=1,071 95% CI=0,758-1,513 ) Factors no related to use of personal protective equipment (PPE) age (PR=1,194, CI=0,740–1,927), education level (PR=1,219, 95% CI 0,928-1,603). There were a relations between knowledge, attitude and years of service of personal protective equipment (PPE). There is no relationship between age and education level with the use personal protective equipment. Keywords: Knowledge, Attitude, PPE, Officer Street Sweeper   ABSTRAK Salah satu upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja yaitu dengan pengendalian bahaya-bahaya yang mungkin terjadi saat berada di lingkungan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan standar yang telah ditentukan dalam program keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Banyak faktor yang mempengaruhi penggunaan alat pelindung diri (APD) meliputi penge- tahuan, sikap, umur, tingkat pendidikan dan masa kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas penyapu jalan Dinas Lingkunga Hidup Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desaincase control. Populasi adalah seluruh petugas penyapu jalan Kota Jambi. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada petugas peyapu jalan yaitu pengetahuan pengetahuan (PR = 1,600, 95% CI = 1,223 – 2,093), sikap (PR = 1,444, 95% CI = 1,172-1,781) dan masa kerja (PR = 1,071 95% CI = 0,758-1,513) dan masa kerja (PR = 1,071 95% CI = 0,758-1,513) dan faktor yang tidak berhubungan yaitu umur (PR = 1,194 CI = 0,740 – 1,927), tingkat pendidikan (PR = 1,219 95% CI 0,928-1,603). Maka dapat disimpulkan ada hubungan antarapengetahuan, sikap dan   masa kerja terhadap   penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, APD, penyapu jalan
PEMERIKSAAN IVA UNTUK DETEKSI DINI LESI PRA-KANKER DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT MENDALO INDAH, JAMBI Citra Maharani; Herlambang Herlambang; Rina Nofri Enis; Amelia Dwi Fitri; Erny Kusdiyah; Huntari Harahap; Anggelia Puspasari; Asro Hayani Harahap
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13475

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is the most common type of cancer in Indonensian women. The incidence of cervical cancer in Indonesia is 10.69%, the second ranks after breast cancer. One of the efforts that can be done to reduce the incidence of cervical cancer is screening through the Visual Inspeksi Asam Asetat (IVA) method. The IVA examination method is simple but has high sensitivity for early detection of cervical pre-cancerous lesions. The current condition of the Covid-19 pandemic needs special attention, especially in providing optimal health services to the community. Therefore, this community service activity was carried out as a pro-active action to prevent cervical cancer through early detection of pre-cancerous lesions using the IVA method of reproductive age women in Mendalo Indah, Jambi. This community service activity applies health protocols to prevent the spread of Covid-19, such as using masks, applying physical distancing, using personal protective equipment for medical team and conducting screening rapid test for all teams and participants before start the activity. The IVA examination was take placed at the Poliklinik Pinang Masak Universitas Jambi and was attended by 5 participants. Providing education related to the importance of early detection of cervical cancer is also carried out to increase public knowledge and awareness. The results of the IVA examination of all participants were normal. All participants were enthusiastic during the counseling session. Keywords: IVA examination, IVA test, precancerous lesions, cervical cancer ABSTRAK Kanker serviks merupakan jenis kanker utama yang paling banyak terjadi pada perempuan di Indonesia. Angka kejadian kanker serviks di Indonesia menempati posisi kedua setelah kanker payudara, yaitu sebesar 10,69%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kejadian kanker serviks adalah penapisan melalui metode pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Metode pemeriksaan IVA sederhana namun memiliki sensitivitas tinggi untuk deteksi dini lesi pra-kanker serviks. Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai tindakan pro-aktif untuk mencegah kanker serviks melalui deteksi dini lesi pra-kanker menggunakan metode IVA pada perempuan usia produktif di kecamatan Mendalo Indah, Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, seperti menggunakan masker, menerapkan physical distancing, penggunaan alat pelindung diri oleh tim medis dan melakukan skrining rapid test pada seluruh tim pengabdian dan peserta sebelum dimulainya kegiatan. Pemeriksaan IVA dilakukan di Poliklinik Pinang Masak Universitas Jambi dan diikuti oleh 5 orang peserta. Pemberian edukasi terkait pentingnya deteksi dini kanker serviks juga dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Hasil pemeriksaan IVA seluruh peserta adalah normal. Peserta kegiatan berperan aktif saat pemberian edukasi oleh dokter ahli. Kata kunci: pemeriksaan IVA, tes IVA, lesi pra-kanker, kanker serviks
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS PAKUAN BARU KOTA JAMBI TAHUN 2020 Amelia Minarfah; Rini Kartika; Anggelia Puspasari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13477

