cover
Contact Name
Wahyu Indah Dewi Aurora
Contact Email
jurnalmedic@unja.ac.id
Phone
+6285347808000
Journal Mail Official
jurnalmedic@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jl. Jendral Soeprapto Kel. Buluran Kenali Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, 36123
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
MEDIC MEdical Dedication
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 26557959     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDIC terbit 2 kali setahun bulan April dan Oktober. Terbit pertama pada tahun 2018 dengan focus dan scope adalah pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 190 Documents
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 4 KOTA JAMBI TAHUN 2020 Riska Marvelia; Rini Kartika; Hasna Dewi
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13487

Abstract

ABSTRACT Breakfast has an important role in meeting the energy needs of student, because it can increase learning concentration and make it easier to absorb lessons at school, so that learning achievement is good. The research objective was to determine the relationship between breakfast and student academic achievement levels in Senior High School 4 Jambi City in 2020. This research is an analytic survey research with cross sectional design. The population is students who sit in class X MIPA and X IIS at Senior High School 4 Jambi City in 2020. The sample of simple random sampling technique is 110 people. This research was conducted at Senior High School 4 Jambi City in July-August 2020 in 2020 by direct interviews using a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate.The results of univariate analysis showed that 34 respondents (30.9%) had good breakfast, 43 respondents (39.1%) were sufficient, and 33 respondents (30.0%) were lacking. As for the description of study achievement, 59 respondents (53.6%) were good, 45 respondents (40.9%) were sufficient and 6 respondents (5.5%) were less. The bivariate results showed a significant relationship between breakfast and student achievement with a p-value (0.014). There is a significant relationship between breakfast and student achievement. Breakfast is useful in increasing learning concentration and memory when studying at school so that it will result in better achievement Keywords: Breakfast, study achievement ABSTRAK Sarapan pagi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan energi anak sekolah, karena dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran di sekolah, sehingga prestasi belajar menjadi baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sarapan pagi dengan tingkat prestasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Kota Jambi Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah adalah siswa yang duduk di kelas X MIPA dan X IIS di SMA Negeri 4 Kota Jambi Tahun 2020. Sampel teknik simple random sampling yang berjumlah 110 orang. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Kota Jambi bulan Juli–Agustus 2020 tahun 2020 dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan gambaran untuk sarapan pagi sebanyak 34 responden (30,9%) baik, 43 responden (39,1%) cukup, dan 33 responden (30,0%) kurang. Sedangkan untuk gambaran prestasi belajar didapatkan sebanyak 59 responden (53,6%) baik, 45 responden (40,9%) cukup dan 6 responden (5,5%) kurang. Hasil bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa dengan p-value (0,014). Terdapat hubungan yang bermakna antara sarapan pagi dengan prestasi belajar siswa. Sarapan berguna dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan daya ingat ketika belajar di sekolah sehingga akan menghasilkan prestasi yang lebih baik. Kata Kunci : Sarapan pagi, Prestasi belajar
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN AKSEPTOR KB DALAM MEMPERTAHANKAN KESEHATAN, KUALITAS HIDUP DAN PERAN YANG OPTIMAL DALAM KELUARGA Muthia Mutmainnah; Indah Mawarti; Yusnilawati Yusnilawati
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13493

Abstract

ABSTRAK Setiap manusia memiliki kewajiban dan hak yang sama, namun dalam kenyataannya ada perubahan dalam persamaan kewajiban dan hak antara perempuan dan laki-laki. Kebanyakan saat ini perbedaan yang terlihat nyata antara perempuan dan laki-laki adalah pada masyarakat yang menganut budaya patriarki termasuk negara Indonesia. Pada masyarakat patriarki, perempuan berada dalam posisi yang tidak berdaya karena kurang bahkan tidak adanya kesempatan perempuan dalam pengambilan keputusan dalam hidupnya termasuk dalam mengambil keputusan terkait dirinya. Selain dari peran perempuan yang kurang menguntungkan dalam pengambilan keputusan untuk menjadi akseptor KB, ketidakberdayaan perempuan dalam keluarga juga terlihat dari sulitnya perempuan melakukan kegiatan di luar keluarganya. Maka perlu adanya kegiatan yang dapat menekan antara ketimpangan perempuan baik dalam keluargamaupun masyarakat. Program KB (Keluarga Berencana) dapat dijadikan salah satu program yang diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan perempuan. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam pengabdian ini adalah “pemberdayaan perempuan akseptor KB guna meningkatkan kesehatan, kualitas hidup dan peran yang optimal dalam keluarga di wilayah kerja Puskesmas Simpang Sungai Duren”.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA PEGAWAI OPERATOR KOMPUTER YANG MEMILIKI GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME DI RSUD ABDUL MANAP TAHUN 2020 Winiesti Melani Putri; Mirna Marhami Iskandar; Citra Maharani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13497

