cover
Contact Name
Ryandi
Contact Email
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Phone
+6285336892787
Journal Mail Official
studiasosiareligia@uinsu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Tel /fax : 0616622925 /
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : -     EISSN : 26222019     DOI : http://dx.doi.org/10.51900/ssr.v3i1
Core Subject : Religion,
Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama memuat artikel yang berasal dari hasil penelitian studi agama dalam ragam lingkup kajian meliputi perbandingan agama, sejarah agama, agama dan politik, sosiologi agama, antropologi agama, agama dan isu-isu kontemporer, hubungan antaragama, toleransi agama, pluralisme, multikulturalisme, perdamaian dan kekerasan dalam agama.
Articles 98 Documents
PANDANGAN ISLAM DAN KRISTEN TERHADAP PENCIPTAAN ALAM Adenan Adenan; Iprohul Fadilah Batubara
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8882

Abstract

AbstrakKonsep penciptaan alam menurut Islam dan Kristen dan juga agama-agama lainnya, didalam ajaran Islam ketika Alquran menyebutkan alam semesta, Alquran tidak membahasnya secara detail, Alquran hanya membahas garis besarnya saja karena Alquran bukanlah ilmu pengetahuan kosmologi dan buku-buku yang membahas tentang penciptaan alam sebagaimana yang disebutkan penciptaan alam mempunyai enam tahapan. Adapun penciptaan ini tidaklah jauh berbeda dengan Kristen, didalam Kristen dikatakan penciptaan alam terjadi dalam beberapa fase, dalam meneliti penciptaan alam ini bisa menambah wawasan dan meningkatkan keimanan seseorang, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan teologi ialah pendekatan yang cenderung normative dan subjektif terhadap agama atau disebut juga dengan pendekatan kewahyuan yang bersumber dari kitab-kitab suci tentang penciptaan alam didalam Alquran dan Alkitab. Didalam penciptaan alam menurut Islam dan Kristen sama-sama menciptakan alam dalam enam hari. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk memahami penciptaan alam menurut Alquran dan Bibel gunanya untuk menambah wawasan dalam studi comparative dalam penciptaan alam menurut Alquran dan Bibel.Kata kunci: pandangan, Islam, Kristen, penciptaan, alam.AbstractThe concept of natural creation according to Islam and Christianity as well as other religions, in Islamic teachings when the Koran mentions the universe, the Koran does not discuss it in detail, the Koran only discusses the outline because the Koran is not a science of cosmology and books that discuss the creation of nature as mentioned the creation of nature has six stages. This creation is not much different from Christianity, in Christianity it is said that the creation of nature occurs in several phases, in examining the creation of this nature it can add insight and increase one’s faith. This research uses quantitative methods with theological approaches, which tend to be normative and subjuctive towards religion or it is also clled a revelatory approach that comes from the holy books about the creation of nature in the Koran and the Bible. In the creation of nature according to Islam and Christiany both created nature in six days. The purpose of this research is to understand the creation of nature according to the Koran dan the Bible, and to add insight in comparative studies in the creation according to the Koran an the Bible.Keywords: view, Islam, Christiany, creation, nature.
LOCAL WISDOM AND CULTURAL VALUES IN AL-AZHAR TAFSIR Husnel Anwar; Mhd. Roihan Nasution; Muhammad Doli Zamzami Siregar
Studia Sosia Religia Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i1.7669

