cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Praktikum menggunakan Metode HIRA Rina Sulistiyowati; Lobes Herdiman
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.78918

Abstract

Praktikum adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium untuk memahami kondisi sebenarnya dari materi kuliah atau pelajaran yang telah disampaikan oleh Dosen maupun Guru. Praktikum Perancangan Teknik Industri II (PPTI II) adalah salah satu kegiatan praktikum yang dilaksanakan di Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik UNS yang melaksanakan kegiatan manufaktur dan mempunyai bernagai risiko kecelakaan kerja. Untuk megetahui tingkat risiko kecelakaan kerja pada PPTI II maka dilakukan analisis keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan melakukan Identifikasi dan penilaian risiko kerja. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) dalam mengidentifikasi risiko dan melakukan penilaian risiko melalui pengamatankegiatan praktikum dan wawancara terhadap 10 orang asisten dan 12 praktikan. Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian risiko diperoleh hasil bahwa nilai risiko paling tinggi adalah kebisingan sebesar 67% dilanjutkan dengan luka tergores sebesar 22% pada risiko level tinggi dan 38% pada level menengah.
Pengembangan Buku Panduan Teknik Karakterisasi Material : X-ray Diffractometer (XRD) Panalytical Xpert3 Powder Rodhotul Muttaqin
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.78970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Buku Panduan Teknik Karakterisasi Material: X-Ray Diffractometer (XRD) di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. Buku panduan yang dikembangkan merupakan salah satu solusi bagi mahasiswa maupun peneliti dalam memahami karakteristik material dengan perangkat X-Ray Diffractometer (XRD). Materi dasar yang disajikan dalam buku panduan berisi tentang prinsip dasar difraksi sinar-X, struktur kristal, aplikasi difraksi sinar-x. Bagian khusus dari buku panduan yang dikembangkan adalah membahas teknik karakterisasi material dengan alat XRD Merk Malvern Panalytical type Xpert3 Powder. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. Penelitian riset dan pengembangan (Research and Development) yang dilakukan ini menggunakan metode ADDIE. Metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) adalah suatu pendekatan dalam desain instruksional yang digunakan untuk mengembangkan program pembelajaran yang efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan angket untuk mengetahui validitas dan kelayakan buku panduan yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengembangan Buku Panduan telah mengikuti 5 langkah Model ADDIE seperti Analisis (Analyze), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implemetation), dan Evaluasi (Evaluation). (2) Hasil uji validasi ahli isi buku termasuk dalam kriteria valid dengan rata-rata skor 78,1. (3) Hasil uji kelayakan yang dilakukan termasuk dalam kriteria layak dengan rata-rata skor 81.
Penggunaan Media Potato Sucrose Broth untuk Menumbuhkan Yeast Saccaromyces cereviceae pada Praktikum Mikrobiologi Umum selama Pandemi Covid-19 Anang Juni Yastanto; Wahyu Prasetya
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.81362

Abstract

Praktikum Mikrobiologi Umum selama pandemi Covid-19 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat yaitu dengan mengatur jarak praktikan minimal 1 meter. Sehingga praktikum yang sebelumnya dilakukan 2 gelombang menjadi 8 gelombang. Oleh karena itu diperlukan preparasi media yang lebih banyak. Pada praktikum ini digunakan yeast dan jamur sehingga diperlukan media yang mendukung pertumbuhan yeast dan jamur. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa media PSA (Potato Sucrose Agar) bisa digunakan untuk menumbuhkan jamur, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan yeast Saccaromyces cereviceae pada media PSB (Potato Sucrose Broth) dan viabilitasnya selama penyimpanan. Metode penelitian dalam penelitian ini Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu mengevaluasi pertumbuhan yeast pada media PSB dan PGYB (Pepton Glucose Yeast Extract Broth) sebagai media kontrol. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Bioteknologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yeast diinokulasikan ke media PSB dan PGYB kemudian diinkubasi pada suhu 30 ºC selama 24 jam. Setelah inkubasi kemudian yeast di kedua media disimpan pada suhu 4 ºC dan dihitung jumlah sel yeast dengan dilution plating dan haemacytometer selama penyimpanan. Hasil menunjukkan jumlah sel yeast yang dihitung dengan dilution plating pada media PSB dan PGYB berturut-turut yaitu 7,46 dan 7,51 log cfu/mL pada hari ke 1 dan setelah penyimpanan hari ke 30 yaitu 7,75 dan 7,76 log cfu/mL. Dengan demikian media PSB dapat digunakan sebagai pertumbuhan yeast pada praktikum Mikrobiologi Umum selama pandemi.
Model Fermentasi Kakao secara Alami Menggunakan Daun Pisang Batu (Musa balbisiana) untuk Menghasilkan Biji Kakao Bermutu Heri Hendarto
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.81392

