cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin PSP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin PSP merupakan jurnal ilmiah dengan jadwal penerbitan 3 kali dalam satu tahun. Jurnal ini menyebarkan informasi ilmiah kepada para peneliti, akademisi, praktisi dan pemerhati mengenai pemanfaatan sumberdaya perikanan di Indonesia yang meliputi berbagai aspek seperti teknologi eksploitasi dan eksplorasi, perkapalan dan navigasi, pelabuhan perikanan, tingkah laku ikan, peraturan dan perundangan serta kebijakan dan pengelolaan sumberdaya perikanan secara umum. Naskah yang dimuat dalam buletin ini berasal dari penelitian atau ulasan staf pengajar/akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, lembaga pemerintahan dan pemerhati permasalahan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU TERLUAR BERBASIS KESESUAIAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG (Studi Kasus Pulau Lingayan Sebagai Pulau Terluar di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah) Gladys Peuru; Mennofatria Boer; Ismudi Muchsin; Yusli Wardiatno
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Lingayan Island, Tolitoli Regency, center of Sulawesi Province, from January until December 2011. This research was aimed to analyze the suitability and carrying capacity of Lingayan Island Tolitoli Regency. The method used was survey method, analysis of  carrying capacity with Ecological Footprint Analysis and indepth interview. Marine tourism activities in Lingayan Island is suitable for diving (56.02 ha), snorkeling (121.67 ha) and beach tourism (13.18 ha). The ecology, physical and water carrying capacity of the island is 86 people/day, 2.5 ha and 1.7, repectively. The results show that the potential ecologically productive area of the island is  still enough to accommodate the number of coming tourists. Key word: carrying capacity, Lingayan Island, marine tourism 
ANALISIS PENGEMBANGAN PERIKANAN PURSE SEINE KABUPATEN ACEH BESAR Aulia Putra; Tri Wiji Nurani; Prihatin Ika Wahyuningrum
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purse seine is one the productive fishing gear for fishing pelagic fishes.  Fishing capacity is one the important issue in sustainable fisheries. This study aimed to measure fishing capacity of purse seine in Aceh Besar district, estimated the maximum economic yield (MEY) the targeted pelagic fishes, and formulate management strategies purse seine in the district of Aceh Besar.  Fishing capacity was analyzed using the data envelopment analysis (DEA) method based on fishing capacity efficiency of monthly total catch as single output, from September 2009 to August 2010.  Fishing vessel was used as decision making unit (DMU).  Fixed input consists gross tonnage (GT), engine horse power (HP) and length of webb. Variable input consists number of crew, lamp power (watt), hold capacity (ton), and number of trip. The result showed that fishing capasity, 17 vessels reached optimum (CU=1), and fishing capacity of purse seine was 257 ton/year/unit. Thus bioeconomic analysis of pelagic fishes showed that MEY reached at 3,753.37 ton/year and optimum effort at 8,623  trip/year with total cost Rp 34,992,314,500 year and total revenue Rp 51,643,083,629. Management strategy for purse seine fishery in Aceh Besar district is the development of technology, human resource  development and the role of institutions such as institutions laot commander.   Key words: Aceh Besar district, fisheries development, management strategies, maximum economic yield (MEY), purse seine
KAJIAN IDENTIFIKASI SISTEM REGISTRASI KAPAL DI PROVINSI ACEH Deni Achmad Soeboer Soeboer; Ari Purbayanto; M. Fedi A. Sondita; Budhi H. Iskandar
