cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 100 Documents
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH SEKTOR INDUSTRI JENANG KRASIKAN MENGGUNAKAN METODE (SWOT) (STUDI KASUS DI SENTRA INDUSTRI JENANG DESA TANGKISAN Risma Filiagita Prastiwi; Ainur Komariah; Rahmatul Ahya
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i2.1379

Abstract

Masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia menyebabkan perekonomian mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini juga berdampak pada sector UMKM. Desa Tangkisan merupakan salah satu sentra UMKM di Sukoharjo, salah satunya yaitu sentra industri jenang krasikan yang juga terdampak virus corona. Maka dari itu perlunya strategi pemasaran agar hasil dari UMKM Jenang krasikan terus dapat dipasarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pada sentra industri jenang krasikan di Desa Tangkisan Kab. Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dapat dilakukan oleh pemilik UMKM Jenang krasikan di Desa Tangkisan Kabupaten Sukoharjo yaitu dengan melakukan inovasi produk. Inovasi tersebut meliputi pemberian varian rasa, pembaharuan kemasan, dan pemasaran melalui social media, sehingga dapat memperluas pangsa pasar dan produk lebih dikenal dikalangan masyarakat.
ANALISIS KESUKSESAN USAHA FOTOCOPY DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO DAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Roman Hetrianto; Mathilda Sri Lestari; Suprapto Suprapto
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i1.623

Abstract

Usaha fotocopy merupakan salah satu usaha dengan persaingan yang sangat pesat. Usaha fotocopy banyak kita temui dilingkungan pendidikan (sekolah atau kampus) dan lingkungan perkantoran. Semakin banyaknya usaha fotocopy yang tersedia semakin banyak pula pilihan bagi konsumen untuk menentukan mana usaha fotocopy yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. dan menyediakan pelayanan yang lengkap dan bagus. Sehingga usaha fotocopy dilingkungan kampus selalu dituntun untuk melakukan inovasi sebagai akibat dari kebutuhan pangsa pasar yang dinamis. Objek penelitian ini adalah usaha fotocopy yang terdapat pada lingkungan kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo dan Unieversitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian yang dilakukan adalah unutk menentukan faktor-faktor kesuksesan pada usaha fotocopy. Langkah yang dilakukan meliputi penentuan usaha Fotocopy di lingkungan kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo dan Unieversitas Muhammadiyah Surakarta, menentukan indikator kesuksesan, survei market share, menentukan usaha Fotocopy yang akan diteliti berdasarkan diagram pareto, menentukan karakter usaha sukses berdasarkan analisis atribut produk dan analisis konsumen, pemetaan pada kanvas strategi, uji korelasi dan menarik kesimpulan. Berdasarkan kanvas strategi, usaha Fotocopy di lingkungan kampus Univet Bantara yang paling sukses adalah usaha Fotocopy H.1. Faktor penyebab kesuksesannya adalah faktor pelayanan, kualitas fotocopy, kualitas jilid hard cover, kualitas jilid lakban, faktor fasilitas, luas toko, pencahayaan, lay-out dan faktor jam buka. Sedangkan usaha Fotocopy di lingkungan kampus UMS yang paling sukses adalah usaha Fotocopy E.2, penyebab kesuksesannya adalah faktor harga fotocopy HVS.
PENERAPAN METODE ASSOCIATION RULE - MARKET BASKET ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING TOKO SWALAYAN KECIL Muhamad Soleh; Nurul Hidayati; Febri Dwi Muji Krisdian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1469

Abstract

Setiap pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tentu menginginkan keuntungan yang optimal dengan biaya yang seminimal mungkin. Untuk mencapai hal tersebut, pengusaha harus bisa menjalankan usahanya secara efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mendapatkan strategi yang efektif adalah dengan memahami karakteristik pelanggan dalam berbelanja. Market Basket Analysis (MBA) digunakan untuk mengetahui pola belanja kosumen dengan menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item (item set) yang dihitung dengan metode Association Rule. Aturan- aturan asosiasi ini akan sangat berguna dalam menentukan strategi bisnis seperti mendesain katalog, menata layout, serta merancang kampanye pemasaran dan promosi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan 400 sampel transaksi selama sebulan. Association Rule dapat diterima jika nilai lift ratio lebih besar dari 1. Item set yang didapatkan dari pengolahan data menggunakan software Rapid Miner dapat digunakan sebagai acuan untuk pemilik toko dalam membuat strategi promo, diskon untuk produk – produk yang jarang terbeli dan menata produknya yang memungkinkan pelanggan lebih mudah dalam menemukan produk yang ingin dibeli dan membeli produk lebih banyak dengan cara meletakan produk – produk yang memiliki asosiasi kuat secara berdekatan. Kata kunci: Association Rule, Market Basket Analysis, Ritel, Pemasaran, Layout, data mining.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU LAET MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QSPM Febri Prima; Eddy Kurniawan; Wahyu Wulan Sari
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1499