Abstract

Pengolahan biji kakao di Indonesia banyak dilakukan secara tradisional atau tanpa fermentasi. Sebagian besar biji kakao yang diproduksi di dalam negeri tidak difermentasi. Akibatnya, kualitas biji kakao Indonesia sangat buruk, dengan mutu 3. Kualitas biji kakao ekspor yang buruk menyebabkan harga turun 10-15% dari harga pasar internasional. Tujuan dari penelitian untuk memanfaatkan daun pisang batu (Musa balbisiana) sebagai media fermentasi kakao dibandingkan dengan kotak kayu dengan 3 ulangan dilakukan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biji kakao yang difermentasi pada daun pisang kadar air 6,7%, kandungan biji berjamur 7,1%, kandungan biji slaty 4,2%, kandungan biji berserangga 0,2%, kandungan kotoran 0,1%, kandungan biji berkecambah 0%. Fermentasi menggunakan kotak kayu kadar air 6,8%, kandungan biji berjamur 13,3%, kandungan biji slaty 14,5%, kandungan biji berserangga 0%, kandungan kotoran 0,7% dan kandungan biji berkecambah 0%. Menurut SNI 2323:2008 kadar air maksimal 7,5%, kualitas IB kakao lindak yang baik memiliki kandungan biji berjamur maksimal 2%, kandungan biji slaty maksimal 3%, kandungan biji berserangga maksimum 1%, kandungan kotoran maksimal 1,5% dan kandungan biji berkecambah maksimal 2%. Dari hasil tersebut, biji kakao hasil fermentasi memenuhi mutu kadar air dan tiga syarat mutu, yaitu mutu IB, jumlah biji berjamur dan biji slaty tidak memenuhi syarat mutu sehingga model fermentasi ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas biji kakao.
SMR (Smart Medical Room) Berbasis IoT (Internet of Things) Pengendali Multi-variabel Suhu dan Kelembaban Udara Secara Manual dan Otomatis Ruang Medis Kasto Wijoyo Teguh Guntoro
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.81458

Abstract

Kualitas suhu dan kelembaban udara di lingkungan rumah sakit perlu adanya adaptasi teknologi yang mendukung kualitas udara ruangan. IoT (Internet of Things) dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan kualitas udara ruangan medis secara manual atau otomatis. IoT yang digunakan menggunakan protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). Sistem cerdas pengendali otomatis tersebut menggunakan FLC (Fuzzy Logic Control), FAC (Fuzzy Adaptive Control), dan Kontrol MIMO (Multi Input Multi Output) yang terintegrasi menjadi satu. SMR (Smart Medical Room) adalah sistem kendali cerdas berbasis IoT untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara ruang medis. Sistem kendali otomatis tersebut membantu operator dalam memantau suhu dan kelembaban udara agar sesuai standar baku mutu kualitas udara ruang medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantuan dan pengendalian ruangan dapat dilakukan dengan menggunakan operator atau otomatis. Hasil pengukuran suhu dan kelembaban udara rata-rata ruang ICU adalah 23,39 oC dan 54,72%. Hasil pengukuran suhu dan kelembaban udara rata-rata ruang UGD adalah 21,87 oC dan 49,76%.  Hasil pengukuran suhu dan kelembaban udara rata-rata ruang operasi adalah 24,16 oC dan 52,7%. Hasil pengukuran suhu dan kelembaban udara rata-rata ruang bersalin adalah 24,52 oC dan 57,13%.  Hasil pengendalian suhu dan kelembaban udara secara otomatis menunjukkan hasil sesuai standar baku mutu suhu dan kelembaban ruang medis.Tujuan penelitian ini yaitu membuat sistem kendali manual dan otomatis menggunakan kecerdasan buatan dengan sistem kendali multi-variabel pada ruang medis berbasis IoT sehingga mendapatkan kelembaban dan suhu udara sesuai standar baku mutu.
Pemanfaatan Silika Gel 70-230 Mesh Bekas Sebagai Pengganti Fase Diam Kromatografi Kolom pada Praktikum Kimia Organik Emilda Emilda; Noviza Delfira
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.82006

