cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin PSP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin PSP merupakan jurnal ilmiah dengan jadwal penerbitan 3 kali dalam satu tahun. Jurnal ini menyebarkan informasi ilmiah kepada para peneliti, akademisi, praktisi dan pemerhati mengenai pemanfaatan sumberdaya perikanan di Indonesia yang meliputi berbagai aspek seperti teknologi eksploitasi dan eksplorasi, perkapalan dan navigasi, pelabuhan perikanan, tingkah laku ikan, peraturan dan perundangan serta kebijakan dan pengelolaan sumberdaya perikanan secara umum. Naskah yang dimuat dalam buletin ini berasal dari penelitian atau ulasan staf pengajar/akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, lembaga pemerintahan dan pemerhati permasalahan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
STRATEGI INDUSTRIALISASI PENANGKAPAN RAJUNGAN . Zarochman; Ari Prabawa
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.291 KB)

Abstract

Industrialisasi penangkapan rajungan merupakan kegiatan sistem produksi rajungan dari hulu hingga hilir yang mampu mempertahankan keberlanjutan penangkapan rajungan dengan jaminan kelestarian sumberdaya dan kualitas rajungan sehingga memberikan nilai tambah dan pendapatan. Strategi yang dirancang untuk industrialisasi usaha penangkapan rajungan didukungan atas tiga aspek pokok : (1) aspek pendataan produksi dan sumberdaya rajungan, (2) aspek penanganan hasil dan pemasaran dan, (3) aspek teknologi perikanan tangkap. Strategi Industrialisasi Penangkapan Rajungan merupakan usaha yang terukur dan terarah untuk memperbaiki perikanan rajungan sesuai ekolabelling internasional. Manajemen strategi berdasarkan aspek penangkapan, pendataan produksi dan sumberdaya, penanganan hasil dan pemasaran rajungan dirancang untuk mempertahankan keberlanjutan penangkapan rajungan dengan jaminan kelestarian sumberdaya dan kualitas rajungan sehingga memberikan nilai tambah dan pendapatan. Keterkaitan antara industrialisasi dan penangkapan rajungan yang ramah lingkungan sesuai ekolabelling internasional merupakan tujuan dari penulisan ini.
POLA OPERASI PENANGKAPAN IKAN NELAYAN CILAUTEUREUN DALAM MERESPON PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA . Irhamsyah; Noor Azizah; Hamidah Aulia
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.415 KB)

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan skala kecil mempunyai ketidakpastian yang tinggi, sehingga sering dikategorikan sebagai usaha yang beresiko tinggi. Keberadaan ikan yang berubah sepanjang waktu, sementara teknologi dan modal usaha yang terbatas mengakibatkan nelayan skala kecil tidak mampu untuk melakukan penangkapan ikan pada daerah penangkapan yang sesuai. Mereka cenderung berburu pada area yang terbatas. Disisi lain kondisi sumberdaya ikan semakin berkurang sedangkan jumlah armada penangkapan ikan terus bertambah, menyebabkan nelayan semakin terpuruk dalam kemiskinan. Nelayan melakukan berbagai bentuk adaptasi sebagai respon atas perubahan hasil tangkapan yang tidak menentu yang berdampak terhadap penghasilan rumah tangga nelayan, sebagaimana penduduk miskin lainnya. Untuk mempelajari bagaimana nelayan melakukan adaptasi terhadap perubahan yang ada di sekitarnya, telah dilakukan penelitian di Cilauteureun, Garut Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pola-pola adaptasi/strategi nelayan dalam merespon perubahan sumberdaya ikan yang ada di sekelilingnya, dan mencoba untuk menerapkannya sebagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola operasi nelayan berbeda, ditentukan oleh kepemilikan modal usaha dan keterampilan. Disisi lain, pola operasi penangkapan ikan juga berubah antar musim menyesuaikan kondisi alam dan kelimpahan sumberdaya ikan.
POLA OPERASI PENANGKAPAN IKAN NELAYAN CILAUTEUREUN DALAM MERESPON PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA Eko Sri Wiyono; Putri Dewi Jayanti
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.046 KB)

