cover
Contact Name
Rita Dwi Pratiwi
Contact Email
ritadwipratiwi@wdh.ac.id
Phone
+6289529263441
Journal Mail Official
lppm@wdh.ac.id
Editorial Address
STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No.1, Pamulang Bar., Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat
ISSN : 2597890X     EISSN : 26866366     DOI : https://doi.org/10.52031/edj
Core Subject : Health,
Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat is a periodical scientific journal published by the STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, with p-ISSN 2597-890X since 2017 and e-ISSN 2686-6366 since 2019. Edu Dharma Journal accepts scientific papers in the form of research reports (original article research papers) with focus and scope including: Nursing Midwifery Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in Nursing and Midwifery issues. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat was first published in September 2017 and subsequently published twice a year, in March and September. The Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat is an open access journal. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Journal began using the Online Journal System (OJS) in 2017.
Articles 158 Documents
PENGARUH PEMBERIAN INHALASI AROMATERAPI KAYU MANIS TERHADAP NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SDN PORIS GAGA 2 DAN MI MUBTADI 2 KOTA TANGERANG Puspitaningrum, Elisabeth Dewi; Hasanah, Uswatun; Chaherawati, Apriliani
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1247

Abstract

                                                   ABSTRACTDysmenorrhea is a reproductive health problem that affects the learning activities and quality of life of adolescent girls. The World Health Organization (WHO) in 2022 showed that the prevalence of dysmenorrhea worldwide reached 90%, with 10–16% classified as severe. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea is 64.25%. Non-pharmacological treatment is a safe and effective option. Cinnamon aromatherapy contains cinnamaldehyde and eugenol, which have antispasmodic and anti-inflammatory properties, thus reducing uterine muscle contractions and inhibiting prostaglandin biosynthesis. The purpose of this study was to analyze the effect of cinnamon aromatherapy inhalation on dysmenorrhea pain in adolescent girls at SDN Poris Gaga 2, Tangerang City. This research method was quantitative using a pre-experimental one-group pretest-posttest design to determine the influence between the independent and dependent variables. Data were collected through a questionnaire. The sample consisted of 30 adolescent female students at SDN Poris Gaga 2, Tangerang City. The results of the study, it was found that before the intervention, the majority of respondents experienced moderate pain (63.3%), while after the intervention, the majority experienced mild pain (73.3%). The results of the Wilcoxon test produced a value (p-value 0.000 0.05), so it can be concluded that there is a significant effect of cinnamon aromatherapy inhalation on dysmenorrhea pain in adolescent female students at SDN Poris Gaga 2, Tangerang City. Based on the results of this study, it is recommended that educational institutions consider cinnamon aromatherapy as a non-pharmacological alternative in school services to reduce dysmenorrhea in female students.                                          ABSTRAK Dismenore adalah masalah kesehatan reproduksi yang mempengaruhi aktivitas belajar dan kualitas hidup di kalangan remaja putri. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2022, angka kejadian dismenore global mencapai 90%, dengan 10–16% mengalami kondisi yang parah. Di Indonesia, angka dismenore mencapai 64,25%, dengan dismenore primer berjumlah 54,89% dan dismenore sekunder 9,36%. Penggunaan obat seperti analgesik dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan pendekatan nonfarmakologis yang lebih aman dan efektif. Aromaterapi kayu manis mengandung zat aktif cinnamaldehyde dan eugenol yang memiliki sifat antispasmodik dan antiinflamasi, sehingga dapat mengurangi kontraksi otot rahim dan menghambat pembentukan prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak inhalasi aromaterapi kayu manis terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di SDN Poris Gaga 2 Kota Tangerang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental satu grup pretest-posttest, untuk memahami pengaruh antara variabel independen dan dependen, dimana data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel terdiri dari 30 remaja putri yang bersekolah di SDN Poris Gaga 2 Kota Tangerang. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden merasakan nyeri dengan intensitas sedang (63,3%), sedangkan setelah intervensi, mayoritas melaporkan nyeri ringan (73,3%). Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai (p-value 0.000 0.05), yang disimpulkan adanya pengaruh signifikan dari inhalasi aromaterapi kayu manis terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di SDN Poris Gaga 2 Kota Tangerang. Saran dari penelitian ini adalah agar institusi pendidikan dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi kayu manis sebagai metode nonfarmakologis dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meredakan dismenore pada siswi.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA KABUPATEN SERANG Romayanti, Agnes Defvi; Ningrum, Mita Widya; Dewiasih, Susi; Sutini, Sutini
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1253