Abstract

ABSTRACTCarpal Tunnel Syndrome (CTS) is a work-related disease that involves the upper extremities, espsecially the wrists. The prevalence of CTS according to NIOSH (The national Institute for Occupational Safety and Healthy) is 15-20%, while in Indonesia was undiscovered. This research is describing the risk factors for Carpal Tunnel Syndrome in computer operators who have CTS symptoms consist of individual risk that is age, gender, BMI, and Diabetes melitus, and risk factors as a computer operator that is awkward posture, repetitive movements, and duration of work.This research is a qualitative descriptive study that involving 13 respondents using purposive sampling technique. This study uses research data obtained by structured interviews, BMI measurement, blood sugar level measurement, phalen test, tinnel tes, and direct observation with tape recording while operators typing. The results in this research of the 13 respondents, was found that the risk factors for CTS in computer operators who had CTS symptoms were most on 31-60 years old (69,2%), female (69,2%), Normal BMI (53,,8%) negative DM (92,3%), awkward posture ≥ 30 times perminute (100%), repetitive movements >30 times perminute (100%) and work period as a computer operator ≥ 4 years (86,6%). Based on individual risk factors respondents who had CTS symptoms were mostly found in aged 31-60 years old, female, normal BMI, negative DM, while based on occupational risk factors were mostly found in respondents with work period ≥ 4 years, repetitive movements and awkward postures > 30 time perminute. Keywords: Carpal tunnel Syndrome, Risk Factors for CTS. ABSTRAKCarpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang melibatkan ekstremitas atas khususnya pada pergelangan tangan. Prevalensi CTS menurut NIOSH ( The National Institute for Occupational Safety and Healthy) adalah sebesar 15-20%, sedangkan di Indonesia sendiri belum diketahui. Penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor risiko Carpal Tunnel Syndrome pada operator komputer yang memiliki gejala CTS berupa faktor risiko individu yaitu, Usia, Jenis Kelamin, IMT, dan Diabetes Melitus serta faktor risiko pekerjaan sebagai operator komputer yaitu, postur janggal, gerakan repetitive, durasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 13 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan data penelitian yang diperoleh melalui wawancara terstruktur, pengukuran IMT, pengukuran kadar gula darah, melakukan uji phalen test dan tinel test serta observasi langsung dan merekam operator komputer saat mengetik. Hasil penelitian terhadap ke-13 responden, didapatkan bahwa faktor risiko CTS pada operator komputer yang memiliki gejala CTS paling banyak berusia 31-60 tahun (69,2%), jenis kelamin perempuan (69,2%), IMT normal (53,8%), DM negatif (92,3%), postur janggal ≥ 30 kali permenit (100%), gerakan repetitif > 30 kali permenit (100%), masa kerja sebagai operator komputer ≥ 4 tahun (86,6%). Berdasarkan faktor risiko individu, responden yang memiliki gejala CTS paling banyak ditemukan pada responden usia 31-60 tahun, berjenis kelamin perempuan, IMT normal dan Kriteria DM negatif, sedangkan berdasarkan faktor risiko pekerjaan paling banyak ditemukan pada responden dengan masa kerja ≥ 4 tahun, dengan gerakan repetitif dan postur janggal >30 kali permenit. Kata Kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Faktor Risiko CTS
HUBUNGAN AKTIVITAS OLAHRAGA TERHADAP KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DI UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2020 Karina Nabila Yasmin; Ahmad Syauqy; Rina Nofri Enis
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13498

