Articles
101 Documents
KARAKTERISTIK IBU TERHADAP STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH UMUR 4-6 TAHUN
Dini Nur Afwani;
Intan Mugi Lestari;
Pinasti Mijil Pawestri;
Novia Andanda Plilasari;
Diyan Annisa Putri;
Anita Widiastuti
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8441
Pertumbuhan yaitu bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh, dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan yaitu bertambahnya struktur dan fungsi tubuh seperti gerak kasar, halus, bicara, bahasa serta sosialisasi kemandirian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan ibu dalam pemberian stimulasi perkembangan pada anak prasekolah. Metode penelitian ini melakukan pengambilan data dalam waktu yang bersamaan antara variabel bebas dengan terikat. Populasi penelitian anak umur 4-6 tahun dan sampel dengan total sampling sejumlah 47 ibu balita dan 47 balita. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan usia ibu usia reproduktif yaitu 37 (78,7%), pendidikan ibu SMA/SMK yaitu 28 (59,6%), serta pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 33 (70,2%). Hasil stimulasi perkembangan usia 4-6 tahun dari 47 balita didapatkan 29 (61,7%) balita kondisi stimulasi kategori baik. Masa lima tahun pertama merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai “masa keemasan” dan “jendela kesempatan”.
EVALUASI PELAYANAN KIA-KB
Winnie Tunggal Mutika;
Susiyana Susiyana;
Annisa Guntari Catur Putri;
Amalia Fajar Riyani;
Sisi Sadela
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8407
Puskesmas merupakan salah satu unit pelayanan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab dalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja tertentu. Upaya penurunan AKI dan AKB yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan PONED. Puskesmas Tajurhalang merupakan puskesmas PONED di wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah kasus yang cukup banyak, baik ibu dan bayi baru lahir maupun pasien umum. Tujuan program KIA adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya. Untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan dilakukan evaluasi. Salah satu tujuan dari evaluasi program KIA adalah untuk memantau perkembangan pelayanan KIA di tempat pelayanan. Dari segi sarana dan prasarana sudah lengkap namun ada beberapa alat yang tidak tersedia. Tidak ada dana operasional khusus yang diberikan untuk kegiatan PONED tetapi dana berasal dari operasional puskesmas dan dari jasa hasil tindakan di PONED, SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk pelayanan obstetric dan neonatal telah terpasang. Sejauh ini sosialisasi yang dilakukan berjalan dengan baik, sistem pelayanan juga sudah cukup baik akan tetapi karena banyaknya pasien dengan tenaga medis yang kurang maka dalam pemeriksaan kurang menyeluruh, sistem rujukan di Puskesmas Tajurhalang sesuai dengan alur rujukan yang telah di tetapkan, serta terdapat pencatatan pelaporan yang dibuat khusus untuk program PONED, dan diketahui berjalan dengan efektif. Tujuan penelitian evaluasi ini untuk menganalisis kesesuaian sistem pelayanan kesehatan rawat iinap dan PONED di Puskesmas Tajurhalang.Kata kunci : Puskesmas; PONED; KIA-KB
PUTIH TELUR AYAM KAMPUNG EFEKTIF MENYEMBUHKAN LUKA PERINIUM
Puji Hastuti;
Masini Masini;
Ayuningtyas Ayuningtyas;
Ribka Ita
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8465
Infeksi nifas merupakan morbiditas dan mortalitas ibu nifas. Salah satu masalah pada masa nifas yang banyak menimbulkan infeksi adalah robekan perineum Hal yang dapat mempercepat penyembuhan luka perineum antara lain dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein. Sumber protein tinggi adalah putih telur ayam. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui efektifitas konsumsi putih telur ayam kampung dan putih telur boiler terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Jenis penelitian ini adalah quasi experimen. Penelitian dilakukan pada ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat II berjumlah 34 orang yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi selama enam hari.Teknik pengambilan sampling dengan teknik Total Sampling. Semua ibu nifas dengan luka perineum derajat II semua sampel di beri putih telur ayam kampung untuk kelompok intervensi dan putih telur ayam boiler utuk kelompok kontrol.Tehnik pengumpulan data menggunakan ceklis observasi skala REEDA dan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menujukkan perbedaan yang signifikan terhadap efektivitas konsumsi putih telur ayam kampung pada kelompok intervensi dibanding konsumsi putih telur ayam boiler pada kelompok kontrol dengan nilai p-value 0,001 0,05.