Abstract

Salah satu modul percobaan dalam Praktikum Kimia Organik di laboratorium kimia organik jurusan kimia FMIPA-UNRI adalah kromatografi, yaitu kromatografi kolom yang menggunakan silika gel 70-230 mesh sebagai fase diam. Namun setelah selesai pengggunaan, silika gel 70-230 mesh menjadi limbah yang di buang begitu saja. Sedangkan harga dari silika gel 70-230 mesh cukup mahal. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan silika gel 70-230 mesh bekas sebagai pengganti fase diam kromatografi kolom pada praktikum kimia organik. Penelitian dilakukan dengan cara mencuci silika gel bekas menggunakan larutan 40 mL bayclin yang di encerkan dalam 500 mL akuades, selanjutnya pencucian dilakukan secara bertahap dengan akuades dan metanol teknis, kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 105 ᵒC selama 2 jam. Silika gel kotor dicuci sebanyak 200 gram dan didapatkan 194,212 gram silika gel bersih berwarna putih. Uji terhadap kemampuan silika gel setelah dicuci dalam memisahkan komponen yang terdapat pada campuran ekstrak metanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) dan ekstrak metanol daun pucuk merah (Syzygium oleana), dibandingkan dengan silika gel baru. Hasil uji menunjukkan 4 pita serapan pada silika gel setelah dicuci, dan 4 pita serapan pada silika gel baru, yang ditandai dengan terbentuk 4 warna yang berbeda pada silika gel di tabung kolom dan pada vial penampung baik untuk ekstrak metanol ubi ungu maupun ekstrak metanol daun pucuk merah. Hal ini menunjukkan bahwa silika gel yang dicuci dengan bayclin mempunyai kemampuan memisahkan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol ubi ungu dan ekstrak metanol daun pucuk merah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut silika gel yang telah dicuci selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan praktikum kimia organik II khususnya di laboratorium kimia organik FMIPA Universitas Riau.
Pengaruh Ekstrak Daun Ipomoea batatas L. sebagai Flokulan Fe dalam Pengolahan Air Hana Rohana; Iin Maemunah; Yaya Sonjaya
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.83449

Abstract

Kandungan besi (Fe) merupakan masalah yang sering ditemukan pada air tanah. Hal tersebut menyebabkan air berubah warna kekuningan dan berbau. Untuk menjernihkan serta mengurangi kandungan besi dalam air perlu adanya pengolahan air. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Ipomoea batatas L. sebagai flokulan terhadap kandungan besi dalam pengolahan air. Penelitian dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama yaitu optimasi parameter-parameter optimum pengolahan dilanjutkan dengan pengolahan air menggunakan parameter-parameter optimum dengan metoda Jar test. Tahap kedua yaitu analisis kadar besi pada air hasil olahan dan non olahan dengan metoda AAS, dan analisis gugus fungsi pada daun Ipomoea batatas L. secara FTIR. Hasil analisis menunjukkan parameter optimum pengolahan air menggunakan ekstrak daun Ipomoea batatas L. sebagai flokulan adalah pH 8, dosis koagulan 50 mg/L, dosis flokulan 25 mg/L, kecepatan pengadukan koagulan 200 rpm dan kecepatan pengadukan flokulan 40 rpm masing-masing selama 10 menit. Hasil pengujian kadar besi pada air non olahan 5,13 mg/L dan pada air olahan tidak terdeteksi. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara konsentrasi besi di dalam air sumur sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Perlakuan memberikan pengaruh berupa penurunan kandungan besi dalam air sumur. Hasil analisis gugus fungsi pada daun Ipomoea batatas L. mengandung -OH (3363), C=O karbonil (1653), dan C=C aromatik (1546). Simpulan hasil penelitian ini adalah ekstrak daun Ipomoea batatas L. berpengaruh pada penurunan kadar besi dalam air yang diduga karena mekanisme destabilisasi koloid jenis sweep floc melalui absorpsi kimia serta reaksi besi dengan flokulan yang mengandung gugus fungsi karboksilat dan fenolik.
Manajemen Pengelolaan Alat dan Bahan di Laboratorium Percobaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Program Studi Agribisnis Politeknik Negeri Banyuwangi Nugroho Dwi Prasojo
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.79543