Abstract

                                                      ABSTRACTHigh workload on Intensive Care Unit (ICU) and Emergency Room (ER) nurses can cause burnout syndrome. Research Objective: To determine the relationship between workload and burnout syndrome in nurses in the ICU and ER of Dr. Dradjat Prawiranegara Regional General Hospital, Serang Regency. Method: This study is a quantitative study with a cross-sectional design. The research sample was 75 ICU and ER nurses with a total sampling technique. Workload was measured using the Nursalam (2017) adaptation workload questionnaire and NASA-Task Load Index (NASA-TLX), while burnout syndrome was measured using the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire. Research Results: Shows that nurses' workload is in the moderate category (40.0%). Burnout syndrome in nurses is moderate (41.3%). The bivariate test results showed no difference in workload between ICU and ER nurses p-value = 0.369 (p 0.05), but there was a significant difference in workload based on NASA-TLX between ICU and ER nurses p-value 0.001 (p 0.05). There was no difference in burnout syndrome between ICU and ER nurses p-value = 0.642 (p 0.05). There was a significant relationship between workload and burnout syndrome in ICU and ER nurses, p-value 0.001 (p 0.05) with a correlation value of 0.539, and based on NASA-TLX measurements p-value 0.020 (p 0.05) with a correlation value of 0.267. Conclusion: the higher the nurse's workload, the higher the risk of burnout syndrome. It is hoped that the hospital can manage the workload optimally to prevent burnout in nurses, especially in the ICU and ER.                                                        ABSTRAKBeban kerja yang tinggi pada perawat, khususnya di ruang perawatan kritis seperti Intensive Care Unit (ICU) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), berpotensi menimbulkan burnout syndrome yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang ICU dan IGD RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kab.Serang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 perawat yang bekerja di ruang ICU dan IGD, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner beban kerja adaptasi Nursalam (2017) dan NASA-Task Load Index (NASA-TLX), sedangkan burnout syndrome diukur menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, Independent Samples t-test, dan Spearman Rank. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa beban kerja perawat berada pada kategori sedang (40,0%), sedangkan berdasarkan pengukuran NASA-TLX hampir setengahnya berada pada kategori sangat tinggi (46,7%). Burnout syndrome pada perawat sebagian besar berada pada kategori rendah (53,3%) hingga sedang (41,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan beban kerja antara perawat ICU dan IGD p-value = 0,369 (p 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan beban kerja berdasarkan NASA- TLX antara perawat ICU dan IGD p-value 0,001(p 0,05). Tidak terdapat perbedaan burnout syndrome antara perawat ICU dan IGD p-value = 0,642 (p 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat ICU dan IGD, p-value 0,001(p 0,05) dengan nilai korelasi 0,539, dan berdasarkan pengukuran NASA-TLX p-value 0,020 (p 0,05) dengan nilai korelasi 0,267. Simpulan: semakin tinggi beban kerja perawat, semakin tinggi risiko terjadinya burnout syndrome. Diharapkan pihak rumah sakit dapat melakukan pengelolaan beban kerja secara optimal untuk mencegah terjadinya burnout pada perawat, khususnya di ruang ICU dan IGD.
Bibliotherapy Outcomes In Preschoolers With Infectious Diseases: A Two-Site Comparison Of Dengue Hemoragic Fever And Acute Respiratory Infection Cases Pangesti, Nova Ari
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1265