Abstract

Danau Laet memiliki wisata alam yang sangat potensial untuk dikembangkan. Banyak wisatawan yang berkunjung untuk menikmati atraksi yang ditawarkan, pemandangan alam yang indah dan spot-spot menarik untuk berfoto. Namun didalam pengelolaannya, masih terdapat beberapa kelemahan seperti aksesibilitas infrastruktur yang belum memadai dan strategi pemasaran yang belum maksimal.  Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan objek wisata. 2).Menentukan strategi pemasaran yang tepat dalam pengembangan objek wisata. 3). Menentukan prioritas strategi terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode SWOT dan QSPM. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data yang diidentifikasi meliputi faktor internal dan eksternal dimana data tersebut diolah dan dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan wisata alam Danau Laet.  Berdasarkan hasil analisis, strategi yang tepat dalam pengembangan wisata alam Danau Laet  yaitu strategi SO. Strategi SO masuk dalam kuadran 1 dimana posisi strategi ini sangat menguntungkan karena memiliki nilai kekuatan dan peluang yang sangat besar sehingga stakeholder dapat memaksimalkan kondisi tersebut. Adapun prioritas strategi terbaik yaitu memperkenalkan pada wisatawan baik wisatqwan lokal dan asing dengan melakukan promosi yang dapat dikemas secara menarik tentunya dengan memperkenalkan keindahan objek wisata, atraksi-atraksi menarik dan informasi sarana dan prasarana yang tersedia di Wisata Danau Laet.
PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE UNTUK MEMINIMASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DI FASILITAS KESEHATAN Roselina Dwi Nuraina; Nuzulia Khoiriyah; Nurwidiana Nurwidiana
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1487

Abstract

Standar waktu pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah dalam surat keputusan Menteri Kesehatan No.129/MENKES/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu standar pelayanan rawat jalan dengan waktu tunggu  ≤ 60 menit. Berdasarkan indikator waktu tunggu di rawat jalan, waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai pasien mendaftar sampai dipanggil untuk dilayani oleh dokter. Permasalahan yang diketahui pada salah satu fasilitas kesehatan adalah lamanya waktu tunggu pelayanan melebihi 60 menit yaitu 2 jam 48 menit. Lamanya waktu tunggu pelayanan dikarenakan terdapat aktivitas – aktivitas yang tergolong dalam pemborosan. Analisa dan usulan dilakukan penerapan lean healthcare, value stream mapping serta root cause analysis dengan usulan perbaikan dengan rappid process improvement workshop (hanya sampai tahap planning). Diketahui akar penyebab pemborosan karena adanya double job, lamanya proses pengisian dan pencarian rekam medis, proses pencarian kembali rekam medis yang tidak ada, adanya tumpukan lembaran rekam medis baru dan nota pembayaran yang melebihi kapasitas penyimpanan. Diusulkan menggunakan rapid process improvement workshop menggunakan perhitungan workload indicator staff need yaitu menambahkan 2 petugas pada pengambilan nomor antrian dan 3 petugas pada registrasi, serta mengganti bentuk cetakan nomor pendaftaran, menggunakan sistem paperless, mengadakan intercom tiap departemen dan menambahkan infromasi secara visual pada ruangan rawat jalan. Setelah dilakukan pembuatan future state mapping dan diketahui total leadtime 9345,54 dengan value added time 196,54 detik, non value added time 9085 detik, dan necessary but non value added time 70 detik. Dan presentase process cycle efficiency menjadi 2,10%.  
EVALUASI DAN REKOMENDASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA INDUSTRI KECIL MEBEL (STUDI KASUS PADA INDUSTRI KECIL MEBEL PURNAMA DI JOMBANG) Mahrus Khoirul Umami; Muhammad Arif; Zaenal Arifin; Imnatus Mu’arrifah
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1495