Abstract

Pengelolaan alat dan bahan laboratorium berhubungan dengan inventarisasi alat dan bahan laboratorium serta penataan/pengaturan alat dan bahan laboratorium. Inventarisasi/administrasi merupakan dokumentasi seluruh sarana prasarana laboratorium dan aktivitas di dalamnya yang ebrtujuan untuk mencegah kehilangan/penyalahgunaan, memudahkan operasional dan pemeliharaan, mencegah duplikasi permintaan alat dan memudahkan pengecekan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui hasil analisis kepuasan pengguna laboratorium dalam pengelolaan alat dan bahan laboratorium Percobaan Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan 2) Mengetahui pengelolaan alat dan bahan laboratorium Percobaan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi metode deskriptif dengan bentuk survey. Analisis data menggunakan penyimpulan empat kategori dengan teori distribusi normal yaitu X>=295 (Sangat Baik), 267<=X<295 (Baik), 238<=X<267 (Cukup baik), 238>=X (Tidak Baik). Hasil anilisis perangkat pengelolaan laboratorium percobaan tanaman pangan dan holtikultura secara keseluruhan menunjukkan bahwa prosentase Perangkat Pengelolaan Laboratorium Percobaan Tanaman Pangan dan Holtikultura diperoleh sebesar 58,33% dengan kategori nilai baik sebanyak 7 indikator, dan sebesar 41,67% dengan kategori nilai cukup baik terdapat pada 5 indikator. Temuan tersebut perlu diperhatikan dalam segi pengelolaannnya karena terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki agar terciptanya pengelolaan dan layanan yang baik didalam laboratorium tercapai.Kata kunci: Laboratorium, Manajemen Pengelolaan.
Modifikasi Proses Pemanasan dalam Metode Maserasi untuk Analisis Serat Kayu Esti Prihatini; Rohmat Ismail
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.82164

Abstract

Penelitian ini mempelajari metode maserasi kayu baru yang dimodifikasi dari metode Schultze.  Metode ini dibuat untuk mengurangi waktu maserasi dan risiko serat patah. Perbedaan antara metode ini dengan metode Schultze adalah pada sumber pemanas.  Metode baru ini menggunakan panas dari penangas air untuk mencegah larutan maserasi kayu dari pemanasan langsung.  Panjang serat dari serat yang rusak dan tidak rusak dari metode schultze dan metode baru dibandingkan dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode baru dapat diterima sebagai metode yang dapat diandalkan dalam maserasi kayu, dengan kesalahan sebesar 10% dan variasi koefisien yang lebih kecil dari variasi koefisien Howirtz.  Persentase serat patah yang dihasilkan dari metode baru ini lebih rendah dibandingkan dengan metode Shcultze. Nilai   rata-rata serat patah kayu sengon pada metode Schultze adalah 30,23%, sedangkan pada metode modifikasi adalah 20,14% serta pada kayu jabon dengan metode Schultze adalah 33,04% sedangkan metode modifikasi adalah 22,31%.
Optimasi Campuran Perekat pada Briket Serbuk Arang Kayu di Laboratorium Eko Riyawan
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.84937

Abstract

Kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium kerja kayu menghasilkan limbah serbuk kayu antara 1,5 - 2,0 m3 per tahun. Selama ini limbah serbuk kayu tersebut belum dikelola dengan baik. Limbah serbuk kayu yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akan memberikan konstribusi pencemaran pada ekosistem. Jadi, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan cara mengolahnya menjadi produk yang bernilai keekonomian. Pengolahan briket dari limbah serbuk kayu merupakan salah satu strategi yang bisa digunakan dalam pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh komposisi campuran perekat yang optimum pada briket serbuk arang kayu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Metodologi penelitian ini adalah metode eksperimen dengan cara menggabungkan serbuk arang kayu, tepung tapioka dan aquades, dengan kadar perekat 5 %, 10 % dan 15 % terhadap berat serbuk arang. Kemudian dicetak dengan pengepresan 100 kg/cm2. Dari penelitian didapatkan komposisi kadar perekat yang optimum adalah 5 %, dengan hasil pengujian kandungan air 7,07 %, kandungan zat menguap 22,06 %, kandungan abu 6,49 %, kandungan karbon 64,38 %, serta nilai kalor 6.338,15 kal/gram. Sehingga, briket arang dari limbah serbuk kayu ini berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan, pada komposisi penggunaan kadar perekat dan air yang lebih sedikit. 

Page 10 of 18 | Total Record : 175