cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin PSP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin PSP merupakan jurnal ilmiah dengan jadwal penerbitan 3 kali dalam satu tahun. Jurnal ini menyebarkan informasi ilmiah kepada para peneliti, akademisi, praktisi dan pemerhati mengenai pemanfaatan sumberdaya perikanan di Indonesia yang meliputi berbagai aspek seperti teknologi eksploitasi dan eksplorasi, perkapalan dan navigasi, pelabuhan perikanan, tingkah laku ikan, peraturan dan perundangan serta kebijakan dan pengelolaan sumberdaya perikanan secara umum. Naskah yang dimuat dalam buletin ini berasal dari penelitian atau ulasan staf pengajar/akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, lembaga pemerintahan dan pemerhati permasalahan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap di Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
KEBIJAKAN INTERNASIONALMENGENAI KESELAMATAN NELAYAN Fis Purwangka; Sugeng Hari Wisudo; Budhi Hascaryo Iskandar; John Haluan
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan, alat tangkap ikan dan nelayan merupakan tiga faktor yang mendukung keberhasilan suatu operasi penangkapan ikan. Aktivitas menangkap ikan, terutama di laut merupakan kegiatan yang beresiko tinggi. Faktor keselamatan kapal maupun nelayan merupakan hal yang utama untuk menunjang kesuksesan suatu operasi penangkapan. Menurut IMO, 80% dari kecelakaan, disebabkan oleh kesalahan manusia (human error) dan sebagian besar kesalahan ini dapat dihubungkan dengan kekurangan manajemen yang menciptakan pra-kondisi untuk terjadinya kecelakaan. Kebijakan internasional dibuat berdasarkan persetujuan dan kesepakatan bersama negara-negara anggota yang tergabung didalamnya, sehingga menjadi kewajiban untuk setiap negara anggota melaksanakannya. Telaah yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengidentifiksi kebijakan internasional yang berhubungan dengan keselamatan nelayan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data tersebut diperoleh dengan cara studi pustaka, yaitu melakukan pengumpulan data pustaka atau telaah dokumen berupa aturan yang terkait dengan materi penelitian. Dokumen tersebut didapatkan dari lembaga internasional yang terkait, antara lain IMO, ILO dan FAO yang mempunyai kepentingan pada keselamatan nelayan, serta penelusuran melalui situs-situs internet yang terkait. Saat ini, pada tingkat internasional, telah ada lembaga atau organisasi internasional yang mengatur tentang keselamatan pelayaran. Keselamatan pelayaran yang dimaksud oleh lembaga tersebut mencakup keselamatan nelayan dan kapal ikan yang digunakan. Lembaga yang dimaksud adalah IMO, ILO dan FAO.  Setiap lembaga yang terlibat, mempunyai batasan-batasan sesuai dengan cakupan organisasi masing-masing.Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, secara jelas telah mengatur tentang keselamatan nelayan dan kapal ikan, sedangkan implementasi yang dilakukan pada negara-negara anggotanya tersebut masih kurang. Kebijakan internasional yang ada belum dapat diimplementasikan sebelum dilakukan kesepakatan pada regional tersebut.Kata kunci: kebijakan keselamatan, keselamatan nelayan
KAJIAN STRUKTUR SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR KOTA BALIKPAPAN Qoriah Saleha
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur sosial komunitas nelayan pada wilayah ini bersifat terbuka dan memungkinkan pergerakan secara vertikal maupun horizontal.  Pergerakan sosial ke atas terjadi bila nelayan pemilik kapal sukses melakukan pemupukan modal sehingga mampu beroperasi secara independen atau nelayan pekerja mampu membeli kapal atau alat produksi lainnya.  Pergerakan sosial ke bawah terjadi ketika ponggawa atau nelayan pemilik kapal menderita kerugian usaha sehingga kehilangan asetnya dalam jumlah yang besar. Pergerakan sosial horizontal terjadi ketika nelayan pekerja atau nelayan pemilik kapal berpindah ke grup atau ponggawa lain dengan pertimbangan kecocockan tertentu. Kata kunci:struktur sosial, komunitas nelayan, wilayah pesisir Balikpapan
PRODUKSI HASIL TANGKAPAN SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN: KASUS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI Ernani Lubis; Thomas Nugroho; Septanty Diah Bayu Witry
