cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
INTERVENSI PSIKOLOGIS PADA PEMEROLEHAN BAHASA ANAK Halim Purnomo
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5486

Abstract

Abstract: Secara psikologis pemerolehan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh komunitas di mana dia sering berada. Gaya bahasa yang akan digunakan anak sebagai alat komunikasi hasil dari apa yang sering didengar dan disaksikan. Bahasa bagi anak merupakan ciri khas wujud perkembangan diri anak secara spontan. Untuk memperoleh suatu bahasa, anak mempelajarinya melalui berbagai proses. Oleh karena itu secara umum anak-anak dapat belajar bahasa melalui media bahasa baik secara langsung maupun tidak langsung. Media langsung yang maksud merupakan media yang diberikan oleh orangtua, guru maupun tutor. Sedangkan media tidak langsung merupakan media yang diperoleh oleh anak biasanya pada saat berinteraksi dengan teman sebaya, mendengar dan menyaksikan dari media televisi maupun media lainnya serta pemerolehan bahasa dari aspek pendengaran yang diterima tanpa disadari, anak akan menerima apa yang didengar.Kata Kunci: Corak dan warna bahasa anak, media belajar bahasa anak Abstract: Psychologically, the acquirement of children’s language hardly influenced by the community where the children are. The language’s styles which will be used as the communication tool is the results of the hearing process and what the children have been seen. The language for children is a character of skills that grow in themselves spontaneity, without real effort or formal instruction, then it usually uses without understanding the basic logic. For acquiring a language, children have to learn it through various processes. Therefore, generally, children’s language can be acquired from various media, it can be direct or indirect media. The direct media means media which has been given by parents, teachers or facilitator directly. And on the other hand, indirect media is media that has been acquired by children in general. For example when the interaction was being held; hearing or seeing from television or the other indirect media. Then, acquiring the language from the hearing aspect that has been accepted without realizing it, and children will accept what they have heard.Keywords: children's language style, children's language learning media.
MEDIA SOSIAL DAN PERDEBATAN BARU WACANA GENDER SERTA PENYELSAIANNYA DALAM PERPSEKTIF ISLAM Ach Tijani
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5455

Abstract

Abstract: Media sosial adalah ruang sosial digital baru bagi masyarakat dunia yang berisi berbagai macam perbincangan, termasuk perbincangan gender. Kajian ini akan mengulas perdebatan baru persoalan gender di media sosial. Kajian ini menggunakan analisa filosofis dan penyelesaian dalam perspektif Islam. Melalui analalisis filosofis, diketahui bahwa dalam media sosial terdapat problem toxic of masculinity dan over feminity yang melanggengkan problem gender dari ruang faktual ke ruang virtual. Islam memberikan tawaran yang sangat optimis agar tetap tidak beranjak dari media sosial dengan menggunakan tiga prinsip dasar yaitu, rational, emperical inquiry dan morality.Keywords: Media Sosial, Gender, Maskulinitas, Feminitas
AGAR TIDAK LAGI BERSELUBUNG KABUT ASAP Membangun Karakter Ramah Lingkungan Pada Komunitas Belajar Anak Usia Sekolah Melalui Pendekatan Behavioritik Masmuri Masmuri
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5491

