cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 169 Documents
Metode Pengeringan untuk Meningkatkan Kualitas Bubuk Bawang Putih (Allium sativum) Nurwanto Nurwanto
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i2.76131

Abstract

Bawang putih termasuk bumbu yang umum digunakan dalam kuliner Indonesia. Hal ini menjadikan kebutuhan akan bawang putih yang alami dan siap pakai menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode pengeringan untuk meningkatkan kualitas produk bubuk bawang putih. Dalam penelitian ini dilakukan pengeringan bawang putih dengan menggunakan dua metode, yaitu tray drying dan vacuum drying, dilanjutkan dengan penepungan menggunakan blender. Data yang diperoleh dianalisa dengan program SPSS menggunakan fitur uji deskriptif. Hasil analisa kadar air rata-rata metode vacuum drying 5.70% lebih rendah dari metode tray drying 8.52%. Uji organoleptik diperoleh skor 6,03 untuk aroma dan 6,57 untuk warna pada metode vacuum drying, sedangkan pada tray drying 1,57 baik warna maupun aroma. Hasil analisa organoleptik menyatakan panelis lebih suka aroma dan warna metode vacuum drying. Dari data kadar air dan hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa metode vacuum drying lebih baik daripada tray drying.
Rancang Bangun Alat Uji Model Fondasi Sebagai Penunjang Penelitian Di Laboratorium Mekanika Tanah Suratman Suratman
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i2.76167

Abstract

Provinsi Riau merupakan daerah dengan demografi berada di wilayah pesisir timur Sumatera. Berdasarkan letak geografisnya tanah di provinsi Riau didominasi berupa tanah lunak. Struktur fondasi merupakan salah satu fokus penelitian di laboratorium mekanika tanah pada jurusan teknik sipil Universitas Riau. Untuk menunjang penelitian memerlukan sebuah alat pengujian  model fondasi. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini dirancang sebuah model pengujian fondasi yang dikombinasikan dengan alat yang tersedia di laboratorium. Metode penelitian ini berupa eksperimen dan rancang bangun model alat pengujian fondasi berupa bak yang terbuat dari pelat dengan rangka besi. Bak ini akan berfungsi sebagai tempat sampel tanah sebagai media penanaman model fondasi tiang. Pengukuran beban fondasi digunakan alat CBR lapangan  dengan sedikit modifikasi. Unjuk kinerja alat dilakukan setelah tahapan perancangan dan pembuatan model alat. Pengujian unjuk kinerja terhadap model alat pengujian fondasi dilakukan dengan melakukan pengujian model fondasi tiang yang terbuat dari mortar beton dengan diameter 3 cm dan panjang penanaman 30 cm. Tahapan unjuk kinerja alat ini dilakukan untuk mengetahui apakah rancangan model alat berfungsi dengan baik. Diharapkan hasil rancang bangun alat ini bermanfaat untuk menunjang penelitian di laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau.Hasil pengujian menunjukan konsistensi hasil pengukuran dengan nilai daya dukung fondasi tiang sebesar 40,61 – 42,82 N. Dengan hasil yang konsisten ini mengindikasikan bahwa alat hasil rancang bangun model fondasi dengan menggunakan alat CBR lapangan berfungsi dengan baik sehingga dimanfaatkan oleh peneliti sebagai alat pengujian model fondasi.
Analisis Pengaruh Penambahan Abu Batu (Rock Ash) ke dalam Pasta Semen terhadap Waktu Pengikatan Awal dengan Menggunakan Alat Vicat Oky Kurnia Putra
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.78663

