cover
Contact Name
ahmad zain
Contact Email
ahmadzain@jurnalmadani.or.id
Phone
+628129731518
Journal Mail Official
ahmadzain@jurnalmadani.or.id
Editorial Address
Jl. Nusa Indah 1 No. 163 Perumnas 1 Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JMI
ISSN : 2303145X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal MADANI Institute menerima kontribusi tulisan yang berkaitan dengan studi-studi Politik, Hukum, ekonomi, Pendidikan, Sosial dan Budaya baik berupa artikel, laporan penelitian maupun tinjauan buku.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 188 Documents
PRAKTIK PENDIDIKAN SOSIAL RELIGIUS PADA SEKOLAH KATOLIK MENENGAH ATAS DI KOTA BLITAR Akhmad Shunhaji
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lembaga  pendidikan juga demikian. Budaya disiplin harus menjadi pengalaman peserta didik selama dia berada pada sekolah tersebut. Peserta didik merupakan subyek penting dalam lingkungan pendidikan yang harus diberikan pengalaman tentang disiplin. Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran penting sebagai pembimbing dalam memberikan pengalaman kedisiplinan. Walaupun peraturan di sekolah-sekolah Katolik dianggap ketat bukan berarti membuat peserta didik malas atau menuai tanggapan negatif dari para orang tua peserta didik. Bahkan sebaiknya, orang tua peserta didik lebih seneng dengan sekolah Katolik karena sekolah tersebut lebih ketat dan disiplin. Kenyamanan yang dirasakan oleh peserta didik yang berbeda-beda agama dapat ditemukan di sekolah-sekolah Katolik. Mereka merasakan kerukunan kehidupan di sekolah. Antara peserta didik satu dengan yang lain di sekolah saling menghargai. Bahkan, menurut informasi dari peserta didik di atas, di sekolah tempatnya belajar belum pernah ditemukan ada peserta didik yang melakukan tawuran di sekolah atau dengan sekolah yang lain di Blitar. Gambaran kehidupan di sekolah Katolik di Kota Blitar ini, menunjukkan kehidupan sosial umat beragama dalam lingkup sekolah. Kerukunan hidup umat beragama, dalam kompilasi Puslitbang Kehidupan Keagamaan (2009: 7), mengandung tiga unsur penting yaitu Pertama, adanya kesediaan seseorang untuk menerima perbedaan keyakinan yang dimiliki oleh orang atau kelompok lain. Kedua, bersedia membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran yang diyakini. Ketiga, kemampuan untuk menerima perbedaan selanjutnya menikmati suasana kesahduan yang dirasakan orang lain sewaktu mereka mengamalkan ajaran agamanya.
PELAKSANAAN TEKNIK SUPERVISI INDIVIDUAL GURU SEBAGAI IMPLEMENTASI KERJA KEPENGAWASAN DI SD NEGERI DURENTIGA 13 PANCORAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Hj. Sudawati
Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring penerapan kurikulum berbasis kompetensi , dimana mutu pendidikan yang tidak hanya ditengarahi dengan nilai ebtanas atau nilai ujian akhir atau nilai cawu saja, tetapi juga lingkungan sekolah yang kondusif, dan juga berdasarkan kepada nilai-nilai, kecerdasan, dan life skiils siswa. Sekolah adalah pelaksana pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia di dalam proses pembelajarannya. Sekolah harus mempunyai mutu, baik pada input dan proses pendidikan itu sendiri. kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi sudah mulai memfokuskan pada teknik individual, teknik individual merupakan teknik supervisi yang melibatkan guru sejak tahap perencanaaan yang memungkinkan guru mengetahui manfaat supervisi bagi dirinya. Dalam jenis penelitian berdasarkan metode ini dibagi menjadi 8 bagian yaitu: 1) penelitian survey, 2) penelitian ex post facto, 3) penelitian eksperimen, 4) penelitian naturalistik/ kualitatif, 5) penelitian kebijakan, 6) penelitian tindakan 7) penelitian evaluasi, 8) penelitian sejarah. Sedngkan penelitian berdasar tingkat eksplanasi dibagi menjadi 3 yaitu: 1) penelitian deskriptif, 2) penelitian komparatif, 3) penelitian asosiatif / hubungan. Dan berdasarkan jenis data dan analisis dibagi menjadi 3 yaitu: 1) penelitian kuantitatif, 2) penelitian kualitatif, 3) penelitian gabungan. Telah disinggung pada bagian terdahulu bahwa dalam analisis ini menggunakan dua teknik statistik, yaitu uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk menguji mean (rata-rata) antara dua kelompok, dan uji F digunakan untuk menguji varians antar kelompok dan juga digunakan untuk menguji empat kelompok sekaligus. bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan varian kemampuan guru antara kelompok A, B, C dan D. Atau dengan kata lain, prestasi pengajaran bidang studi di maisng-masing kelompok dari ke empat kelompok tersebut seimbang.
