cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
ISSN : 20874855     EISSN : 26142872     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) merupakan media untuk publikasi tulisan ilmiah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam bidang hortikultura. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) terbit tiga kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 330 Documents
Peningkatan Pertumbuhan Anggrek Phalaenopsis amabilis (L.) Blume secara In Vivo setelah Pemberian Thidiazuron (TDZ) Nur Cahyani, Evi; Nintya Setiari; Yulita Nurchayati
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.2.92-99

Abstract

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan sebagai spesies induk dalam program pemuliaan. Eksploitasi yang berlebihan serta laju pertumbuhan vegetatif yang lambat menjadikan anggrek ini memerlukan upaya konservasi ex-situ melalui penambahan nutrisi dan zat pengatur tumbuh, salah satunya Thidiazuron (TDZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serta menentukan konsentrasi TDZ yang optimal terhadap pertumbuhan P. amabilis. Penelitian dilaksanakan pada November 2023 hingga Januari 2024 di Tembalang, Semarang, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi TDZ (0, 25, dan 50 ppm). Parameter yang diamati meliputi panjang dan lebar daun lama, jumlah dan waktu munculnya daun baru, warna daun, jumlah dan waktu munculnya akar baru, serta densitas stomata. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TDZ berpengaruh nyata terhadap peningkatan panjang dan lebar daun lama, jumlah dan waktu munculnya daun baru, serta densitas stomata P. amabilis. Thidiazuron (TDZ) juga memengaruhi perubahan warna daun. Konsentrasi TDZ 25 ppm merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan daun P. amabilis. Kata kunci: konservasi, sitokinin, vegetatif, zat pengatur tumbuh
Studi Tahap Perkembangan Mikrospora dan Respon Pepaya Hermaprodit Kultivar Callina melalui Kultur Antera Halimah Widyaningrum; Darda Efendi; Diny Dinarti; Megayani Sri Rahayu
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.2.77-83

Abstract

Kultur antera merupakan teknik kultur in vitro yang menjanjikan dalam mendapatkan tanaman haploid dalam satu generasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai tahap perkembangan mikrospora dan respon antera pada tiga ukuran bunga hermaprodit pepaya Callina pada medium induksi kalus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikroteknik dan Kultur Jaringan 3, IPB- Bogor, dari Juli hingga November 2022. Bahan tanam yang digunakan adalah antera dari tiga ukuran bunga hermaprodit pepaya kultivar Callina meliputi kecil (10-15 mm), sedang (16-20 mm) dan besar (21-25 mm). Medium kultur yang digunakan adalah medium MS dengan enam perlakuan ZPT yaitu empat perlakuan kombinasi (0.005, 0.01, 0,1 dan 0,5 mg L-1) CPPU dan (0.1 mg L-1) NAA; 0.1 mg L-1 BAP dan 0.1 mg L-1 NAA; serta 1.0 mg L-1 BAP dan 2.0 mg L-1 NAA. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor (stadia perkembangan mikrospora) dan 2 faktor (induksi kalus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga berukuran 10-15 mm memiliki persentase mikrospora uninucleate tertinggi (77.95%), merupakan ukuran yang responsif untuk menginduksi terbentuknya kalus dari antera. Perlakuan 0.5 mg L-1 CPPU dan 0.1 mg L-1 NAA menunjukkan persentase antera membentuk kalus tertinggi (40.4%). Sementara itu, ukuran bunga tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati, tetapi pada ukuran bunga 10-15 mm menunjukkan persentase antera membentuk kalus paling banyak (13%).
Sebuah Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Urin Kelinci dan Pengurangan Pupuk Anorganik terhadap Tanaman Bawang Merah: Pupuk Organik Cair Urin Kelinci untuk Tanaman Bawang Merah Risqa Naila Khusna Syarifah; Tini, Etik Wukir; Aditya Rifai Gunawan; Fatichin
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.190-197

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya bawang merah berdampak terhadap degradasi tanah, untuk itu diperlukan alternatif penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan seperti pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah serta untuk mencari kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan dari Maret 2023 sampai Agustus 2023 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktor dan 3 ulangan dengan 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama merupakan pemberian konsentrasi POC urin kelinci dengan 4 taraf, yaitu 0 mL L-1, 100 mL L-1, 150 mL L-1, dan 200 mL L-1. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf pengurangan 0%, 25%, dan 50% dari dosis rekomendasi 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan pemberian POC 200 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; luas daun 7 MST; serta bobot segar tanaman pada 5 MST. Pengurangan NPK 0% meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; serta luas daun 7 MST. Kombinasi pemberian 100 mL L-1 POC dan 200 kg/ha pupuk NPK dapat meningkatkan jumlah umbi dan bobot segar umbi.
Pemberian Kompos Solid, Pupuk NPK Dan Pupuk Hayati yang diperkaya dengan Mucuna bracteata terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Hapsoh, Hapsoh; Wawan, Wawan; Mukti, Ririn Virintia; Rahma Dini, Isna
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.151-158