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah tragedi tsunami, Provinsi Aceh kehilangan banyak aset mulai dari infrastruktur, armada, dan jiwa manusia. Kondisi ini harus dibangun kembali normal. Untuk membangun kembali data dari armada  penangkapan ikan perlu mendaftar ulang untuk menghindari praktek IUU Fishing dan praktek penurunan harga dan juga biaya tinggi ternak. Masalah umum dalam pendaftaran kapal perikanan adalah konflik kepentingan antara incharges lembaga seperti Departemen Perhubungan dan Departemen Perikanan dan Kelautan Affair, karena kapal penangkap ikan pendaftaran di Indonesia dijalankan oleh institusi keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui masalah lain pada  pendaftaran kapal perikanan di Provinsi Aceh. Kapal perikanan sistem pendaftaran dihadapkan dengan banyak rumit dan kompleks, sehingga solusi melalui pendekatan analisis sistem (Burch, 1992). Dalammenerapkan sistem analisis langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan adalah: (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan masalah, (3) mengidentifikasi sistem, dengan membuat lingkaran diagram sebab akibat (causal loop) dan input-output diagram. Kesimpulan dari analisis sistem yang dilakukan adalah bahwa sistem pendaftaran saat ini belum terintegrasi, data itu tidak akurat karena pemahaman tentang metode pengukuran yang berbeda, proses dokumen informasi penyelesaian tidak dapat ditelusuri, pelaksanaan peraturan yang belum transparan baik dalam administrasi dan keuangan.Kata kunci: registrasi kapal ikan, pendekatan sistem
VIBRIO SP. ATTACK ON DOMESTICATED MANTIS SHRIMP, HARPIOSQUILLA RAPHIDEA Yusli Wardiatno
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mantis shrimp, Harpiosquilla raphidea, is an economically valued crustacean species caught mainly in some Indonesian coastal waters, and is the main target of fisherman in Kuala Tungkal, Province Jambi. To avoid the extinction of the species due to intensive exploitation, a domestication effort was conducted in laboratory. The domestication was aimed to observe gonad development in female shrimp. However, during domestication necrosis and some clinical signs of vibriosis occurred. Microbial isolation from  hepatopancreas, intestine, gills and uropod of infected shrimps found Vibrio sp. The occurrence of vibriosis seems to affect gonad development in females. Besides, the Vibrio sp. attack caused total mortality also.    Key words: vibrio, vibriosis, mantis shrimp, gonadal development
KETERLIBATAN TENGKULAK PADA AKTIVITAS TERKAIT HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN (The Involvement of Tengkulak in the Related Activities of the Catch in Fishing Port) Anwar Bey Pane; Ernani Lubis; Retno Muninggar
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan keterlibatan tengkulak pada aktivitas terkait hasil tangkapan di pelabuhan perikanan/pangkalan pendaratan ikan (PP/PPI) telah lama berlangsung dan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Aktivitas terkait hasil tangkapan di PP/PPI, memiliki salah satu pelaku utama langsung, yaitu nelayan. Di satu sisi, nelayan yang terikat dengan tengkulak hampir mustahil melepaskan diri dari ikatan tersebut, di sisi lain untuk banyak hal yang berhubungan dengan uang, nelayan juga membutuhkan tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk-bentuk keterlibatan tengkulak pada aktivitas-aktivitas terkaithasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), dan, 2) penyebabpenyebab keterlibatan tengkulak pada aktivitas-aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kasus, yang meneliti secara khusus aspek hubungan tengkulak dan aktivitas terkaithasil tangkapan di pelabuhan perikanan. Penelitian melibatkan responden yang berhubungan dengan aktivitas terkait hasil tangkapan tersebut, yaitu: tengkulak, nelayan pemilik,  dan pedagang ikan. Penentuan jumlah responden dilakukan secara purposive. Hasil penelitianmenyatakan bahwa saat ini, keterlibatan tengkulak pada aktivitas terkait hasil tangkapan, selain terhadap nelayan juga terhadap pedagang ikan di pelabuhan perikanan. Terdapat 3 bentuk keterlibatan tengkulak di pelabuhan perikanan: 1) sebagai pemberi pinjaman uang; 2) sebagai pemilik unit penangkapan; 3) sebagai pedagang ikan. Penyebab mendasar keterlibatan tersebut adalah terkait dengan ketersediaan uang pada tengkulak untuk aktivitas nelayan dan pedagang ikan yang dapat dipakai kapan saja, dan adanya kebutuhan nelayan dan pedagangikan. Terdapat penyebab-penyebab tambahan lainnya yang mendukung keterlibatan tengkulak terhadap aktivitas terkait hasil tangkapan di di PPNP. Kata kunci: nelayan, Palabuhanratu, pedagang ikan, pelabuhan perikanan, tengkulak
