cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 100 Documents
Penentuan Beban Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan dengan Metode Work Load Analysis (Studi Kasus PT. XYZ) Javitz, Lazuardi Hanggara; Nugroho, Andung Jati
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i2.5220

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan kreatif industry fashion yang berbasis handmade yang memproduksi tas rajut, dompet dan aksesoris lainnya. PT. XYZ dalam divisi produksi mempunyai waktu jam kerja pada hari Senin-Sabtu, dengan waktu kerja pekerja adalah hanya 1 shift, selama 8 jam per hari. Dimulai dari pagi pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan ketentuan jam istirahat 1 jam pada pukul 12.00 – 13.00. Data jam kerja karyawan ini akan dipergunakan dalam proses perhitungan work sampling. Aktivitas karyawan dibagi menjadi 2 aktivitas, yaitu aktivitas produktif dan non produktif (idle) yang nantinya akan diakumulasikan sesuai dengan waktu pengamatan work sampling. Setelah ditentukan interval waktu pengamatan sebagaimana tertera pada perhitungan, maka dapat diketahui data terkait waktu produktif dan non produktif yang dilakukan selama 3 hari, dengan pengamatan hari ke-1 pada tanggal 21 Maret 2024, pengamatan hari ke-2 pada tanggal 22 Maret 2024, dan pengamatan hari ke-3 pada tanggal 23 maret 2024. Perhitungan beban kerja menggunakan metode Work Load Analysis dibagi menjadi 3 (tiga) hari. Hari pertama besaran beban kerjanya yaitu 92%, hari kedua yaitu 91%, dan hari ketiga yaitu 89%. Beban kerja dianggap tidak berlebihan karena masih dibawah 100%. Usulan perbaikan maka dari itu, perusahaan lebih memperhatikan beban kerja yang diberikan pada karyawan agar produktivitas mengalami peningkatan sesuai target perusahaan. Bagi peneliti, peneliti sebaiknya melakukan penelitian tentang beban kerja pada bagian divisi lainnya.
Penerapan Teknik Asosiasi Data Mining untuk Menemukan Pola Penjualan di Kantin Kampus Saputro, Muhammad Rifki; Syaharani, Alifhia Desta; Septaria, Siti Shoofiyah; Shofa, Mohamad Jihan
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6243

Abstract

Dengan menggunakan algoritma Apriori, penelitian ini mencoba menemukan pola penjualan produk di kantin kampus. Algoritma ini dipilih karena kemampuannya dalam menemukan hubungan antar produk berdasarkan aturan tertentu yang dihasilkan dari data transaksi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 200 transaksi penjualan yang terjadi selama satu minggu, yang mencakup berbagai jenis makanan dan minuman. Analisis dimulai dengan membuat satu set itemset dan kemudian menggabungkan itemset hingga menemukan aturan asosiasi yang memenuhi nilai minimum dukungan dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga aturan asosiasi yang memenuhi kriteria dukungan minimal 30% dan keyakinan minimal 80%. Beberapa aturan yang dihasilkan antara lain: jika Anda membeli nasi bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli usus bakar dengan keyakinan 82%, dan jika Anda membeli nasi bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli bakso bakar dengan keyakinan 81%. Aturan lainnya adalah jika Anda membeli usus bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli bakso bakar dengan tingkat kepercayaan 87%. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi kantin kampus dalam pengelolaan stok dan tata letak produk, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Apriori dapat digunakan dengan baik untuk menganalisis pola penjualan dan membantu bisnis membuat keputusan berbasis data.
Analisis Pengendalian Kualitas Kain Spandex Dengan Metode Statistical Process Control (SPC) Ramadhan, Naradea Putra; Prasetyo, Rian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.5954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas kain spandex di PT. XYZ menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). SPC adalah metode yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengendalikan proses produksi secara statistik untuk mengurangi kecacatan produk. Pada produksi kain spandex di perusahaan ini, beberapa cacat yang sering muncul adalah spandex putus, jarum patah, kotor oli, dan krismak. Data cacat diperoleh melalui observasi selama 30 hari, mencatat jumlah kecacatan berdasarkan jenisnya. Analisis melibatkan pembuatan check sheet, histogram, diagram pareto, diagram scatter, peta kendali, dan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat spandex putus adalah yang paling dominan dengan persentase 47,62%, diikuti jarum patah (20,87%), krismak (18,37%), dan kotor oli (13,12%). Peta kendali mengungkapkan beberapa data yang berada di luar batas kendali, menunjukkan perlunya perbaikan lebih lanjut. Diagram sebab-akibat (fishbone) menunjukkan faktor utama penyebab kecacatan adalah mesin, material, dan faktor manusia, terutama karena kurangnya perawatan mesin dan pengawasan terhadap kualitas bahan baku. Dengan menggunakan SPC, penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan, termasuk perawatan mesin secara berkala dan inspeksi bahan baku yang lebih ketat, untuk mengurangi kecacatan dan meningkatkan kualitas kain spandex di PT. XYZ.
Studi Penerapan Metode Quality Function Deployment (QFD) Terhadap Pengembangan Produk di Berbagai Bidang Agustian, Dendi
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6416