Abstract

Abstrak: Kabut asap yang meresahkan masyarakat hampir di tiap tahunnya, akibat pembakaran hutan dan lahan yang muncul sebagai konsekuensi dari human error, mengisyaratkan tentang betapa signifikannya komunitas-komunitas belajar pada hari ini dapat menyumbangkan perannya dalam membangun karakter ramah lingkungan. Disebut demikian, karena komunitas-komunitas belajar yang ada sekarang, sejauh ini masih belum cukup optimal dalam mengembangkan karakter ramah lingkungan, sementara tuntutan dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini dalam kehidupan masa depan khususnya yang berkaitan dengan krisis lingkungan disadari akan sangat komplek. Era globalisasi yang disebut-sebut mendukung industrialisasi, sulit memungkiri ikut bertanggung jawab pada terjadinya eksploitasi alam besar-besaran. Karena itu, jika generasi saat ini tidak dibangun karakter ramah lingkungannya sejak sekarang, sebagai pelaku-pelaku industri di masa depan, maka dapat diramalkan kasus-kasus karhutla dan berbagai bentuk kasus pengrusakan lingkungan lainnya sangat mungkin berulang dan makin parah. Dalam membangun karakter ramah lingkungan ini, pendidik di komunitas-komunitas belajar dapat mempertimbangkan pendekatan behavioristik yang dapat mereka aktualisasikan dalam pembelajaran. Inilah yang menjadi fokus dari artikel ini.Kata Kunci: Karakter Ramah Lingkungan, Pendekatan Belajar Behavioristik, Komunitas-komunitas Belajar Abstract: The haze that is disturbing the community almost every year, due to the burning of forests and land which arises as a consequence of human error indicates how significant learning communities today can contribute to their role in building eco-friendly character. It’s because the learning communities are still not optimal enough in developing eco-friendly character, while the demands and challenges faced by the generation now in the future life especially those related to environmental crises are realized to be very complex. The era of globalization which supports industrialization, it is difficult to deny taking responsibility for the occurrence of massive natural exploitation. Therefore, if the generation is not built eco-friendly character from now, as industry players in the future, it can be predicted that the cases of forest and land fire and various other forms of environmental destruction are very likely to recur and get worse. In building this eco-friendly character, educators on learning communities can consider a behavioristic approach that they can actualize in learning. This is the focus of this article.Keywords: Eco-friendly Character, Behavioristic Learning Approach, Learning Communities
METODE MENDIDIK AKHLAK ANAK DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Mhd Habibu Rahman
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5459

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menyajikan tentang pentingnya pendidikan akhlak anak. Pendidikan akhlak merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan untuk menanamkan perilaku baik kepada setiap anak. sebagaimana ciri khas dari pendidikan Islam yang dikemukan oleh Imam Al-Ghazali yang lebih maenekankan pentingnya menanamkan nilai moralitas yang dibangun dari basic pendidikan akhlak Islami. Mengingat pentingnya akhlak ditanamkan kepada anak sejak dini oleh sebab itu pada penelitian ini yang menjadi rumusan masalah yaitu: bagaimana konsep pendidikan akhlak untuk anak menurut Imam Al-Ghazali, bagaimana kecenderungan pemikiran imam Al-Ghazali, dan bagaimana metode mendidik akhlak anak dalam perspektif Imam Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis pedagogis, adapun sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder, dan analisis data dilakukan dengan teknik cotent analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pendidikan lebih cenderung pada pendidikan moral dengan pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat keutamaan pada anak didik, metode yang dapat digunakan dalam mendidik anak dengan cara langsung dan tidak langsung seperti menerapkan pembiasaan dalam peribadatan, dan menceritakan kisah-kisah akhlak mulia.Kata Kunci: Pendidikan Akhlak Anak, Imam Al-Ghazali Abstract: This paper presents the importance of children's moral education. Moral education is a conscious effort made to instill good behavior in every child. as a characteristic of Islamic education that was raised by Imam Al-Ghazali who emphasized the importance of instilling morality values which were built from basic Islamic moral education. Given the importance of morals instilled in children from an early age, therefore in this study the problem formulation is: how is the concept of moral education for children according to Imam Al-Ghazali, how is the tendency of Imam Al-Ghazali's thinking, and how is the method of educating children in the perspective of Imam Al -Ghazali. This research is a library research (library research). The approach used in this research is a pedagogical historical approach, while the source of data consists of primary and secondary data, and data analysis is performed by cotent analysis techniques. The results of the study state that Imam Al-Ghazali's thoughts about education are more likely to be moral education by fostering character and instilling virtue traits in students, methods that can be used in educating children in direct and indirect ways such as applying habituation in worship, and tell stories of noble morals.Keywords: Childhood Education, Imam Al-Ghazali
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM NATIONAL COUNCIL OF TEACHERS OF MATHEMATICS (NCTM) PADA ANAK Maulidya Ulfah; Lisa Felicia
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5642