MORFOLOGI HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) JARING ARAD (DEMERSAL TRAWL) DI PERAIRAN UTARA JAWA BARAT (Morfology of the Bycatch from Jaring Arad (Demersal Trawl) in Northern Water’s of West Java) Ronny Irawan Wahju; M. Fedi A. Sondita; Sugeng Hari Wisudo
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan trawl dasar menangkap ikan hasil tangkapan sampingan sehingga digolongkan ke dalam alat tangkap yang tidak selektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa komposisi hasil tangkapan dan mengidentifikasi morfologi ikan hasil tangkapan sampingan dari jaring arad. Hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan di Blanakan pada bulan Juli sebesar 52,92 kg dan 354,88 kg (ratio 1:6) dan pada bulan Desember 192 kg dan 788 kg (ratio 1:4). Hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan di Eretan Kulon pada bulan Juli sebesar 101,38 kg dan 273,43 kg (ratio1:3) dan pada bulan Desember 194,2 kg dan 692 kg (ratio 1:4). Hasil tangkapan sampingan di Blanakan didominasi oleh ikan pipih tegak seperti Leiognathidae, Sciaenidae, Nemipteridae dan Mullidae, pipih datar seperti Platychepalidae. Hasil tangkapan sampingan untuk di Eretan Kulon didominasi oleh jenis ikan pipih tegak seperti Sciaenidae, Leiognathidae, Nemipteridae dan Mullidae, ikan cerutu dari Synodontidae.  Kata kunci: morfologi, hasil tangkapan sampingan, trawl dasar
POLA INTERAKSI ANTAR PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN SUKABUMI Tiffani Eka Putri; Iin Solihin
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi antar pelabuhan perikanan dan pola distribusi hasil tangkapan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPN Palabuhanratu merupakan pelabuhan pemasok perbekalan melaut berupa BBM dan es bagi sebagian besar pelabuhan perikanan yang ada di Kab. Sukabumi. Sedangkan kebutuhan air sebagian besar dipenuhi oleh pelabuhan perikanan masing-masing.  Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya interaksi tersebut adalah tingkat kebutuhan bahan perbekalan melaut, ketersediaan dan kemudahan untuk memperolehnya dan jarak antarpelabuhan perikanan tersebut. Pola interaksi pelabuhan perikanan dalam pendistribusian hasil tangkapan adalah adalah (i) pelabuhan perikanan yang berperan sebagai daerah pasar dan daerah transit bagi pelabuhan lainnya (ii) pelabuhan perikanan yang berperan sebagai daerah pemasok sekaligus daerah pasar bagi pelabuhan perikanan lainnya dan (iii) pelabuhan perikanan yang hanya berperan sebagai pemasok bagi pelabuhan perikanan lainnya. Hasil tangkapan ikan segar sebagian besar didistribusikan ke wilayah Jakarta melalui PPN Palabuhanratu dan perusahaan pengolahan, sedangkan ikan olahan didistribusikan ke wilayah Jakarta, beberapa kota di Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.Kata kunci: distribusi, Kabupaten Sukabumi, pelabuhan perikanan, pola interaksi
PRODUKTIVITAS PERIKANAN PURSE SEINE MINI SELAMA MUSIM TIMUR DI DESA SATHEAN KABUPATEN MALUKU TENGGARA Erwin Tanjaya; M. Fedi A. Sondita; Roza Yusfiandayani
Buletin PSP Vol. 20 No. 4 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis perikanan yang menonjol di Kabupaten Maluku Tenggara adalah perikanan purse seine mini yang diusahakan oleh perorangan. Perikanan ini berbasis di Desa Sathean. Jenis teknologi yang diterapkan tergolong modern namun jangkauan operasi terkonsentrasi di perairan pantai karena nelayan beroperasi dengan sistem one-day trip daribasis perikanan terdekat. Sistem operasi penangkapan ikan seperti ini dapat menyebabkan produktivitas yang rendah. Faktor yang dianggap sebagai penyebab rendahnya produktivitas ini di antaranya adalah keterampilan dan pengetahuan nelayan yang terbatas serta penggunaanteknologi alat dan kapal penangkapan ikan yang sederhana.  Hingga kini, produktivitas untuk armada purse seine mini di kabupaten ini belum diketahui.  Selain itu, belum diketahui dengan pasti dimana kapal-kapal tersebut dioperasikan. Perbandingan hasil penelitian menggunakantiga ukuran purse seine mini yang berbeda selama 14 trip operasi adalah; KM Virus dengan panjang jaring 400  meter menangkap 157.382 ekor ikan (37%) dengan berat 18.766 kg.  