Abstract

Abstract The problem of this research is how can the local cultural values in Al-Azhar Tafsir. The purpose of this research is knowing local culture values in Al-Azhar Tafsir and analyzing the purpose of HAMKA putting local cultural values ini Al-Azhar Tafsir. The method of this research is library research and uses a study approach of character studies andcontent analytics. Researchers found that HAMKA's attitude was divided into two in linking local cultural values in Al Azhar's Tafsir. First, wanting to preserve local cultural values such as Aphorism, Verse, Poetry, Parable, Pameo and others. The second, strongly opposed and warned people of traditions that were contrary to Islamic Shari'a such as "adorig sea", giving offerings and others. And among the main objectives of HAMKA to include local cultural values was to approach Islamic da'wah to Indonesian people through local cultural values in its interpretation. And also introduce to the world of readers about Malay identity and Local Wisdom. And it also contained an invitation to noble morals as Religion and Culture motivate it and there were also politic and ethical politic invitations because at the time of writing this interpretation, the Indonesian political atmosphere was currently unstable. Therefore, it is very good to make Al Azhar's Tafsir become one of the references in preaching Islam on this Malay Earth and hopefully in the future there will be a Ilmiyah Figure and Study that combines Islamic Sharia and Local Cultural Values in a fair and balanced way. Keywords: Local Wisdom, Values and Al-Azhar Tafsir
MEMBANGUN BINA DAMAI MELALUI SISTEM KEKERABATAN (DALIHAN NA TOLU DAN RAKUT SITELU) DI KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO Fitriani Fitriani
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6479

Abstract

AbstrakKeragaman orang di Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya, adalah salah satu keunikan untuk bangsa ini. Begitu juga dengan kerukunan masyarakat yang didukung oleh sistem kekerabatan dalam bentuk nilai atau norma yang terkandung dalam agama dan budaya yang nantinya akan mampu membangun perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk mengungkap kehidupan orang-orang yang secara budaya penting dapat dilihat sebagai perilaku keagamaan dalam kehidupan orang Batak di Kabanjahe yang terkait dengan pembangunan perdamaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal digunakan sebagai alat pemersatu, harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat karo multikultural.Kata kunci: Bina Damai, Sistem Kekerabatan; Dalihan na tolu dan Rakut SiteluAbstractThe diversity of people in Indonesia, which consists of various kinds of tribes, religions, races and cultures, is unique for this nation. Likewise with the harmony of the community which is supported by a kinship system in the form of values or norms contained in religion and culture which will later be able to build up peace and maintain harmony in religious life. This anthropological qualitative study aims to reveal the lives of people who are culturally essential can be seen as religious behavior in the lives of Batak people in Kabanjahe associated with peace-building. The research findings show that local wisdom is used as a unifying tool, harmonization in the midst of a plurality of multicultural karo societies.Keywords: Dalihan na tolu, Kinship System; Peace Building, Rakut Sitelu
INTER-FAITH BELIEVER’S CONFLICTS AND ITS SOLUTIONS IN NORTH SUMATRA INDONESIA Arifinsyah Arifinsyah
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8876

Abstract

AbstractThe aim of this study is to find out the root of the conflict and its solution proposed by the religious leaders to maintain the harmony among religious believers. After conducting a qualitative research, the results show that the conflict in this region is more dominant coming from the economic resources, not because of religious teachings. Besides, they are also caused by the behaviour of the believers concerning to religious cultural identity but they are relatively small. The solutions given  by the leaders indicate that (1) building up the commitment of togetherness among the leaders, (2) the support of the public leaders in mediating the conflicting believers, (3) the multiple  role of the leaders in socializing the universal values of the religious teaching and the local wisdom, and (4) doing inter-faith and inter-ethnic dialogues among the believers honestly, openly, respectively. By doing these, the excellence and the national harmony in north Sumatera will come true.Keywords: inter-faith believer’s conflicts, national harmonyAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui akar dari konflik dan solusi yang diajukan oleh para pemuka agama untuk menjaga kerukunan umat beragama. Setelah dilakukan penelitian kualitatif, didapatkan hasil bahwa konflik di wilayah ini lebih dominan bersumber dari sumber daya ekonomi, bukan karena ajaran agama. Selain itu, juga disebabkan oleh perilaku pemeluk agama yang terkait dengan identitas budaya agama namun relatif kecil. Solusi yang diberikan oleh pemimpin menunjukkan bahwa (1) membangun komitmen kebersamaan antar pemimpin, (2) dukungan pemimpin masyarakat dalam memediasi konflik pemeluk agama, (3) peran ganda pemimpin dalam mensosialisasikan nilai-nilai universal. tentang ajaran agama dan kearifan lokal, dan (4) melakukan dialog antaragama dan antaretnis antar umat beriman secara jujur, terbuka, masing-masing. Dengan demikian akan terwujud keunggulan dan kerukunan bangsa di Sumatera Utara.Kata Kunci : Konflik Antar Umat Beragama, Kerukunan Bangsa
SPIRITUAL-HUMANISME HASAN ASKARI DAN DIALOG INTERRELIGI DI INDONESIA Aulia Kamal
Studia Sosia Religia Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i2.6486

