cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
KOMBINASI TUTORIAL DENGAN METODE TANYA JAWAB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DI PERGURUAN TINGGI Senja Putri Merona
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.23 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.302

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah kombinasi tutorial tambahan dengan metode tanya jawab yang dapat meningkatkan pemahaman matematika mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang memprogram matakuliah Statistika Matematika pada semester genap 2015/2016. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan tutorial dengan tanya jawab yang dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa adalah sebagai berikut: (1) Perencanaan: pada tahap ini dosen mempelajari bahan ajar, mengidentifikasi bagian yang dirasa sulit, dan menyusun strategi pembimbingan, (2) Persiapan: pada tahap ini dosen menyiapkan bahan ajar tambahan, menyiapkan soal-soal sederhana sebagai latihan dan analogi untuk menyelesaikan permasalahan serupa yang lebih kompleks, (3) Pelaksanaan: pada tahap ini dosen mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan mahasiswa dan melaksanakan tutorial untuk menyelesaikan kesulitan tersebut. Pelaksanaan tutorial dikombinasikan dengan tanya jawab dengan metode reinforcement dan prompting, dan (4) Evaluasi dan Penutup: pada tahap ini dosen melaksanakan konfirmasi untuk memastikan bahwa mahasiswa telah dapat mengatasi kesulitannya dan mememinta mahasiswa untuk mengerjakan tugas tambahan untuk memantapkan pemahamannya. Dari hasil tes akhir siklus diperoleh skor pemahaman matematika siswa pada siklus satu yaitu 42.86% dan 80.95% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman matematika mahasiswa mengalami peningkatan.The purpose of this study is to describe the steps the combination of additional tutorials with question and answer method can improve student understanding of mathematics. This research is a classroom action research in two cycles. Each cycle carried out in three meetings. The subjects of this study are students Prodi FKIP Mathematics, University of Muhammadiyah Ponorogo program Mathematical Statistics courses in the second semester 2015/2016. The result showed that the implementation of the tutorial by questions and answers that can improve the understanding of mathematics students are as follows: (1) Planning: at this stage lecturers studying teaching materials, identify the part that is considered difficult, and strategize guidance, (2) Preparation: on this stage lecturers prepare supplementary instructional materials, prepare questions simple as exercise and analogy to resolve similar issues are more complex, (3) Implementation: at this stage lecturer identify and analyze the difficulties students and carry out the tutorial to resolve these difficulties. Implementation tutorial combined with a question and answer with the method of reinforcement and prompting, and (4) Evaluation and Closing: at this stage lecturers carry out a confirmation to ensure that students have been able to overcome the difficulties and mememinta students to perform additional tasks to solidify their understanding. From the end of the cycle test results obtained scores understanding of mathematics students in cycle one, namely 42.86% and 80.95% in the second cycle. This suggests that the increased student understanding of mathematics.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIK MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMA Deddy Sofyan; Sukanto Sukandar Madio
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.506 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa SMA dalam pemecahan masalah dan komunikasi matematik melalui pendekatan problem posing dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Garut. Sampel penelitian dipilih secara acak berdasarkan kelas, sampelnya adalah kelas XII IPA 1 yang mendapat pembelajaran menggunakan pendekatan problem posing dan siswa kelas XII IPA 3 yang mendapat pembelajaran konvensional. Simpulan hasil penelitian ini adalah bahwa dalam pembelajaran matematika di SMA: 1. Kemampuan pemecahan masalah matematik siswa yang mendapatkan pendekatan problem posing lebih baik dibandingkan dengan konvensional, 2. Tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang mendapatkan pendekatan problem posing dengan konvensional, 3. Tidak terdapat kaitan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematik dengan kemampuan komunikasi matematik pada siswa yang mendapatkan pendekatan problem posing. The purpose of this research is to improve the ability of high school students in problem solving and communication of mathematics through problem posing approach to learning mathematics. The method used is a quasi-experimental method. The study population was one of the students in high schools in Garut. Samples were selected randomly based on the class, the sample is a class XII IPA 1 gets learning using problem posing approach and class XII IPA 3 students who received conventional learning. Conclusion The results of this study is that the study of mathematics in high school: 1. mathematical problem solving ability of students to get a better problem posing approach compared to conventional, 2. there is no difference in the ability of mathematical communication between students who received conventional approach to problem posing, 3. there was no significant association between mathematical problem solving skills with communication skills in students who get a mathematical problem posing approach.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA MELALUI COLLABORATIVE ANALYSIS OF SAMPLE STUDENT RESPONSES Irkham Ulil Albab; Bagus Ardi Saputro; Farida Nursyahidah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.921 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan Collaborative Analysis of Sample Student Responses. Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah matematika SLTP di Universitas PGRI Semarang. Objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah mahasiswa ketika belajar menggunakan Collaborative Analysis of Sample Student Responses. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian diperoleh dengan cara test kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, observasi dan video – typing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa meningkat ketika menggunakan pembelajaran Collaborative Analysis of Sample Student Responses.This study aims to determine the increase in mathematical problem solving skills of students to apply Collaborative Analysis of Sample Student Responses. Subjects of this study is students taking junior high school mathematics courses at the University of PGRI Semarang. The object of this research is problem-solving ability of students when learning to use the Collaborative Analysis of Sample Student Responses. This research is a classroom action research. Data were obtained by means of mathematical problem solving ability tests, interviews, observations and video - typing. The results of this study indicate that the mathematical problem solving ability of students increased when using learning Collaborative Analysis of Sample Student Responses.
PROBLEM POSING SEBAGAI KEMAMPUAN MATEMATIS Ekasatya Aldila Afriansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.5 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.303

