cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Implementasi Strategi Penemuan Kasus Tuberkulosis Berbasis Masyarakat di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar Tahun 2019 Tsarwa Auliah; Andi Surahman Batara; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.16

Abstract

Penemuan kasus tuberkulosis merupakan salah satu strategi dalam kegiatan penanggulangan tuberkulosis yang bertujuan untuk menemukan penderita. Penemuannya melalui serangkaian kegiatan sehingga dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis serta penularanya. Hasil pencatatan dan pelaporan dari Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar menunjukkan penemuan kasus baru yang ditemukan selama tahun 2018 terdapat 238 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh infromasi mendalam tentang implementasi strategi penemuan kasus tuberkulosis berbasis masyarakat di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu Pengelola Program Tuberkulosis, Kader Tuberkulosis, dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penemuan kasus tuberkulosis secara pasif yaitu suspek datang ke sarana kesehatan untuk memeriksakan kesehatannya, sedangkan penemuan kasus secara aktif yaitu dilakukannya pemeriksaan kontak serumah dan tidak serumah kepada warga yang mengalami gejala-gejala tuberculosis. Penjaringan yang dilakukan yaitu dengan cara mengajak sarana kesehatan lainnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kader, dan tokoh masyarakat tentang tuberkulosis. Disarankan kepada pihak Puskesmas Paccerakkang lebih melibatkan dan mengikutsertakan masyarakat dalam menemukan penderita dan para kader harus lebih aktif lagi dalam menemukan kasus agar penemuan kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Paccerakkang dapat maksimal dan mencapai target. 
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) oleh Remaja di SMA Muhammadiyah 7 Makassar Wilayah Kerja Puskesmas Rappokalling Kota Makassar Tahun 2020 Hasmi Rahmah; A. Rizki Amelia; Wardiah Hamzah
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.17

Abstract

Berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Makassar hanya terdapat 6 Puskesmas yang telah melakukan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), untuk capaian program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) pada Tahun 2018 cakupan kunjungan remaja ke Puskesmas baru mencapai 25,53%, sedangkan target Nasional sebesar 70%. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan (PKPR). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di SMA Muhammadiyah 7 Makassar berjumlah 206 orang, penarikan sampel dari populasi ini menggunakan tehnik accidental sampling di dapatkan 134 sampel. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05 menunjukkan nilai p-value untuk pengetahuan remaja sebesar p=0,959, motivasi remaja sebesar p=0,000, du ungan keluarga/orangtua sebesar p=0,014, dukungan petugas kesehatan sebesar p=0,000, aksesibilitas remaja sebesar p=0,797 dengan pemanfaatan (PKPR) oleh Remaja di SMA Muhammadiyah 7 Makassar Tahun 2020. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan PKPR, ada hubungan antara motivasi dengan pemanfaatan PKPR, ada hubungan antara dukungan keluarga/orangtua dengan pemanfaatan PKPR, ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan PKPR, dan tidak ada hubungan antara aksesibilitas dengan pemanfaatan PKPR. Sarannya adalah perlu adanya pemberian informasi melalui penyuluhan yang lebih intensif oleh petugas PKPR dan bagi Dinas Kesehatan Kota Makassar agar meningkatkan peran petugas kesehatan untuk lebih gencar dalam mempromosikan program PKPR. 
Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Puskemas Strategi Experiential Learning terhadap Knowledge Management Tenaga Kesehatan Puskesmas di Sulawesi Selatan Tahun 2019 Dinda Anggreni; Andi Mansur Sulolipu; Nur Ulmy Mahmud
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.18

