cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021)" : 15 Documents clear
Hubungan Keyakinan dan Noticing dari Calon Guru Sekolah Dasar Mengenai Asesmen Matematika Kimura Patar Tamba
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.573 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1040

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa keyakinan mengenai asesmen mempengaruhi praktek asesmen di dalam kelas. Sementara itu, noticing adalah komponen penting dalam pengembangan kemampuan calon guru untuk memahami praktek asesmen. Tujuan penelitian ini adalah  menyelidiki dan mendeskripsikan hubungan antara keyakinan dengan kemampuan noticing dari calon guru sekolah dasar mengenai asesmen matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional terhadap 68 calon guru sekolah dasar. Data keyakinan mengenai asesmen matematika dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Sementara data noticing asesmen dikumpulkan dengan video task analysis. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara keyakinan mengenai asesmen dan noticing asesmen. Hasil penelitian juga menunjukkan karateristik noticing cenderung fokus pada aspek “mengajukan pertanyaan” dan tidak komprehensif. Selain itu, calon guru juga cenderung memegang keyakinan produktif namun tidak konsisten. Relationship between Beliefs and Noticing of Pre-service Elementary Teachers Regarding Mathematics AssessmentAbstractThis research is motivated by the view that assessment beliefs affect assessment practice in a classroom. Meanwhile, noticing is an important component in the development of assessment practice. The purpose of this study was to investigate and describe the relationship between mathematics assessment beliefs and noticing mathematics assessment. This research is quantitative with a correlational study involving 68 pre-service elementary teachers. Mathematics assessment belief data were collected using a questionnaire. Meanwhile, noticing mathematics assessment data was collected using video task analysis. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics The results showed that there was no significant correlation between mathematics assessment belief and noticing mathematics assessment. The results also showed that noticing characteristics tended to focus on the "questioning" aspect and were not comprehensive. Pre-service elementary teachers also tend to hold productive but inconsistent beliefs.
Buku Saku Digital Berbasis STEM: Pengembangan Media Pembelajaran terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Yuyun Anita; Andi Thahir; Komarudin Komarudin; Suherman Suherman; Novia Dwi Rahmawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.552 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1004

Abstract

AbstrakPembelajaran di abad 21 sangat memerlukan berbagai inovasi media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum. Buku saku digital berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) bertujuan agar dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang layak dan menarik terhadap kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah Reseach and Depelovment (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Proses uji coba dilakukan setelah validasi ahli materi dan ahli media yang menunjukkan bahwa buku saku berbasis STEM memiliki kriteria menarik untuk digunakan. Namun uji efektivitas media pembelajaran buku saku digital tidak dapat terlaksana disebabkan adanya pandemi covid-19 yang mengakibatkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Adanya kebijakan tersebut mengakibatkan penelitian ini hanya terlaksana sampai pada tahap development atau pengembangan. STEM-Based Digital Pocketbook: Development of Learning Media on Students' Mathematical Problem-Solving Skills AbstractThe 21st century needs a variety of learning media innovations that can be used as a device in implementing the curriculum. The goal of digital pocketbooks based on science, technology, engineering, and mathematics (STEM) is to develop into worthy and interesting learning media on mathematical problem-solving skills. The research method used Research and Development (R&D) using the ADDIE model. Data analysis techniques use qualitative and quantitative descriptive techniques. The process was conducted after validation of material experts and media experts who showed that STEM-based pocketbooks had interesting criteria to use. However, the effectiveness of digital pocketbook learning media cannot be carried out due to the covid-19 pandemic that resulted in learning activities being conducted online or online. The existence of this policy resulted in this research only being carried out to the stage of development or development.
Analisis Pengetahuan Matematika, Didaktika, dan Teknologi Calon Guru Sekolah Dasar Menggunakan Rasch Model Zetra Hainul Putra; Neni Hermita; Jesi Alexander Alim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.723 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1042

