cover
Contact Name
Siti Fatimah
Contact Email
djtech@atidewantara.ac.id
Phone
+6285298742158
Journal Mail Official
djtech@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Razak No.2/7, Tompotika, Wara Sel., Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91922
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dewantara Journal of Technology
ISSN : 27742032     EISSN : 27766764     DOI : 10.59563
Dewantara Journal of Technology (Dewantara J. Tech) adalah terbitan berkala yang dapat diakses secara terbuka dan didistribusikan secara nasional. Jurnal ini melingkupi berbagai topik dalam disiplin ilmu teknik, termasuk studi konseptual, studi teoritis dan eksperimental, instrumentasi, dan studi multidisiplin lain yang melibatkan ilmu teknik elektro, mesin, sipil, rekayasa multimedia dan rekayasa pangan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah untuk bertukar hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu teknik. Selain itu sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya untuk memajukan teknologi di Indonesia. Dewantara Journal of Technology diterbitkan oleh Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo dalam dua kali setahun (November dan Mei).
Articles 121 Documents
Analisis Karakteristik Petrologi dan Petrografi Satuan Batu Gamping Terumbu pada Formasi Wapulaka Daerah Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Sri Indriati; Ratih Ratumanan; Nasya Syahnur Pattimura; Erfin Elly; Rimawanto Gultom
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik litologi batuan karbonat berdasarkan integrasi pengamatan megaskopis di lapangan dan analisis petrografi mikroskopis. Lokasi penelitian berada pada Formasi Wapulaka dengan titik koordinat X: 50°16’43,75” dan Y: 122°42’50”. Pengamatan mikroskopis dilakukan pada sampel batuan segar menggunakan perbesaran total 50×. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan batuan di lokasi penelitian termasuk ke dalam sedimen karbonat bertekstur nonklastik. Secara mikroskopis, batuan menunjukkan struktur masif, tekstur mud-supported, porositas tinggi bertipe vug, dengan ukuran butir berkisar antara 0,02–0,6 mm dan bentuk butir cenderung membulat. Komposisi batuan didominasi oleh mud karbonat (75%), disertai skeletal grain berupa fosil foraminifera (10%) dan mineral kalsit (15%), berdasarkan klasifikasi Dunham (1962). Batuan di Daerah penelitian diidentifikasi sebagai batugamping tipe packstone. Integrasi data lapangan dan laboratorium memberikan gambaran mengenai kondisi geologi dan karakteristik batuan karbonat pada Formasi Wapulaka.
Rancangan Media Informasi Wedding organizer (WO) Berbasis Augmented Reality Sukmawati Sukmawati; Abdul Zahir; Nur Anisa
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i1.321

Abstract

This study aims to design an augmented reality-based wedding organizer ( wo) information media as an information and promotional media for Wedding Organizers. The study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development approach, which consists of 5 stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. System testing is carried out through the Black Box Testing method and validation by media experts. The results of the study indicate that this Augmented Reality application is very valid to use, with a feasibility value of 4.0 from validation by 2 media experts. The customer response also provides very decent results, with an average value of 3.62 from 10 respondents, which measures the real aspects, ease, and advantages that can be categorized as very decent. This application has been implemented and can be accessed via mobile and desktop devices, so it is expected to be an innovative and effective information and promotional media for Wedding Organizer (wo) customers.
Pengaruh Kemanfaatan Qris, Kemudahan Qris, dan Keamanan Qris terhadap Efisiensi Pembayaran Digital pada Mahasiswa di Surakarta Shima Ayu Nurfatimah; Rispantyo Rispantyo
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.326