KM Mujur dengan panjang jaring 350 meter menangkap 139.985 ekor ikan (33%) dengan berat 15.502 kg.  KM Dewo dengan panjang jaring 300 meter menangkap 139.941 ekor ikan (30%) dengan berat 13.871 kg. Jenis hasil tangkapan dominan adalah layang (Decapterus russelli), tongkol (Auxis thazard) dan selar (Selaroides leptolepsis). Analisis ANOVA hasil tangkapan terhadap panjang jaring masing-masing kapal per trip menghasilkan nilai Fhit = 3,255 dan Ftab = 3,238 pada (α = 0,05) maka disimpulkan ada  perbedaan hasil tangkapan di antara ketiga kapal sedangkan lama  pelingkaran jaring menghasilkan nilai Fhit = 31,055 dan Ftab = 3,238 pada (α = 0,05).  Disimpulkan ada perbedaan nyata kecepatan pelingkaran jaring di antara ketiga kapal purse seine mini.Kata kunci: Kabupaten Maluku Tenggara, produktivitas, purse seine mini
UJI COBA PEMANFAATAN ENERGI SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SISTEM KELISTRIKAN LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL IKAN Reza Akhmad Syahbana; Fis Purwangka; Mohammad Imron
Buletin PSP Vol. 20 No. 4 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan isu yang sangat krusial bagi masyarakat dunia. Apalagi semenjak terjadinya krisis minyak dunia pada awal dan akhir dekade 1970-an dan pada akhirnya ditutup dengan adanya krisis minyak yang terjadi baru-baru ini, dimana harga minyak mentah saat ini yaitu $110 /barel. Dengan kondisi tersebut, negara-negara di dunia berlomba untuk mencari dan memanfaatkan sumber energi alternatif untuk menjaga keamanan ketersediaan sumber energinya. Salah satu energi alternatif yang perlu dikembangkan di Indonesia adalah energi surya. Energi listrik yang dihasilkan oleh energi surya akan diuji coba pada beberapa LED yang dirangkai menjadi sebuah lampu navigasi. Penelitian bertujuan untuk menghitung besarnya daya yang dihasilkan oleh sel surya dan menghitung besar daya yang dibutuhkan dalam pemakaian lampu LED untuk navigasi. Panel sel surya yang digunakan mempunyai dayasebesar 30 Wp. Daya total yang dihasilkan sel surya pada saat proses pengisian adalah sebesar 420 Wh. Rangkaian lampu LED yang dibuat membutuhkan daya sebesar 0,14256 W untuk bisa berfungsi sebagai lampu navigasi.  Kata kunci: lampu navigasi, kapal ikan, lampu LED, sel surya, lampu navigasi
MANAJEMEN PRODUKSI IKAN TERI NASI DI CV. SUMBER REJEKI INDRAMAYU Sefitiana Wulan Sari; Tri Wiji Nurani; Retno Muninggar
Buletin PSP Vol. 20 No. 4 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indramayu merupakan daerah penghasil ikan teri nasi yang cukup besar di Jawa Barat. Ikan teri nasi memiliki nilai jual yang tinggi karena merupakan ikan ekspor. Oleh karena itu, banyak bermunculan perusahaan pengolahan ikan teri di Kabupaten Indramayu, salah satunyaadalah CV. Sumber Rejeki. Tujuan dari penelitian ini untuk  membandingkan praktis dan teoritis manajemen usaha ikan teri nasi di CV. Sumber Rejeki yang meliputi: 1) manajemen bahan baku; 2) manajemen produksi ikan teri nasi mulai dari tahap pengolahan sampai dengan tahap pemasaran; dan 3) manajemen mutu produk ikan teri nasi kering. Metode yang digunakan adalah analisis teknis dan deskriptif, analisis klasifikasi pola produksi, serta analisis mutu menggunkaan peta kendali p. Teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling dengan cara pengamatan dan wawancara terhadap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bahan baku di CV. Sumber Rejeki belum baik karena kurangnya pengawasan terhadap bahan baku. Perbedaan harga ikan teri nasi antara nelayan dan bakul Rp 1.000 hingga Rp 2.000.  Proses pengolahan ikan teri nasi pada umumnya terdiri dari dua proses yang akan terbagi menjadi proses-proses yang lebih rinci, sedangkan dalam pemasaran produk ekspor, CV. Sumber Rejeki bekerja sama dengan perusahaan pengekspor.  Produk chirimen adalah produk ikan teri nasi ekspor yang memiliki standar mutu  tersendiri, berdasarkan analisis mutu, maka mutu produk ikan teri nasi CV. Sumber Rejeki berada pada batas luar kendali (tidak terkontrol). Penjualan produk CV. Sumber Rejeki pada tahun 2011 adalah 80% (222.525 kg) merupakan produk domestik dan 20% (55.072 kg) produk ekspor. Kata kunci: bahan baku, Indramayu, produksi, teri nasi