Abstract

ABSTRACT Anemia is a major public health problem that is often encountered worldwide, especially in developing countries. This disorder is a cause of chronic disability which has a major impact on health, economic and social welfare conditions. The prevalence of anemia globally is around 51%, while the prevalence of anemia in women of reproductive age in Indonesia according to WHO in 2016 was 28.83%. Nutritional anemia in adolescent girls will result in adolescents becoming prospective mothers with high risk conditions. The important thing in controlling anemia is to ensure that the iron needs of adolescent girls. Meanwhile, young women are one of the groups suffering from anemia, because at that time they also experienced menstruation. Research design with cross-sectional analytic. The research sample consisted of 38 people, determined by consecutive sampling method. Collecting data by checking hemoglobin levels and filling out a questionnaire to obtain data on iron intake (food frequency questionnaire (FFQ)) and menstrual pattern questionnaire. Data were analyzed using the chi-Square test. Results of the 38 respondents, 21 people (55.3%) had less iron intake and 17 people (44.7%) had good iron intake. Respondents with normal menstrual patterns were 26 people (68.4%) and respondents with abnormal menstrual patterns were 12 people (31.6%). Respondents included in the anemia category were 12 people (31.6%) and respondents included in the non-anemia category were 26 people (68.4%). There is a significant relationship between iron intake and the incidence of anemia, with a value of P=0.007 (P<0.05), the value of OR=17.6 is obtained. There was no relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia, P value=0.579. There is a relationship between iron intake and the incidence of anemia in young women at Pakuan Baru Public Health Center Jambi City in 2020. There is no relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia in adolescent girls at Pakuan Baru Public Health Center Jambi City in 2020. Keywords: Anemia, Iron Intake, Menstrual Pattern, Young Women   ABSTRAK Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang sering dijumpai di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Kelainan tersebut merupakan penyebab disabilitas kronik yang berdampak besar terhadap kondisi kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Prevalensi anemia secara global sekitar 51%, sedangkan prevalensi anemia pada perempuan usia reproduktif di Indonesia menurut WHO tahun 2016 sebesar 28,83%. Anemia gizi pada remaja putri akan mengakibatkan remaja menjadi calon ibu dengan keadaan berisiko tinggi. Hal penting dalam mengontrol anemia adalah dengan memastikan kebutuhan zat besi pada remaja putri terpenuhi. Sementara itu, remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia, karena pada masa itu mereka juga mengalami menstruasi. Desain penelitian dengan analitik cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 orang, ditentukan dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan pemeriksaan kadar haemoglobin dan pengisian kuesioner untuk memperoleh data asupan zat besi (food frequency questionnaire (FFQ)) dan kuesioner pola menstruasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-Square. Dari 38 responden, responden yang memiliki asupan zat besi kurang diperoleh sebanyak 21 orang (55,3%) dan yang memiliki asupan zat besi baik sebanyak 17 orang (44,7%). Responden dengan pola menstruasi normal sebanyak 26 orang (68,4 %) dan responden dengan pola menstruasi tidak normal sebanyak 12 orang (31,6 %). Responden yang termasuk dalam kategori anemia sebanyak 12 orang (31,6%) dan responden yang termasuk kategori tidak anemia sebanyak 26 orang (68,4 %). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia, dengan nilai P=0,007 (P < 0,05), diperoleh nilai OR= 17,6. Tidak terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia, nilai P=0,579. Terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2020. Tidak terdapat hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Tahun 2020. Kata kunci: Anemia, Asupan Zat Besi, Pola Menstruasi, Remaja Putri
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN KOMPUTER PORTABEL DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2020 Ayu Syahla Nadia; Ameria Paramita; Ave Olivia Rahman
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13480

Abstract

ABSTRACT The use of computers at work is very helpful and makes it easier for humans to complete their work. Prolonged use of computers can cause vision and eye problems called Computer Vision Syndrome (CVS). The type of this research is analytic with approach cross sectional by providing a research questionnaire and obtaining 219 research samples then using the chi square test. There is a significant relationship between the duration of computer use in a day with the incidence of CVS and environmental lighting when using a portable computer. It is known that there is a significant relationship between the duration of use of portable computers and environmental lighting with the incidence of CVS. Keywords: Duration of Computer Use, Computer Vision Syndrome, Jambi University FKIK Students.  ABSTRAK Penggunaan komputer dalam bekerja sangat membantu dan memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Penggunaan komputer dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah pada penglihatan dan mata yang disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner penelitian dan mendapatkan 219 sampel penelitian kemudian menggunakan uji chi square. Terdapat hasil yang signifikan pada variable durasi penggunaan komputer dalam sehari dengan kejadian dengan dan pencahayaan lingkungan terhadap kejadian CVS. Diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi penggunaan komputer portabel dan pencahayaan lingkungan dengan kejadian CVS. Kata Kunci: Durasi Penggunaan Komputer, Computer Vision Syndrome, Mahasiswa FKIK Universitas Jambi.

Page 6 of 19 | Total Record : 189