Abstract

Pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses pembelajaran dalam organisasi yang mangarah pada perubahan sikap dan perilaku pegawai memenuhi harapan kualifikasi kerja dan tuntutan perkembangan organisasi baik internal maupun eksternal. Dalam penelitian ini, menggunakan metode belajar dengan strategi Experiential Learning dan Direct Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Puskesmas Strategi Experiential Learning Terhadap Knowledge Management Tenaga Kesehatan Puskesmas di Sulawesi Selatan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Total populasi 60 responden dan sampel 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 responden sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, analisis bivariat dan multivariate menggunakan uji t test dan kolerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh perencanaan (P1) p= 0,465>0,05, pelaksanaan (P2) p= 0,324>0,05, dan penilaian (P3) p= 0,084>0,05 strategi Experiential Learning terhadap implementasi Knowledge Management di puskesmas. Disarankan kepada peserta pelatihan dapat menambah wawasan tentang pengetahuan perencanaan (P1), pelaksanaan (P2), dan penilaian (P3) manajemen puskesmas dan mengembangkan penerapan Knowledge Management yang didapatkan di tempat pelatihan kepada karyawan puskesmas dengan membuatkan buku (modul) atau laporan untuk bahan bacaan karyawan di puskesmas.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Perkembangan Motorik Kasar Bayi Usia 6-24 Bulan Puskesmas Tempe Novi Awalyah Ruslan; Muhammad Khidri Alwi; Andi Nurlinda
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.19

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi, BBLR seringkali menyebabkan komplikasi, baik itu secara langsung setelah persalinan maupun jangka panjang. Komplikasi jangka panjang antara lain gangguan perkembangan; salah satu perkembangan pada anak yang mudah dipantau sejak dini adalah perkembangan motorik, yakni motorik kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 6-24 bulan di Puskesmas Tempe.  Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 92 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 92 anak. 48 anak (52,2%) yang memiliki riwayat BBLR. Pada perkembangan motorik kasar didapatkan 10 anak (10,9%) yang mengalami perkembangan motorik kasar tidak normal. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara BBLR dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 6-24 bulan di Pusekesmas Tempe, disebabkan  faktor yang mempengaruhi diantaranya pemberian ASI eksklusif, MP-ASI dan yang terpenting yakni pemberian stimulasi dini pada anak agar perkembangannya optimal. Bagi ibu  agar  menambah pengetahuan mengenai BBLR, dan memberikan stimulasi sesering mungkin kepada anak yang mengalami perkembangan tidak normal. Dan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi pelayanan kesehatan dengan cara melakukan tes screening motorik. Agar masyarakat khususnya keluarga lebih memperhatikan anak dengan BBLR dengan cara memberikan upaya kesehatan optimal serta memberikan motivasi kepada anak untuk dapat mencapai proses tumbuh kembang sesuai usianya. Untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan judul yang sama karena penelitian ini masih banyak kekurangan yang berhubungan mengenai BBLR dengan perkembangan motorik kasar bayi usia 6-24 bulan.
Karakteristik Kejadian Stunting di Wilayah Kecamatan Mariso Husnul Khatimah; Hasriwiani Habo Abbas; Nur Ulmy Mahmud; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.20

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis . Kejadian tersebut terjadi secara berulang ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan dibanding usia (TB/U) kurang dari standar yang telah ditentukan World Health Organization (WHO) Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) Sulawesi Selatan tahun 2015 yang dilakukan di 24 kabupaten/kota menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada tahun 2014 sebesar 34,5%. Mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 34,1%. Kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2017 mencapai 34,8%.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara spasial faktor determinan kejadian stunting pada balita di Kawasan Kumuh Kecamatan Mariso Kota Makassar Tahun 2020. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan Cross-sectional, dengan jumlah responden sebanyak 92 balita. Hasil penelitian diperoleh bahwa wilayah yang tertinggi stunting di kecamatan Mariso berada di Kelurahan Mariso, sedangkan umur yang paling banyak stunting di usia 12-36 bulan. Riwayat menyusui kategori kurang lebih banyak yang mengalami stunting di bandingkan dengan yang normal, sedangkan pada usia penyapihannya kategori kurang lebih banyak yang mengalami stunting di bandingkan dengan balita normal.
Faktor yang Berhubungan dengan Sasaran Penerapan Patient Safety Perawat Ruang Inap RSUD Lamadukelleng 2020 Andi Nur Azizah; Ella Andayanie
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.21