Abstract

Penelitian ini membahas studi penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam pengembangan produk di berbagai bidang industri. QFD merupakan metode sistematis yang bertujuan untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik teknis produk, sehingga menghasilkan inovasi yang lebih sesuai dengan harapan pasar. Studi ini dilakukan melalui analisis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang membahas implementasi QFD dalam sektor fashion, makanan dan minuman, teknologi dan manufaktur, kesehatan dan medis, serta pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QFD berperan penting dalam meningkatkan efektivitas strategi pengembangan produk dengan menggunakan House of Quality (HOQ) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi atribut prioritas pelanggan. Dengan penerapan yang tepat, QFD dapat membantu perusahaan meningkatkan daya saing dan kualitas produk secara berkelanjutan.
Perawatan dan Penjadwalan Mesin Cutting-Sawing Menggunakan Metode RCM Santosa, Yohanes Stefanus Kusuma; Prasetyo, Rian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6498

Abstract

PT. XYZ adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi karung plastik jenis Polypropylene Woven Bag. Perusahaan ini mengadopsi sistem produksi berdasarkan pesanan (make to order). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kerusakan yang terjadi di mesin cutting-sewing dan membuat penjadwalan rutin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RCM (Reliability Centered Maintenance). Berdasarkan analisa menggunakan RCM terdapat nilai dari mean time to repair (MTTR) 0,53 Jam. Komponen mesin cutting-sewing akan mengalami kerusakan sebanyak 0,000147 kerusakan perjam. Sedangkan nilai dari mean time between falilure (MTBF) pada Mesin Cutting-sewing sebesar 53,625 jam. Dan Availabillty pada mesin Cutting-sewing menunjukan angka 1.1 Ketersediaan mesin yang berarti suatu mesin dapat berproduksi lebih sering dan memerlukan lebih sedikit waktu untuk perawatan dan perbaikan. Dilakukan penjadwalan perbaikan mesin agar dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan serius pada mesin selama berlangsungnya proses produksi. Karena total rata-rata kerusakan mesin yang terjadi adalah 54 Jam, maka waktu yang optimal dilakukan perbaikan mesin yaitu 3 hari sebelum mesin mengalami beberapa kerusakan komponen, mengingat mesin berjalan selama 24 jam tanpa henti.
Analisis Positioning Produk Madu Berdasarkan Berdasarkan Perceptual Mapping dengan Metode Analisis Multidimensional Scalling (MDS) Pambudi, Priyo Bagus; Komariah, Ainur; Ahya, Rahmatul
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6499

Abstract

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, bidang industri yang semakin berkembang pada saat ini adalah bidang industri makanan atau pangan, hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan jumlah perusahaan makanan sebesar 12% setelah pandemi, salah satu industri yang mengalami kenaikan adalah indsutri produk madu, Hal tersebut berbanding lurus dengan persaingan pangsa pasar dan menuntut perusahaan agar terus menjaga dan meningkatkan standar kualitas produknya, masalah lain yang muncul adalah produk yang dipasarkan memiliki kesamaan dengan produk yang dipasarkan oleh produsen yang lain sehingga produsen akan berkompetisi untuk membuat perbedaan dari produknya agar mudah dikenali oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positioning produk dan mengetahui atribut-atribut apa saja yang diunggulkan dari sebuah merk. Pendekatan yang diguanakan dalam penelitian ini adalah analisis Multidimensional Scalling dan dibaca melalui Perceptual Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk madu yang berada di pasaran terbagi menjadi 3 jenis kemasan yakni sachet, botol plastik dan botol kaca. Dalam produk sachet, Merk TJ berada dalam posisi ke-1 karena madu TJ unggul hampir dalam semua atribut, Dalam produk botol plastik, Merk Madurasa berada dalam posisi ke-1 karena madu Madurasa unggul 5 dari 10 atribut, dan Dalam produk botol kaca, Merk Nusantara berada dalam posisi ke-1 karena madu TJ unggul hampir dalam semua atribut.
Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Pada CV. Pria Tampan di Kampoeng Batik Laweyan Solo Lestari, Mathilda Sri; Lukmiyati, Sri; Suprapto; Darsini
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.7152

