cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Lama Perendaman Benih terhadap Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) Kultivar Burangrang Euis Herawati; Dr. Alfandi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan konsentrasi dan lama perendaman dengan hormon GA3 terhadap daya kecambah benih kedelai kultivar Burangrang, dan (2) perlakuan konsentrasi dan lama perendaman hormon GA3 yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap daya kecambah benih kedelai kultivar Burangrang. Penelitian  dilaksanakan di kelompok Tani Dukuh Asem Kelurahan Sindang Kasih Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2012.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi GA3 dan lama perendaman benih yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi GA3 (G) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu : g1 (20 ppm), g2 (30 ppm), dan g3 (40 ppm). Faktor kedua yaitu lama perendaman benih (L) terdiri dari tiga taraf yaitu : l1 (12 jam), l2 (24 jam), dan  l3 (36 jam).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan konsenrasi GA3 dan lama perendaman benih terhadap panjang hipokotil dan bobot kering kecambah. Perlakuan konsentrasi GA3 dan lama perendaman benih secara mandiri berpengaruh nyata terhadap daya kecambah benih kedelai, panjang efikotil dan pajang akar kecambah kedelai, dan (2) perlakuan konsentrasi GA3 30 ppm dan lama perendaman benih 24 jam memberikan pengaruh yang baik terhadap panjang hipokotil dan bobot kering kecambah yaitu sebesar 27,43 mm dan 0,50 g.
Pengaruh Suhu dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu dan Lama Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) - Saiduna; Oktap Ramlan Madkar
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.788

Abstract

Kematangan buah tomat saat pemanenan disesuaikan dengan permintaan, lama penyimpanan dan lama transportasi ke pasar. Panen buah tomat ketika masih muda menyebabkan buah menjadi layu, mengurangi bobot buah serta tidak tahan lama dalam penyimpanan dan transportasi. Sebaliknya ketika panen buah tomat telah matang penuh dapat memperpendek lama penyimpanan dan menurunkan kualitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh suhu dan tingkat kematangan buah terhadap lama simpan dan mutu buah tomat, dan (2) berapa suhu dan pada tingkat kematangan buah yang terbaik untuk memperpanjang lama simpan dan mempertahankan mutu buah tomat. Penelitian  dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Kuningan. Penelitian dilaksanakan dari awal bulan April sampai dengan akhir bulan Mei 2012.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu suhu dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu suhu (S) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu : s1 (100C), s2 (200C), dan s3 (290C). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (K) terdiri dari tiga taraf yaitu : k1 (matang hijau), k2 (matang pecah warna), dan k3 (matang).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara suhu dan tingkat kematangan terhadap  lama simpan. Suhu dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, dan (2) suhu 200C pada tingkat kematangan matang hijau memberikan lama simpan terlama yaitu sebesar 22,67 hari (22 hari 16 jam).
Pengaruh Perlakuan Lama Uap Panas dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu Fisik dan Kimia Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica L.) Dalam Penyimpanan Mohamad Ropai; Rochanda Wiradinata; Tetty Suciaty
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.784