Abstract

Perkembangan pembayaran digital mendorong mahasiswa untuk semakin aktif menggunakan QRIS dalam berbagai transaksi sehari-hari. Namun, penggunaan QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh persepsi pengguna terhadap manfaat, kemudahan, dan keamanan sistem tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemanfaatan QRIS, kemudahan QRIS, dan keamanan QRIS berpengaruh terhadap efisiensi pembayaran digital pada mahasiswa di Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 120 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Teknik analisis data meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemanfaatan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pembayaran digital dengan koefisien regresi 0,367, nilai t hitung 5,766, dan signifikansi 0,000. Kemudahan QRIS juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,613, nilai t hitung 11,260, dan signifikansi 0,000. Selain itu, keamanan QRIS berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,076, nilai t hitung 2,070, dan signifikansi 0,041. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 515,582 dengan signifikansi 0,000, yang berarti kemanfaatan QRIS, kemudahan QRIS, dan keamanan QRIS secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pembayaran digital. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,928 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan efisiensi pembayaran digital sebesar 92,8%, sedangkan sisanya 7,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Dengan demikian, kemanfaatan, kemudahan, dan keamanan QRIS memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi pembayaran digital pada mahasiswa di Surakarta.
Analisis Kelayakan Sistem Instalasi Listrik Rumah Tinggal di Kabupaten Luwu Rahmad Hidayat Dongka; Ade Irawaty Tolago; Wildan Wildan; Aristi Ayuningsi Ode Asri; Nur Alam Fajar
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan instalasi listrik rumah tinggal di Desa Lempoacci, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu berdasarkan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kesesuaian instalasi listrik rumah tinggal terhadap standar yang berlaku. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria rumah memiliki instalasi listrik aktif berdaya 450 VA hingga 900 VA dan telah digunakan lebih dari 15 tahun. Dari total 150 rumah, diperoleh 38 rumah yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi instalasi listrik rumah tinggal di Desa Lempoacci secara umum masih tergolong baik, dengan tingkat kesesuaian terhadap standar PUIL 2011 sebesar 65,79%, sedangkan ketidaksesuaian sebesar 34,21%. Ketidaksesuaian yang ditemukan umumnya terdapat pada sistem pembumian (grounding) yang belum memenuhi standar. Kondisi instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi membahayakan keselamatan penghuni akibat kejut listrik serta meningkatkan risiko kebakaran akibat hubung singkat. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar guna menciptakan keamanan dan keselamatan dalam penggunaan energi listrik di rumah tinggal.
Analyzing Model Stability and Generalization under Distribution Shift in Real-World Machine Learning Applications Muhammad Abrar Rayhan; Citra Feby Dermawaty Manik; Angga Prasetya Putra
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.367

Abstract

Machine learning models deployed in operational settings rarely encounter data identically distributed to their training set. Shifts in population composition, measurement processes, and sampling frames routinely cause performance degradation, undermining both accuracy and trust. This study empirically examines model stability and generalization under controlled distribution shift using the UCI Adult/Census Income dataset (48,842 records, 14 features). Four representative classifiers-Logistic Regression, XGBoost, LightGBM, and CatBoost-were trained and evaluated across three scenarios: an in-distribution stratified random split,  a demographic shift in which the model is trained on individuals under 40 years old and tested on those aged 40 and above, and a structural subpopulation shift in which the model is trained on non-degree holders and tested on degree holders. Contrary to the conventional expectation that distribution shift monotonically degrades performance, the empirical F1-score results reveal a more nuanced picture: all four classifiers actually achieved higher F1-scores on the education-shifted test set than on the in-distribution baseline, with Logistic Regression gaining +0.145 F1 points. This counter-intuitive outcome is driven by the increased positive-class prior in the shifted target distributions. When stability is operationalized as the signed average F1 change (with rank 1 assigned to the smallest, i.e. most negative, value), Logistic Regression ranked first (average change −0.076), followed by CatBoost (−0.016), LightGBM (−0.013), and XGBoost (−0.013); we show, however, that under the operationally meaningful absolute-change criterion this ordering reverses and the gradient boosting models are the most stable. However, accuracy tells a contrasting story: Logistic Regression's accuracy fell by 16.4 percentage points under the age shift, whereas the gradient boosting models retained accuracy above 0.81. These findings demonstrate that single-metric stability evaluation is misleading and that shift robustness must be characterized through multiple complementary metrics.
Penyortiran Algoritmik dan Reproduksi Stratifikasi Sosial: Telaah Sosiologi Kritis atas Seleksi Pendidikan Berbasis Kecerdasan Buatan dan Sistem Algoritmik Fritz Hotman Syahmahita Damanik; Oman Sukmana; Husni Thamrin
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.370