Abstract

Peningkatan produktivitas cabai merah dapat dilakukan dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dalam waktu yang relatif lama dapat menimbulkan penurunan kesuburan tanah dan berkurangnya kandungan bahan organik. Oleh karena itu penggunaan kompos yang berasal dari decanter solid pabrik kelapa sawit dan pupuk hayati yang perkaya Mucuna bracteata dapat digunakan untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis pupuk terbaik dalam mengurangi dosis pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau pada bulan Agustus 2023 hingga Januari 2024. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 75% pupuk NPK + kompos decanter solid + pupuk hayati (10% M. bracteata) mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang sama dengan 100% pupuk NPK sehingga kombinasi kedua pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sebesar 25%. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk organik dan hayati mampu meningkatkan efisiensi serapan hara serta memperbaiki ketersediaan unsur hara tanah. Kata kunci : limbah kelapa sawit, produktivitas, pupuk anorganik, pupuk hayati, ramah lingkungan
Induksi Embriogenesis Somatik Dendrobium mussauense melalui Teknik Thin Cell Layer (TCL) dengan Penambahan 2,4-D Noli, Zozy Aneloi; Suwirmen; Dinya Khairani Aisa Tumanggor
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.159-165

Abstract

In vitro culture provides an effective strategy for conserving and mass propagating the endangered orchid Dendrobium mussauense. This study aimed to evaluate the effects of different concentrations of 2.4-D on somatic embryogenesis (SE) induction using transverse thin cell layer (TCL) and non-TCL techniques. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was employed, involving two factors: culture technique (TCL and non-TCL) and 2.4-D concentrations (1, 2, 3, and 4 mg L-¹), with four replications for each treatment. Explants were stem segments from 12-month-old D. mussauense plantlets. The highest survival and SE formation rates were observed in non-TCL explants treated with 4 mg L⁻¹ 2.4-D, reaching 75% and 50%, respectively. The earliest shoot and root emergence occurred at 13–14 and 23–25 days, respectively, under the same treatment. SE development in non-TCL explants treated with 2 mg L⁻¹ 2.4-D progressed through globular, scutellar, and coleoptilar stages within two weeks. Overall, 2.4-D concentrations of 2 and 4 mg L-¹ were most effective for SE induction in D. mussauense using both TCL and non-TCL techniques. Keywords: auxin, explant, SE, root induction, shoot induction.
Optimasi Pemupukan Nitrogen pada Tanaman Sedap Malam Varietas Roro Anteng Markam, Krisantini; Yulia Rahmah; Apriyadi, Farhan; Krisantini; Endah Retno Palupi; Cheong Min Kyoung
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.181-189

Abstract

Tuberose (Polianthes tuberosa L.) is a popular cut flower in Indonesia, with excellent potential for development as a raw material for essential oils. Fertilization optimization is one of the efforts to meet the production needs of tuberose. This study aims to enhance the growth of tuberose plants and the production of flowers and bulbs of the Roro Anteng variety through optimized nitrogen fertilization. The research was conducted at Green Smart Farm Cikabayan, IPB University, from June to December 2023. The study employed a randomized complete block design (RCBD) with two factors: fertilizer doses of 600 kg ha-1, 450 kg ha-1, and 300 kg ha-1, and fertilization frequencies of 2, 3, and 4 times. The results showed that the nitrogen dose of 600 kg ha-1, with two applications, produced tuberose with more leaves than the doses of 450 kg ha-1 and 300 kg ha-1, and fertilization frequencies of three and four times. Different nitrogen doses and frequencies did not affect the number and quality of tuberose flowers. The nitrogen dose of 600 kg ha-1 produced more bulbs with larger sizes compared to doses of 450 kg ha-1 and 300 kg ha-1. However, the flowers’ highest flavonoid and phenol content was achieved with fertilization with a dose of 450 kg ha-1 applied three times. Keywords: dose fertilizer, frequency fertilizer, flower production, tuber production
Peningkatan Produktivitas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Tanah Aluvial dengan Pemberian Trichokompos dan Pupuk Kalsium Ardianti, Wiwik; Tris Haris Ramadhan, Tris Haris Ramadhan; Wasi'an
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.%p