Abstract

Abstrak: Pengenalan pembelajaran Matematika pada anak merupakan kegiatan yang sangat penting untuk perkembangan anak. NCTM dan NAEYC menegaskan bahwa pendidikan matematika yang berkualitas tinggi, menantang dan mudah dipahami untuk anak usia 3-6 tahun merupakan dasar yang sangat penting untuk masa depan anak. Oleh karena itu, anak sejak dini perlu dikenalkan atau bahkan diajarkan tentang matematika permulaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hakekat pembelajaran matematika untuk anak usia dini, mengetahui pendidikan matematika terpadu, memahami prinsip pembelajaran matematika menurut NCTM pada anak, memahami standar pembelajaran matematika menurut NCTM untuk anak dan memahami kemampuan berhitung permulaan pada anak. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka tentang NCTM. Hasilnya bahwa NCTM memberikan 6 prinsip dasar yang harus dimasukan secara serius kedalam program matematika di sekolah yaitu prinsip kesetaraan, kurikulum, pengajaran, pembelajaran, penilaian dan teknologi. Pengalaman matematika merupakan ketrampilan dasar pada anak yang meliputi mencocokkan, mengelompokkan dan mengurutkan. Dalam NCTM terdapat 5 standar isi matematika pada anak usia dini yaitu bilangan, geometri, pengukuran. Standar dan Prinsp pembelajaran matematika pada anak usia dini secara internasional telah terdokumentasikan dalam NCTM. Oleh karena itu pendidik hendaknya menerapkan prinsip dan standar tersebut sehingga tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai dengan mudah. Kata Kunci: NCTM, Pembelajaran, Matematika, Anak
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN PESISIR MELALUI PENGUATAN INDUSTRI KECIL RUMAH TANGGA (Study pada Perempuan sebagai Kepala Keluarga di Desa Mendalok Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat) Nur Hamzah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5463

Abstract

Abstrak: Data dan fakta tentang kemiskinan manusia Indonesia tentu menyimpulkan bahwa perlu ikhitiar percepatan yang sistematis, berkelanjutan dan tepat sasaran agar penduduk Indonesia tidak rentan terhadap dampak negatif kemiskinan. Dalam program pengentasan kemiskinan, biasanya pemerintah atau kelompok masyarakat menfokuskan hanya pada keluarga dan kurang memperhatikan unsur perempuan. Padahal perempuan dalam struktur kemiskinan menjadi salah satu individu yang rentan mengalami dampak negatif kemiskinan. Berangkat dari hal tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat pada mahasiswa FTIK IAIN Pontianak diarahkan melakukan pendampingan pada perempuan miskin. Kegiatan didahului dengan pemetaan persoalan, FGD dan mengumpulkan seluruh resouce agar terlibat aktif pada pendampingan. Kegiatan dilakukan dengan mengadakan pelatihan life skill berbasis industri rumah tangga. Adapun hasil jangka pendek dari program ini yaitu: terbukanya kesadaran bahwa keadaan kesejahteraan dapat dirubah, meningkatnya kapasitas diri, lalu  bertambahnya kecakapan  pribadi  (life skil)l  tentang home industry  dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia disekitar dan murah , berikutnya bertambahnya alternatif usaha untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan terbukanya peluang usaha baru. Dalam jangka panjang diprediksi meningkatkan income dalam keluarga, meningkat kesejahteraan keluarga dan terkahir adalah tercipta dan semakin menguatnya kesetaraan gender dalam keluargaKata Kunci: Pemberdayaan, Perempuan Pesisir Abstract: Data and facts about Indonesian human poverty certainly conclude that there is a need for systematic, sustainable and targeted acceleration efforts so that the Indonesian population is not vulnerable to the negative effects of poverty. In poverty alleviation programs, usually the government or community groups focus only on the family and pay less attention to the elements of women. Whereas women in poverty structure are one of the individuals who are vulnerable to the negative effects of poverty. Departing from this, the Field Work Lecture (KKL) which is a form of student service to the community at the Pontianak IIK FTIK students is directed to provide assistance to poor women. The activity was preceded by mapping the issues, FGDs and gathering all resources to be actively involved in the assistance. The activity was carried out by organizing home industry-based life skills training. The short-term results of this program are: opening awareness that welfare conditions can be changed, increasing self-capacity, then increasing personal skills (life skills) about home industry by utilizing raw materials available around and cheap, then increasing alternative business to improve welfare family and opening new business opportunities. In the long run it is predicted to increase income in the family, increase family welfare and finally will be created and the strengthening of gender equality in the family.Keywords: Empowerment, Coastal Women
PENERAPAN KONSEP PENDIDIKAN LUKMANUL HAKIM DALAM KELUARGA Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5630