RIWAYAT IBU BERSALIN KEKURANGAN ENERGI KRONIK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH
Lea Masan;
Yunida Haryanti;
Elvi Juliansyah
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8440
Kekurangan energi kronik (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tudak tercukupi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Riwayat Ibu Bersalin KEK dengan BBLR menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang melahirkan di RSUD Ade MDjoen Sintang Tahun 2020 berjumlah 900. Sampel sebanyak 277 diperoleh menggunakan rumus slovin eror tolerance 5%, Teknik sampling yang digunakan adalah Simple random sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Diketahui sebagian besar ibu bersalin mengalami Riwayat KEK 185 ibu (66,8 %), sedangkan sebagian kecil dari ibu bersalin yang tidak mengalami KEK sebagian besar bayi lahir tidak mengalami BBLR berjumlah 170 bayi (61,4 %), Hasil uji statistik chi square diperoleh p-value = 0,039 (α:0,05), maka disimpulkan ada hubungan Riwayat Ibu bersalin Kekurangan Energi Konis dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Ada hubungan yang signifikan antara Hubungan Riwayat Ibu Bersalin KEK dengan BBLR.
MOZAIK DAN PUZZLE MAMPU MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH
Ribkha Itha Idhayanti
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8226
Perkembangan motorik halus anak prasekolah sangat penting dilatih sejak dini karena ini adalah usia emas anak untuk dilatih dengan stimulasi perkembangan. Namun untuk menunjang hal itu dibutuhkan stimulasi yang baik. Salah satunya yaitu stimulasi perkembangan motorik halus yang memiliki tujuan untuk melatih kelincahan jari jemari anak. Teknik ketrampilan supaya bisa meningkatkan ketrampilan motorik halus dengan menggunakan mozaik dan Puzzle. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan perkembangan motoric halus dengan menggunakan media mozaik dan juga puzzle bagi anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan di wilayah RA Kebumen, Pringsurat Temanggung. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan teknik pegambilan data purposive samping. Sampel yang terbagi 18 responden dengan mozaik dan 18 responden dengan Puzzle. Hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon mozaik menunjukkan hasil 0,000 0.05 dan Puzzle 0.008 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh mozaik dan Puzzle terhadap peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Selanjutnya Uji Mann-Whitney ditemukan p value = 0.000 dan p0.05 yang berarti mozaik dan Puzzle sama sama mampu meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Dari hasil penelitian, mozaik maupun puzzle bisa menjadi rekomendasi kedepannya sebagai salah satu alternatif yang digunakan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah dengan melibatkan pengawasan orang terdekat
OPTIMALISASI BREASFEEDING SELF-EFFICACY DAN KEBERHASILAN MENYUSUI MELALUI ONLINE CLASS PERSIAPAN MENYUSUI: STUDI PADA IBU HAMIL DI MASA PANDEMI COVID-19
Diki Retno Yuliani;
Sumiyati Sumiyati;
Septerina Purwandani Winarso
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i1.8466
Pencapaian target ASI eksklusif di Indonesia dalam 3 tahun terakhir cenderung turun. Selanjutnya pandemi COVID-19 berdampak pada pembatasan akses pelayanan kesehatan, sehingga dibutuhkan upaya agar pencapaian ASI eksklusif di masa Pandemi COVID-19 menjadi lebih baik. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengaruh online class persiapan menyusui terhadap breastfeeding self-efficacy (BSE) dan keberhasilan menyusui. Desain penelitian quasi experiment. Sampel Penelitian ibu hamil trimester III di Kecamatan Baturraden sejumlah 38 orang dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan breastfeeding self-efficacy scale-short form (BSES-SF) dan lembar observasi data menyusui. Uji statistik menggunakan T-test, Mann-Whitney, Fisher dan Koefisien Kontingensi. Hasil yang diperoleh ada perbedaan BSE posttest, BSE delta dan penanganan masalah menyusui antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Responden yang mengikuti online class mempunyai kemungkinan 18,66 kali untuk menangani masalah menyusui sesuai manajemen laktasi. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh online class persiapan menyusui terhadap BSE dan penanganan masalah menyusui.
Pemberian Makanan Bayi dan Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Munawaroh Munawaroh;
Risma Aliviani Putri;
Wahyu Kristiningrum
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i2.9211
Program pemerintah untuk menurunkan angka kematian anak danmeningkatkan kualitas hidup anak salah satunya berfokus pada programpemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Menurut WHO dan UNICEF, lebihdari 50% kematian anak balita disebabkan karena kurang gizi dan karena praktikpemberian makanan yang kurang tepat pada bayi dan anak. Fenomena yangterjadi di masyarakat bahwa ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif lebihmemilih memberikan susu formula atau makanan tambahan pada bayi usiakurang dari enam bulan. Tujuan penelitian mengetahui proses pemberianmakanan pada bayi dan anak. Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknikpengumpulan data dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Informan utama yaitu ibu yang memiliki balita usia 0-24 bulan yang terdaftar di Posyandu pustu Bangsereh dan informan triangulasi yaitu bidan desa dan yangmembantu mengasuh. Instrumen berupa panduan wawancara dan lembar observasi. Hasil penelitian ini PMBA diberikan mulai dari baru lahir cukup ASI selama 6 bulan, dilanjutkan memberikan Makanan Pendamping ASI yangmendukung pertumbuhan optimal. Jenis makanan berupa menu keluargadengan olahan sendiri yang mengandung kecukupan zat gizi. Pada prosesPMBA peran ibu sangat penting dalam tahapan dan Proses PMBA di mulai dari ASI eksklusif dilanjutkan dengan memilih bahan, menyiapkan kemudianmenghidangkan makanan pendamping ASI.