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar hasil tangkapan di  Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar dijadikan bahan baku olahan baik di Muncar maupun di luar Muncar. Perkembangan sektor industri olahan tersebut menghendaki adanya ketersediaan bahan baku secara kontinyu dan kualitasnya terjamin. Penelitian ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang produksi hasil tangkapan yang didaratkan dan besaran proyeksi tahun 2011-2020 serta pendistribusiannya sebagai kebutuhan bahan baku utama industri pengolahan ikan.  Penelitian menggunakan metode kasus terhadap aspek produksi hasil tangkapan di PPP Muncar sebagai bahan baku industri.  Volume dan nilai produksi hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Muncar cenderung meningkat masing-masing sebesar 43,86% dan 33,62% pada periode 1999-2008, namun indeks relatif nilai produksinya < 1 atau kualitas pemasarannya kurang baik. Jenis ikan yang paling banyak dibutuhkan oleh industri pengolahan ikan di Muncar adalah lemuru, layang, dan tongkol. Bahan baku industri pengolahan di wilayah Muncar 89% berasal dari PPP Muncar. Pendistribusian hasil tangkapan langsung ditujukan ke industri pengolahan ikan dan ke konsumen wilayah Muncar serta ke daerah lain di Pulau Jawa dan Bali. Hasil proyeksi volume produksi ikan lemuru dan layang menunjukkan peningkatan pada periode 2011-2020, sedangkan ikan tongkol menunjukkan penurunan sehingga perlu didatangkan dari luar daerah seperti Bali dan Jawa Timur untuk mencukupi kebutuhan industri.Kata kunci: bahan baku, hasil tangkapan, industri pengolahan, PPP Muncar
HASIL TANGKAPAN PANCING TONDA BERDASARKAN MUSIM PENANGKAPAN DAN DAERAH PENANGKAPAN TUNA DENGAN RUMPON DI PERAIRAN SELATAN PALABUHANRATU Ronny Irawan Wahju; Nimmi Zulbainarni; Deni A. Soeboer
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianpada pancing tonda berdasarkan musim penangkapan ikan dan penangkapan ikan tuna di sekitar rumpon ini dilakukan dari bulan April sampai Juli 2012 di selatan perairan Palabuhanratu. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan komposisi CPUE tuna danmemetakan penangkapan tuna dengan rumpon pada musim yang berbeda. Analisis Varians (ANOVA) digunakan untuk membandingkan CPUE di setiap musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan musim memberikan perbedaan yang signifikan terhadap CPUE tuna. Persentase ikan tuna yang ditangkap di sekitar rumpon pada musimrata-rata terdiri dariyellowfin (42%), cakalang (36%) dan bigeye (22%). Musim tangkapan terendah terdiri dari yellowfin (44%), cakalang (30%) dan bigeye (25%). Musim puncak terdiri dariyellowfin (34%), cakalang (46%) dan bigeye (21%). Penangkapan ikan tuna di wilayah selatan Palabuhanratu pada posisi 070-080300 LS and 1060-1070 BT dengandaerah penangkapan ikan yang berbeda untuk setiap musim.Kata kunci: rumpon, daerah penangkapan ikan, musim penangkapan, pancing tonda, tuna
PEMASARAN HASIL TANGKAPAN DAN KEBIJAKAN PUMP DI PPN PALABUHANRATU Retno Muninggar; Ernani Lubis; Anwar Bey Pane
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pemasaran ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) terjadi pada saluran pemasaran yang melibatkan pemilik modal yang berperan sebagai bakul atau pedagang besar. Nelayan berharap dominasi bakul/tengkulak bisa dikurangi salah satunya melalui kebijakan pemberian modal nelayan agar ketergantungan pada bakul bisa terputus dan tidak ada lagi kecurangan dalam sistem lelang di PPNP. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji permasalahan pemasaran yang ada di PPNP dan menganalisis efektifitas dari kebijakan Pemberdayaan Usaha Mina Perdesaan (PUMP). Hasil penelitian menunjukkan margin pemasaran yang dinikmati bakul sangat besar yaitu Rp  9000/kg untuk Tuna dan Rp 7000/kg untuk Cakalang. Fisherman share pemasaran ikan Tuna adalah 51,5% sedangkan Ikan Cakalang hanya 40%. Pelaksanaan kebijakan PUMP di PPNP menunjukkan bahwa masih banyak tengkulak yang mengkoordinir nelayan untuk menjadi kelompok usaha agar mendapat bantuan dimana tengkulak menjadi ketuanya. Hasil analisis kebijakan menunjukkan bahwa Program PUMP akan bisa berjalan dengan baik jika memperhatikan beberapa faktor: pertama, dilakukan melalui pendekatan kultural untuk menciptakan community relationship dan kesejahteraan nelayan, kedua: Bantuan Langsung Masyarakat harus rutin diaudit agar tidak ada penyalahgunaan dana dan modal benar-benar bisa sampai ke nelayan. ketiga : evaluasi dan keberlanjutan program harus dilakukan meski ada perubahan kepemimpinan, keempat : harus diikuti oleh mekanisme pengawasan dan penegakan hukum.Kata kunci: Pemasaran Ikan, Palabuhanratu, Kebijakan, Pemberdayaan Usaha Mina Perdesaan