Abstract

AbstrakPaper inimembahasspiritual-humanisme dariHasanAskari sebagai dialog interreligi alternatif. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, dan melalui content analysisrisetini menunjukkan bahwa;Pertama; kritik Askari atas dialog interreligi berangkat dari pengamatannya bahwa sampai saat ini dialog belum mencapai inti dari dialog, yakni kesadaran spiritual.Dialog interreligi harusnya bukan mendialogkan identitas kolektif yang memang tidak akan pernah bisa dihilangkan. Sebaliknya dialog harus dicapai melalui; (1)mengalami realitas jiwayang melampaui batas identitas; (2) melalui pertemuan antar pribadi sebagai sesama manusia dan konsekuensi dari kesatuan spiritual.Kedua,pada prakteknya dialog interreligi di Indonesia masih cenderung menekankan pada konsensus antar identitas, bukan menyadarkan kesatuan jiwa sebagai sesama manusia, sebagai sesama warga negara. Ketiga,  ide Askari ini lebih relevan dalam konstruksi dialog di Indonesia dengan memper-timbangkan fakta pluralitas yang berbasis pada: (1) identitaskeagamaan dan kebudayaan. (2) pengalaman spiritual masyarakat Indonesia.Dua hal ini dapat menjadi landasan untuk mengembang-kan spiritual-humanisme sebagai dialog interreligi alternatif di indonesia.Kata kunci: Dialog interreligi, Hasan Askari, Spiritual-Humanisme AbstractThis paper discusses spiritual-humanism initiated by Hasan Askari as an alternative interreligious dialogue. Data was collected through literature review and through Content Analysis, this research shows some findings; First; Askari's criticism of interreligious dialogue departs from his observation, that until now dialogue has not yet reached the core of dialogue, which is spiritual awareness. Interreligious dialogue should not be to dialogue with collective identities whose can never be eliminated. Instead, dialogue must be achieved through; (1) experiencing the reality of the soulthat transcends the limits of identity; (2) interpersonal encounters as human beings and as the consequences of spiritual unity. Second, in practice, interreligious dialogue in Indonesia generally tends to emphasize the consensus of identities, not to awaken the unity of the soul as humans, as citizens. Third, Askari's idea is more relevant in the construction of dialogue in Indonesia by considering the fact of plurality in Indonesia based on: (1) religious and cultural identity; (2) spiritual experiences of Indonesian society. These, can be the basis for developing spiritual-humanism as a model ofdialogue in Indonesia.Keywords: Hasan Askari, Interreligious Dialogue, Spiritual-Humanism.
TASHAWWUR ISLAM SEBAGAI ASAS PERDAMAIAN Agusman Damanik
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6472