Abstract

Abstract: Parenting and education for early childhood, in the era of Industrial 4.0 and the era of Society 5.0,  can not be done with conventional and classical approaches, because in this era occurs a rapid industrial revolution (speed), change suddenly, Unfriendly with slowly, and unpredictable, which produces many sophisticated industrial products, and also affects the social change drastically.  This research uses an explanation method based on library research, with the following steps: Identifying, reviewing, studying, analyzing, and syntactic the implementation of the family education concept Based on Q.S. Lukman (31): 12-19. Family education concepts based on Lukmanul Hakim that can be applied are as follows: (1). Introducing the creator (2). Introducing the origin of humans and their own (3). Teaching science as the basis of argumentation, (4). Introducing the law of causality, (5). Training and making habitual to prayer, (6). Training and making habitual to amar ma`ruf nahi munkar, (7). Training the patience, (8). Training to caring for others, (9). Training the children not to be arrogant or humble (10). Training the children live modestly, (11). Training children for good manners or politeness. The methods and models used are adapted to the material to be delivered.Keywords: Education Concept, Lukmanul Hakim, Family Abstrak: Pengasuhan dan pendidikan anak di era Industri 4.0 dan Era Society 5.0 tidak dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional dan klasikal, karena pada era ini terjadi sebuah revolusi industri yang sangat cepat (speed), berubah mendadak (suddent change), tidak bersahabat dengan yang lambat (unfriendly with slowly), masa depan yang susah untuk diprediksi (unpredictable), yang menghasilkan banyak produk hasil industri yang canggih (sophisticated) dan berdampak pula pada perubahan sosial masyarakat yang drastis.  Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif didasarkan pada  studi pustaka (library Research), dengan langkah-langkah sebagai berikut : Mengidentifikasi, Mengkaji, Mendalami, Menganalisis dan sintaksis penerapan konsep pendidikan Lukmanul Hakim berdasarkan pada Q.S. Lukman (31):12-19 pada keluarga. Konsep pendidikan Lukmanul Hakim yang dapat diterapkan dalam keluarga, adalah sebagai berikut: (1) Mengenalkan pengetahuan tentang sang pencipta; (2) Mengenalkan pengetahuan tentang diri dan asal usul manusia; (3) Mengajarkan ilmu pengetahuan sebagai landasan argumentasi dalam menjalani kehidupan; (4) Mengenalkan dan mengajarkan kepada anak pengetahuan tentang hukum sebab akibat (hukum kausalitas); (5) Melatih dan membiasakan sholat; (6) Melatih dan membiasakan beramar maruf nahi munkar; (7) Melatih dan membiasakan anak untuk bersabar; (8) Melatih dan membiasakan anak untuk memiliki kepedulian kepada sesama; (9) Melatih  dan membiasakan anak untuk tidak memiliki sifat sombong dan angkuh; (10) Melatih dan membiasakan anak untuk hidup bersahaja; (11) Melatih dan membiasakan anak untuk memiliki sopan santun. Adapun metode dan model yang digunakan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.Kata Kunci: Konsep Pendidikan, Lukmanul Hakim, Keluarga
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL DAN INTRAPERSONAL MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK DI TK ZULHIJJAH MEDAN Armanila Armanila
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5480

