cover
Contact Name
FERRY DWI CAHYADI
Contact Email
ferrydc@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
kemaritiman@upi.edu
Editorial Address
Kampus UPI Serang, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Ciracas No.38, Serang, Kota Serang, Banten 42116.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime
ISSN : 27221946     EISSN : 27224260     DOI : -
JURNAL KEMARITIMAN: INDONESIAN JOURNAL OF MARITIM merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitan dalam ruang lingkup kemaritiman yang terdiri dari: Ilmu Kelautan, Teknologi Kelautan, Budidaya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknik Sistem Perkapalan, Pelabuhan dan Pelayaran
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022" : 6 Documents clear
BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia) SEBAGAI ANTISTRES PADA TRANSPORTASI IKAN HIAS BOTIA (Chromobotia macracanthus) Adinda Nurul Izzah; Mella Aprilia; Muhammad Fikri Irvan Akbari; Dian Eka Ramadhani
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan botia Chromobotia macrachantus adalah salah satu primadona ikan hias Indonesia yang turut meramaikan pasar ekspor ikan hias karena keunikan tubuhnya seperti bentuk, warna, dan mulutnya. Salah satu permasalahan ekspor yaitu transportasi dimana tingkat kematian ikan botia yang mencapai 30-60% ketika mencapai tujuan dan 45-50% dalam proses transportasi. Stress menjadi salah satu penyebab tingkat mortalitas yang tinggi tersebut. Stress dapat terjadi karena proses metabolisme seperti ikan mengeluarkan banyak kotoran yang menjadi bahan beracun seperti ammonia, tingkat konsumsi oksigen tinggi dan menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut di dalam air. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menambahkan bahan anestesi maupun antistress untuk menekan tingkat metabolisme ikan agar tidak stress dan tidak mengalami kematian. Salah satu bahan anestesi dan antistress yang dapat digunakan yaitu bawang dayak Eleutherine palmifolia. Bawang dayak memiliki kandungan fitokimia salah satunya flavonoid. Senyawa ini dapat menstimulasi sistem imun inang dengan cara aktivasi makrofag dan limfosit T. Kuersetin merupakan salah satu golongan flavonoid yang ditemukan dalam bawang dayak. Kuersetin bekerja dengan menghambat pergerakan dinding usus dan mengurangi permeabilitas kapiler dalam rongga perut. Penghambatan tersebut dapat menurunkan laju eksresi ikan sehingga tidak ada kotoran ikan yang dikeluarkan dan menjadi zat beracun bagi ikan. Selain itu juga terdapat minyak atsiri yang mampu menghilangkan kesadaran ikan atau disebut anestesi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kandungan fitokimia tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidup ikan botia sebesar 76%.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi Mad Rudi; Dian Eka Ramadhani
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were to investigate the antibacterial activity of G. verrucosa seaweed extract in inhibitory test on the growth pathogen bacteria V. harveyi at different doses. Paramater test included phytochemical test through the method of color visualization and inhibitory test using method agar diffusion with paper disk. Treatment of doses consisted of positive using Chloramphenicol antibiotic 10 mg/L, doses seaweed extract included A (500 mg/L), B (1000 mg/L), and C (1500 mg/L). The result of inhibitory test showed that all of dose extract G. verrucosa (treatment A, B, and C) was able to inhibit the growth of V. harveyi. The result of inhibitory test that treatment C obtained the highest inhibitory test. In conclusion, that seaweed extract of G. verrucosa has an antibacterial activity
PENGOLAHAN UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) PDTO (PEELED AND DEVEINED TAIL ON) MASAK BEKU DI PT. CPB, LAMPUNG Medal Lintas Perceka; Yumi Welviani
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang putih (Litopenaeus vannamei) merupakan udang komoditas ekspor utama Indonesia. Salah satu olahan udang putih yang banyak digemari yaitu udang masak beku PDTO. PT. CPB merupakan salah satu perusahaan yang mengolah udang masak beku PDTO. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengamati mutu bahan baku dan produk akhir; rendemen udang setelah pemotongan kepala dan pengupasan kulit serta pencabutan usus; dan produktivitas tenaga kerja di PT.CPB. Bahan baku udang putih yang diterima oleh PT.CPB tergolong kedalam udang segar karena memiliki nilai organoleptik 7,5-8. Bahan baku udang tersebut tidak mengandung antibiotik kloramfenikol dan furazolidone. Mutu organoleptik produk akhir yaitu 8. Nilai rendemen udang setelah proses pemotongan kepala (headless) dan udang PDTO yaitu 66,35% dan 83,5%. Nilai produktivitas tenaga kerja saat pemotongan kepala dan pengupasan kulit dan pencabutan usus (PDTO) yaitu sebesar 15,75 kg/jam.orang dan 2,53 kg/jam/orang.