Abstract

                                                  ABSTRACTBackground: Hospitalization in preschool children, especially due to infectious diseases such as Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) and Acute Respiratory Tract Infection (ARI), frequently triggers anxiety that affects psychological well-being and the recovery process. Bibliotherapy, a non-pharmacological intervention using age-appropriate picture storybooks, has been applied to reduce anxiety. However, its effectiveness may differ depending on the illness and individual response. Research Objective: To compare the effectiveness of bibliotherapy in reducing anxiety levels among hospitalized preschool children with DHF and ARI. Methods: This comparative case study with a qualitative approach involved four children aged 4–7 years: two diagnosed with DHF at Dr. Soedirman General Hospital, Kebumen, and two diagnosed with ARI at Majenang General Hospital. Bibliotherapy sessions were conducted for three consecutive days, one 20-minute session per day, using picture storybooks. Anxiety levels were assessed through behavioral observation and the Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS) Parent Report. Results: The findings showed differences between the two groups. Children with DHF demonstrated a more significant reduction in anxiety within the first two days, whereas children with ARI showed a slower decrease, with improvements observed on days two and three. Moreover, children with DHF exhibited positive emotional expressions earlier than those with ARI. Conclusion: Bibliotherapy appears to be more effective in reducing anxiety levels more rapidly in preschool children hospitalized with DHF compared to those with ARI.ABSTRAK                                                              ABSTRAKLatar Belakang: Hospitalisasi pada anak prasekolah, khususnya akibat penyakit infeksi seperti Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sering menimbulkan ansietas yang berdampak pada kondisi psikologis dan proses penyembuhan anak. Biblioterapi salah satu intervensi non-farmakologis yang digunakan untuk mengurangi ansietas melalui media buku cerita bergambar yang sesuai dengan usia. Namun, efektivitas intervensi ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi penyakit dan respon individu. Tujuan Penelitian: membandingkan efektivitas biblioterapi dalam menurunkan tingkat ansietas pada anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi akibat DHF dan ISPA di dua rumah sakit berbeda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus komparatif dengan pendekatan kualitatif. Empat anak usia 4–7 tahun yang menjalani perawatan inap menjadi partisipan: dua anak dengan DHF di RSUD Dr. Soedirman Kebumen, dan dua anak dengan ISPA di RSUD Majenang. Intervensi biblioterapi diberikan selama 3 hari berturut-turut, satu sesi per hari selama 20 menit dengan membacakan buku cerita bergambar. Tingkat ansietas diukur melalui observasi perilaku dan kuesioner Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS) Parent Report. Hasil: terdapat perbedaan respons dantara dua kelompok anak dengan DHF menunjukkan penurunan skor ansietas yang lebih signifikan dalam dua hari pertama, sedangkan pada anak dengan ISPA, perubahan ansietas terjadi lebih lambat, yakni pada hari ke-2 dan ke-3. Selain itu, anak dengan DHF tampak menunjukkan ekspresi emosional positif lebih cepat dibandingkan anak dengan ISPA. Kesimpulan: Biblioterapi memiliki efektivitas cenderung lebih cepat menurunkan Tingkat ansietas pada anak dengan DHF dibandingkan anak yang mengalami ISPA. 
ANALISIS FAKTOR DEMOGRAFI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIV PADA KELOMPOK LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI PUSKESMAS CIPUTAT PERIODE TAHUN 2009 - 2025
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1290