Abstract

Perlunya kemampuan dalam membuat permasalahan/persoalan matematis sangat diperlukan oleh seorang guru. Hal tersebut berguna agar guru tidak hanya memberikan soal yang ada di buku saja. Guru dituntut kreatif; guru perlu memiliki kemampuan dalam membuat soal yang dibutuhkan oleh siswanya. Selama ini, kemampuan yang terus disoroti adalah kemampuan dalam menyelesaikan berbagai tipe soal dilihat dari daya pikir siswanya. Untuk kali ini, kita coba lihat dari sudut pandang perlunya kemampuan seorang guru untuk memiliki kemampuan pengajuan permasalahan matematis (mathematical problem posing) ini. Seiring dengan meningkatnya kemampuan membuat soal yang baik tentunya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kemampuan mathematical problem posing ini masih menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa calon guru matematika, padahal kemampuan ini sangat diperlukan bagi mereka yang akan menjadi seorang guru yang baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita akan coba paparkan problem posing sebagai suatu kemampuan matematis yang diperlukan oleh seseorang, terutama calon guru.The need for the skill to create mathematical problems/issues needed by a teacher. It is useful for teachers to provide problems that exist in books only. Teachers need to be creative; teachers need to have the skill to create questions that needed by their students. During this time, a skill that continues to be highlighted is the ability to resolve various types of problems seen from the intellect students. For this time, we look from the perspective of the need for the skill of a teacher to have the skill of mathematical problem posings. Along with the increased mathematical problem posing skill can certainly improve the quality of learning in the classroom. Mathematical problem posing skill is still an obstacle for some mathematics prospective teachers, but this skill is very necessary for those who would become a good teacher. Therefore, on this occasion, we will try to present problem posing as a mathematical skill needed by someone, especially prospective teachers.
DIAGNOSIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBUKTIAN BERDASARKAN NEWMANN ERROR ANALYSIS Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.967 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri euclide khususnya pada kasus pembuktian. Analisis yang digunakan berdasarkan pada Newmann Error Analysis yang meliputi reading error, comprehension error, transformation error, process skill error dan encoding error. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang sedang menempuh mata kuliah geometri euclide pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode dokumentasi, tes dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menganalisis hasil tes kemudian wawancara dengan beberapa mahasiswa dengan tipe kesalahan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan mahasiswa terletak pada kesalahan teori/konsep dasar serta ketidaklengkapan justifikasi pada setiap langkah yang digunakan dalam pembuktian.This research aim to analyse the student error, when they solve the problems of euclidean geometry especially proofs. That is based on Newmann Error Analysis, such as error reading, error comprehension, error transformation, error skill process and error encoding. This research was conducted toward the student of Mathematic Department, Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Ponorogo who studied euclidean geometry in 2016/2017. This research was descriptive research with qualitative approach. Documentation method, interview and test was used to gathering data. The analysis process had been doing by analysed the student result test, and then interviewed with some student with different error type. The result of this research was misconception of previous concept and incompletely the justification of every proofs step.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 10 PALEMBANG Bubin Florayu; Muhammad Isnaini; Gusmelia Testiana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.069 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.293