STUDI TUTUPAN LAMUN DAN KONDISI EKOSISTEMNYA DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO Ilyas Hasmin Husain; Dewi Wahyuni K. Baderan; Marini Susanti Hamidun
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbastrakEkosistem padang lamun memiliki peran penting dalam ekologi kawasan pesisir, karena menjadi habitat berbagai biota laut termasuk menjadi tempat mencari makan (feeding ground) bagi penyu hijau, dugong, ikan, echinodermata dan gastropoda. Perubahan iklim (climate change), padang lamun menjadi salah satu ekosistem yang terkena dampak paling nyata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi ekosistem lamun dipesisir Kecamatan Dumbo raya Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kombinasi jalur berpetak. Pada masing-masing lokasi pengamatan dibuat 3 garis transek tegak lurus garis pantai. Jarak antar garis transek sejauh 50-100 m hingga batas tubir (intertidal area).hasil penelitian menunjukan pada lokasi penelitian ditemukan 3 jenis lamun yaitu jenis Thalassia hemprichii dari famili Hydrocaritaceae dan jenis Cymodoceae rotundata dari famili Potamogetonaceae dan Enhalus sp ketiga jenis lamun ini ditemukan di semua stasiun penelitian, hal ini dikarenakan tipe substrat cocok untuk pertumbuhan ketiga jenis lamun ini. Prosentase penutupan lamun paling tinggi terdapat pada pesisir leato selatan jika dibanding pantai leato utara. Hal ini diperkirakan karena pantai leato selatan memiliki penutupan lamun yang paling luas di kawasan pantai ini. Kondisi pantai yang tenang tanpa banyak gangguan ekosistem, menyebabkan tutupan lamun di kawasan ini nampak masih cukup baik.kesimpulan penelitian ini adalah Porsentase di kedua titik lokasi penelitian berada pada rentang antara 27,8% (miskin) sampai 68,5% (kaya). Prosentase penutupan lamun di leato selatan lebih baik dari dua lokasi di leato utara. Informasi penelitian ini bertujuan memperbanyak referensi terhadap kondisi lamun di Provinsi Gorontalo untuk menjaga kelestarian ekosistem lamun.Kata kunci ; Tutupan Lamun, Kondisi Ekosistem, Kabupaten Dumbo Raya, Gorontalo
OPTIMALISASI LIMBAH (Eucheuma cottonii) GUNA AKSELERASI PEMANFAATAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN (EBT) DI LINGKUP KEMENTERIAN PERTAHANAN Anis Sakina Kurniawati; Rudy Laksmono; Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe New Renewable Energy Bill or better known as the EBT Bill is a discourse to provide a legal framework regarding policy stipulation, management, supply, and utilization of new and renewable energy. The EBT Bill is expected to be a structured and directed guideline in its implementation from a national to regional scale. With the enactment of the EBT Bill, the use of fossil energy must gradually stop. So it is necessary to look for other alternatives as a source of energy, especially in liquid fuels. One of the potentials that Indonesia as an archipelagic country can exploit is its marine products. Eucheuma cottonii is one of Indonesia's marine products that has the potential to be processed into bioethanol. The Eucheuma cottonii processing industry is spread across various regions of the Republic of Indonesia. Abundant production is also followed by an abundance of residual production waste. This waste is sometimes if not managed properly it will contribute to the emergence of environmental pollution. Therefore, the waste generated from the Eucheuma cottonii processing industry should