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PELAKSANAAN SEMINAR BAGI GURU DI SMP NEGERI 177 JAKARTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Sutaryo, Yoyo
Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti sebagai kepala sekolah masih merasakan kurang akan kinerja dari guru dalam menyusun RPP. Guru di SMP Negeri 177 Jakarta Selatan cenderung belum menemukan pola baku dalam menyusun RPP. Padahal RPP adalah satuan perangkat pengajaran yang wajib dikuasai oleh guru guna merencanakan pola dan proses pengajaran yang sistemik. Oleh karena itu kepala sekolah sekaligus peneliti menginginkan suatu terobosan dengan memberikan bimbingan secara berkelanjutan dan mengadakan seminar hasil RPP kepada guru-guru di SMP NEGERI 177 JAKARTA SELATAN , di mana nantinya akan menghasilkan (output) guru mampu menguasai cara penyusunan RPP dengan baik dan benar setelah menyeminarkan RPP tersebut. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar hasil atas penyusunan RPP menunjukkan guru telah mampu melaksanakan penyusunan dengan baik. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru. Selanjutnya adalah menunjukkan bahwa seminar hasil dan bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69% dan pada siklus II 83%. Jadi, terjadi peningkatan 14% dari siklus I. Sehingga, seminar hasil ini dirasakan tepat untuk pembelajaran bagi guru membuat RPP di awal tahun ajaran.
Sikap Sosial Dalam Kurikulum 2013 Ahmad Zain Sarnoto; Dini Andini
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

tulisan ini untuk mengkaji tentang proses pendidikan di madrasah/sekolah, selain prestasi belajar dalam bentuk nilai rapor dan prestasi akademik lainnya, perlu juga diperhatikan nilai-nilai sikap spiritual dan sikap sosial yang baik. Maka sepatutnya madrasah mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang berimplikasi pada akhlaq siswa siswi. Madrasah semenjak dahulu telah menerapkan pendidikan yang mengedepankan akhlaq, yang dalam bahasa kurikulum 2013 adalah sikap spiritual dan sikap sosial. Berawal dari madrasahlah mata pelajaran agama mendapatkan porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya, dan di madrasah pula lah setiap siswa-siswi serta warga madrasah lainnya sikap-sikap menjadi perhatian dan hal penting dalam sebuah proses pembelajaran Sepatutnyalah di era kurikulum 2013 ini madrasah lebih unggul dari sekolah umum lainnya dalam hal penerapan sikap baik sikap spiritual maupun sikap sosial. Kurikulum 2013 memberi kemudahan dari sisi penilaian aspek-aspek sikap, dengan dibuatkan panduan sebagai alat penilaian sikap. Madrasah hendaknya lebih mendalam memperhatikan hal-hal yang berkenaan kondisi siswa secara pribadi, karena tingginya prestasi akademik sebaiknya sejalan dengan tingginya nilai sikap mereka.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI KONSEP ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING METODE JIGSAW PADA SISWA KELAS VII-1II-1 SMP NEGERI 220 JAKARTA BARAT Suharti
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu dan kemajuan teknologi memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan tujuan setiap bangsa dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman. Peningkatan mutu pendidikan menjadi salh satu factor yang sangat penting kaitannya dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan model pembelajaran yang di dalamnya siswa bekerja dalm kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar dan dihargai atas prestasi kolektif mereka (Slavin 1995:2; Cruickshank, Bainer, dan Metcalf, 1995:205). Pembelajaran kooperatif bukan merupakan hal baru dalam pendidikan. Banyak metode pembelajaran kooperatif yang telah dikembangkan oleh para pakar. Sejalan dengan itu metode Jigsaw di Sekolah Menengah Pertama kiranya merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan siswa, sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan, penalaran, dan keterampilannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Dari pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. “Apakah dengan penerapan metode Jigsaw dapat meningkatkan kompetensi belajar khususnya dalam penguasaan konsep IPA?”Manfaat bagi sekolah, sebagai masukan dan dapat dikembangkan dalam pembelajaran pada mata pelajaran yang lain.
