cover
Contact Name
SYUKRI ALFAUZI HARLIS
Contact Email
syukrialfauzi@uinib.ac.id
Phone
+6281287883493
Journal Mail Official
al-aqidah@uinib.ac.id
Editorial Address
Kampus Lubuk Lintah, Jln. Prof. Mahmud Yunus padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL AL-AQIDAH
ISSN : 20860439     EISSN : 27464830     DOI : -
AL-AQIDAH contains the results of research on Philosophy, Islamic Philosophy and Thought . The main focus of the Jurnal includes: 1. Philosophy, 2. Islamic Philosophy, 3. Islamic Thought, 4. Theology, 5. Islamic theology, 6. Sufism.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
STRATEGI DAKWAH MOHAMMAD NATSIR: RESPON TERHADAP KRISTENISASI DAN NATIVISASI DI INDONESIA Rahmah, Nova Nur
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.723 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1567

Abstract

The evangelism and nativisation which is one of lack of aqidah which until today remains a da’wah challenge. Muhammad Natsir as one of the leading national and international has da’wah strategy to oversee the Muslim faith. This research focuses on the study of how the Mohammad Natsir’s da’wah strategy in response evangelism and nativisation.  This is a qualitative research with a historical approach analysis, and using techniques of data collection is the library research and interviews with DDII competent administrators as a primary source. As for other sources used are books, journals that discussed the history of evangelism and nativisation in Indonesia. The analysis method used in this study is an inductive. The type of this research is explanatory. The results of this study, concluded that M. Natsir’s da’wah strategy in response to evangelism and nativisation is to strengthen the Islamic faith in a way to make people aware their existence as a Muslim and aware their missionary challenge through education, da’wah fardhiyah, structural da’wah,and cultural da’wah. The steps are chosen is to educate every Muslim and to unite ummah in the middle of Indonesian diversity. Keywords: Da’wah, Strategy, Evangelism, Nativisation.
PARADIGMA KEILMUAN UMAT ISLAM Wahyuni, Dwi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.604 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1568

Abstract

Kemajuan sains dan teknologi yang terus dikembangkan dan diperbaharui di Barat, memberikan dampak langsung bagi bangsa muslim. Ini menyadarkan bangsa muslim akan pentingnya sains dan teknologi tesebut. Ketika bangsa muslim harus dihadapkan kepada persoalan yang berbeda. Barat telah menuntaskan pertentangan antara visi sekuler dari sains dan visi religius dari agama. Celakanya, Barat memilih untuk menyampakkan agama. Hingga kini masih terjadi perdebatan yang berkepanjangan, patutkah muslim meninggalkan warisan agama semata demi keperluan sains dan teknologi, sebagaimana yang terjadi di Barat. Paradigma ilmiah yang telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an ternyata tidak berbeda jauh dengan epistemologi modern mengenai sains dan teknologi yang telah dikenal sekarang ini. Sejak berabad lalu Al-Qur’an mendeteksi pentingnya sinergitas antara Empirisme (as-sam’ dan al-abshar) dan Rasionalisme (Al-Af’idah). Umat Muslim masa kini perlu segera menyadari kenyataan bahwa sains dan teknologi adalah bagian integral dari Islam, selain juga berarti warisan untuk seluruh umat manusia.
COVID-19: Pespektive Kalam Dalam Takdir Antara Qadariyah Jabariyah dan Tawakal Harlis, Syukri Alfauzi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.038 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1569