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan skala kecil mempunyai ketidakpastian yang tinggi, sehingga sering dikategorikan sebagai usaha yang beresiko tinggi. Keberadaan ikan yang berubah sepanjang waktu, sementara teknologi dan modal usaha yang terbatas mengakibatkan nelayan skala kecil tidak mampu untuk melakukan penangkapan ikan pada daerah penangkapan yang sesuai. Mereka cenderung berburu pada area yang terbatas. Disisi lain kondisi sumberdaya ikan semakin berkurang sedangkan jumlah armada penangkapan ikan terus bertambah, menyebabkan nelayan semakin terpuruk dalam kemiskinan. Nelayan melakukan berbagai bentuk adaptasi sebagai respon atas perubahan hasil tangkapan yang tidak menentu yang berdampak terhadap penghasilan rumah tangga nelayan, sebagaimana penduduk miskin lainnya. Untuk mempelajari bagaimana nelayan melakukan adaptasi terhadap perubahan yang ada di sekitarnya, telah dilakukan penelitian di Cilauteureun, Garut Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pola-pola adaptasi/strategi nelayan dalam merespon perubahan sumberdaya ikan yang ada di sekelilingnya, dan mencoba untuk menerapkannya sebagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola operasi nelayan berbeda, ditentukan oleh kepemilikan modal usaha dan keterampilan. Disisi lain, pola operasi penangkapan ikan juga berubah antar musim menyesuaikan kondisi alam dan kelimpahan sumberdaya ikan.
ALGORITMA INDEKS VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN SATELIT LANDSAT ETM+ Risti Endriani Arhatin; Prihatin Ika Wahyuningrum
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.099 KB)

Abstract

Monitoring mangrove dengan metode konvensional sangat sulit dilakukan. Sistem penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi kendala dalam melakukan inventarisasi mangrove dengan cakupan areal yang luas. Tujuan penelitian ini melakukan validasi akurasi dari data Landsat-7 ETM+ dalam menduga kerapatan kanopi mangrove. Data spasial yang dipergunakan adalah citra Landsat ETM+ tanggal perekaman 21 Mei 2002 (path/row: 116/059). Data lapangan yang diperlukan adalah data kondisi fisik mangrove, pengamatan dilakukan pada beberapa lokasi yang berbeda, pada setiap lokasi dibuat transek. Setiap transek diplot dengan ukuran (30 × 30) meter2. Analisis data meliputi koreksi radiometrik dan koreksi geometrik, penajaman citra dan klasifikasi citra. Setelah itu dilakukan uji ketelitian separability transformasi divergency dan analisis komponen utama. Hasil analisis menunjukkan algoritma vegetasi indeks yang paling baik adalah Green Normalized Difference Vegetation Index (GNDVI). 
PEMETAAN DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN IKAN DI PERAIRAN KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AKUSTIK Adi Purwandana; Fis Purwangka; . Fahmi
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.071 KB)

Abstract

Perairan Kalimantan Selatan merupakan wilayah strategis yang berbatasan dengan perairan laut dalam, Selat Makassar dan laut Banda. Penelitian akustik perikanan dilakukan dengan menggunakan echosounder EK500 berfrekuensi 38 kHz pada bulan Nopember 2010. Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan akustik perikanan yang direpresentasikan dengan nilai hambur rata-rata SA tertinggi berada di sebelah selatan Pulau Matasiri, dan menurun menuju perairan pesisir Kalimantan Selatan. Tingginya kelimpahan ikan di sebelah selatan Pulau Matasiri ini diduga berkaitan dengan lokasinya yang berbatasan dengan laut terbuka, dimana merupakan batas (front) pertemuan massa air Selat Makassar, Laut Jawa, serta Sungai Barito; dimana aliran massa air yang membawa nutrien tinggi di’segarkan dengan massa air laut dalam. Dugaan panjang ikan di perairan Kalimantan Selatan berada pada kisaran 3,9 hingga 18,6 cm atau berada dalam rentang kuat pantul (target strength) -60,0 hingga -46,5 dB. Presentase kehadiran ikan-ikan berukuran besar (>-57,0 dB) terpantau berada di selatan Pulau Matasiri dan dekat muara Barito, sedangkan ikan berukuran kecil (<-57,0 dB) berada di utara dan barat Pulau Matasiri. Diperoleh juga kesesuaian kelimpahan ikan dengan periodisasi pasang-surut.
SISTEM BAGI HASIL PADA USAHA PENANGKAPAN MADIDIHANG SKALA KECIL DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Ruslan HS Tawari; Domu Simbolon; Ari Purbayanto; Am Azbas Taurusman
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.441 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengevaluasi sistem bagi hasil yang berlaku di Kabupaten Seram Bagian Barat berdasarkan aspek proporsional, berkeadilan, berkeuntungan, dan berkelanjutan; 2) mensimulasikan alternatif pola bagi hasil dengan mempertimbangkan kebutuhan minimum nelayan dan pemilik; serta 3) menentukan pola bagi hasil yang ideal bagi kedua belah pihak. Metode analisis yang digunakan adalah analisis profit, analisis upah minimum provinsi (UMP), analisis break event point (BEP), serta simulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) pola bagi hasil yang berlaku di lokasi studi belum memenuhi aspek bagi hasil yang proporsional, berkeadilan, berkeuntungan dan berkelanjutan 2) pendapatan nelayan berdasarkan pola bagi hasil yang berlaku masih berada di bawah UMP ideal, 3 )sistem bagi hasil yang ideal adalah dengan pola 52:48, dimana pemilik mendapatkan bagian 52 persen dan nelayan memperoleh 48 persen dari hasil tangkapan bersih.