Abstract

                                                ABSTRACTBackground: HIV/AIDS is a significant health problem, especially in the group of Men Who Have Sex with Men (MSM) who are at high risk of HIV infection. South Tangerang City, specifically Ciputat Public Health Center, has recorded a high number of HIV cases within this group. Objective: This study aims to analyze the demographic factors associated with the incidence of HIV among MSM at Ciputat Public Health Center during the period 2009-2025. Methods: This quantitative study used a retrospective cohort design with secondary data from medical records and Voluntary Counseling and Testing (VCT) services. Results: Univariate analysis used descriptive statistics and bivariate analysis used the Kendall Tau correlation test using SPSS. The population consisted of 348 MSM who visited Ciputat Public Health Center between 2009-2025, with a total sample of 344 respondents fulfilling the inclusion criteria. The majority of respondents were aged over 20 years (91,6%), had higher education (91,3%) and were employed (79,7%). The prevalence of HIV positive was 72,7%. Conclusion: Age and employment status showed significant associations with HIV incidence, whereas education level did not. Sexually Transmitted Infections (STIs) demonstrated a highly significant relationship with HIV incidence. The conclusion is that age, employment status, and STIs play significant roles in HIV incidence among MSM. Prevention programs should target older age groups and the unemployed, as well as focus on controlling STIs. Strengthening education and HIV prevention interventions at Ciputat Public Health Center, particularly for high-risk groups, is recommended.                                                     ABSTRAKLatar Belakang: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan signifikan khususnya pada kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang memiliki risiko tinggi terinfeksi HIV. Kota Tangerang Selatan khususnya Puskesmas Ciputat mencatat kasus HIV yang tinggi pada kelompok ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor demografi yang berhubungan dengan kejadian HIV pada kelompok Lelaki Seks Lelaki di Puskesmas Ciputat periode 2009-2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain kohort retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan layanan VCT. Analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall Tau pada SPSS. Populasi sebanyak 348 LSL yang berkunjung ke Puskesmas Ciputat tahun 2009-2025, dengan sampel total 344 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20 tahun (91,6%), berpendidikan lanjut (91,3%) dan bekerja (79,7%). Prevalensi HIV positif sebesar 72,7%. Usia dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan kejadian HIV, sedangkan pendidikan tidak. Infeksi Menular Seksual (IMS) menunjukkan hubungan sangat signifikan dengan kejadian HIV. Kesimpulan: Faktor usia, pekerjaan, dan IMS berperan signifikan dalam kejadian HIV pada kelompok LSL. Program pencegahan perlu menyasar kelompok usia dewasa akhir dan yang tidak bekerja serta pengendalian IMS. Adanya penguatan edukasi dan intervensi pencegahan HIV di Puskesmas Ciputat khususnya untuk kelompok berisiko tinggi.
PENGARUH EDUKASI AUDIO VISUAL PDULI (PENANGANAN DEMAM UNTUK LINDUNGI) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA KEJANG DEMAM PADA ANAK DI POSYANDU RW 001 BOJONGGEDE BOGOR
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1249

Abstract

                                                   ABSTRACTResearch Objective: Febrile seizures are a condition that commonly occurs in children and requires proper initial management. However, many parents still have limited knowledge about first aid for febrile seizures, which poses a risk of improper handling. Therefore, effective educational efforts are needed to increase parents' knowledge. This study aimed to determine the effect of audio-visual education on parents’ knowledge regarding first aid management of febrile seizures in children aged 6 months to 5 years at Posyandu RW 001, Bojonggede, Bogor. Research Method This study employed a pre experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 37 respondents selected using a total sampling technique. The research results show an increase in parents' knowledge after being given audiovisual education. The Wilcoxon test showed a p-value 0.05, which means there is a significant effect. The conclusion of this study is that health education using audiovisual media is effective in increasing parents' knowledge about the initial handling of fever seizures.                                                   ABSTRAKKejang demam merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan awal yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai pertolongan pertama kejang demam, sehingga berisiko terjadi kesalahan penanganan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan orang tua dalam pertolongan pertama kejang demam pada anak usia 6 bulan - 5 tahun di Posyandu RW 001 Bojonggede Bogor. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 37 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan edukasi audio visual. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan awal kejang demam.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN KOMBINASI CERAMAH DAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN HIV/AIDS DIKELURAHAN KAMPUNG SAWAH
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1252

Abstract

                                                       ABSTRACTBackground: HIV/AIDS remains a major global public health problem, with the number of cases continuing to increase each year. According to UNAIDS data (2023), approximately 39.9 million people worldwide were living with HIV, with 1.3 million new cases reported in the same year. In Indonesia, the Ministry of Health (2024) reported that the five provinces with the highest number of HIV cases are West Java, Central Java, East Java, DKI Jakarta, and Banten. South Tangerang City is among the areas with a relatively high number of HIV/AIDS cases. Low levels of knowledge and negative attitudes toward HIV/AIDS prevention among the community are contributing factors that accelerate the spread of the disease. Aim: This study aimed to determine and analyze the effect of health education using a combination of lectures and animated videos on improving community knowledge and attitudes toward HIV/AIDS prevention in Kampung Sawah Subdistrict, South Tangerang City.Method: This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 30 community members in Kampung Sawah Subdistrict, selected using an accidental sampling technique. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires administered before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon test for knowledge variables and the paired sample t-test for attitude variables, with a significance level of p 0.05.Result: The results showed a significant improvement in respondents’ knowledge and attitudes after receiving health education using a combination of lectures and animated video media. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference in knowledge scores before and after the intervention (p = 0.000), while the paired sample t-test showed a significant difference in attitude scores (p = 0.031).Suggestion: This health education method is recommended to be implemented sustainably in community-level health promotion programs and further developed through future studies using stronger research designs and larger sample sizes.                                                   ABSTRAKLatar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data UNAIDS (2023), sebanyak 39,9 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan terdapat 1,3 juta kasus baru pada tahun yang sama. Di Indonesia, laporan Kementerian Kesehatan (2024) menunjukkan lima provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten. Kota Tangerang Selatan termasuk dalam wilayah dengan kasus HIV/AIDS yang cukup tinggi. Rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran penyakit ini. Tujuan Penelitian: Mengetahui dan menganalisis Pengaruh pendidikan kesehatan kombinasi ceramah dan video animasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan yang komprehensif di Kelurahan Kampung Sawah, Kota Tangerang Selatan. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode penelitian quasi experiment dengan one Group pre-test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden masyarakat di Kelurahan Kampung Sawah, penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara Accidental sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dan . Berdasarkan analisa data dengan uji wilcoxon dengan derajat kemaknaan p0,05 (5%) Hasil: hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan kombinasi audio dan video animasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna pada skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000), sedangkan uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan bermakna pada skor sikap (p=0,031). Saran: metode Pendidikan kesehatan ini agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam program promosi kesehatan di tingkat komunitas serta dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian dengan desain yang lebih kuat dan cakupan responden yang lebih luas.
PERAN PICTORIAL HEALTH WARNING, DAN FAKTOR LAINNYA SEBAGAI DETERMINAN INTENSI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1292

Abstract

                                         ABSTRACTIn 2023, adolescents aged 15–19 years represented one of the groups with a high smoking prevalence in Indonesia, reaching 56.5%. In West Java, the smoking prevalence among individuals aged ≥15 years was 32.98%. Although cigarette packages have included pictorial health warnings, adolescents’ intention to quit smoking remains low. A preliminary study conducted at Al-Basyariah Vocational High School in Bogor showed that among 10 student smokers, only 20% had a high intention to quit smoking. This study aimed to analyze the relationship between perceptions of pictorial health warnings, self-efficacy, and peer conformity with smoking cessation intention among vocational high school students. This research used an analytical quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all male smoking students in grades X and XI at Al-Basyariah Vocational High School, Bogor, with a total sample of 85 respondents selected using a total sampling technique. The results showed significant relationships between perceptions of pictorial health warnings (p=0.000), self-efficacy (p=0.000), and peer conformity (p=0.000) with smoking cessation intention among students. These findings indicate that perceptions of pictorial health warnings, self-efficacy, and peer conformity play important roles in shaping adolescents’ intention to quit smoking. The results of this study are expected to serve as a basis for developing school policies that support smoke-free environments and strengthening health promotion programs for adolescents.ABSTRAK Pada tahun 2023, remaja usia 15–19 tahun merupakan salah satu kelompok dengan prevalensi perokok yang tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 56,5%. Di Jawa Barat, prevalensi merokok pada penduduk usia ≥15 tahun mencapai 32,98%. Meskipun kemasan rokok telah dilengkapi dengan pictorial health warning, intensi berhenti merokok pada remaja masih tergolong rendah. Studi pendahuluan di SMK Al-Basyariah Bogor menunjukkan bahwa dari 10 siswa perokok, hanya 20% yang memiliki niat tinggi untuk berhenti merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi pictorial health warning, self-efficacy, dan konformitas teman sebaya dengan intensi berhenti merokok pada siswa SMK Al-Basyariah Bogor. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa laki-laki perokok kelas X dan XI di SMK Al-Basyariah Bogor dengan jumlah sampel 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pictorial health warning (p=0,000), self-efficacy (p=0,000), dan konformitas teman sebaya (p=0,000) dengan intensi berhenti merokok pada siswa. Dengan demikian, persepsi terhadap pictorial health warning, self-efficacy, dan konformitas teman sebaya berperan dalam membentuk intensi berhenti merokok pada remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan sekolah yang mendukung lingkungan bebas rokok serta penguatan program promosi kesehatan bagi remaja.
EFEKTIVITAS COOKIES FORTIFIKASI TEPUNG AMARANTHUS TRICOLOR L DAN PHASEOLUS RADIATUS TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI ANEMIA
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v10i1.1260

Abstract

                                             ABSTRACTIntroduction: Anemia is still a global health problem with a high prevalence, particularly in adolescent girls. The World Health Organization (WHO) reported that the prevalence of anemia in women aged 15-49 years reached 30.7%, while in Indonesia the prevalence of anemia in adolescent girls is still relatively high. Adolescent girls are at greater risk of developing anemia due to increased iron requirements during growth and menstruation, low iron intake, and lack of adherence to taking Blood Supplement Tablets (TTD). One of the non-pharmacological efforts that can be made to overcome this problem is through food innovations based on local ingredients that are rich in iron, such as red spinach (Amaranthus tricolor L.) and mung beans (Phaseolus radiatus). Objective: This study was to analyze the effectiveness of giving fortified cookies with Amaranthus tricolor L flour. and Phaseolus radiatus on the increase in hemoglobin (Hb) levels in anemic adolescent girls at SMP Muhammadiyah 37 Parung, Bogor Regency. Methods: This study uses a quantitative design with a quasi-experimental method through a one group pretest-posttest design approach. The study sample was adolescent girls aged 12–15 years with Hb 12 g/dL levels. The intervention was carried out by giving cookies a combination of red spinach and mung beans for 10 days. Measurement of hemoglobin levels was carried out before and after the intervention. The results showed a significant increase in hemoglobin levels after the administration of fortification cookies with a p value of 0.000. Conclusion: administration of Amaranthus tricolor L flour fortification cookies. and Phaseolus radiatus have been shown to be effective in increasing hemoglobin levels in anemic adolescent girls and have the potential to be a practical and innovative alternative to non-pharmacological interventions in the prevention and management of anemia among adolescent girls.                                              ABSTRAKPendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang tinggi, khususnya pada remaja putri. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa prevalensi anemia pada perempuan usia 15–49 tahun mencapai 30,7%, sedangkan di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri masih tergolong tinggi. Remaja putri memiliki risiko lebih besar mengalami anemia akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi, rendahnya asupan zat besi, serta kurangnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui inovasi pangan berbasis bahan lokal yang kaya zat besi, seperti bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus). Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pemberian cookies fortifikasi tepung Amaranthus tricolor L. dan Phaseolus radiatus terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri anemia di SMP Muhammadiyah 37 Parung Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah remaja putri usia 12–15 tahun dengan kadar Hb 12 g/dL. Intervensi dilakukan dengan pemberian cookies kombinasi bayam merah dan kacang hijau selama 10 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah pemberian cookies fortifikasi dengan nilai p 0,000. Kesimpulan: pemberian cookies fortifikasi tepung Amaranthus tricolor L. dan Phaseolus radiatus terbukti efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia dan berpotensi menjadi alternatif intervensi non-farmakologis yang praktis dan inovatif dalam pencegahan dan penanggulangan anemia di kalangan remaja putri.. 

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2026): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat More Issue