Abstract

AbstrakPengetahuan matematika, didaktika, dan teknologi yang harus dimilik oleh calon guru dan guru, sebelumnya diukur dengan metode classical test theory (CTT), namun memiliki keterbatasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengetahuan tersebut dengan metode yang diprekdiksi lebih akurat yaitu item response theory (IRT) dari rasch model. Metode penelitian meliputi survey pengetahuan matematika dan didaktika serta survey pengetahuan teknologi menggunakan angket. Subjek penelitian yaitu 38 mahasiswa tahun kedua calon guru sekolah dasar dari sebuah institusi pendidikan guru sekolah dasar di Pekanbaru. Hasil studi menunjukkan calon guru sekolah dasar memiliki pengetahuan matematika dan teknologi cukup baik, namun pengetahuan didaktika sangat rendah. Analisis pengetahuan calon guru menggunkan rasch model mampu memberikan gambaran tingkat kesulitan soal/item yang diberikan, tingkat pengetahuan responden, dan interaksi antar responden dan antar soal. Institusi pendidikan perlu mengembangkan pembelajaran bagi calon guru sekolah dasar yang mampu mendukung penguatan dan pengembangan pengetahuan matematika, didaktika, dan teknologi. Prospective Elementary Teachers’ Mathematical, Didactic, and Technological Knowledge Using Rasch Model Analysis AbstractKnowledge of mathematics, didactics, and technology that must be owned by pre-service and in-service teachers, previously measured by the classical test theory (CTT), but has limitations. Study aims to determine that knowledge with a more accurate prediction method using the item response theory (IRT) from the Rasch model. Study used a survey of mathematical and didactic knowledge, and a survey of technological knowledge with a scale. The subjects were 38 second-year students from an elementary school teacher education institution in Pekanbaru. This study indicates that pre-service teachers have relatively sufficient mathematics and technological knowledge, but they were lack of didactic knowledge. Analysis of pre-service teachers’ knowledge using the Rasch model can provide an overview of the difficulty level of the items given, the level of pre-service teachers’ knowledge, and the interaction between respondents and between questions. Institutions need to develop learning instruction for pre-service teachers that can support the strengthening and development of their mathematical, didactic, and technological knowledge.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dari Penerapan Problem Solving dan Problem Posing pada Siswa SMA Meta Yulia Sari; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.133 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.948

Abstract

AbstrakPentingnya kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika belum diikuti dengan pencapaian yang baik. Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing serta menguji ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah dari kedua model tersebut. Penelitian dilaksanakan pada kelas X salah satu SMA Negeri di Salatiga dengan materi trigonometri. Sampel sebanyak 53 siswa, terbagi dalam dua kelompok eksperimen. Penelitian ekperimen semu ini menggunakan desain randomaized control group pretest-postest design, dengan instrumen berbentuk tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi. Analisis data menggunakan kovariansi pada taraf signifikan ???? = 5% dengan kemampuan awal sebagai variabel kovarian. Hasil uji hipotesis menyimpulkan bahwa dengan mengontrol kemampuan awal siswa didapat bahwa siswa yang melaksanakan model pembelajaran Problem Posing secara signifikan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dibandingkan siswa yang melaksanakan model pembelajaran Problem Solving. Hasil ini menunjukkan pembelajaran hendaknya tidak hanya melatih siswa menyelesaikan masalah tetapi juga mengkonstruksi permasalahan. Differences in problem-solving abilities from the application of problem-solving and problem-posing in high school studentsAbstractThe importance of problem-solving abilities in mathematics learning has not been automatically followed by good achievement. This study aims to apply Problem Solving and Problem Posing learning models and to test whether there are differences in the problem-solving abilities of the two learning models. This research was conducted in class X mathematics learning at one of the public high schools in Salatiga on Trigonometry material. This quasi-experimental study used a randomized control group pretest-posttest design, with instruments in the form of problem-solving ability tests and observation sheets. The data analysis used was the covariance test at the significant level α = 5% with the initial ability as a covariate variable. The results of hypothesis testing with covariance analysis concluded that by controlling students' initial abilities it was found that there were significant differences in mathematical problem-solving abilities between the application of the two models. Students who carry out the Problem Posing learning model significantly have better mathematical problem-solving abilities than students who carry out the Problem-Solving learning model. These results indicate that learning should not only train students to solve problems but also construct problems.
Penerapan Video Media Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Bulat Lia Budi Tristanti; Wiwik Ernawati; Wiwin Sri Hidayati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.71 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1001