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan ingin menelaah dan menganalisis sejauh mana Tashawwur Islam sebagai asas perdamaian, tentunya dengan memahami terlebih dahulu makna tashawwur dan selanjutnya memahami berbagai dimensi-dimensi Tashawwur Islam diantaranya, dimensi teleologis, dimensi teologis, dimensi filosofis dan dimensi kausalitas atau sunnatullah. Kemudian dibahas tentang Tashawwur melalui tujuh karakteristik Islam yakni Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh dan Tauhid Tashawwur wa tsabat. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan riset kepustakaan yang bersumber dari berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang diteliti. Data yang telah terhimpun kemudian dianalisis dengan berbagai pendekatan terutama melalui pendekatan secara normatif filosofis.                 Kata kunci : Islam, Perdamaian, Tashawwur AbstractThis study aims to examine and analyze the extent of Islamic Tashawwur as the principle of peace. Of course, by first understanding the meaning of tashawwur and further understanding the various dimensions of Islamic Tashawwur, among them are the teleological dimensions, theological dimensions, philosophical dimensions and the dimensions of causality or sunnatullah.  Then discussed about Tashawwur through seven characteristics of Islam, that is Rabbaniyah, Insaniyah, Syumuliyah, Alwaqi’iyah, Alwashitiyyah, Alwudhuh and Tauhid Tashawwur wa tsabat. This research is a library research, sourced from various literature relevant to the problem under study. The collected data is then analyzed using various approaches, especially through philosophical normative approaches.Keyword: Islam, Peace, Tashawwur
MEMBANGUN RELASI UMAT BERAGAMA PASCA KONFLIK AGAMA DI TANJUNGBALAI Fitriani Fitriani; Indra Harahap; Titah Utari
Studia Sosia Religia Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i1.7670

Abstract

AbstractIn order to create relations between religious communities on the basis of tolerance, it is very important to intensify dialogue between religious communities. Because dialogue is an appropriate resolution in building peace between religious communities. The research results found in this paper related to the post conflict that occurred in Tanjungbalai City is a bridge in creating harmony by fostering tolerance, caring for others and increasing solidarity among fellow communities in Tanjungbalai. This research is a field research. This research emphasizes the function of theory as a tool to sharpen the sensitivity of researchers in seeing religious conflicts in Tanjungbalai and formulating Johan Galtung's conflict triangle theory (peace keeping, peace making and peace building) as a means of building good relations after conflict. The purpose of this study is to build relationships between religious communities in the Tanjungbalai community by removing the truth claim of a religion, feeling suspicious and trying to be inclusive in religion. With this effort, it is expected that a harmonious relationship between religious communities will be created after the Burning of the Vihara in Tanjungbalai. Keywords: Relationships, Religious People and Post-Conflict 
NAPAK TILAS LITERASI GENDER DI INDONESIA Menggeser Ruang Domestik ke Publik Ismet Sari
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6480

Abstract

AbstrakSelain gerakan dan pemikiran Islam yang berorientasi pada perkembangan, perkembangan Islam Indonesia kontemporer juga menyaksikan penampilan sejumlah intelektual Muslim yang secara khusus membahas isu-isu Islam dan perempuan. Mereka datang dengan pemikiran dan sejumlah agenda pemberdayaan perempuan dengan penekanan pada reinterpretasi dan rekonstruksi ajaran Islam, yang dinilai tidak memihak kepada perempuan. Oleh karena itu, reformulasi ajaran yang berorientasi Islam tentang kesetaraan gender menjadi substansi utama dalam wacana sastra Islam yang sedang berkembang. Artikel ini diarahkan untuk memberikan gambaran sederhana tentang pandangan para sarjana Muslim tentang gender dan rekonstruksi perbendaharaan sastra yang lebih ramah perempuan.Kata kunci: Gender, Literasi Islam Sarjana MuslimAbstractIn addition to the development-oriented Islamic movement and thinking, the development of contemporary Indonesian Islam also witnessed the appearance of a number of Muslim intellectuals who specifically addressed issues of Islam and women. They come up with thoughts and a number of women's empowerment agendas with an emphasis on the reinterpretation and reconstruction of Islamic teachings, which are judged to be impartial to women. Therefore, the reformulation of Islam-oriented teachings on gender equality becomes a major substance in the developing literary discourse of Islam. This paper is directed to provide a simple overview of Muslim scholars' views on gender and reconstruction of a more women-friendly literary treasury.Keywords: Gender, Islamic Literacy, Muslim Scholar
ISLAM NUSANTARA (DESKRIPTIF-ANALITIS) Ryandi Ryandi
Studia Sosia Religia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v2i1.6464