Abstract

Abstract: The objective of this research is to know the increasing interpersonal and intrapersonal intelligence of early childhood (5-6 years old) through thematic learning. This study was conducted of the first semester of Zulhijjah kindergarten in 2014 academic year. The methodological of this research was used classroom action research method by applied”Kemmis and Taggart”model and used two cycle, which consist of four steps as follows: 1) planning, 2) implementation, 3) observation, 4) reflection. The point of new of this study is 10 children of B class at Zulhijjah kindergarten Medan. Based on the concept of classroom action research that has mixed paradigma method, namely quantitative and qualitative research methods. The quantitative data was analyzed by using t-test, paired samples (t-paired samples) to know of increasing of interpersonal and intrapersonal intelligence before and after done the action, then to show the difference each cycles. And qualitative data was analyzed based in the observation result that has done. The result of this research shows that there is a significant different in increasing interpersonal and intrapersonal intelligence through thematic learning in pre and post assesment. After counted the data that had found from the field by using t-test formula, the result of counting is as follows: 1) interpersonal intelligence of t-test= -19,844 lower than t-table= 2,262. 2) intrapersonal intelligence of t-tes= -18,253 lower than t-table= 2,262, by that, it can be told that, there is an increasing between the first and in the final assesment in the level of confidence /trust 95% to interpersonal and intrapersonal intelligence. It can be seen in pre-action too, which average value of interpersonal intelligence as big as 40,62%, then in cycle I increase to 64,79%, and in the final cycle II has been reached 80,41%. From the finding of the research can be concluded that to increase interpersonal and intrapersonal intelligence of early chilhood (5-6 years old) need to pay attention the thematic learning that is used.Keywords: interpersonal, intrapersonal intelligence, thematic learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal anak usia dini (5-6 tahun) melalui pembelajaran tematik. Penelitian dilakukan pada Taman Kanak-kanak Zulhijjah Medan selama semester pertama tahun pembelajaran 2014. Secara metodologi penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menerapkan model”Kemmis dan Taggart”dalam dua siklus, dengan tahapan sebagai berikut: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang anak kelas B di Taman Kanak-kanak Zulhijjah Medan. Sesuai dengan tuntunan penelitian tindakan kelas, maka diterapkan metode penelitian berparadigma ganda yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji-t, sampel berpasangan (t-paired samples) untuk mengetahui peningkatan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal sebelum dan sesudah dilakukan tindakan, serta melihat perbedaan pada tiap-tiap siklus, sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan hasilobservasi yang telah dilakukan.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa adanya perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal melalui pembelajaran tematik, pada assesmen awal dan assesmen akhir, setelah dilakukan penghitungan dengan menggunakan uji-t, maka hasilnya adalah sebagai berikut: 1) t-hitung kecerdasan interpersonal= -19,844 lebih kecil dari nilai t-tabel= 2,262, 2) t-hitung kecerdasan intrapersonal=-18,253 lebih kecil dari nilai t-tabel= 2,262 dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat  peningkatan antara assemen awal dan assesmen akhir pada tingkat kepercayaan 95% terhadap kecerdasan interpersonal dan intrapersonal. Hal ini juga terlihat pada pra tindakan dengan nilai rata-rata kecerdasan interpersonal sebesar 40,62% lalu pada siklus I meningkat menjadi 64,79%, dan diakhir siklus II telah mencapai 82,70% demikian juga pada kecerdasan intrapersonal yaitu memiliki nilai rata-rata pada pra tindakan sebesar 43,95% lalu pada siklus I meningkat menjadi 63,75% dan diakhir siklus II telah mencapai 80,41%. Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal anak usia dini (5-6 tahun) perlu memperhatikan pembelajaran tematik yang digunakan.Kata kunci: kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, pembelajaran tematik.
Dampak Kekerasan Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis Anak dalam Keluarga Jaja Suteja; Bahrul Ulum
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5548