Abstract

Masalah yang membatasi perdagangan internasional buah mangga adalah selain daya simpannya yang relatif singkat juga karena besarnya variasi tingkat kematangan sehingga mutunya tidak seragam. Ketidakseragaman buah mangga sering terjadi karena kurangnya kendali dalam proses penanganan pascapanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu, dan (2) perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu. Penelitian  dilaksanakan di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBOPT) Jatisari Karawang, dari bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2011.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu lama uap panas (S) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu : s0 (0 menit), s1 (10 menit), s2 (20 menit), dan s3 (30 menit). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (T) terdiri dari tiga taraf yaitu : t1 (75% atau umur 100 hsbm), t2 (85% atau umur 108 hsbm), dan  t3 (95% atau umur 116 hsbm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan terhadap  kadar Vitamin C dan lama simpan. Perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kekerasan dan total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna buah mangga gedong gincu. dan (2) perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 95% memberikan pengaruh baik terhadap kadar vitamin C buah mangga gedong gincu tertinggi yaitu sebesar 17,27 mg dan perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 75% memberikan lama simpan buah mangga gedong gincu yang lama yaitu sebesar 21,21 hari (21 hari 5 jam).
Pengaruh Lama Penundaan dan Cara Pengolahan terhadap Mutu Tepung Ubi Jalar (Ipomea batatas L) Yuli Sumaryati; Tadjudin Surawinata; - Wijaya
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh lama penundaan dan cara pengolahan memberikan pengaruh nyata terhadap mutu tepung ubi jalar dan (2) lama penundaan dan cara pengolahan yang memberikan mutu tepung ubi jalar paling baik. Penelitian  dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cigugur, Kuningan, dari bulan September sampai dengan Oktober 2011.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Terdiri dari 9 kombinasi lama penundaan dan cara pengolahan tepung dan 3 diulang kali. Perlakuan yaitu : A (1 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 1), B (3 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 1), C (5 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 1), D (1 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 2), E (3 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 2), F (5 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 2), G (1 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 3), H (3 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 3), dan I (5 hari setelah panen, cara pengolahan tepung 3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh nyata antara lama penundaan dan cara pengolahan tepung terhadap rendemen tepung, kadar karbohidrat dan warna tepung, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tepung, dan (2) lama penundaan 5 hari setelah panen pada pengolahan tepung cara 3 memberikan rendemen tepung tertinggi. Lama simpan 3 hari setelah panen pada pengolahan tepung cara 1 dan lama penundaan 1, 3 dan 5 pada pengolahan tepung cara 3 memberikan kadar karbohidrat tertinggi. Lama penundaan 1, 2, dan 3 hari setelah panen pada pengolahan tepung cara 2 dan lama penundaan 3 hari setelah panen pada pengolahan tepung cara 3, memberikan warna tepung ubi jalar terbaik.
Pengaruh Fungisida Azoksistrobin dan Tingkat Kematangan Buah Terhadap Lama Simpan dan Vitamin C Buah Mangga Arummanis Trisna Danureja; Amran Jaenudin; Dukat .
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penggunaan fungisida Azoksistrobin terhadap lama simpan dan Vitamin C buah mangga arummanis; (2) Pengaruh tingkat kematangan buah  terhadap  lama simpan dan Vitamin C buah mangga Arummanis.Penelitian  dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cigugur, Kuningan, dari bulan November sampai dengan Desember 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu faktor konsentrasi Azoksistrobin dan suhu penyimpanan (disimpan dalam lemari pendingin yang diatur suhunya) dan diulang 3 kali. Perlakuan yaitu : Perlakuan dalam penelitian ini adalah pencelupan buah mangga Arummanis dalam air hangat (suhu 500C–550C). Perlakuan konsentrasi Azoksistrobin dan tingkat kematangan buah dengan kombinasi perlakuan sebagai berikut :A = Konsentrasi azoksistrobin 0,0% dan tingkat kematangan buah 80%B = Konsentrasi azoksistrobin 0,15% dan tingkat kematangan buah 80%C = Konsentrasi azoksistrobin 0,30% dan tingkat kematangan buah 80%D = Konsentrasi azoksistrobin 0,0% dan tingkat kematangan buah  85%E  = Konsentrasi azoksistrobin 0,15 % dan tingkat kematangan buah 85%F = Konsentrasi azoksistrobin 0,30% dan tingkat kematangan buah 85%G = Konsentrasi azoksistrobin 0,0% dan tingkat kematangan buah 90%H = Konsentrasi azoksistrobin 0,15% dan tingkat kematangan buah 90%I = Konsentrasi azoksistrobin 0,30% dan tingkat kematangan buah 90%Berdasarkan hasil analisis  ragam pada lama simpan buah mangga Arummanis terhadap sembilan (9) perlakuan pengaruh fungisida Azoksistrobin, menghasilkan perhitungan dalam daftar sidik ragam berpengaruh nyata, karena nilai F hitung lebih besar dari F tabel, artinya perlakuan yang diuji menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap lama simpan.Hasil pengamatan (hari ke-0) terhadap kadar vitamin C pada buah mangga Arummanis terhadap sembilan (9) perlakuan, menghasilkan perhitungan dalam daftar sidik ragam dengan nilai (F=230,553) > (F0,05 (8 ; 18)=2,510), artinya perlakuan yang diuji menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap kadar vitamin C. Hasil pengamatan tersebut rata-rata setiap perlakuan adalah 2,801 mg.Hasil analisis kadar vitamin C pada hari ke-6 menghasilkan perhitungan sidik ragam dengan nilai (F=2,820) > (F0,05 (8 ; 18)= 2,510), artinya perlakuan yang diuji tersebut, tetap menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap kadar vitamin C.
Pengaruh Konsentrasi Kalsium Klorida (CaCl2) Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Dan Lama Simpan Nenas Terolah Minimal Andri Komara; Retno Widyani
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i1.786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh interaksi antara  kalsium klorida (CaCl2) dan suhu penyimpanan terhadap mutu dan lama simpan nenas terolah minimal. (2) Untuk mengetahui konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan suhu penyimpanan yang berpengaruh baik terhadap mutu dan lama simpan nenas terolah minimal. Penelitian  dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cigugur, Kuningan, dari bulan Oktober sampai dengan November 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Terdiri dari 2 perlakuan yaitu faktor konsentrasi kalsium klorida dan suhu penyimpanan (disimpan dalam lemari pendingin yang diatur suhunya) dan diulang 3 kali. Perlakuan yaitu : Kalsium klorida (k) terdiri dari tiga taraf: k1 =   Tanpa pemberian kalsium klorida ( Pemberian Aquades), k2 =100 ppm kalsium klorida, k3 = 200 ppm kalsium klorida. Suhu penyimpanan (t) terdiri dari tiga taraf: t1 =  5oC; t2 = 15oC; t3 = 25oCHasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata antara suhu penyimpanan terhadap lama simpan nenas terolah minimal. Pada perlakuan suhu 50C memberikan lama simpan 19 hari.Terdapat perbedaan pengaruh konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan suhu penyimpanan terhadap susut bobot nenas terolah minimal. Dimana pengaruh terbesar terdapat pada perlakuan k1t3 (tanpa pemberian CaCl2 dan suhu 250C), k2t2 (100 ppm CaCl2 dan suhu 150C) dan k2t3 (200 ppm CaCl2 dan suhu 250C).Terdapat pengaruh konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan suhu penyimpanan terhadap warna nenas terolah minimal yaitu pada perlakuan  k1t1 (tanpa pemberian CaCl2 dan suhu 50C), k2t1 (100 ppm CaCl2 dan suhu 50C), k3t1(200 ppm CaCl2 dan suhu 50C)Semakin tinggi suhu maka semakin baik pula aroma nanas maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan aroma nanas yang baik diperlukan suhu yang tinggi sedangkan konsentrasi CaCl2 tidak memberikan pengaruh pada aroma nanas.Terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) dan suhu penyimpanan terhadap rasa nenas terolah minimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 6