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) dan sistem berbasis data telah mendorong transformasi dalam berbagai aspek pendidikan, termasuk proses seleksi masuk perguruan tinggi dan program beasiswa. Meskipun teknologi tersebut menawarkan efisiensi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan, dampaknya terhadap keadilan akses pendidikan masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana sistem seleksi berbasis AI dan algoritma berpotensi mereproduksi stratifikasi sosial dalam pendidikan. Penelitian menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 47 artikel yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan Web of Science dianalisis secara tematik serta dipadukan dengan analisis komparatif implementasi sistem seleksi berbasis AI dan berbasis data di enam negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma seleksi pendidikan cenderung mereproduksi ketidaksetaraan yang telah tertanam dalam data historis, terutama yang berkaitan dengan perbedaan akses pendidikan, kapital budaya, dan kondisi sosial ekonomi. Bias algoritmik tidak hanya muncul akibat keterbatasan teknis sistem, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial yang menjadi sumber data dan dasar pengambilan keputusan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan akurasi teknologi tidak secara otomatis menghasilkan keadilan dalam akses pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan dan tata kelola AI di sektor pendidikan perlu didukung oleh prinsip transparansi, akuntabilitas, audit algoritmik, serta orientasi pada keadilan sosial guna meminimalkan reproduksi ketimpangan dalam proses seleksi pendidikan.
Identifikasi Parameter Model First Order Plus Dead Time (FOPDT) untuk Analisis Dinamika Proses pada Reboiler 212-V14 Unit Hydrocracker Kilang Minyak Adzra Afrina Pradata; Herry Purnama
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.375

Abstract

This study aims to analyze the effect of changes in TOP V14 temperature and light key (LK) flow rate on the dynamic behavior of a fractionation column process, as well as to develop a mathematical model for designing an Advanced Process Control (APC) algorithm. The research employed an experimental approach combined with system identification to determine the process response characteristics. The results show that increasing the TOP temperature from 112°C to 128°C raises the LK flow rate from 11 to 14 flow units, with a process gain (Kp) of 0.517 and a time constant (τ) of 4.989 minutes. At the same time, the heavy key (HK) flow rate also increases from 22 to 35 flow units, with a Kp value of 0.998 and a τ value of 3.777 minutes. Although the HK response reaches its final condition relatively quickly, the presence of dead time still causes a delay in the overall process response. These findings indicate that the implementation of APC for controlling LK and HK has strong potential to enhance process performance and provide significant economic benefits.
Empirical Comparison: Analysis of Initial Set-up of BGP Dynamic Routing and Static Routing in Three Administrative Domain Network Interconnection Adelia Syavira; Ferlian Seftianto; Rahma Satila Passa; Habi Baturohmah; Trional Novanza; Redho Aidil Iqrom; Femilia Hardina Caryn; Andre Hardoni
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.379