Abstract

Abu batu merupakan limbah hasil penggerusan batu pecah produksi dari praktikum keausan agregat kasar menggunakan mesin abrasi. Limbah abu batu yang terkumpul sampai saat ini hanya ditimbun di area laboratorium. Penimbunan limbah abu batu dalam kurun waktu yang lama akan mengganggu lingkungan laboratorium seperti polusi udara dan menyebabkan terjadinya kantong lumpur di saluran drainase akibat abu batu yang ikut hanyut pada saat hujan. Untuk mengurangi penimbunan abu batu maka diperlukan pemanfaatan lanjut sehingga menjadi bahan yang berguna. Salah satu pemanfaatan limbah tersebut adalah untuk dijadikan sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap waktu ikat awal semen. Waktu pengikatan awal merupakan waktu yang dibutuhkan untuk semen bereaksi dengan air sampai menjadi pasta dan mulai menurun sifat plastisitasnya. Standar waktu pengikatan awal adalah 1-2 jam. Penelitian ini dilakukan dengan penambahan variasi persentase abu batu sebesar 0%,5%,10%,15% terhadap pasta semen dan dilakukan pengujian ikat awal menggunakan alat vicat. Analisis dari penambahan abu batu terhadap pasta semen menunjukkan bahwa abu batu dapat mempengaruhi konsistensi normal dan waktu pengikatan awal. Nilai konsistensi normal mengalami kenaikan seiring bertambahnya persentase abu batu dan nilai tertinggi terjadi pada penambahan abu batu sebesar 15% yaitu 30,40%. Hasil analisis pengikatan awal menunjukkan waktu yang relatif lama seiring dengan penambahan persentase abu batu dan pengikatan awal dalam kurun waktu yang lama terjadi pada persentase abu batu 15% yaitu 117,50 menit.
Pemanfaatan Asam Nitrat Sebagai Larutan Pelunak Organ Tumbuhan pada Metode Parafin Arman Faluti
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.78678

Abstract

Metode parafin merupakan cara pembuatan preparat permanen dengan menggunakan parafin sebagai media embedding pada organ yang relatif berukuran kecil dan lunak yang diiris dengan ketebalan kurang lebih 6-8 mikron. Sampel yang keras seperti ranting perlu dilakukan proses pelunakan terlebih dahulu agar bagian organ tersebut dapat dipotong dengan mikrotom putar. Penggunaan asam nitrat sudah digunakan pada beberapa penelitian diantaranya  untuk melunakkan tulang pipa tikus. Organ  ranting  Bougainvillea yang keras direndam dalam asam nitrat selama 24 jam pada konsentrasi  0%, 10%, 15%, dan 20%. Tujuan penelitian menguji kemampuan asam nitrat pada berbagai konsentrasi dalam melunakkan organ ranting Bougainvillea dan mengevaluasi irisan dan hasil preparat. Tahapan dalam pembuatan preparat awetan metode parafin adalah: pengambilan organ, fiksasi, perlakuan perendaman asam nitrat selama 24 jam, pencucian (washing), dehidrasi, penjernihan (clearing), infiltrasi, embedding, pengirisan (sectioning), penempelan (affixing) dan pewarnaan (staining). Pita parafin pada perlakuan asam nitrat 0% hampir seluruh bagian preparat pecah, diikuti pada perlakuan 10%  dan 15% masing-masing kurang dari setengah sampai seperempat bagian pecah, sedangkan pada perlakuan 20% preparat relatif utuh. Preparat yang sudah diwarnai dengan safranin 1%  pada perlakuan perendaman asam nitrat 20% relatif utuh, hanya sebagian kecil (kurang dari 5%)  pada bagian kulit kayu dan empulur tidak utuh. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan asam nitrat 20% dapat digunakan untuk melunakkan ranting Bougainvillea pada metode parafin.
Baking Soda Bahan Alternatif Pencegah Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai ( Capsicum annum L ) Pinde Pinde
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.78679

Abstract

Tanaman cabai adalah tanaman yang rentan terhadap beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh fungi. Fusarium oxysporum f.sp.capsici adalah salah satu   fungi penyebab penyakit layu pada tanaman cabai. Di lapangan petani sering menggunakan fungisida untuk mengatasi penyakit ini. Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp.capsici telah dilakukan uji secara in vitro di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian  Universitas Sumatera Utara yaitu dengan menggunakan bahan alternatif pengganti fungisida yaitu dengan menggunakan  baking soda untuk mencegah penyakit layu Fusarium. Baking soda adalah bahan yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan kue yang terbuat dari sodium bikarbonat. Petani lokal menggunakan baking soda untuk tanamannya sebagai fungisida yang ampuh untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh fungi. Pada penelitian ini terbukti bahwa baking soda memiliki kemampuan yang sama dengan fungisida dalam menghambat pertumbuhan fungi Fusarium oxysporum f.sp.capsici  dan dapat digunakan sebagai bahan alternatif menggantikan penggunaan fungisida dalam skala kecil.
TESTING THE EFFECTIVENESS OF LIME (Citrus aurantifolia.S) JUICE AS A NATURAL HAND SANITIZER AGAINST THE GROWTH INHIBITORY OF THE BACTERIA Acinetobacter baumannii Soeyati Poejiani
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.78708

