cover
Contact Name
Fauzi Rachman
Contact Email
fauzirachman.veteranbantara@gmail.com
Phone
+6285728585911
Journal Mail Official
pendidikansejarahunivet@gmail.com
Editorial Address
Univet Bantara Sukoharjo Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Keraton: Journal of History Education and Culture
Keraton: Journal of History Education and Culture Is a scientific journal that contains and disseminate the results of research, in-depth study, and the ideas or innovative work in the field of science and history education. The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal. History Education History literature Cultural studies Anthropology Social Studies Humaniora Multicultural Education Character Education Education Issues and Policy Curriculum Instructional Media and Model Teaching and Learning
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Pura Dharma Yanti di Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi (Studi tentang Sejarah, Struktur dan Fungsi Pura) Bachtiar, Adzam; Yudiana, I kadek; Mertha, I Wayan; Mahfud, Mahfud
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.4416

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi yang bertujuan untuk mengetahui :(1) Sejarah Pura Dharma Yanti; (2) Struktur Pura Dharma Yanti; (3) Fungsi Pura Dharma Yanti. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan (1) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Kritik sumber, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi penulisan sejarah. Berdasarkan temuan di lapangan Pura Dharma Yanti merupakan Pura pecahan dari Pura Dewata agung. Sebelum Pura Dharma Yanti di bangun, umat Hindhu yang bersembahyang di Pura Dharma Yanti masih ikut bersembahyang di Pura Dewata Agung. Pada tahun 2011 umat Hindhu yang berdomisili Sumberbulu sepakat untuk membangun Pura sendiri, hingga akhirnya pada tahun 2012 Pura Dharma Yanti di resmikan dan di pangku oleh bapak Sukaji anak kandung dari pemangku pertama Pura Dewata Agung. Struktur Pura Dewata Agung menggunakan konsep Dwi Mandala yang mana konsep ini membagi bagian Pura menjadi dua bagian yaitu Nista Mandala dan Utama Mandala. Fungsi Pura Dewata Agung dibagi menjadi tiga yakni, (1) Fungsi Religius; Pura merupakan tempat suci untuk memuja tuhan dengan berbagai manifestasinya sehingga pura merupakan tempat paling utama untuk melangsungkan aktifitas keagamaan (2) Fungsi Pendidikan; belajar membuat banten, penjor dan perlengkapan upacara lainnya yang dibuat oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Pura Dharma Yanti juga digunakan sebagai tempat pendidikan persantian dan juga pendidikan agama pasraman (3) Fungsi Sosial; Pura Dharma Yanti digunakan sebagai tempat musyawarah masyarakat yang ada disekitar pura, selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk menjadikan perekat solidaritas sosial dengan berinteraksi sosial melalui rapat ataupun musyawarah yang dilakukan di Pura Dharma Yanti (4) Fungsi Ekonomi; ketika ada acara penting masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan (5) Fungsi Budaya; Pura Dharma Yanti, setiap adanya upacara keagamaan di dalam pura masyarakat mengadakan atau memainkan alat musik tradisional yaitu ble ganjur.
Kajian Garap Musikal Reog Bulkiyo di Kabupaten Blitar Mujib Choirul Huda; Siswati
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.4837

Abstract

Jurnal berjudul “Kajian Garap Musikal Reog Bulkiyo di Kabupaten Blitar” mengungkap kajian garap musikal dari musik Reog Bulkiyo yang berkembang di Blitar, Jawa Timur. Dua permasalahan yang diungkap pada penelitian ini adalah: (1) Fungsi musik di dalam Pementasan Reog Bulkiyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan (2) Keterkaitan musik dengan sajian Reog Bulkiyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kedua persoalan tersebut dikaji melalui konsep garap dari Rahayu Supanggah, dan konsep fungsi menurut Merriam. Penelitian ini mengikuti tiga tahap proses penelitian kualitatif: pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa. Pertama, menjelaskan fungsi musik dalam pementasan Reog Bulkiyo. Kedua , Keterkaitan musik dengan sajian pementasan Reog Bukiyo. Garap instrumen musik Reog Bulkiyo terdiri atas pola-pola sederhana, karena tujuan utama pementasan bukan terletak pada garap musikalnya, namun terpenuhinya kebutuhan masyarakat untuk memroses mekanisme emosional atas kejadian lampau yang pernah terjadi.
Radio PDRI 1948-1949: Antara Propaganda dan Komunikasi Diplomatik Mustafa, Hanif Risa; Septi Utami
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.5073