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan media  video pada materi penjumlahan bilangan bulat dan kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan bulat sebelum dan sesudah pemanfaatan media  video materi penjumlahan bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Sebelum melaksanakan penelitian, video media pembelajaran penjumlahan bilangan bulat telah divalidasi dan dinyatakan layak digunakan oleh ahli materi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan bulat sebelum dan sesudah pemanfaatan media video terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu dari 0% menjadi 96%. Artinya sebelum penerapan media video pembelajaran tidak ada siswa yang memenuhi indikator penjumlahan bilangan bulat yang sudah ditetapkan. Sedangkan, setelah penerapan media video pembelajaran terdapat 25 dari 26 siswa yang memenuhi 5 indikator penjumlahan bilangan bulat. Walaupun begitu, pembelajaran matematika menggunakan media video pada materi penjumlahan bilangan bulat belum mencapai ketuntasan kelas yaitu 100%. Application of Video Learning Media Adding Integers for Class VI SDIT Ar Ruhul Jadid JombangAbstractThe purpose of this study is to describe the process of learning mathematics with video media on the material of adding integers and students' ability to add integers before and after using video media for adding integers. This study uses a qualitative approach. Methods of data collection using tests and documentation. Before carrying out the research, the instructional media video for adding integers has been validated and declared suitable for use by material and media experts. The results showed that the students' ability to add integers before and after the use of video media had a significant difference, from 0% to 96%. This means that before the application of instructional video media there were no students who met the predetermined integer addition indicators. Meanwhile, after the application of instructional video media, there were 25 out of 26 students who met 5 indicators of adding integers. Even so, learning mathematics using video media on the addition of integers has not yet reached class completeness, which is 100%.
Literasi Matematika Siswa IPS dalam Menyelesaikan Soal PISA Konteks Saintifik Bagus Wahyu Purnomo; Anisa Fatwa Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.697 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.990

Abstract

AbstrakHasil penelitian literasi matematika di Indonesia tidak secara spesifik mengungkap literasi matematika siswa dengan mempertimbangkan latar belakang keilmuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa IPS dalam menyelesaikan soal PISA. Literasi matematika yang diungkap berfokus pada pemahaman siswa IPS terhadap konteks saintifik. Penelitian deskriptif ini melibatkan 3 siswa IPS di salah satu SMA di Jawa Timur. Setiap subjek penelitian yang memiliki tingkat kemampuan matematika berbeda diberikan soal tes kemampuan literasi matematika kemudian diwawancarai. Hasil tes dan wawancara dianalisis menggunakan kerangka kerja PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa IPS memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang konteks saintifik pada soal PISA. Dari 3 soal yang diberikan, siswa IPS hanya terkendala di satu soal sehingga tidak semua indikator pemahaman terhadap konteks PISA dapat dipenuhi oleh dua siswa. Mathematical Literacy of Social Studies Students in Solving PISA Questions in the Scientific ContextAbstractThe results of research on mathematical literacy in Indonesia do not specifically reveal students' mathematical literacy by considering students' scientific backgrounds. This study aims to describe the mathematical literacy skills of social studies students in solving PISA questions. The mathematical literacy revealed focuses on the social studies students' understanding of the scientific context. This descriptive study involved 3 social studies students in one high school in East Java. Each research subject who has a different level of mathematical ability is given a mathematical literacy ability test question and then interviewed. The results of the tests and interviews were analyzed using the PISA framework. The results showed that social studies students had a good level of understanding of the scientific context on PISA questions. Of the 3 questions given, social studies students were only constrained in one question so that not all indicators of understanding the PISA context could be met by two students.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Endah Silviani; Dian Mardiani; Deddy Sofyan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.578 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1011