DESAIN DAN KONSTRUKSI PERAHU KATAMARAN FIBERGLASS UNTUK WISATA PANCING Dwi Putra Yuwandana; Fish Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan baku kayu pembuat perahu/kapal semakin langka dan mahal. Informasi tentang cara pembuatan perahu berbahan dasar fiberglass pun masih sangat sedikit yang dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2012 ini memberikan alternatif solusi untuk kedua permasalahan tersebut melalui proses desain dan konstruksi perahu katamaran fiberglass berdasarkan rujukan BKI. Pengolahan data dilakukan dengan metode numeric berupa formula-formula naval architecture untuk mendapatkan nilai parameter hidrostatis dari kapal yang diteliti. Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai rasio dimensi kapal. Pembuatan perahu katamaran fiberglass diawali dengan pembuatan desain perahu, pembuatan model perahu, pembuatan cetakan perahu dan pembuatan perahu. Desain perahu katamaran yang dibuat memiliki dimensi utama sebagai berikut: panjang (LOA), lebar (B), dalam (D) dan jarak antar lambung secara berurutan yaitu: 4 meter; 1,9 meter; 0,55 meter dan 1 meter. Adapun kelengkapan perahu katamaran ini antara lain: kursi, tempat umpan, mesin, palka, tempat alat pancing, tempat accu, lampu, tempat peralatan dan ruang reserve buoyancy. Konstruksi perahu katamaran ini dilengkapi dengan gading-gading dan galar sebagai penunjang kekuatan melintang dan memanjang dari perahu. Cadangan daya apung/reserve buoyancy didesain pada perahu ini untuk memperkecil resiko tenggelam.Kata kunci: perahu, katamaran, fiberglass
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN PANCING TONDA DI PPP LABUHAN LOMBOK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Soraya Gigentika; Sugeng Hari Wisudo; . Mustaruddin
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.388 KB)

Abstract

Pancing tonda merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di PPP Labuhan Lombok. Usaha perikanan pancing tonda tersebut perlu dihitung kelayakan finan-sialnya untuk mengetahui keberlangsungannya di masa yang akan datang. Penelitian ini bertu-juan untuk mengetahui modal awal, biaya produksi, pendapatan serta kelayakan finansial dari usaha perikanan pancing tonda di PPP Labuhan Lombok. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis usaha dan analisis investasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pancing tonda di PPP Labuhan Lombok dioperasikan dengan kapal kayu yang berukuran antara 12-18 GT. Jumlah nelayan dalam satu unit penangkapan pancing tonda tersebut adalah 4-6 orang. Nelayan mengoperasikan pancing tonda di sekitar rumpon. Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha pancing tonda di PPP Labuhan Lombok adalah Rp 222.250.000. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk setiap trip penangkapan yaitu Rp 58.525.000 per tahun untuk biaya tetap dan Rp 114.889.500 per tahun untuk biaya tidak tetap. Adapun pendapatan yang diperoleh dari kegiatan penangkapan dengan pancing tonda tersebut yaitu Rp 1.242.600.000 per tahun. Usaha perikanan pancing tonda di PPP Labuhan Lombok merupakan usaha perikanan tangkap yang layak untuk dilakukan hingga 10 tahun ke depan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NELAYAN MENJUAL HASIL TANGKAPAN DI LUAR TPI LAMPASING: SEBUAH TINJAUAN KEBIJAKAN Retno Muninggar; . Dinarwan; Cici Anggara
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.798 KB)

Abstract

 Aktivitas pelelangan ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lampasing dilaksanakan secara resmi oleh pihak pelabuhan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sesuai dengan Perda Provinsi Lampung No. 03 Tahun 2001. Namun faktanya, masih ada sebagian nelayan yang menjual hasil tangkapannya di luar TPI tanpa sistem lelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada nelayan purse seine dan payang yang menjual hasil tangkapan di luar TPI serta melakukan analisis kebijakan pemasaran ikan melalui sistem lelang. Faktor berpengaruh dihitung dengan metode Multi Criteria Analysis (MCA) sedangkan analisis kebijakan dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah kriteria harga ikan dengan nilai faktor sebesar 19,59, kemudian faktor yang berpengaruh paling rendah adalah penegakan kebijakan dengan nilai faktor 1. Dilihat dari sisi kebijakan, pengelolaan pelelangan ikan harus segera diperbaiki melalui teknik pelelangan ikan yang maju seperti yang diterapkan di negara-negara Uni Eropa.