PERANAN METODE BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 58 JAKARTA TIMUR SEMESTER-1 TAHUN PELAJARAN 2014-2015 Sumarni
Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya bimbingan dan Konseling di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing. Membahas tentang peranan metode bimbingan dan Konseling sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan penelitian ini adalah tentang peranan bimbingan dan Konseling dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur . Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana peranan metode bimbingan dan Konseling dalam penanggulangan kesulitan berlajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur. Dari hasil penelitian lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan metode bimbingan dan Konseling dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan di SMK Negeri 58 Jakarta Timur Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir. Pelayanan bimbingan konseling di atas dilaksanakan oleh guru pembimbing di sekolah dengan aturan-aturan yang jelas dalam petunjuk pelaksanaan BK. Bahwa peranan metode bimbingan dan Konseling dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur pada Semester-1 Tahun Pelajaran 2014-2015 cukup atau sedang. Hal ini nampak sekali pada layanan bimbingan dan Konseling baik layanan yang bersifat preventif maupun layanan yang bersifat kuratif.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK PEMBENTUKAN DAN PERAKITAN FABRIKASI LOGAM MELALUI PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 58 JAKARTA TIMUR Suparman
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Penelitian Tindakan Kelas masalah didalam penelitian dirumuskan sebagai ”Apakah penerapan Pembelajaran Kooperatif model STAD dapat meningkatkan hasil belajar Teknik Pembentukan dan Perakitan Fabrikasi Logam siswa kelas Kelas XII SMK Negeri 58 Jakarta ?” Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan prestasi belajar Teknik Pembentukan dan Perakitan Fabrikasi Logam pada siswa kelas XII SMK Negeri 58 Jakarta, Tahun 2016-2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan menggunakan langkah-langkah menyusun rencana dan mengadakan refleksi. Teknik sampling penelitian ini adalah studi populasi dengan alasan bahwa semua populasi yang ada dijadikan sample tanpa menyeleksi infomasi, sebagai sample adalah siswa kelas XII SMK Negeri 58 Jakarta, Tahun Pelajaran 2016-2017 yang berjumlah 20 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran STAD hasil belajar siswa setiap siklusnya mengalami perubahan Antara siklus I dan II tidak seperti perkembangan pada siklus ini begitu menggembirakan baik dalam evaluasi maupun dari hasil pengamatan terbukti untuk rata-rata prestasi kelas hasil evaluasi dari 63 menjadi 70 sedangkan dari hasil pengamatan rata-rata dari 62 menjadi 69 ( afektif ) dan dari 63,5 menjadi 69 (psikomotor) sedangkan aspek –aspek penampilan guru dari 77,8 % cukup menjadi 89,8 % baik , dari 25% siswa yang tuntas belajar menjadi 75%. Meningkatkan prestasi belajar Teknik Pembentukan dan Perakitan Fabrikasi Logam dalampenggunaan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan ke aktifan pembelajaran Teknik Pembentukan dan Perakitan Fabrikasi Logam pada siswa kelas XII SMK Negeri 58 Jakarta.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI METODE KERJA KELOMPOK BAGI SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 12 JAKARTA SELATAN Wahyu Mujiati
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 12 Jakarta Selatan ditemukan permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VII-2 pada materi Bilangan Bulat. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode kerja kelompok dengan tiga siklus yaitu siklus I dan siklus II. Rumusan masalah yang diajukan adalah: “Apakah metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pemahaman konsep Bilangan Bulat siswa kelas VII-2 SMP Negeri 12 Jakarta Selatan Semester-1 Tahun Pelajaran 2014- 2015?” Setting penelitian ini adalah di SMP Negeri 235 Jakarta Selatan kelas VII- 2 semester-1 Tahun Pelajaran 2014-2015 dengan jumlah siswa 32 anak. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada konsep Bilangan Bulat, serta kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Alat Pengumpul Data berupa : lembar observasi; pedoman wawancara dan daftar nilai siswa. Proses untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi Bilangan Bulat pada pelajaran matematika yang diterapkan pada siswa dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara divalidasi datanya melalui Triangulasi Data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis.  Prsedur penelitian dilakukan dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan perbaikan pembelajaran dua siklus. Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 60. pembelajaran dikatakan berhasil apabila 85% siswa memenuhi KKM.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BENTUK PANGKAT, AKAR DAN LOGARITMA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUALPADA SISWA KELAS XI-AK-2 SMK NEGERI 51 JAKARTA TIMUR Widya Devi