Abstract

Abstract: Violence against a child is one of the most dominant cases and is found anytime, anywhere, almost everywhere in all provinces in Indonesia. This becomes very ironic, considering that children who are in fact the next generation of the nation, should get parental love, guidance and education that is full of love.Methodology This study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation studies while the research analysis is used through the analysis of Miles and Huberman. The results of this study indicate that the most frequent impact of parental violence on children in society is psychological violence. Psychological violence is violence perpetrated by an offender against a victim's mentality by yelling, swearing, threatening, demeaning, commanding, harassing, stalking, and spying, or other acts that cause fear (including those directed at close people victims, such as family, children, husband, friends, or parents). Acts of psychological violence experienced by students have not yet ended. In reality we still see a lot of shouting, ridicule and even punishment given by educators against students who commit violations of discipline. Another impact of cases of violence against children is the inhibition of psychological development of children both cognitive, affective and psychomotor.Keywords: Violence, Parents, Psychological, Children Abstrak: Kekerasan terhadap seorang anak merupakan salah satu kasus yang paling dominan dan banyak dijumpai kapanpun, dimanapun, hampir disetiap tempat di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi sangat ironis, mengingat anak yang- notabene generasi penerus bangsa, seharusnya mendapatkan kasih sayang orangtua, bimbingan serta pendidikan yang penuh cinta kasih.Metodologi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi terlbat, wawancara mendalam dan studi dokumentasi sedangkan analisis penelitian yang digunakan melalui analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak dari kekerasan orang tua terhadap anak yang paling banyak terjadi di masyarakat adalah kekerasan secara psikologis. Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap mental korban dengan cara membentak, menyumpah, mengancam, merendahkan, memerintah, melecehkan, menguntit, dan memata-matai, atau tindakan-tindakan lain yang menimbulkan rasa takut (termasuk yang diarahkan kepada orang-orang dekat korban, misalnya keluarga, anak, suami, teman, atau orangtua).Tindak kekerasan psikologis yang dialami oleh anak didik ternyata belum berakhir. Dalam kenyataan masih banyak kita lihatadanya bentakan, ejekan dan bahkan hukuman yang diberikan oleh para pendidik terhadap anak didik yang melakukan pelanggaran tata tertib. Dampak lainnya dari kasus kekerasan terhadap anak yaitu terhambatnya perkembangan psikologis anak baik itu secara kognitif, afektif maupun psikomotor.Kata Kunci: Kekerasan, Orang Tua, Psikologis, Anak
KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN: STUDI KASUS KEPALA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 KOTA CIREBON Asep Kurniawan
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v1i2.5229

Abstract

So far, women's leadership is still underestimated; especially her managerial skills as a principal in an educational institution.Actually, she can lead the school and bring it to good quality. This research was intended to further uncover the conceptual skills, human skills and technical skills of female principals in State High Schools 6 Cirebon City. This research was a survey research. The respondents were 250 students. The research instrument was a questionnaire. The result showed that the principal’s managerial skills of State High Schools 6 Cirebon City were very good. It could be viewed from the conceptual skills (86.4%) and human skills (83.2%) were very good.  Meanwhile, technical skills were good (76.8%). Based on the results of the respondents' assessment, the technical skills of female principals of State High Schools 6 Cirebon City were lower than conceptual and human skills.Keywords: ability, gender, assessment

Page 1 of 1 | Total Record : 10