Abstract

Wabah Covid-19 berkembang begitu cepat ditengah-tengah kehidupan masyarakat dunia, kehadirannya membuat kepanikan yang begitu dahsyat, karena ancamannya yang tidak main-main, yang dapat berujung kepada kematian. Semua lini mengambil peran untuk dapat menghentikan laju perkembangan efek dari virus ini, hingga penghentian aktifitas keramaian, termasuk peribadatan di dalam rumah ibadah. Sebagian dari kalangan umat Islam,   dengan adanya kebijakan penghentian kegiatan peribadahan di rumah ibadah tersebut menganggap suatu hal yang sangat berlebihan dan menyalahi prisnsip keyakinan kepada Allah SWT, dan tidak percaya kepada takdir serta tidak mencerminkan ketwakalan sebagai seorang hamba, pada akhirnya melahirkan sikap pengabaian terhadap arahan-arahan umara dan ulil amri, dalam hal ini pemerintah dan ulama. Maka untuk memberikan titik terang dan mampu memahami perspektif ahlu sunnah wal jama’ah dalam persoalan takdir, maka keadaan ini perlu dideskripsikan, kemudian diberikan analisis konseptual terkait persoalan takdir dalam perspektif Qadariyah, Jabariyah dan konsep tawakal.Kata Kunci: Covid-19, Qadariyah, Jabariayah, Tawakal.
HIGHLIGHTS OF SEVERAL WORKS ON METAPHYSICS AND TASAWWUF Wirman, Metsra
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.562 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1564

Abstract

This article is a summary of the important points in the subject of philosophy of science, especially, Metaphysics idea or in Islamic sense. It calls as “Tasawwuf” (Islamic metaphysics). From several works, for instance, Immanuel Kant’s Prolegomena to Any Future Metaphysics, S.M.N al-Attas’s Islam and the Philosophy of Science, and Nūr al-Dīn al-Rānirī’s Latā’if al-Asrār li Ahli Allah al-Aṭyār. From these three books, here is the highlight in order to understand their views on Metaphysics and Tasawwuf. The survey aims to analyze and compare their views, particularly on pertaining on Metaphysics. The study was found that Metaphysics, deals in general with questions about the nature of reality. The Sufis took the same position as the philosophers and the theologians in affirming the reality of thing that constitute the world, and hence also the reality of the world, as established, in contradiction to the Sophists. But the Sufis attested further, in significant contrast to the philosophers and the theologians, that in addition to existence in the above sense, that is, as a pure concept, and based upon clear mystical revelation and true intuition founded upon the authority of the Holy Qur’an and the tradition as well as upon reason and experience.  Keywords: Epistemology, Metaphysics, Philosophy of Science, Reality, Sufism (Tasawwuf), Truth.
IMPLEMENTASI VIRTUE ETHICS ARISTOTELES DI ERA KEKINIAN Yulanda, Atika
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.958 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1570

Abstract

Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan potensi akal sehingga berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya. Dengan adanya potensi akal yang diberikan kepada manusia, makai a mampu membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Membedakan mana perbuatan yang sesuai dengan ajaran Islam dan yang menyimpang dari ajaran Islam. Namun, dewasa ini telah banyak ditemukan kejanggalan dalam tingkah laku manusia. Mereka kadangkala tidak ubahnya seperti makhluk lain yang tidak mempunyai akal. Akhlak manusia sekarang ini telah jauh berbeda dari ajaran Islam, bagaimana mereka seharusnya bersikap dengan orang tua dan lingkungan. Salah seorang tokoh Filsuf Yunani Kuno yaitu Aristoteles telah mengemukakan bagaimana seorang manusia dalam bertingkah laku dan bersikap. Etika keutamaan yang digagas oleh Aristoteles ini berupaya untuk membawa manusia kepada kebahagiaan yang hakiki dan mampu menjadi manusia yang sempurna. Etika keutamaan dilakukan dengan cara memilih jalan tengah antara dua ekstrim. Misalnya sikap penakut dan pengecut, maka jalan tengahnya yaitu berani. Selain itu, etika keutamaan Aristoteles dapat di implementasikan dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Bagaimana akhlak manusia sekarang, apakah telah sesuai dengan akhlak Rasulullah atau tidak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dimana penulis mencari dan mengolah sumber-sumber primer yang berasal dari karya Aristoteles dan juga sumber sekunder yang berhubungan dengan topik yang diteliti. Kata Kunci: Manusia, Aristoteles, Etika Keutamaan
FILOSOFI SOSIOLOGIS GLOBALISASI DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS KEAGAMAAN: INTERPRETASI GERAKAN HT Aulya, Aidil
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.891 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1565