Abstract

AbstrakKemampuan representasi matematis sangat penting dalam pembelajaran matematika, akan tetapi dalam kenyataannya siswa cenderung meniru langkah guru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  kemampuan representasi verbal,  representasi gambar, dan representasi simbol, serta pemahaman dari siswa SMP pada materi statistika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator kemampuan representasi verbal dan indikator kemampuan representasi gambar atau visual ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai.  Pada indikator kemampuan representasi simbol hanya dua subjek yang sudah menguasai, sedangkan satu subjek lainya kurang memahami representasi simbol.  Pada pemahaman mengenai materi statistika, rata-rata dari ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai materi statistika. Saran penulis bagi guru adalah upayakan guru berusaha memberikan metode dalam penyampaian materi yang membuat siswa bersemangat misalnya memberikan materi melalui video supaya siswa tidak merasa bosan. Analysis of Mathematic Representation Ability of Junior Highschool Students in Statistics Materials AbstractThe ability of mathematical representation is very important in learning mathematics, but in reality, students tend to imitate the teacher's steps in solving problems. The purpose of this study was to describe the ability of verbal representation, image representation, and representation of symbols, as well as an understanding of junior high school students on statistical material. This study uses descriptive research methods. The conclusions obtained from this study are the indicators of verbal representation capabilities and indicators of the capabilities of the representation of the image or visual three subjects studied have been quite mastered. In indicators, the ability of the symbolic representation is only two subjects that have mastered, while the other subjects do not understand the representation of the symbol. In an understanding of statistical material, the average of the three subjects studied has sufficiently mastered statistical material. The author's advice for teachers is to try the teacher trying to provide a method in delivering material that makes students vibrant for example giving material through video so that students don't feel bored.
Pengembangan Board Game TITUNGAN untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Joko Widiyanto; Tri Nova Hasti Yunianta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.839 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.997

Abstract

AbstrakBerpikir kreatif adalah salah satu komponen penting dalam mengembangkan berpikir unggul untuk menciptakan manusia unggul. Melatih kemampuan berpikir kreatif dapat menggunakan board game. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu produk berupa board game TITUNGAN yang valid, praktis dan efektif digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan contoh pengembangan ADDIE sebagai metode penelitian. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa SMP Negeri 3 Tanjung Bintang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket daftar isian (checklist) dan tes untuk menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil dari persentase rata-rata kevalidan sebesar 92,67% (lebih dari 90%) yang termasuk dalam kategori sangat Valid dan persentase rata-rata kepraktisan sebesar 80,9% (lebih dari 80%) yang termasuk dalam kategori Praktis, sedangkan hasil uji paired t-test menghasilkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa board game TITUNGAN dapat dikatakan valid, praktis dan efektif digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Development of TITUNGAN Board Game to Train Students’ Mathematical Creative Thinking Ability AbstractCreative thinking is one of the important in developing superior thinking to create superior humans. Creative thinking skills can be trained using board games. This study aims to develop a TITUNGAN board game that is valid, practical, and effective in trained students’ mathematical creative thinking ability. This development research uses the example of ADDIE development as a research method. The subjek in this study were 8 students of SMP Negeri 3 Tanjung Bintang. The research instruments were a checklist questionnaire and a test to test the validity, practicality, and effectiveness. The result of validity obtained an average percentage of 92,67% (more than 90%) which is included in the very valid category and an average percentage of the practicality of 80,9% (more than 80%) which is included in the practical category, while the result of paired t-test that there is a significant difference between the pretest and posttest scores. It can be concluded that the TITUNGAN board game can be valid, practical, and effective to train students’ mathematical creative thinking ability.
Pola Asuh Orang Tua Siswa dengan Motivasi Belajar Matematika Tingkat Tinggi pada Masa Pandemi Covid-19 Dhita Nabilah Hendrawan; Benny Hendriana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.648 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.1020