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran komik untuk meningkatkan matematika siswa hasil belajar pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palembang. Penelitian ini menggunakan desain exprimental benar dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palembang di 2014/2015 tahun akademik yang terdiri dari dua belas layani dengan 480 siswa. Dari dua belas kelas populasi diambil dua kelas, itu VII.5 yang yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelompok kontrol dan VII.4 yang yang terdiri dari 40 siswa sebagai kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam pertemuan ketujuh. Pada pertemuan pertama, pretest penelitian ini dilakukan di kelompok eksperimen dan kontrol whith tujuannya adalah untuk mengetahui dasar kemampuan siswa sebelum diberikan pengobatan. kedua sampai pertemuan keenam, kedua kelas diberi perlakuan pada kelompok eksperimen dengan media pembelajaran komik dan kelompok kontrol dengan model konvensional dengan kesetaraan materi dan pertidaksamaan linear satu variabel. Sebagai bahan subjek dalam pertemuan ketujuh, kedua kelas diberi posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pengobatan yang diberikan. Data penelitian ini diambil oleh tes. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa siswa hasil belajar matematika setelah belajar t_test Media appliec komik showec belajar = 1.14> tabel = 1,667 sehingga hipotesis nol (H0) diterima, berarti ada perbaikan siswa belajar hasil komik setelah media pembelajaran tidak Kenaikan untuk siswa kelas VII SMP N 10 Palembang.The aim of this study was to know the effect of comic learning media to increase students’ mathematics learning outcomes at the seventh grade students of SMP Negeri 10 Palembang. This study used true exprimental design with pretest-posttest control group design. The population of this study were all of seventh grade students of SMP Negeri 10 Palembang in 2014/2015 academic years which consisted of twelve clases with 480 students. From twelve classes population were taken two classes, it was VII.5 which consisted of 40 students as a control group and VII.4 which consisted of 40 students as an experimental group. The study was done in seventh meetings. In first meeting, this study done pretest in experimental and control group whith the aim was to know the basic of students’ ability before given a treatment. The second until sixth meetings, both of classes was given treatment in experimental group with comic learning media and control group with conventional model with material equality and inequality linear one variabel. As the subject material in seventh meeting, both of classes were given posttest to know the improvement of students learning outcomes after was given treatment. The data of this study was taken by a test. Based on the result of this study, it can be concluded that the students learning outcome in mathematics learning after comic learning media appliec showec t_test= 1,14 > ttabel = 1,667 so the null hypotheses (H0) was accepted, it means that there is an improvement students learning outcomes after comic learning media no increase at seventh grade students of SMP N 10 Palembang.
HUBUNGAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMP PESANTREN IMMIM PUTRI MINASATENE Firdha Razak
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.231 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.299

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kemampuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis matematika pada siswa kelas VII SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene dan sampel penelitian adalah siswa kelas VII.II yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal dan tes kemampuan berpikir kritis kemudian dianalisis dengan korelasi product moment dari pearson. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi rxy = 0,748 dan nilai r =1, kemudian nilai sig. = 0,001. Dimana pada nilai tersebut berada pada interval koefisien 0,600 - 0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat dan nilai r = 1 artinya korelasinya sangat kuat dengan arah yang positif. Kemudian nilai sig. = 0,000 sehingga nilai Sig. < 0,05 atau 0,001 < 0,05 maka ada korelasi yang signifikan berarti H0 ditolak dan H1 diterima yaitu ada hubungan antara kemampuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis matematika pada siswa SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene.This type of research is Ex-post facto research that aims to determine whether there is a relationship prior knowledge of the critical thinking skills of mathematics in class VII student Pesantren Putri IMMIM Minasatene. The population in this study were all students of class VII IMMIM Pesantren Putri Minasatene and the sample is grades VII.II determined by purposive sampling. The instrument used initial capability test and test the ability of critical thinking skills and then analyzed with Pearson product moment correlation. Based on the results obtained by analysis of the correlation coefficient r xy = 0.748 and r = 1, then sig. = 0.001. Which at that point is in the interval coefficient from 0.600 to 0.799 with a degree of strong relationships and the value of r = 1 means that the correlation is very strong with a positive direction. Then sig. = 0,000 so that the Sig. <0.05 or 0.001 <0.05, no significant correlation mean H0 rejected and H1 accepted that there is a relationship between prior knowledge of the critical thinking skills of mathematics at the junior high school students Pesantren Putri IMMIM Minasatene.
PENGGUNAAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI RUANG BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA Desi Rahmatina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.047 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.294