be optimized by making bioethanol. Eucheuma cottonii waste which is used as bioethanol can be categorized as a 2nd generation biofuel, of course it will not disturb the stability of foodstuffs. This optimization step is carried out as a form of accelerating the use of new and renewable energy. It is also hoped that the utilization of this waste can be used as a source of liquid fuel to support operations within the ministry of defense.Keywords: Bioethanol;  Renewable Energy; Eucheuma cottonii ABSTRAKRancangan Undang Undang Energi Baru Terbarukan atau yang lebih dikenal dengan RUU EBT sebagai wacana guna memberi kerangka hukum terkait penetapan kebijakan, pengelolaan, penyediaan, dan pemanfaatan energi baru terbarukan. RUU EBT diharapkan dapat menjadi pedoman yang terstruktur dan terarah dalam implementasinya dari skala nasional hingga daerah. Dengan berlakunya RUU EBT lambat laun penggunaan energi fosil harus dihentikan. Sehingga perlu di cari alternatiif lain sebagai sumber energi terutama pada bahan bakar cair. Salah satu potensi yang kiranya dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai negara kepulauan adalah hasil lautnya. Eucheuma cottonii adalah salah satu hasil laut Indonesia yang memiliki potensi untuk diolah menjadi bioetanol. Industri pengolahan Eucheuma cottonii tersebar diberbagai wilayah NKRI. Produksi yang melimpah diikuti pula dengan melimpahnya limbah sisa produksi. Limbah ini lah yang terkadang apabila tidak dikelola dengan baik akan berkontribusi pada munculnya pencemaran lingkungan. Maka sudah seyogyanya limbah yang dihasilkan dari industri pengolahan Eucheuma cottonii dioptimalkan dengan pembuatan bioetanol. Limbah Eucheuma cottonii yang dijadikan bioetanol dapat dikategorikan sebagai biofuel generasi ke-2 tentu saja tidak akan mengganggu kestabilan bahan pangan. Langkah optimalisasi ini dilakukan sebagai bentuk akselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan. Adanya pemanfaatan limbah ini pun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar cair untuk mendukung operasional di lingkup kementerian pertahanan.Kata kunci: Bioetanol; Energi Terbarukan; Eucheuma cottonii
IDENTIFIKASI PERALATAN NAVIGASI DAN KESELAMATAN YANG DIGUNAKAN DI KM DIOSKURI 8 Roma Yuli Felina Hutapea; Tyas Dita Pramesthy; Rizky Pandapotan Situmorang; Ayang Armelita Rosalia
Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung merupakan salah satu kota di Sulawesi yang kaya akan sumber daya perikanan. Cakalang merupakan salah satu komoditas hasil tangkapan yang dominan didaratkan di PPS Bitung, dengan menggunakan alat tangkap huhate atau pole and line. Alat keselamatan dan alat navigasi diperlukan pada kegiatan pelayaran dan penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi alat navigasi dan alat keselamatan yang digunakan oleh salah satu kapal huhate dengan wilayah penangkapan di perairan Bitung, serta mengetahui kondisi dari alat navigasi dan alat keselamatan yang digunakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat navigasi yang digunakan di KM. Dioskuri 8 adalah GPS, Kompas Magnet, Radio SSB dan teropong dengan kondisi baik dan dapat digunakan, sedangkan AIS di KM. Dioskuri 8 tidak dipergunakan karena kondisinya yang rusak. Alat keselamatan di KM. Dioskuri 8 adalah pelampung penolong, sepatu safety, life jacket, dan sarung tangan, dengan kondisi yang kurang memadai dan jarang digunakan oleh ABK .

Page 1 of 1 | Total Record : 6