Pemberian Kompres Daun Kembang Sepatu Sebagai Upaya Penurunan Suhu Bayi
Filawati Fila Filawati;
Riska Regia Catur Putri;
Affi Zakiyya
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i2.9182
KIPI menjadi penyebab umum kurangnya cakupan imunisasi dasar lengkap. Salah satu KIPI pasca imunisasi DPT-HB-Hib adalah demam. Penanganan demam yang mudah didapatkan yaitu dengan pemberian kompres daun kembang sepatu.Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh daun kembang sepatu terhadap penurunan suhu tubuh bayi yang mengalami demam pasca imunisasi DPT-HB-Hib di Puskesmas Parit Mayor Kota Pontianak. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment. Rancangan yang digunakan adalah pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang demam pasca imunisasi DPT-HB-Hib yang diberikan perlakuan kompres Daun Kembang Sepatu di daerah aksila dengan menggunakan teknik accidental sampling. Populasi berjumlah 136 bayi dan sampel sebanyak 19 bayi. Instrumen Penelitian menggunakan lembar observasi yang telah disetujui oleh Komisi Etik Poltekkes Pontianak. Penelitian ini sebelum diberikan intervensi nilai median suhu 37,8 (SD 0,165), setelah diberikan intervensi berupa kompres daun kembang sepatu nilai median suhu 37,3 (SD 0,227). Hal ini menunjukan selisih sebesar 0,50. Dari data dapat dilihat terdapat penurunan suhu demam pada bayi pasca imunisasi DPT-HB-Hib sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai P=0,000 (p 0,05). Kompres daun kembang sepatu mempengaruhi penurunan suhu pada bayi pasca pasca demam akibat KIPI imunisasi DPT-HB-Hib.
Efektivitas Menyusui Dini Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea
Eti Setyorini;
Rizky Amelia;
Agustin Setianingsih;
Hesti Kurniasih
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i2.8309
Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain makanan bergizi, istirahat yang meliputi rileks dan ketenangan pikirans erta hormonal yang meliputi frekuensi isapan bayi. Ketersediaan ASI yang lancar pada ibu menyusui akan membantu mensukseskan program ASI Eksklusif selama 6 bulan. Studi pendahuluan didapatkan 412 ibu nifas post sectio cessarea (SC) tidak melakukan IMD disebabkan karena multi faktor diantaranya nyeri post SC serta tidak dilakukan rawat gabung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh menyusui dini terhadap produksi ASI pada ibu nifas post SC. Penelitian ini dilakukan di RSUD Temanggung. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan pendekatan Postest With Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua ibu nifas dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Analisa data menggunakan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh menyusui dini terhadap produksi ASI pada ibu nifas post sectio caesarea. Bidan disarankan untuk meningkatkan program menyusui dini sebagai protap perawatan yang dilakukan mulai 6 jam pertama kelahiran, sehingga target ASI ekslusif dapat tercapai (Bayi sehat, tumbang berjalan dengan sempurna dan generasi penerus yang cerdas).
Efektivitas Teknik Rebozo dan Aromaterapi Mawar dalam Mengurangi Waktu Fase Aktif dan Nyeri Persalinan
Yuni Lestari;
Elma Marsita;
Taufik Hidayat;
Affi Zakiyya
Jurnal Sains Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jsk.v4i2.9198
Nyeri persalinan dapat menyebabkan peningkatan katekolamin, dimana hormonini dapat mengakibatkan gangguan kontraksi uterus, jika tidak dilakukanpenanganan akan meningkatkan risiko terjadinya partus lama. Metodenonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan lama kala 1fase aktif persalinan adalah dengan penggunaan rebozo dan aromaterapi mawar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain quasiexperiment dengan pre and post test only control group design. Sampelpenelitian sebanyak 30 responden, menggunakan consecutive sampling.Terdapat penurunan nyeri setelah pemberian teknik rebozo dan aromaterapimawar. Dan mean rank pengukuran lama persalinan terdapat perbedaan yangsignifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa pemberian teknik rebozo dan aromaterapi mawar lebihefektif mengurangi lama kala 1 fase aktif dan nyeri persalinan.