Abstract

Lime juice contains several main active ingredients that can act as antibacterial including flavonoids, citric acid, and limonene. Acinetobacter baumannii is a Gram-negative rod that is aerobic, immobile or non-motile. This study aims to determine the effectiveness of lime juice as a natural hand sanitizer against the growth inhibition of Acinetobacter baumannii. The research method used is the disc diffusion method. The antibacterial activity of lime juice was determined by the minimum inhibitory concentration (MIC). The concentration variations used were 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 0% (negative control), 10µg Meropenem dish (positive control). Based on the research obtained MIC of lime juice at a concentration of 10%. Inhibition zone test data were analyzed using One Way Annova. The results showed that the MIC of lime juice at a concentration of 10% showed an inhibition zone of 7.74 mm wider than the antibiotic Meropenem 10µg with an inhibition zone of 6 mm.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Mujiyanto Mujiyanto; Afivudien Muhammad
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.79095

Abstract

Air merupakan kebutuhan fundamental yang diperlukan oleh tubuh manusia. Hampir sebagian besar penyusun tubuh manusia terdiri atas cairan. Berbagai metabolisme di dalam tubuh manusia memerlukan air. Selain itu, kebutuhan akan air bersih mutlak bagi kehidupan manusia untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk sebagai sarana ibadah seperti untuk bersuci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sumur di sekitar kampus Universitas Islam Indonesia berdasarkan parameter fisik, kimiawi dan biologi. Metode yang digunakan yaitu true experiment di laboratorium. Air sumur dianalisis secara fisik berupa warna, bau, rasa; secara kimiawi dianalisis pH dengan pH meter, kadar logam besi (Fe) dan mangan (Mn) dianalisis dengan spektrofotometri serapan atom (SSA), serta pemeriksaan adanya kandungan bakteri Escherichia coli dengan media TBX. Hasil yang didapatkan dari analisis air dengan berbagai parameter, masih dalam batas normal menurut nilai standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air berdasarkan Permenkes RI nomor 32 tahun 2017. Sepuluh sampel menunjukkan hasil tidak berasa, tidak berbau, jernih, dengan rentang pH antara 6,59-7,25, kadar logam Fe pada rentang nilai 0,1534-0,6164 mg/L, kadar logam Mn <0,0001 mg/L, serta tidak ditemukan adanya aktivitas bakteri E.coli
PENGEMBANGAN KINERJA TENAGA PENGGERAK ALAT PENGEROL PELAT TYPE RPX4006 UNTUK MENINGKATKAN LAYANAN PRAKTIKUM Muhammad Rusdi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 3 Tahun 2022 (in Press)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.79838

Abstract

Pengembangan kinerja tenaga penggerak alat pengerol plat pada Laboratorium Teknik Mesin Universitas Tadulako ini bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan pekerjaan atau pada saat melakukan pengerolan, yang sebelumnya menggunakan tenaga penggerak manual (manusia) sebagai penggerak utamanya, sehingga membutuhkan tenaga yang tidak sedikit dalam pengoprasiannya. Oleh karenanya kami berinovasi untuk pengembangan menjadi alat atau mesin yang pengoprasiannya menggunakan tenaga penggerak yang berasal dari motor listrik. Hasil pengembangan yang diperoleh berupa spesifikasi alat sebagai berikut : panjang poros pada puli 300 mm, diameter puli penggerak yaitu 74 mm dengan diameter puli yang digerakkan sebesar 400 mm, jenis sabuk  yang digunakan yaitu sabuk-V dengan tipe B dengan ukuran B 64 sebanyak 2 buah dan B 67 juga sebanyak 2 buah, panjang rangka total 900 mm, dan motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik tiga fasa dengan kapasitas daya 1 Hp dan putaran motor sebesar 1410 Rpm. Hasil yang diperoleh dalam pengembangan kinerja alat pengerol plat ini yaitu waktu dalam mengerol satu lembaran  plat ± 2-3 menit, dibandingkan dengan menggunakan tenaga manual membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak sekitar 5 - 6 menit, pengoprasiannya juga lebih sederhana yaitu hanya menggunakan tuas saklar 3 phase sebagai kontrol arah putaran.
Pembuatan Alat Pompa Pengambil Cairan Rumen Sapi untuk Mendukung Kegiatan Penelitian Pratomo, Bambang Wahyudi; Sahpono, Untung
Indonesian Journal of Laboratory Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v5i3.79850