Abstract

Penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya yang sistematis dan terstruktur untuk melindungi tenaga kerja dan orang-orang lainnya di tempat kerja. Penelitian ini mengevaluasi implementasi prinsip-prinsip K3 di sebuah industri kecil, yaitu Mebel Purnama yang terletak di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Survei awal di Mebel Purnama mendapatkan fakta bahwa program pelaksanaan standar K3 ini masih belum menjadi perhatian, baik dari pihak manajemen maupun dari pihak karyawan. Upaya perbaikan penerapan K3 pada penelitian ini dilakukan dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi, menilai dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko-risiko yang mungkin terjadi di tempat kerja. Hasil observasi dan wawancara menemukan adanya potensi-potensi bahaya di tempat kerja berupa adanya debu/ serbuk kayu yang beterbangan saat proses pemotongan dan penghalusan, limbah pemotongan dan penghalusan kayu ditimbun di dalam ruangan, tumpukan hasil olahan kayu di tempat/ rak yang sempit, stop contact dan sambungan kabel listrik yang terbuka, bahan-bahan kimia untuk pengecatan yang berbahaya, beracun, dan mudah terbakar, dan pekerja tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai. Selanjutnya, berdasarkan hasil penilaian risiko ditentukan beberapa rekomendasi sesuai dengan hirarki pengendalian bahaya berupa penggantian ataupun modifikasi pada bahan, mesin, peralatan, ataupun tata cara kerja sehingga dampak dari risiko yang mungkin terjadi dapat dikurangi. Selain itu, juga disarankan untuk melakukan langkah-langkah pengendalian secara administratif dan penyediaan APD yang sesuai bagi pekerja yang terpapar bahaya.
ANALISIS BEBAN KERJA GUNA MENENTUKAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL DENGAN METODE WORLOAD ANALYSIS DAN WORK FORCE ANALYSIS Wahyu Rustinawati; Jono Jono; Siti Lestariningsih
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1496

Abstract

UD. Rizqi Hadi Putra merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kayu lapis. Hasil pengamatan awal ditemukan bahwa perusahaan ini belum menerapkan pengukuran beban kerja pada setiap posisi maka terjadi ketidaksesuaian antara beban kerja dan jumlah pekerja. Hal ini mengakibatkan inefisiensi kerja dan peningkatan beban kerja. Pengukuran beban kerja dan optimasi jumlah tenaga kerja dapat diupayakan melalui metode analisis beban kerja (workload analysis) dan work force analysis. Pengukuran beban kerja dalam penelitian ini didasarkan pada waktu proses kerja. Berkaitan dengan kondisi kerja di bagian produksi yang mempunyai pekerjaan beragam, maka pengukuran waktu kerja dapat dilakukan dengan metode work sampling. Melalui metode tersebut akan diperoleh waktu baku yang kemudian digunakan untuk mengukur beban kerja. Optimasi jumlah tenaga kerja dalam penelitian ini menggunakan metode work force analysis mempertimbangkan beban kerja, persediaan tenaga kerja dan tingkat absensinya. Besarnya beban kerja berdasarkan metode workload analysis adalah 134,97 % untuk stasiun pengeleman, 133,45 % untuk stasiun rapair, 133,77 % untuk stasiun cold & hot press dan 98,40 % untuk stasiun pemotongan. Jumlah tenaga kerja optimal berdasarkan metode workload analysis dan work force analysis yaitu stasiun  pengeleman 3 orang, stasiun rapair 12 orang, stasiun cold & hot press 3 orang, dan stasiun pemotongan tetap 4 orang. Jumlah tenaga kerja optimal departemen produksi yang dibutuhkan UD. Rizqi Hadi Putra adalah 22 orang.
ANALISIS BULLWHIP EFFECT PADA PENGADAAN KAIN BATIK DI CV. BATIK GEMAWANG Rosda Anisatul Munadhifah; Hari Purnomo; Nancy Oktyajati
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i1.1497

Abstract

Persaingan bisnis pada era zaman modern semakin ketat. Terutama pada bisnis produksi kain batik yang dapat bersaing sampai saat ini. Dalam supply chain terdapat kelemahan yaitu adanya perbedaan antara permintaan dan penjualan atau bullwhip effect. CV Batik Gemawang merupakan perusahaan yang memproduksi batik. Dalam pengadaan kain batik di toko Bawen dan toko Banaran tidak melihat stock yang masih tersedia, namun terus menambah stock meskipun penjualannya sedikit.  Menganalisis bullwhip effect pada pengadaan kain Batik Gemawang merupakan tujuan dari penelitian ini. Pendekatan yang dilakukan yaitu kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi di lapangan dan mengumpukan dokumentasi yang ada di perusahaan. Material data  yang diambil merupakan data pengadaan dan penjualan dari bulan Juni 2019 sampai Bulan Mei 2020. Perhitungan dilakukan dengan perhitungan manual dan menggunakan microsoft excel 2010. Hasil dari penelitian diperoleh nilai bullwhip effect periode Juni 2019 sampai Mei 2020 pada toko Bawen sebesar 3,2308 dan pada toko Banaran sebesar 2,2108. Nilai Bullwhip Effect kedua toko tersebut hasilnya lebih banyak daripada nilai parameter yang sudah ditentukan, sehingga mengalami penyimpangan yang jauh antara pengadaan dengan penjualan atau yang dinamakan dengan fenomena Bullwhip Effect. Nilai bullwhip effect kedua toko tersebut hasilnya lebih banyak daripada nilai parameter (1,0056) sehingga mengalami bullwhip effect. Hasil  peramalan pada Toko Bawen dan Banaran berturut-turut yaitu 5,88763 pcs dan 3,52259 pcs.
PERANCANGAN ALAT BANTU MATERIAL HANDLING UNTUK PROSES PENANGANAN LIMBAH ABU BATU BARA DI BOILER PT XYZ Rahmatul Ahya; Firza Asep Saputra; Suprapto Suprapto
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2181