Abstract

Berdasarkan data yang didapatkan  pada saat observasi dan pengambilan data awal terdapat data pada tahun 2019 terkait pasien safety di RSUD Lamadukelleng Sengkang, dalam penerapan patient safety sudah terlaksana dengan baik tetapi masih ada indikator yang masih kurrang dalam penerapannya seperti pada pelaksanaan kepatuhan S-BAR dan TBAK pada Rekam Medis didapatkan data 52,23% dan yang tidak melakukan 47,77%. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan sasaran penerapan patient safety pada perawat diruang rawat inap RSUD Lamadukelleng Sengkang. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang ada diruang rawat inap berjumlah 116 orang, penarikan sampel dari populasi ini menggunakan tehnik non probability sampling di dapatkan dari rumus Slovin 90 sampel, tehnik analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05 menunjukkan bahwa nilai p-value untuk pengetahuan perawat p=0,181, sikap perawat p=1.000, fasilitas p=0,382 terhadapan  penerapan sasaran patient safety. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan ,sikap dan fasilitas terhadap sasaran patiet safety. sarannya adalah perawat perlu memerhatikan setiap indikator sasaran patient safety dalam penerapannya, dan perawat lebih berhati-hati dalam penanganan pasien sehingga tidak terjadi kesalahan yang berakibatkan risiko.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Kekambuhan Hipertensi pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Tahun 2020 Hidayati Nurhasana; Nur Ulmy Mahmud; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i2.22

Abstract

Hipertensi disebut “silent killer” karena biasanya orang yang menderita tidak mengetahui gejala sebelumnya dan gejala baru muncul setelah sistem organ tertentu mengalami kerusakan pembuluh darah. Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran pengetahuan dan sikap pencegahan kekambuhan hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Antang. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan jumlah populasi 645, teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 42 responden yang sensual dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran pengetahuan dan sikap pencegahan kekambuhan hipertensi pada penderita hipertensi yaitu dari 42 responden penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan tentang hipertensi dengan kategori cukup sebanyak 20 responden (47,6%), dan kategori kurang sebanyak 22 responden (52,5%) , dan berdasarkan gambaran sikap pencegahan kekambuhan hipertensi yaitu dari total 42 responden terdapat 15 responden (35,7%) yang masuk pada kategori baik, 18 responden (42,9%) yang masuk pada kategori cukup, dan 9 responden (21,4%) yang masuk pada kategori kurang.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assesment, Risk Control) pada Pekerja PT. Varia Usaha Beton Cabang Makassar Sri Ainun Muhtia; Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.29

Abstract

HIRARC atau Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control adalah upaya metode melakukan identifikasi terhadap bahaya yang digunakan suatu proses menentukan nilai risiko dan memasukkan kedalam kategori tingkat bahaya yang ada di tempat kerja serta menentukan pengendalian risiko yang digunakan pada setiap kegiatan prosedur yang ada di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di bagian produksi kerja PT. Varia Usaha Beton Makassar. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada di lingkungan kerja di PT. Varia Usaha Beton Makassar dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 32 responden yang ada dibagian produksi beton. Data dianalisis dengan menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakkteristik responden serta menganalisa setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi bahaya memiliki risiko sebanyak 75% sedangkan penilaian risiko di setiap kegiatan produksi beton terdapat tingkat risiko paling tinngi di kegiatan pengoperasian mesin sebanyak 20 WRAC dan tingkat risiko rendah di kegiatan perbaikan mobil truck sebanyka 02 WRAC. Pengendalian risiko yang ada di PT. Varia Usaha Beton telah menimalisir bentuk upaya terhadap bahaya dan risiko yang ada di lingkungan kerja produksi beton. Bagi pekerja yang ada dibagian produksi beton agar kiranya dapat disiplin menggunakan APD pada saat bekerja dan kepada pihak perusahaan agar kiranya lebih meningkatkan pengawasan K3 yang terkhusus di bagian produksi beton lebih meningkatkan budaya K3. Untuk peneliti selanjutnya agar lebih dalam menganalisis suatu potensi bahaya dan risiko bahaya yang ditimbulkan di suatu tempat kerja.
Analisis Segmentasi Pasar Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar Amaliah Amriani AS; Muh. Alwy Arifin; Dian Saputra Marzuki
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.30