Abstract

Artikel ini membuktikan ambiguisitas dan ambivalensi identitas HTI dalam menyikapi globalisasi yang dibuktikan dengan beberapa variabel. Ideologi khilafah yang menjadi misi HTI membawa konsep diferensialisme kultural. Artikel ini menggunakan teori globalisasi Appadurai (1996), yang menjelaskan unsur-unsur globalisasi, yaitu, Pertama, ethnoscape (orang). Kedua, technoscape (teknologi). Ketiga,  financescape (modal). Keempat, mediascape (gambar). Kelima, ideoscape (ideologi) yang merupakan idealitas yang bersifat politis yang berhubungan langsung dengan misi global yang diusungnya. Temuan dalam artikel ini yaitu: Pertama, an-Nabhani sebagai pendiri dan sekaligus ideolog Hizbut Tahrir menyerukan homogenisasi kultural dan politik dalam bentuk daulah Islam. Kedua, ideologi tertutup yang digunakan oleh HTI menyebabkan akan terjadinya perbenturan dengan ideologi lainnya. Ketiga, penguasaan terhadap media dan teknologi merupakan instrumen utama dalam penyebaran ideologi HTI. Keempat, terjadi ambiguisitas sikap dan identitas HTI ketika berhadapan dengan identitas kultural yang bersifat lokalitas.Kata Kunci: Globalisasi; HTI; identitas
PERMASALAHAN BANGSA DALAM PERSPEKTIF ADAB SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Saleh, Akhmad Hasan
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.593 KB) | DOI: 10.15548/ja.v12i1.1566

Abstract

Loss of Adab! Kata ini menjadi sangat familiar didengar ditelinga para akademisi yang gemar dengan dunia pemikiran dan pendidikan beberapa tahun belakangan ini. Menurut Prof. Syed Naquib Al-Attas (SMN Al-Attas) bahwa loss of adab adalah akar masalah bangsa saat ini. Prof. Syed Muhamad Naquib Al-Attas-lah yang telah mengungkapkan kata ini sebagai inti masalah manusia saat ini. Beliau mengungkap tiga hal yg menjadi akar masalah umat: Pertama adalah Ilmu yg rusak. Kedua, loss of adab (hilangnya adab). Ketiga, kemunculan pemimpin palsu. Hilangnya adab menyebabkan perilaku manusia yang menyimpang dan keluar dari fitrah kemanusiaannya. Hal ini yang menyebabkan munculnya berbagai masalah seperti kemiskinan, pengangguran, kejahatan, kriminalitas, korupsi, bencana alam, dll. Hilangnya adap pada TuhanNya, hilangnya adab pada sesame manusia, hilangnya adab pada orang tua, adab pada alam semestas, adab dalam berbsnis, adab dalam bekerja, dan lain sebagainya.Prof. Syed M.Naquib al-Attas menyetakan bahwa ini menyebabnya adalah cara pandang yang salah terhadap realitas. Realitas hanya dibatasi pada realitas empiris saja. Ini yang menyebab manusia tidak merasa “diawasi” oleh TuhanNya, tidak merasa bahwa Tuhan itu ada. Realitas yang non-empiris tidak dianggap. Inilah cara pandang realitas yang salah, dan inilah yang menyebabkan loss of adab ini terjadi.Solusinya adalah ada pada cara pandang (wordview). Al Attas menyatakan bahwa cara pandang, sikap dan etika seorang Muslim dikendalikan oleh pemikirannya dalam memahami realitas di alam ini, baik realitas fisik maupun metafisik. Seorang Muslim yang memiliki visi keakhiratan memiliki perspektif berbeda dengan orang yang bervisi keduniawian semata dalam melihat setiap realitas dalam kehidupan. Dengan cara pandang yang mengedepankan keakhiratan menjadikan manusia lebih beradab. Dan adab didapatkan melalui pendidikan yang benar dan berkurikulum akhirat bukan hanya dunia. Kata Kunci: Loss of adab, Wordview, Permasalahan Bangsa, dan Realitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7