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan siswa di SMK sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya di sekolah lanjutan. Menurut informasi dari guru SMK Negeri 51 Jakarta Timur diperoleh bahwa rata-rata prestasi belajar matematika siswa kelas XI-AK-2 selalu di bawah enam. Dalam proses pembelajarannya, guru berupaya memberikan penjelasan materi secara lengkap. Dalam proses pembelajaran, guru memulai dengan menjelaskan memberi contoh latihan soal tentang Operasi Aljabar. Jadi siswa secara langsung diberikan rumus-rumus matematika tanpa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri. Pada pembelajaran CTL guru tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta tetapi guru hendaknya mendorong siswa untuk mengkontruksi pengetahuan dibenak mereka sendiri. Melalui CTL siswa diharapkan belajar melalui ‘mengalami’ bukan ‘menghapal’. Dalam pembelajaran, guru perlu memahami konsepsi awal yang dimiliki siswa dan mengaitkan dengan konsep yang akan dipelajari. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (a) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas XI- AK-2 SMK Negeri 51 Jakarta Timur dengan implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS., (b) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran kooperatif berbantuan LKS. Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan II) yaitu masing-masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Sehingga pada simpulannya menunjukkan, bahwa Penerapan pendekatan kontekstual mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pendekatan kontekstual sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
PERANAN METODE BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGGULANGI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 58 JAKARTA TIMUR Sumarni
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya bimbingan dan Konseling di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing. Membahas tentang peranan metode bimbingan dan Konseling sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Berasarkan hal tersebut di atas, pembahasan penelitian ini adalah tentang peranan bimbingan  dan Konseling dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur . Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana peranan metode bimbingan dan Konseling dalam penanggulangan  kesulitan berlajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur. Dari hasil penelitian  lapangan diperoleh kesimpulan bahwa peranan metode bimbingan dan Konseling dalam penaggulangan kesulitan belajar siswa dengan bimbingan baik bimbingan yang bersifat preventif maupun yang bersifat kuratif  adalah cukup atau sedang, hal ini nampak pada aktifitas bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan di SMK Negeri 58 Jakarta Timur Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir. Pelayanan bimbingan konseling di atas dilaksanakan oleh guru pembimbing di sekolah dengan aturan-aturan yang jelas dalam petunjuk pelaksanaan BK. Bahwa peranan metode bimbingan dan Konseling dalam menanggulangi kesulitan belajar siswa kelas X SMK Negeri 58 Jakarta Timur  pada Semester-1 Tahun Pelajaran 2014-2015 cukup atau sedang. Hal ini nampak sekali pada layanan bimbingan dan Konseling baik layanan yang bersifat preventif maupun layanan yang bersifat kuratif

Page 4 of 19 | Total Record : 188


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 13 No. 2 (2024): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal : Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 12 No. 2 (2023): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 11 No. 1 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 10 No. 2 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 9 No. 2 (2020): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 8 No. 2 (2019): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Agama Vol. 8 No. 1 (2019): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Agama Vol. 7 No. 2 (2018): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2018): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 7 No. 1 (2018): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2017): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2016): JURNAL: Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 5 No. 1 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2015): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2015): JURNAL: Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2015): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2013): JURNAL: Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2013): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2013): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2012): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2012): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya More Issue