Abstract

ABSTRAK Siklus menstruasi adalah salah satu tanda paling penting sistem produktif berfungsi pada wanita, menstruasi yang terjadi terkadang diikuti dengan gangguan-gangguan seperti gangguan siklus, dysmenorrhea, dan sindrom premenstruasi (PMS). Pada sindrom ini lebih dari 150 tandatelah diidentifikasi, beberapa di antaranya adalah: kram perut, kebosanan, perut kembung, nyeri payudara, jerawat, punggung sakit dan sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot, berat badan bertambah, kekurangan energi, Perubahan nafsu makan dan haus, sembelit, peningkatan denyutjantung. Olahraga meningkatkan tingkat endorfin yang bersirkulasi (meningkatkan kebahagiaan), mengurangi kortisol adrenal untuk waktu yangsingkat dan memberikan efek analgesic. Olahraga aerobik dianjurkan untuk wanita dengan PMS karena itu mengurangi gejala pramenstruasi.Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah aktivitas olahraga dapat mempengaruhi kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi programstudi kedokteran di Universitas Jambi pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan Jenis penelitian bersifat analitik observasional untukmengetahui hubungan antara dua variabel, penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif. Responden berjumlah 75 mahasiswi program studi kedokteran di Universitas Jambi pada tahun 2020 yang diambil dengan Proporsional random sampling. Dilakukan pengumpulan data dengan pengisian kuisioner menggunakan kuesioner sindrom pramenstruasi dengan menggunakan google form dan untuk aktifitas olahraga akan menggunakan metode wawancara melalui zoom meeting. Kuesioner sindrom pramenstruasi yang menggunakan sPAF berisi 10 pertanyaan dan wawancara aktifitas olahraga berisi 3 pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis fisher’s exact test. Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas olahraga dengan kejadian sindrom pramenstruasi. Hasil uji analisis dengan menggunakan fisher’s exact test menghasilkan nilai p 0,867 (p>0,05). Aktivitas olahraga tidak berhubungan terhadap kejadian sindrom pramenstruasi. Kata Kunci : Sindrom pramenstruasi, Aktivitas olahraga
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS YANG MENDAPAT TERAPI ANTIRETROVIRAL BERDASARKAN LAMA TERAPINYA DI YAYASAN KANTI Dhea Hana Ismi Nabilah; Nadrizal Nadrizal; Ave Olivia Rahman
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13499