MUTU DAN PERDAGANGAN IKAN TUNA HASIL TANGKAPAN LONGLINE YANG DIDARATKAN DI PPS NIZAM ZACHMAN JAKARTA Fajar Sidik; Tri Wiji Nurani; Sugeng Hari Wisudo
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.323 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber suplai tuna di PPS Nizam Zachman Jakarta, terkait dengan harga, mutu, jumlah dan daerah asalnya, dan sistem perdagangan komoditi tuna di PPS Nizam Zachman Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui pengumpulan tally sheet hasil pembongkaran kapal tuna longline dengan teknik sampling dan observasi terhadap proses pembongkaran tuna longline di pelabuhan. Pelabuhan perikanan yang biasanya mengirimkan tuna ke PPSNJZ adalah PPS Benoa Bali, PPN Palabuhanratu, dan PPS Cilacap. Mutu tuna segar yang di ekspor memiliki grade AAA, AAF, AF, AA, A+ dan A, sedangkan tuna lokal memiliki grade B+, B, B-, Reject/C, Oba/D. Berdasarkan uji statistik, hubungan jumlah dan mutu terhadap harga dapat dikatakan sangat kuat dengan pengaruh sebesar 73,8% dan memiliki nilai Sig F Change= 0,00. Artinya bahwa pengaruh variabel independen (jumlah dan mutu) sangat signifikan terhadap variabel dependen (harga) karena nilainya pada kisaran 0-0,05 (selang besarnya pengaruh).
MODEL PEMILIHAN PELABUHAN PERIKANAN SEBAGAI TEMPAT PENDARATAN IKAN DI WILAYAH PESISIR SUKABUMI Ernani Lubis; Retno Muninggar; Haidir Ilyas
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.165 KB)

Abstract

Wilayah Pesisir Sukabumi memiliki tujuh pelabuhan perikanan (PP), enam diantaranya adalah pangkalan pendaratan ikan (PPI) dan satu pelabuhan perikanan nusantara (PPN). Nelayan wilayah tersebut memiliki banyak alternatif untuk mendaratkan hasil tangkapannya ke salah satu PP. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peubah-peubah dalam menentukan pilihan tempat pendaratan ikan, mengetahui kelaikan formulasi model yang dibuat di setiap PP serta menentukan perbandingan nilai proporsi pemilihan tempat pendaratan ikan di PP wilayah Pesisir Sukabumi dengan metode survei dan analisis model kualitatif logistik. Peubah-peubah yang digunakan dalam model ini adalah jarak pemukiman (JP), tingkat kesejahteraan nelayan (TKN), dan kenyamanan aktivitas pelabuhan (KAP). Ketiga peubah ini dianalisis menggunakan perangkat lunak MINITAB ver. 14. Hasil menunjukkan bahwa peubah jarak pemukiman (JP) berpengaruh terhadap pemilihan tempat pendaratan ikan di PPN Palabuhanratu, PPI Cisolok, dan PPI Cibangban. Peubah ukuran kapal tidak berpengaruh  terhadap model logistik pendaratan ikan di seluruh PP yang ada. Peubah KAP berpengaruh di PPN Palabuhanratu, PPI Ujunggenteng, dan PPI Ciwaru. Model yang terbentuk sudah memenuhi kelaikan model dengan nilai P-value kurang dari 0,05 (P<0,05) pada setiap PP. Proporsi pilihan terbesar sebagai tempat pendaratan ikan adalah di PPN Palabuhanratu (34%), diikuti PPI Cisolok (22%), PPI Ujunggenteng (14%), PPI Ciwaru (11%), PPI Cibangban (9%), PPI Loji (7%) dan PPI Minajaya (3%).