Abstract

Pembelajaran geometri ruang merupakan salah satu pembelajran yang memerlukan kemampuan analitis dan komunikatif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji penggunaan perangkat pembelajaran geometri ruang berbasis ICT dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, 2) untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran geometri berbasis ICT. Pembelajaran geometri memerlukan kemampuan mengkomunikasikan bangun yang sifatnya abstrak menjadi konkrit sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan ICT. Hasil kajian ini menunjukkan perangkat pembelajaran berbasis ICT dengan program wingeom dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Learning geometry of space is one pembelajran that require analytical and communicative abilities of students. The purpose of this study were 1) to assess the use of the learning device geometry of space-based ICT in enhancing the ability to think critically, 2) to study the response of students to use ICT-based learning device geometry. Learning geometry requires the ability to communicate wake which is abstract into the concrete so as to increase high-level thinking skills by using ICT. Results from this study indicate the ICT-based learning with wingeom programs can increase high-level thinking skills.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.183 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik (KBKM) dan kemandirian belajar peserta didik melalui implementasi Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang mewakili satu sekolah level tinggi dan satu sekolah level sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan yaitu tes KBKM, skala kemandirian belajar peserta didik, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Pencapaian dan peningkatan KBKM kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK; dan 2) Pencapaian dan peningkatan kemandirian belajar kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK.The purposes of this study are to describe the enhancement and the achievement of students’ Mathematical Creative Thinking Skills (MCTS) and Self Regulated Learning (SRL) through implementation of Realistic Mathematics Education (RME) and Conventional Learning (CL). The population of this study were Junior High School students in Tasikmalaya City. The sample of this study were eighth grade students representing the high school level and the medium school level. This research is a quasi-experimental design with pretest-posttest control group. The instrument used is a test MCTS, scale independence of learners, and the observation sheet. Analysis of data using Kruskal Wallis test. The final conclusion: 1) Achievement and improvement of MCTS RME group is better than CL group; and 2) Achievement and improvement of Self Regulated Learning (SRL) RME group is better than CL group.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Iyam Maryati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.021 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i1.300

Abstract

Artikel ini menyajikan apa itu pembelajaran kontekstual dan apa saja karakteristiknya? Apa itu kemampuan penalaran statistis? Mengapa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kemapuan penalaran statistis siswa Sekolah Menengah Pertama? Kemampuan penalaran statistis sangat penting dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Pertama, karena dengan kemampuan penalaranr statistis ini siswa dapat memiliki kompetensi dalam hal: 1) memahami informasi-informasi statistis yang tersurat maupun yang tersirat pada setiap permasalahan yang dihadapi. 2) Pemahaman yang baik terhadap bagaimana cara memilih, menyajikan, mererduksi, dan mempresentasikan data yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada. 3) pemahaman dan penalaran yang baik terhadap proses statistis secara keseluruhan termasuk setiap perhitungan yang terlibat dalam proses tersebut. 4) pemahaman untuk memecahkan masalah secara statistis berdasarkan data yang ada, dan menginterprestasikannya dalam pengambilan keputusan yang dapat berlaku secara umum. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan penalaran statistis tersebut harus mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Model pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa Sekolah Pertama salah satunya adalah pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pendekatan pembelajaran kontekstual ini mengambil permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau permasalahan yang disimulasikan dengan dialog, diskusi,, tanya jawab, dan representasi. Aktivitas pengajaran kontekstual yang dikembangkan adalah: a) belajar berbasis masalah, b) belajar dengan multi konteks, c) belajar mandiri, d) penilaian otentik, dan e) masyarakat belajar.This article presents a contextual learning what it is and what are its characteristics? What is the statistical reasoning skills? Why contextual learning can develop statistical reasoning Traffic junior secondary students? Reasoning ability is very important statistical owned by junior high school students, because of the ability of these statistical penalaranr students may have competence in terms of: 1) understand the statistical information expressed or implied in any problems faced. 2) A good understanding of how to choose, present, mererduksi, and present data that will be used to address existing problems. 3) understanding and reasoning that both the statistical process as a whole including any calculations involved in the process. 4) understanding to solve the problem of statistically based on existing data, and interpret it in decision-making that can be applied generally. Therefore, to develop the statistical reasoning skills should consider learning approach used for junior secondary students. Model learning approach that is appropriate for school students first one of which is a contextual learning approach (Contextual Teaching and Learning). This contextual learning approach to take problems in daily life or simulated problems with dialogue, discussion ,, question and answer, and representation. Contextual teaching activities developed are: a) problem-based learning, b) learning with multi context, c) self-learning, d) authentic assessment, and e) a learning society.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei Vol 1, No 1 (2012) More Issue