Abstract

ABSTRACT HIV AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) is a disease that cannot be cured, but with ARV drugs it can reduce morbidity and mortality and the length of ARV therapy is one of the determining factors for the success of therapy and changes in the quality of life of PLWHA (People Living With HIV AIDS) Whether or not there is a difference in the quality of life of people with HIV / AIDS based on the duration of therapy is not known in Jambi. The aim of this study was to determine differences in the quality of life of people with HIV / AIDS based on duration of therapy ARV. This study used a cross sectional analytical method. There were a total of 83 respondents in the study where all respondents were people with HIV / AIDS who are under the auspices of the Kanti Sehati Sejati Jambi Foundation and the data is retrieved using google form. Quality of life was measured by the WHOQOL-BREF questionnaire. This study used the Mann Whitney test to determine differences in the quality of life of PLWHA based on the duration of therapy. Statistically it was found that there were significant differences in the quality of life of people with HIV / AIDS based on the duration of therapy. Keyword: HIV/AIDS,Quality of Life,Antiretroviral (ARV),WHOQOLHIV-BREF ABSTRAK Penyakit HIV AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom) merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan,namun dengan obat ARV dapat diturunkan morbiditas dan mortalitasnya dan lamanya terapi ARV menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan terapi dan perubahan kualitas hidup ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Ada atau tidaknya perbedaan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS berdasarkan lama terapinya belum diketahui di Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS bedasarkan lama terapinya. Penelitian ini menggunakan metode analistik cross sectional. Terdapat total 83 responden pada penelitian dimana seluruh responden merupakan orang dengan HIV/AIDS yang berada dibawah naungan Yayasan Kanti Sehati Sejati Jambi dan data diambil dengan menggunakan google form. Kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQOL-BREF. Penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup ODHA berdasarkan lama terapinya. Secara statitisk ditemukan adanya perbedaan yang bermakna pada kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS berdasarkan lam terapinya. Kata kunci: HIV/AIDS,Kualitas Hidup,Antiretroviral (ARV),WHOQOLHIV-BREF
USAHA GERAKAN RAMAH SANTUN LANJUT USIA (GERDU RASA LANSIA) MELALUI PELATIHAN RAMAH LANSIA PADA KADER POSYANDU LANSIA DI DESA PEMATANG RAHIM KECAMATAN MENDAHARA ULU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Nurlinawati Nurlinawati; Yuliana Yuliana
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: An increase in the number of elderly requires attention and anticipation because it has wide implications in social life. The dependency ratio of the elderly in Jambi in 2017 was 18.73. It indicates that every 100 people of productive age bear around 18 to 19 elderly people. The family plays an important role in caring for the sick elderly, treating the elderly, promoting the quality of life of the elderly, as well as fulfilling daily activities, including the health status of the elderly. For this reason, complete health services for the elderly at Posyandu must continue to be improved by accommodating the needs of the elderly according to their age and physical condition.Method : Training with lecture system, practice, and simulation. Result : most of the participants did not understand about the role of health cadres in posyandu. Then the elderly posyandu cadres in Pematang Rahim Village, Mendahara Ulu District, Tanjung Jabung Timur Regency were carried out. The material presented was related to the definition, roles and functions of cadres, the 5-table posyandu system, most of the cadres understood what was explained by the presenters. Keywords: Cadres, Posyandu, Elderly ABSTRAK Latar Belakang : Peningkatan jumlah lansia diperlukan perhatian dan antisipasi karena berimplikasi luas dalam kehidupan bermasyarakat. Rasio ketergantungan lansia di Jambi pada 2017 sebesar 18,73. Mengindikasikan setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung sekitar 18 hingga 19 warga lansia, Keluarga memegang peran penting melakukan perawatan lansia sakit, pengobatan lansia, memajukan kualitas hidup lansia, serta pemenuhan aktivitas sehari-hari, termasuk status kesehatan lansia. Untuk itu, pelayanan kesehatan paripurna lansia di Posyandu harus terus ditingkatkan dengan mengakomodir kebutuhan lansia disesuaikan usia dan kondisi fisiknya. Metode : Pelatihan dengan sistem ceramah, praktik, dan simulasi. Hasil : sebagian besar peserta belum memahami tentang peran kader Kesehatan di posyandu. Kemudian dilakukan kader posyandu lansia Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Materi yang disampaikan terkait , definisi, peran dan fungsi Kader, sistem posyandu 5 meja sebagian besar kader memahami apa yang di jelaskan oleh pemateri. Kata Kunci : Kader, Posyandu, lansia
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG TRIPLE ELIMINATION DI PIJOAN, MUARO JAMBI Herlambang Herlambang; Erny Kusdiyah; Ahmad Syauqy; Asro Hayani Harahap