Abstract

Telah dilakukan pembuatan alat pompa pengambil cairan rumen pada ternak sapi. Alat ini berfungsi sebagai alat bantu untuk mengambil cairan rumen pada ternak sapi dalam menentukan uji kecernaan pakan secara in vitro, analisis volatile fatty acid (VFA) dan gas test. Bahan yang digunakan antara lain  pipa paralon ukuran 1 dan ¾ inci, selang sepanjang 70 cm, gotri kuningan, L drat dalam ½ inci, shock drat dalam dan luar ¾ inci, tutup paralon ¾ inci yang dilubangi. Kemudian dirangkai sehingga membentuk sebuah pompa yang sudah dilengkapi dengan saringan untuk memudahkan dalam pengambilan cairan rumen sapi fistula. Hasil pengamatan menunjukkan pengambilan cairan rumen pada sapi fistula secara manual menggunakan tangan memerlukan waktu sekitar 30 menit, sedangkan  dengan alat pompa ini waktu 3 – 5 menit. Kelebihan alat ini dapat mengambil cairan rumen lebih cepat dan  tanpa mengotori tangan, sehingga disimpulkan alat untuk pengambilan cairan rumen sapi fistula sangat direkomendasikan karena mudah untuk diaplikasikan oleh peneliti.
Verifikasi Metode Analisis Kadar Total Fosfat dalam Air Limbah Laundry Merujuk pada SNI 06-6989.31-2005 Made Yuri Suryani; Asful Hariyadi; Adhe Paramita; Rika Awalin Safitri
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i1.78083

Abstract

Peningkatan kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang jasa pencucian (laundry) Balikpapan semakin berkembang setiap tahunnya. Proses aktivitas laundry menghasillkan limbah cair yang mengandung polutan senyawa beracun dan berbahaya, salah satunya adalah senyawa fosfat, yang apabila memiliki kadar yang melebihi dari BMAL (Baku Mutu Air Limbah) yang sudah ditentukan yaitu maksimum 2 mg/L maka akan berbahaya bagi lingkungan dan dapat menyebabkan pencemaran air. Oleh sebab itu, dalam rangka mengendalikan pencemaran air seuai batas baku mutu air limbah maka diperlukan adanya analisis pengukuran kadar fosfat  sebelum di alirkan ke badan air. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari teknik karakterisasi parameter kadar fosfat yang terkandung dalam sampel uji dengan menggunakan instrumentasi Spektrofotometer UV-Vis berdasarkan SNI 06-6989.31-2005. Prosedur pengambilan contoh uji air limbah merujuk pada SNI 6989.59-2008 pada salah satu usaha laundry di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada dua sumber saluran pembuangan sebelum masuk perairan penerima limbah. Analisis dilaksanakan pada Laboratorium Karakterisasi, Pusat Laboratorium Terpadu ITK dengan pengulangan sebanyak 7 (tujuh) kali pada masing-masing contoh uji. Data hasil analisis  pada parameter batas deteksi dan batas kuantitasi diperoleh sebesar 0,033 mg/L dan 0,083 mg/L. Nilai parameter presisi sampel uji air limbah laundry memperoleh nilai %RSD pada air limbah laundry A dan B sebesar 3,965% dan 3,809%. Nilai %recovery pada air limbah A dan B sebesar 98,211% dan 86,611%. Sehingga hasil analisa kadar fosfat dalam air limbah laundry A dan B diperoleh sebesar 0,290 mg/L dan 0,276 mg/L. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar fosfat pada sampel air limbah laundry tidak melebihi batas ambang air limbah dan metode analisa uji dapat diterapkan pada Laboratorium Terpadu, Institut Teknologi Kalimantan.

Page 9 of 17 | Total Record : 169