Abstract

Trichokompos dan pupuk kalsium yang diaplikasikan dapat meningkatkan kesuburan tanah aluvial secara fisik, kimia, dan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui peran trichokompos berbahan dasar kotoran kambing dan pupuk kalsium dalam meningkatkan produktivitas tomat pada tanah aluvial. Lokasi penelitian bertempat di Kota Singkawang Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung dari bulan April sampai Juni 2024. Rancangan acak kelompok faktorial digunakan dalam menyusun penelitian lapangan. Faktor pertama yaitu taraf dosis trichokompos (tanpa trichokompos, 10 ton ha-1, dan 20 ton ha-1). Faktor perlakuan kedua yakni taraf dosis pupuk kalsium (tanpa pupuk kalsium, 5 g L-1, 10 g L-1, 15 g L-1, dan 20 g L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trichokompos dan pupuk kalsium mampu memberikan pengaruh pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah aluvial. Pupuk kalsium 5 g L-1 dan trichokompos 2 ton ha-1 optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Interaksi pupuk kalsium 10 g L-1 dan trichokompos kotoran kambing 2 ton ha-1 mampu mendukung dalam meningkatkan hasil tanaman tomat sebagaimana digambarkan pada variabel jumlah buah, berat buah per tanaman. Kata kunci: hasil tomat, kesuburan tanah, mikroorganisme, pupuk organik
Efektivitas Kompos Baglog Jamur Tiram Sebagai Pupuk Organik Pada Komoditas Cabai Merah (Capsicum frutescens L.) Ramdhoani; Ni Putu Eka Pratiwi; Komang Dean Ananda
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.136-143

Abstract

Limbah baglog jamur tiram merupakan media tanam bekas budidaya jamur yang kaya akan unsur hara seperti nitrogen (0.6%), fosfor (0.7%), kalium (0.02%), dan karbon organik (49%). Potensi nutrisi tersebut menjadikan limbah baglog sebagai bahan baku pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompos baglog jamur tiram sebagai pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil cabai merah (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan pada April sampai Oktober 2024 di Agro Learning Center, Denpasar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan komposisi pupuk organik dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah bunga, dan jumlah buah. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun perbedaan antar perlakuan tidak signifikan secara statistik, perlakuan P4 (20% tanah subur + 80% kompos baglog) menghasilkan jumlah bunga dan buah tertinggi secara deskriptif. Temuan ini menunjukkan potensi besar kompos baglog sebagai alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.
Aktivitas Fisiologis dan Pertumbuhan Melon (Cucumis melo L.) pada Perlakuan Sonic bloom dan Pupuk Daun Handoyo, Gani Cahyo; Endang Setia Muliawati; Ida Rumia Manurung; Muji Rahayu; Ana Farah Rafidah; Rissa Kurnia Anggraini
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.166-173

Abstract

Melon is a high-value economic commodity with broad market demand. However, melon production in Indonesia has shown relatively slow growth. To address this issue, sonic bloom technology, which stimulates stomatal opening, can be combined with foliar fertilizer to enhance melon growth. This study aimed to determine the optimal sonic bloom frequency and foliar fertilizer concentration to improve melon plant physiological activity and growth. The research was conducted from January to April 2024 at the Faculty of Agriculture Universitas Sebelas Maret screen house. The experimental design followed a fully nested layout with two treatment factors: sonic bloom frequency (Hz) (F1 = 4,000 and F2 = 4,500) and compound foliar fertilizer application (control, 1, 3, and 5 g L-1). The fertilizer concentration factor was nested within the frequency factor and replicated four times in a randomized arrangement. Data were analyzed using 5% ANOVA, 5% Least Significant Difference (LSD) for mean comparison, and regression and correlation analyses. The results demonstrated that a 4,500 Hz frequency significantly increased chlorophyll b content, plant height at 5 WAP (weeks after planting), and number of segments at 5 WAP. . However, sonic bloom frequency had no significant effect on stomatal density, stomatal conductance, photosynthetic rate, chlorophyll a, total chlorophyll, or leaf number at 5 WAP. The regression analysis results indicated that the optimal foliar fertilizer concentration for enhancing melon growth ranged between 2.96 - 3.68 g L-1.Keywords: chlorophyll, nutrient, photosynthesis, soundwave, stomata
Uji Adaptasi Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group ) pada Tanah Masam ANDRIANI, DEWI; Jekki Irawan; Mawaddah Putri Arisma Siregar; Tsamarah Nur Rahmah; Mayasari
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.174-180

Abstract

Shallot (Allium cepa var. aggregatum) is a high-value horticultural crop with significant economic importance in the culinary, health, and industrial sectors. The increasing market demand has driven eJorts to develop varieties that are adaptive to diverse environmental conditions. Of the more than 20 shallot varieties cultivated in Indonesia, only a few are capable of adapting to acidic soils. This study aimed to evaluate the adaptive capacity of three shallot varieties (Bima Brebes, Sanren, and Lokananta) in acidic soil conditions. The experiment was conducted on acidic soil using a non-factorial randomized complete block design (RCBD) with 9 replications, resulting in 27 experimental units. The results showed that all three varieties were able to grow on regosol soil with a soil pH value of 4.60 and significant differences were observed among the varieties for most growth parameters. Bima Brebes exhibited the highest performance at the final observation, with a plant height of 28.21 cm, 43.07 leaves, 9.69 tillers, 10.62 bulbs, 31.29 g bulb weight per clump, 40.96 g fresh bulb weight per plant, and 3.62 g dry bulb weight per plant. These findings suggest that Bima Brebes has strong potential as a superior variety for sustainable optimization of acidic soils. Keywords: Adaptation, Bima Brebes, Lokananta, Sanren

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia Pedoman Penulisan Artikel Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia More Issue