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background HIV, syphilis, and hepatitis B infections in children are more than 90% infected from their mothers. The risk of mother-to-child transmission for HIV is 20%-45%, for syphilis is 69-80%, and for hepatitis B it is more than 90%. Intervention needs to be made to break the chain of transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B through the Elimination programme. The aim was to enhance knowledge about Triple Elimination. Methods workshop with the theme of triple elimination on pregnant women in Pijoan was performed. Pretest and posttest questions were given to measure knowledge about triple elimination in pregnant women. The result of this programme was an increase in the knowledge shown by the number of correct answers during the pretest was more compared to the post-test. Keywords Triple Elimination, Hepatitis B, HIV, Syphilis ABSTRAK Latar belakang Infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Risiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20%-45%, untuk Sifilis adalah 69-80%, dan untuk Hepatitis B adalah lebih dari 90%. Perlu dilakukan upaya untuk memutus rantai penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B melalui Eliminasi Penularan. Upaya Eliminasi Penularan HIV. Tujuan meningkatkan pengetahuan Tentang Triple Elimination. Metode Kegiatan diawali oleh workshop bertema triple elimination pada ibu hamil di Pijoan. Diberikan soal pretest dan post test untuk mengukur pengetahuan tentang triple elimination pada ibu hamil. Hasil terdapat peningkatan jumlah benar saat pretest dibandingkan post test. Kata Kunci: Triple Elimination, Hepatitis B, HIV, Sifilis
PENYULUHAN KESEHATAN MENJAGA ANAK SEHAT DAN BAHAGIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Nindya Aryanty; Attiya Istarini; Ima Maria; Susan Tarawifa; Adelina Fitri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic has had an impact on learning methods, namely from face-to-face to distance learning. Digital devices can provide highly sophisticated learning opportunities for early childhood. However, in conditions of activity restrictions during the pandemic, people have a tendency to use digital devices as a means of education, entertainment, and social interaction, which means that they also increase the duration of screen time in their daily lives. According to the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), the maximum screen time for toddlers is 1 hour per day. Excessive screen time in children has been shown to be associated with behavioral health problems. The level of parental knowledge regarding the allowed screen time duration is quite good. This can be seen from the survey results where, after giving the material, respondents who have children in the 3-5 year age group who know the screen time duration is less than 1 hour are around 84.7% of respondents, where before receiving the material only 63.4% of respondents . Meanwhile, for respondents who have children aged 6-12 years as much as 77.1% know screen time after getting the material, where previously only 63.9%. It can be concluded that the implementation of this counseling was able to increase the knowledge of parents about the impact of excessive use of gadgets so as to prevent the adverse effects of gadgets such as negative behavior, obesity, and internet or gadget addiction. In addition, it is necessary to conduct counseling on the adverse effects of using gadgets in the adolescent and adult age groups. Keywords: COVID-19, Child Health, Screen Time ABSTRAK Pandemi COVID-19 memiliki dampak pada metode pembelajaran yaitu dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Perangkat digital dapat memberikan peluang belajar yang sangat canggih bagi anak usia dini. Namun dalam kondisi pembatasan aktivitas selama pandemi, masyarakat memiliki kecenderungan untuk menggunakan perangkat digital sebagai sarana pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial, yang artinya turut meningkatkan durasi screen time dalam keseharian. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP), durasi screen time pada balita maksimal 1 jam per hari. Durasi screen time yang berlebihan pada anak-anak telah diketahui memiliki asosiasi terhadap permasalahan perilaku kesehatan. Tingkat pengetahuan orang tua mengenai durasi screen time yang diperbolehkan sudah cukup baik. Ini terlihat dari hasil survey dimana, setelah pemberian materi, pada responden yang memiliki anak di kelompok usia 3-5 tahun yang mengetahui durasi screen time kurang dari 1 jam adalah sekitar 84,7% responden, dimana sebelum mendapat materi hanya 63,4% responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki anak usia 6-12 tahun sebanyak 77,1% mengetahui screen time setelah mendapatkan materi, dimana sebelumnya hanya 63,9%. Dapat disimpulkan pelaksanaan penyuluhan ini ternyata dapat meningkatkan pengetahuan para orang tua mengenai dampak penggunaan gadget berlebihan sehingga mencegah terjadinya efek buruk gadget seperti perilaku negatif, obesitas, dan kecanduan internet atau gadget. Selain itu perlu dilakukan penyuluhan dampak buruk penggunaan gadget pada kelompok usia remaja dan dewasa. Kata Kunci: COVID-19, Kesehatan Anak, Screen Time
SKRINING KADAR ASAM URAT PADA MASYARAKAT UMUM SECARA GRATIS DI KLINIK INTI SEHAT MEDIKA JAMBI UNTUK DETEKSI DINI PENYAKIT GOUT ARTHRITIS Ahmad Syauqy; Citra Maharani; Erny Kusdiyah; Budi Justitia