Abstract

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menentukan suatu routing untuk memilih pendekatan paling efisien dalam mengembangkan kemampuan jaringan sangat penting untuk dipelajari terlebih dahulu. Seiring berkembangnya sebuah perusahaan, kebutuhan terhadap kemampuan pengembangan jaringan juga akan meningkat. Pertumbuhan ini akan menjadi titik fokus dalam optimalisasi kinerja. Secara khusus, bagi perusahaan yang sedang merintis menuju skala jaringan yang lebih besar, tentunya memerlukan informasi yang konkret untuk mempertimbangkan jenis routing yang akan digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan edukatif mengenai perbandingan dua jenis routing secara sederhana dengan menyajikan informasi terkait waktu implementasi dan kompleksitas konfigurasi antara keduanya, guna membantu dalam memilih protokol yang tepat untuk mengembangkan jaringan sesuai kebutuhan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui eksperimen langsung terhadap dua jenis routing menggunakan software Cisco Packet Tracer dan pengukuran waktu menggunakan stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, di mana konfigurasi Dynamic routing BGP memerlukan waktu 48,24% lebih lama dan membutuhkan jumlah perintah inti 2,5 kali lebih banyak dibandingkan Static routing. Perbedaan besar ini disebabkan oleh kewajiban konfigurasi peering session dan transit policy, yang tidak terdapat pada Static routing. Dengan hasil yang disajikan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan penting terkait pemahaman mendasar mengenai Dynamic routing BGP dan Static routing guna membantu mengoptimalkan pemilihan metode pengembangan jaringan.
Analisis Potensi Longsor Berdasarkan Karakteristik Geologi, Geometri Lereng, dan Nilai Faktor Keamanan (FoS) di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau Sri Indriati; Erfin Elly; Ratih C F Ratumanan; Nasya Syahnur P; Rimawanto Gultom
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi longsor pada daerah penelitian di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, berdasarkan karakteristik geologi, geometri lereng, serta nilai Faktor Keamanan (FoS). Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan, analisis petrografi batuan, pengukuran geometri lereng, uji mekanika tanah, serta pemodelan kestabilan lereng menggunakan GeoStudio dan interpretasi data geolistrik Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng memiliki tinggi 12,2 m, sudut 40°, dan panjang 19 m, dengan kondisi material berupa tanah lepas dan lapisan lempung pasiran pada kedalaman 6–9 m yang berpotensi sebagai bidang gelincir. Nilai sudut geser dalam tanah sebesar 24° mengindikasikan tingkat kepadatan yang rendah. Hasil simulasi menunjukkan nilai FoS sebesar 0,959 (<1), yang berarti lereng dalam kondisi tidak stabil dan rentan longsor. Tipe longsoran yang teridentifikasi adalah longsoran rotasi dengan bidang gelincir berbentuk cekung. Faktor penyebab utama longsor meliputi kondisi geologi berupa Formasi Wapulaka yang didominasi lempung, kemiringan lereng yang curam, peningkatan kadar air akibat curah hujan, serta aktivitas manusia seperti pembangunan jalan. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi mitigasi struktural dan nonstruktural, seperti pembangunan infrastruktur penahan lereng, penyusunan peta rawan bencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan pengurangan risiko bencana longsor di wilayah penelitian.
Pengaruh Dimensi Pipa terhadap Efisiensi Aliran Fluida: Pendekatan Hukum Poiseuille: Pengaruh Dimensi Pipa terhadap Efisiensi Aliran Fluida: Pendekatan Hukum Poiseuille Devi Marta; Ananda Afrilia Anggi; Ibnu Hajar Hamzah; Alifah Balqis Salamah; Nazwa Adhelia Salsabila; Syahrir; Siti Fatimah
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.262

Abstract

Hukum Poiseuille adalah prinsip yang membahas bagaimana air mengalir melalui pipa. Hukum ini menyatakan bahwa laju aliran fluida melalui pipa bergantung pada variasi panjang dan tinggi pipa. Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan pengaruh karakteristik panjang dan tinggi pipa terhadap waktu aliran fluida pada kondisi laminar, membandingkan pengaruh variasi tinggi dan panjang pipa terhadap laju aliran air, hubungan antara panjang dan tinggi pipa, dan perbedaan tekanan yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi pengukuran waktu aliran air melalui pipa dengan panjang yang bervariasi (berkisar dari 40 cm hingga 80 cm) dan tinggi (berkisar dari 10 cm hingga 30 cm). Data ini kemudian digunakan untuk menghitung laju aliran dan tekanan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan persamaan Poiseuille. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju aliran air berbanding terbalik dengan panjang pipa dan berbanding lurus dengan tekanan, yang konsisten dengan prediksi Hukum Poiseuille. Dengan demikian, percobaan ini berhasil menunjukkan hubungan antara diameter pipa, tekanan, dan laju aliran dalam sistem aliran laminar.

Page 12 of 13 | Total Record : 121