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan farmasi yang mengawali usahannya dalam kesederhanaan, namun mengemban cita-cita yang besar yang ada di kota sukoharjo. Produk - produk keseluruhan yang di hasilkan oleh PT XYZ sebagian besar menggunakan energi dari mesin boiler. Boiler merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan uap atau steam untuk berbagai keperluan, uap yang di hasilkan mesin boiler di gunakan untuk energi dalam proses produksi di seluruh PT XYZ. Mesin boiler batu bara yang berada di PT XYZ di operasikan 2 orang dalam 8 jam dan mempunyai 3 shif dalam 1 hari. Mesin boiler batu bara yang beroperasi 24 jam tentunya terdapat limbah akibat pembakaran batu bara yang disebut abu batu bara. Pekerjaan operator boiler yang harus mengemas abu batu bara menggunakan sekop kemudian di masukan ke dalam karung, sedangkan operator boiler harus mengoperasikan mesin boiler yang tidak bisa di tinggalkan dengan waktu lama menjadi masalah utama. Hasil dari perancangan alat bantu material handling untuk proses penanganan limbah abu batu bara yaitu rancanganan kereta rel pengangkut tong untuk abu batu bara yang bertujuan untuk operator boiler bisa lebih fokus mengoperasikan mesin boiler. Waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan karung mendapatkan waktu 9,21 jam, kemudian waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan kereta rel pengangkut dengan waktu 3,68 jam. Dari waktu proses dengan menggunakan karung lebih lama dengan selisih waktu 5,53 jam atau 60,04 % dan lebih efesien menggunakan kereta rel pengangkut. Untuk estimasi biaya ongkos material handling menggunakan karung adalah Rp 221,608,000,-/tahun dan menggunakan kereta rel pengangkut tong adalah  Rp 156,162,256,-/tahun. Jadi dari perhitungan per bulan maka didapat selisih sebesar Rp 65,445,744,-/tahun atau hemat 29,53 %.
ANALISIS PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA UMKM KLASTER BANDENG PRESTO SEMARANG) Tita Latifah Ahmad; Hanin Fitria
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2172

Abstract

UMKM Klaster Bandeng Presto Semarang mengalami beberapa masalah utama khususnya dalam hal persaingan yang salah satu penyebabnya yaitu produk yang dijual hampir sama. Situasi diperburuk karena adanya pandemi covid-19 sehingga membuat omset penjualan turun drastis sampai 90%. Memahami dan mempraktikkan SCM menjadi sebuah prasyarat penting untuk tetap kompetitif dalam persaingan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Praktik SCM terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) – Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil analisis PLS didapatkan hasil bahwa Praktik SCM tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap Kinerja Perusahaan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,244 dan nitai t (1,062) ≤ nilai t tabel (1,36). Namun, praktik SCM memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,452 dan nilai t (1,588) ≥ nilai t tabel (1,36). Sementara itu, Kinerja Perusahaan memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,526 dengan nilai t (2,304) ≥ nilai t tabel (1,36). Untuk indikator Praktik SCM yang digunakan yaitu Strategic Supplier Partnership, Customer Relationship dan Information Sharing. Indikator Keunggulan Bersaing berdasarkan harga, kualitas, delivery, dependability dan inovasi produk. Indikator Kinerja Perusahaan yaitu dilihat dari kinerja keuangan (tingkat pengembalian atas penjualan, perbaikan produktivitas kerja dan perbaikan biaya produksi) dan kinerja operasional (efektifitas pemasaran dan kepuasan pelanggan).

Page 2 of 10 | Total Record : 100