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gout Arthritis is a disease that the number of sufferers each year has increased quite high. The disease is strongly influenced by a person's diet and lifestyle. The low public interest in screening blood uric acid levels as an indicator to determine the incidence of gout arthritis is one of the factors that increase the number of these diseases from year to year. The reasons for this reluctance are various, ranging from cost aspects, affordability to the examination location, limited infrastructure and time aspects. For this reason, community service activities need to be carried out to facilitate this. This activity was checking blood uric acid levels for general public at the Inti Sehat Medika Jambi clinic, carried out on Saturday, October 30, 2021. Blood uric acid test using a digital tool “easy touch”, then participants can consult with the health workers and also receive treatment if their uric acid levels exceed normal limits. The number of participants who took part were 31 people, 9 men (29.03%) and 22 women (70.97%). The age of the most participants was 20-29 years as many as 9 people (29.03%) and the age of the least participants was 50-59 years as many as 2 people (6.45%). The results of the examination of normal uric acid levels were found in 12 participants (38.71%) and 19 people (61.29%). Keywords: uric acid level, Gout Arthritis ABSTRAK Gout Arthritis merupakan penyakit yang jumlah penderitanya setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh pola makan dan pola hidup seseorang. Rendahnya minat masyarakat dalam melakukan skrening kadar asam urat darah sebagai salah satu indikator untuk mengatahui kejadian penyakit gout arthritis menjadi salah satu faktor meningkatnya angka penyakit tersebut dari tahun ke tahun. Penyebab keengganan tersebut beragam, mulai dari aspek biaya, keterjangkauan ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan sarana prasarana maupun aspek waktu. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memfasilitasi hal tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu, 30 Oktober 2021. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemeriksaan kadar asam urat darah pada masyarakat umum di klinik Inti Sehat Medika Jambi. Kegiatan ini menggunakan alat digital easy touch dan setelah itu, partisipan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang telah kita disiapkan serta juga mendapat pengobatan jika kadar asam uratnya melebihi batas normal. Jumlah peserta yang ikut menjadi partisipan adalah 31 orang, 9 orang laki-laki (29,03%) dan 22 orang perempuan (70,97%). Usia partisipan terbanyak adalah 20-29 tahun yaitu sebanyak 9 orang (29,03%) dan usia partisipan paling sedikit adalah 50-59 tahun yaitu sebanyak 2 orang (6,45%). Hasil pemeriksaan kadar asam urat yang normal ditemukan pada 12 orang partisipan (38,71%) dan yang tidak normal sebanyak 19 orang (61,29%). Kata kunci: Kadar asam urat, Gout Arthritis
GAMBARAN KADAR VITAMIN D PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA JAMBI; UPAYA AWAL PENGEMBANGAN MODEL KEBIJAKAN KESEHATAN REPRODUKSI Herlambang Herlambang; Nyimas Natasha Ayu Safira; Amelia Dwi Fitri; Anggelia Puspasari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Deficiency and insufficiency of Vitamin D associated with reproductive associated illness in women. Previous studies reported increasing prevalence of preeclampsia, premature labor, intrauterine growth restriction and infertility in women who have deficiency and insufficiency of Vitamin D. Vitamin D plasma measurement does not perform as routine test in Indonesia, including Jambi province. Although Indonesia is tropical country that have glimpse of sunshine all year around but epidemiology study reported high prevalence of Vitamin D deficiency and insufficiency. Furthermore, we conduct Vitamin D screening in women in reproductive age as early step for develop policy associated with reproductive health. This program recruited 24 reproductive age women that getting explanation about objective and procedure will be performed. Demographic data and blood vein sample for Vitamin D measurement was taken. The author collaborated with Mitra Hospital and PRODIA laboratories for this program. Result of this screening showed all the participants have deficient and insufficient of Vitamin D plasma level, no one has normal Vitamin D plasma level. According to that result we suggested screening Vitamin D performed as routine screening for women in reproductive age and assessment of this caused of this phenomenon. Keyword: Vitamin D, Reproductive age women, reproductive health. ABSTRAK Kadar Vitamin D dibawah normal dikaitkan dengan gangguan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur (WUS). Studi terdahulu menunjukkan peningkatan prevalensi preeklampsia, kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat dan infertilitas pada WUS dengan insufisiensi dan defisiensi Vitamin D. Kadar Vitamin D bukan merupakan skrining rutin yang dikerjakan dilayanan kesehatan di Indonesia termasuk di Kota Jambi. Studi epidemiologi terdahulu menunjukkan meskipun Indonesia merupakan negara dengan sinar matahari sepanjang tahun, akan tetapi prevalensi defisiensi Vitamin masih tinggi. Sehingga pengabdian ini melakukan pemeriksaan kadar Vitamin D pada WUS sebagai upaya awal pengembangan model kebijakan kesehatan reproduksi. Sebanyak 24 orang WUS yang telah mendapatkan penjelasan tentang rangkaian kegiatan pengabdian setuju untuk mengikuti pengabdian ini. Data demografi dasar dan sampel darah vena untuk pemeriksaan kadar Vitamin D diambil pada kegiatan ini. Tim bekerjasama dengan RS Mitra dan laboratorium PRODIA terkait dengan pelaksanaan kegiatan dimasa COVID-19. Hasil pemeriksaan Vitamin D didapatkan kadar Vitamin D plasma dalam kategori insufisien dan defisien, tidak ada yang memiliki kadar plasma Vitamin D normal. Terkait hasil tersebut ,hendaknya skrining Vitamin D dapat dijadikan program pelayanan kesehatan rutin dan dilaksanakan kajian menyeluruh menegnai hal tersebut untuk mendukung intervensi lebih lanjut. Katakunci: Vitamin D, Wanita Usia Subur, Kesehatan Reproduksi

Page 7 of 19 | Total Record : 190