Abstract

Kajian tentang radio masa revolusi di Indonesia menciptakan sebuah standarkesamaan bahwa radio merupakan sarana komunikasi satu arah untukmenyebarluaskan informasi ke masyarakat, termasuk dalam tujuan propaganda.Radio difungsikan sebagai alat perjuangan dalam mempertahakan kekuasaan.Sebagaimana gagasan Gramsci, kekuasaan diperoleh bukan hanya dengan jalankekerasan semata, tetapi juga melalui persuasi. YBJ-6 dan Radio Rimba Rayamerupakan dua di antara radio-radio yang digunakan pada masa PDRI dalamperjuangan revolusi. YBJ-6 dan Radio Rimba Raya difungsikan sebagai alat untukmempertahankan kedaulatan Indonesia. Tetapi apakah YBJ-6 dan Radio RimbaRaya hanya berfungsi untuk menyebarkan pesan perjuangan atau juga sebagaialat komunikasi diplomatik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan sejarah. Hasil pembahasan dan diskusi didapatkanbahwa radio-radio PDRI tidak hanya berfungsi sebagai penyebar pesanperjuangan dalam rangka memperoleh kepercayaan publik, tetapi juga alatberkomunikasi dalam rangka diplomasi pengakuan kedaulatan bangsa Indonesia.
Kehidupan Masyarakat Pasca Penutupan Lokalisasi Pakem Banyuwangi Tahun 2013 Setyoningrum, Wulandari; Nurullita, Hervina
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.5076

Abstract

Lokalisasi adalah tempat yang dikhususkan oleh pemerintah kota bagi pekerja seks komersial. Lokalisasi atau komplek pelacuran itu umumnya terdiri dari rumah kecil yang berlampu warna-warni, yang dikelola oleh mucikari atau germo. Para germo ini sering dipanggil dengan sebutan “mami dan papi”. Tempat tersebut disediakan tempat tidur, kursi tamu, pakaian dan alat-alat berhias, juga tersedia gadis-gadis dengan tipe, karakter dan suku bangsa yang berbeda. Prostitusi atau pekerja seks komersial (PSK) sebagai salah satu penyakit masyarakat mempunyai sejarah yang panjang sejak adanya kehidupan manusia, pekerja seks komersial (PSK) sebagai salah satu penyimpangan dari pada norma-norma perkawinan, dan tidak ada habis-habisnya yang terdapat di semua negara di dunia. Prostitusi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat sekitar lokalisasi khusunya pada bidang sosial. dalam penelitian ini merujuk pada dampak yang terjadi di masyarakat setelah penutupan lokalisasi Pakem Banyuwangi.
Perwujudan Serat Kalatidha dalam Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Surakarta Pramestia, Vinandhita Anjellya; Hoang Ha, Van Kim; Pramudawardhani, Ira; Rachman, Fauzi; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.5079

Abstract

Serat Kalatidha merupakan serat yang dianggap relevan dengan segala zaman yang memuat kritikan terhadap situasi menyimpang dari ajaran moral hingga disebut sebagai zaman edan. Salah satu contohnya adalah peristiwa Kerusuhan Mei 1998 di Surakarta. Tujuan penelitian ini sebagai penafsiran isi Serat Kalatidha dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998 yang terjadi di Surakarta sekaligus sebagai sarana pengingat akan zaman edan yang selalu ada pada setiap aspek kehidupan. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus tunggal dan menggunakan analisis linguistik semantik dan pragmatik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri dari mahasiswa, wartawan, organisasi, dan korban kerusuhan Mei 1998. Validasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber data dan metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, kerusuhan yang terjadi di Surakarta merupakan persilangan permasalahan politik mengenai berlangsungnya kekuasaan nasional bersinggungan dengan krisis moneter yang berlangsung cepat sehingga menimbulkan dampak yang menyengsarakan rakyat dan memicu tindakan amoral mengakibatkan terjadinya huru-hara yang sesuai dengan isi dalam Serat Kalatidha terutama bait ke-7.
Konflik dan Integrasi Palang Putih Nusantara (PPN) Kejawen Urip Sejati di Onggosoro, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Tahun 1992 hingga 2022 Angga, Vicky Verry
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v5i2.4410

Abstract

This article describes the history of the journey of PPN Kejawen Urip Sejati members in Onggosoro who experienced conflict until they reached an integration with their environment. Onggosoro residents have been involved in the embryonic organizations of PPN Kejawen Urip Sejati since the 1930s. Onggosoro residents were actively involved in social, cultural, economic and political activities in various embryonic organizations of PPN Kejawen Urip Sejati. In the 1990s, PPN Kejawen Urip Sejati was officially founded as an organization which was then followed by Onggosoro residents. The members of PPN Kejawen Urip Sejati in Onggosoro gave up their religious identity and chose to be believers. Conflicts with the general public cannot be avoided, until physical violence occurs against Kejawen Urip Sejati PPN members in Onggosoro. Kejawen Urip Sejati PPN members managed to make accommodation so that they were able to live in harmony and respect each other with their environment. This article is analyzed using the historical method which begins with the process of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography or writing. The sources of writing are obtained from interviews, journals, books, and online media.

Page 1 of 1 | Total Record : 6