Abstract

ISLAM NUSANTARA(DESKRIPTIF-ANALITIS) RyandiUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medanryanasofee@gmail.com AbstrakTulisan ini merupakan uraian deskriptif-analitis tentang Islam Nusantara (selanjutnya disebut IN), yang belakangan ini banyak diperbincangkan baik di kalangan elit intelektual, agamawan dan bahkan masyarakat awam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua pemaknaan terhadap Islam Nusantara. Pertama merujuk pada praktik orang-orang Nusantara dalam ber-Islam, ini artinya secara implisit, makna tersebut berarti Islam di Nusantara, yang tentunya berbeda dengan orang-orang Islam di negara-negara Islam lainnya. Kedua, merujuk pada peleburan nilai-nilai Islam pada Nusantara dalam kerangka HAM, Demokrasi, Kearifan Lokal, dan Pancasila, tanpa memperhatikan aspek-aspek pokok atau tsawabit dalam Islam. Namun demikian, menurut penulis, walaupun pada pemaknaan pertama, maksud Islam Nusantara adalah baik, pengistilahan tersebut juga kurang tepat. Kata “Islam” adalah istilah kunci (key concept) yang tidak perlu ditambahi atau dikurangi. Penambahan kata dalam Islam tentunya mereduksi makna Islam itu sendiri.Kata Kunci : Deskriptif-Analitis, Islam, Nusantara AbstractThis paper is a descriptive-analytical description of Nusantara Islam (hereinafter referred to as IN), which has recently been much discussed among both the intellectual elite, religious leaders and even ordinary people. From this it follows that there are two meanings of Nusantara Islam. The first refers to the practice of Archipelago people in Islam, this means implicitly, the meaning means Islam in the Archipelago, which is certainly different from the Muslims in other Islamic countries. Second, it refers to the fusion of Islamic values in the archipelago within the framework of human rights, democracy, local wisdom, and Pancasila, without regard to the basic aspects or tsawabit in Islam. However, according to the writer, although in the first meaning, the meaning of Nusantara Islam is good, the terminology is also not quite right. The word "Islam" is a key concept (key concept) that does not need to be added or subtracted. The addition of words in Islam certainly reduces the meaning of Islam itself.Keywords: Descriptive-Analytical, Islam, Nusantara
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Wirman, Wirman
Studia Sosia Religia Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v3i2.8877

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has changed various aspects of human life in a special world in Indonesia. One aspect that plays a role is the impact of the 19th world, namely the world of education. Education is a basic element in a country that can develop that country. Disorders that occur in the process of direct learning between students and teachers, now turn to distance learning. Online learning is the most effective solution in this pandemic. Covid-19 Pandemic. In a pandemic that requires students to study at home, they need to be in accordance with the needs of the facilities and the ability of parents to provide learning facilities for every student in Indonesia.Keywords: Pandemic, Covid-19, LearningAbstrakPandemi Covid-19 telah mengubah  berbagai  aspek  kehidupan manusia di dunia khususnya di Indonesia.Salah satu  aspek yang terkena dampak akibat Covid-19 yaitu dunia pendidikan.Pendidikan merupakan elemen dasar  dalam  suatu  Negara  yang  dapat membangun Negara tersebut. Gangguan yang terjadi dalam proses pembelajaran secara langsung antara siswa dan guru, kini beralih ke dalam situasi belajar jarak jauh. Pembelajaran online menjadi solusi paling efektif pada masa pandemik ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi belajar pada masa Pandemi Covid-19.Di masa pandemi yang mengharuskan siswa belajar di rumah perlu di evaluasi sesuai dengan kondisi setempat mengingat fasilitas dan kemampuan orang tua dalam memberikan fasilitas pembelajaran online berbeda kepada setiap siswa di Indonesia.Kata Kunci: pandemic, Covid-19, Pembelajaran

Page 2 of 10 | Total Record : 98