Abstract

CV Pria Tampan termasuk dalam kategori industri batik skala besar. Perusahaan ini memproduksi batik untuk pasar lokal dan internasional, menggunakan sistem produksi make to stock dan make to order. Kegiatan supply chain meliputi pembelian bahan baku, kegiatan produksi, dan pendistribusian kepada pelanggan. Di dalam supply chain management (SCM) kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan merupakan aspek fundamental. Untuk mengoptimalkan produk batik sampai ke pelanggan dan meningkatkan performansi sebagai industri batik yang kuat diantara pesaing, maka perlu melakukan pengukuran kinerja supply chain. Metode yang digunakan adalah supply chain operations reference (SCOR). Terdapat 5 proses inti yaitu plan, source, make, deliver, dan return dengan atribut yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset. Pada model SCOR identifikasi Key Performance Indicator (KPI) menjadi tolak ukur dalam pengukuran kinerja perusahaan. KPI memiliki satuan yang berbeda sehingga dilakukan perhitungan normalisasi Snorm De Boer untuk menyamakan skor. Penentuan prioritas menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Nilai total kinerja supply chain didapat dari nilai skor KPI dikalikan dengan bobot dari perhitungan AHP. Hasil perhitungan total nilai kinerja supply chain CV. Pria Tampan sebesar 68,63% tergolong rata-rata dan hasil pembobotan pada proses inti yang memiliki bobot tertinggi adalah proses make sebesar 0,29. Artinya, proses make memiliki prioritas pertama dalam kegiatan supply chain.
Analisis Quality Functional Deploymet (QFD) untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Treat Coffee and Beans Badres, Yazid; Syarif, Abdul Azis; Utama, Denny Walady
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i2.6754

Abstract

Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Treat Coffee and Beans, sebagai salah satu kedai kopi yang berkembang di Kota Medan, menghadapi tantangan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang cepat, ramah, dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Treat Coffee and Beans dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 98 pelanggan tetap dan wawancara dengan manajemen. Hasil analisis House of Quality menunjukkan bahwa atribut kebersihan dan kenyamanan restoran, kecepatan pelayanan, serta keramahan staf merupakan aspek yang paling diprioritaskan pelanggan. Berdasarkan hal tersebut, upaya peningkatan yang direkomendasikan meliputi penambahan tenaga kerja saat jam sibuk, pelatihan pelayanan bagi staf, serta penerapan sistem digital dalam pencatatan pesanan untuk meningkatkan efisiensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan QFD efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan utama pelanggan dan merumuskan strategi peningkatan layanan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Evaluasi Akurasi Metode Westinghouse, Shumard, dan Performance Rating dalam Penentuan Waktu Baku Produksi di CV. B&R Sport Wear Sabilah, Ade Irpan; Kurniaty, Sita
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i2.7176

Abstract

Industri garmen di Indonesia menghadapi tantangan efisiensi produksi, terutama pada proses pembuatan jaket outdoor di CV. B&R Sport Wear. Permasalahan yang muncul adalah variasi kecepatan kerja antar operator, ketidakteraturan alur kerja serta keterbatasan standar waktu baku yang berdampak pada rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran waktu kerja dengan membandingkan tiga metode, yaitu Performance Rating, Shumard, dan Westinghouse guna untuk menentukan metode yang paling sesuai dalam penetapan waktu normal dan waktu baku produksi. Penelitian dilakukan menggunakan stopwatch time study pada seluruh tahapan produksi mulai dari pemotongan kain hingga pengemasan melalui pengamatan berulang dengan melakukan pengamatan berulang-ulang sebanyak 50 kali pengamatan secara sistematis untuk memperoleh data yang representatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Performance Rating dan Westinghouse menghasilkan waktu normal yang relatif konsisten. Sebaliknya, metode Shumard cenderung ekstrem, khususnya pada proses menjahit lengan baju hampir dua kali lipat dari waktu pengamatan. Perbedaan ini menegaskan bahwa metode Shumard kurang stabil ketika nilai standar berbeda signifikan dengan kondisi aktual. Dengan demikian, metode Westinghouse dinilai lebih unggul karena memberikan estimasi yang moderat, stabil, dan realistis. Hasil ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan kapasitas, evaluasi produktivitas serta perbaikan manajemen kerja di CV. B&R Sport Wear maupun industri garmen secara umum.
Analisis Efisiensi Biaya Dalam Sistem Pengendalian Biaya Produksi dengan Pendekatan Target Costing di PT. XYZ Sitorus, Hervina Rezeki; Syarif, Abdul Aziz; Utama, Denny Walady
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i2.7119

Abstract

Secara umum, perusahaan berupaya mencapai efisiensi biaya produksi untuk memperoleh manfaat maksimal dengan pengeluaran minimum selama proses produksi. PT XYZ, sebuah industri penggilingan padi berskala menengah yang hanya memiliki satu mesin penggilingan, sangat dipengaruhi oleh penetapan harga jual dalam mencapai profitabilitas. Peneliti menerapkan metode target costing pada PT XYZ karena metode ini dianggap efektif untuk memaksimalkan laba sekaligus mengurangi biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode target costing, PT XYZ mampu mencapai efisiensi biaya produksi selama enam bulan berturut-turut. Pada bulan Januari, efisiensi biaya untuk beras kualitas rendah adalah sebesar Rp -1.700.484, untuk beras kualitas sedang sebesar Rp 3.049.516, dan untuk beras kualitas tinggi sebesar Rp 11.749.516. Selain berhasil menurunkan biaya produksi, PT XYZ juga mampu mencapai manfaat yang diharapkan untuk semua jenis beras, kecuali beras kualitas rendah yang belum mencapai target laba.

Page 10 of 10 | Total Record : 100