Abstract

Persaingan di industri rumah sakit Indonesia semakin ketat, hal ini menuntut pihak manajemen rumah sakit bekerja lebih giat lagi, termasuk Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Segmentasi pasar perlu dilakukan agar rumah sakit dapat memfokuskan pelayanan kesehatan terhadap pasar tertentu sehingga terciptanya loyalitas pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi pasar berdasarkan karakteristik pengguna jasa pelayanan kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Total sampel sebanyak 99 orang di ruang rawat inap RS Islam Faisal Makassar dengan pengambilan sampe menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara dengan responden. Pengolahan data dilakukan dengan analisis distribusi frekuensi dan analisis cluster. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa karakteristik demografi pasar Rumah Sakit berada pada kategori umur dewasa (26-45 tahun), perempuan, memiliki ukuran keluarga sedang, tingkat pendidikan tinggi, tidak bekerja/ IRT dengan pendapatan keluarga kurang. Berdasarkan karakteristik geografi, memiliki lokasi tempat tinggal dalam Kota Makassar dan status tempat tinggal merupakan rumah milik sendiri. Berdasarkan karakteristik psikografi memiliki motivasi dan persepsi tinggi. Berdasarkan karakteristik perilaku, pola pencarian pengobatan ketika sakit sedang dan berat memanfaatkan pelayanan kesehatan sedangkan ketika sakit ringan cenderung untuk membeli obat di warung/ apotek, frekuensi pemanfaatan rumah sakit tinggi. Berdasarkan karakteristik yang didapatkan, segmentasi pasar di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar terbagi atas tiga segmen yaitu Hospital Aversion (34,3%), Hospital Care Minimizer (2,0%), dan Hospital Care Maximizer (64,6%) yang memiliki 10 karakteristik berbeda antar segmen yaitu umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, ukuran keluarga, lokasi tempat tinggal, status tempat tinggal, motivasi, pola penggunaan pelayanan kesehatan saat sakit ringan dan sedang, dan intensitas penggunaan rumah sakit.
Hubungan Gaya Hidup terhadap Risiko Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Anas Dwi Yulinar Burhan; Nur Ulmy Mahmud; Sumiaty
Window of Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i3.32

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah tekanan darah melebihi batas normal 120/80 mmHg. Pada usia lanjut tekanan darah akan cenderung tinggi sehingga lebih besar berisiko terkena hipertensi salah satunya disebabkan gaya hidup tidak sehat, misalnya kurang aktifitas fisik, pola tidur tidak teratur, dan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup terhadap risiko hipertensi pada lansia di Puskesmas Layang Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow, Sampel diambil dengan teknik sampling sebanyak 43 sampel yang memenuhi kriteria ekslusi. Metode analisis data menggunakan uji univariat untuk mendeskripsikan karakteristik resposden dan uji bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan gaya hidup berdasarkan aktifitas fisik memiliki nilai p = 0,356, variabel merokok (tidak bisa diuji karena data homogen), pola tidur memiliki p = 0,476, dan variabel stress dengan nilai p = 0,166. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan gaya hidup terhadap risiko hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Disarankan kepada masyarakat untuk mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat, terutama mengurangi atau bahkan berhenti merokok, melakukan aktifitas fisik, mengatur pola makan, dan lebih mengontrol keadaan stres secara baik serta pihak puskesmas perlu menindaklanjuti agar dapat mencegah dan meminimalisir kejadian hipertensi dengan mengendalikan faktor risiko.