Abstract

AbstrakPola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar anak. Terkait hal tersebut, bimbingan dan didikan dari orang tua akan mempengaruhi motivasi belajar anak, yang pada akhirnya menjadi salah satu penentu keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang diterapkan orang tua pada siswa yang memiliki motivasi belajar matematika tinggi di kelas 8 SMP. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan instrumen penelitian berbentuk angket dan wawancara. Subyek penelitian yaitu 38 siswa kelas 8A dengan fokus 5 siswa pada salah satu SMP Negeri di Tambun Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar matematika kategori tinggi, terdapat 3 orang tua yang menggunakan tipe pola asuh demokratis dan terdapat 2 orang tua yang menggunakan tipe pola asuh permisif. Kedua pola asuh tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar matematika yang tinggi pada siswa. Parenting Rules on Junior High School Students’ High Learning Motivation during the Covid-19 PandemicAbstractParenting patterns are one of the factors that can affect children's learning motivation. Parenting. Related to this, the guidance and upbringing of parents will affect children's learning motivation. This study aims to determine how parenting styles are applied by parents to have high motivation to learn mathematics in grade 8 junior high school. This research used descriptive analysis method and the research instrument used questionnaires and interviews. The research subjects were 38 students of grade 8A with a focus of 5 students in one of the public junior high schools in Tambun Selatan. The results of the study from 5 students who had a high level of motivation to learn mathematics showed that 3 parents used the democratic parenting type and there were 2 parents who used the permissive parenting type. Both parenting patterns can be used to grow students' high motivation to learn mathematics.
Penggunaan Model Pembelajaran Snow Cube Throwing Berbasis Eksplorasi dalam Meningkatkan Kemampuan Intuisi Matematis Siswa Nenden Mutiara Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.152 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.983

Abstract

AbstrakModel pembelajaran snow cube throwing dikembangkan untuk melatih kemampuan intuisi siswa melalui kegiatan menebak/memperkirakan pola dari masalah-masalah eksplorasi yang diberikan. Sesuai dengan kekhasan model pembelajaran ini, siswa dapat berlatih banyak soal berbasis eksplorasi. Banyaknya soal-soal eksplorasi yang diberikan akan membantu siswa dalam mempertajam kemampuan intuisinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan intuisi matematis yang mendapat pembelajaran SCTBE, eksploratif dan ekspositori ditinjau secara keseluruhan dan berdasarkan kategori sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent pre-test and post-test control-group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII dari tiga sekolah di Kota Cimahi. Pemilihan sampel dalam penelitian kuantiatatif didasarkan pada teknik strata dan kelompok. Tes kemampuan intuisi matematis yang digunakan berbentuk uraian yang terdiri dari 5 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Secara keseluruhan peningkatan kemampuan intuisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran snow cube throwing berbasis eksplorasi lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan ekspositori; ditinjau berdasarkan kategori sekolah, pembelajaran snow cube throwing berbasis eksplorasi lebih cocok digunakan pada sekolah kategori tengah yang memiliki karakteristik aktif dan mandiri. The Use of Exploration-Based Snow Cube Throwing Learning Model in Improving Students' Mathematical Intuition AbilityAbstractThe snow cube throwing learning model was developed to practice students' intuition ability through guessing/predicting patterns of the given exploration problems. Following the uniqueness of this learning model, students can practice many exploration-based questions. The number of exploratory questions given will help students sharpen their intuitive abilities. This study aims to analyze the improvement of mathematical intuition ability that obtained SCTBE, explorative, and expository learning reviewed as a whole and based on school categories. This research was a quasi-experimental study with a non-equivalent pre-test and post-test control-group design. The study population was class VIII students from three schools in Cimahi City. Sample selection in quantitative research is based on strata and group techniques. The mathematical intuition ability test used is in the form of a description consisting of 5 questions. The results showed that: Overall improvement in mathematical intuition ability of students who obtained snow cube throwing based on exploration learning was better than students who obtained explorative and expository learning; based on the school category, snow cube throwing based on exploration learning is more suitable for middle category schools that have active and independent characteristics.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue